" Wah jadi bener udah 2 om? dan bakalan 3 dong" ucap Zula gemes melihat bayi lucu yang baru saja bisa jalan
" Kenapa kamu mau punya adek juga?" jawab Rizqy meledek
" Pengen sih, tapi entah Umi sama Abah tuh, kayaknya hanya mau punya cucu aja, udah cukup anaknya" jawab Zula sambil melirik pada Kedua orang tuanya itu ?
" Kode keras Al, dang Rabio" ucap Rizqy pada Al
" El kok yang mau nikah dulu, gue mah santai om, gak buru buru" jawab Al santai sambil mengajak main anak pertama Rizqy yang baru berumur 2 tahun,
Dan setiap tahun, istri Rizqy brojol alias melahirkan anaknya, karena Rizqy juga gak mau kalau istrinya KB, Sudah puluhan tahun dia kesepian, dan kali ini dia ingin anaknya banyak jadi suasana rumahnya makin rame
" Bener loe mau di langkahi El?" tanya Rizqy lagi
" Entah tuh, gue juga gak tau gimana jalan pikirannya dia, betah amat jadi perjaka" saut Zain yang ada di shofa
" Nikah Tua kayak abah loe nanti jadinya Al" jawab Rizqy lagi
Ya dulu Zain mendapatkan Jihan umurnya sudah menginjak kepala tiga
" Dari pada nikah muda gagal kayak om" jawab Al pedas tanpa mikir membuat Rizqy nyengir
Semuanya tidak nyaut karena itu cukup menjadi masa lalu Oomnya,
" Hay.. girl, cantik banget kayak tante" ucap Zula sambil mendekat gemas pada Anak gadis Rizqy yang ke dua
Karena yang pertama cowok, dan yang kedua cewek
" Kok Tante, kakak dong" Saut Luna istri Rizqy
" Oh Kakak ya, jadi loe tetap abang dong bang, Abang Al sama Abang El, tua tua masih aja di panggil Abang sama bocil" ucap Zula sambil meledek kedua abangnya
Semua tertawa dengan ucapan nyeleneh Zula, Zula berdiri sambil menggendong anak gadis kecil Rizqy atau sepupunya itu
" Di gendong kakak cantik, sholihah, pinter cerdas, besok kalau udah besar kayak kak Zula ya" ucap Luna pada anak gadisnya
" Tante tau nama Zula?" tanya Zula heran
" Tau dong, Ayahnya sering cerita tentang kamu," jawab Luna menjelaskan
" Oalah... Kalau tante siapa namanya? " tanya Zula sambil bersalaman dengan Luna
" Panggil aja tante Luna, " jawab Luna ramah dan Zula tersenyum ceria jauh dari tantenya sebelumnya
Kini kedua anak Rizqy asyik bermain dengan ke 3 anak Jihan di halaman belakang
" Il... Zula, Il" panggil Jihan pada gadus kesayangannya
" Dalem Umi" jawab Zula ramah
" Anak perempuan itu sini bantuin masak" ucap Jihan dari dapur yang dekat dengan halaman belakang
" Kan udah tiap hari, " jawab Zula sambil menggendong baby cantik Rizqu
" Besok kalau kamu udah besar, gak usah repot repot masak, dilevery aja, itung itung bagi rizki sama yang jualan makanan online" ucap Zula menjadi kompor sepupu kecilnya
" Jangan sesat itu" jawab El yang barusan melewati
" Ya kan perempuan harus makmur juga, " jawab Zula tanpa beban
Jihan menggelengkan kepalanya mendengar jawaban putrinya tanpa rasa bersalah itu,
" Wanita harus happy, gak harus di dapur mulu, kasian yang jualan lauk makanan, kasian juga kan para jaryawan di resto kalau perempuan harus di dapur mulu, bener gak Uti" tambah Zula memibta pembelaan
" Itu mah Utimu banget, " saut Hamdan yang juga lewat di belakangnya
" Kalau Bapak mah mau, makanan dari mana saja, kalau Bang Zain dan anak anak mana mau makanan resto, " jawab Jihan yang sering kali repot masakin anak dan suaminya
" Bukannya gak mau Mi, tapi bosen" jawab Mereka kompak termasuk Zula
" Itu kan tandanya Umi juga sebenarnya males masak, betul gak?" tanya Zula dan Jihan nyengir
" Makanya gitu besok kamu ikutin jejak kakak ya, protes sama suami, istri bukannya di dapur hidupnya setuju kan?" kompor Zula pada baby kecil yangbelum tau apa apa
Kini semuanya berkumpul di taman belakang rumah, karena kondisi di Indonesia masih sore, karena perbedaan waktu dari swiiss tadi saat mereka terbang
Dan sedang berada di gazebo besar yang di dirikan di atas kolam ikan, yang sudah di kasih pengaman juga untuk para anak anaknya
Dan situasinya masih sama, di sana ada perkebunan sayur mayur yang menambah kenyamanan bagi yang memandangnya
" El loe kan mau ngelangkahi abang leo, emang loe udah punya calon? atau tunangan?" tanya Rizqy mulai ngobrol
" Kalau tunangan belum sih Om, kalau kekasih ada, besok mau tunangan kalau dia libur semester" jawab El santai dan begitu yakin
" Orang mana?" tanya Ulfa langsung
" German Buk, entah ini kayaknya besanku kok orang luar semua" jawab Jihan terus terang
" Wah jauh kali, kalau besan kejauhan El , ngabisin uang" jawab neneknya tau sendiri gimana pemikiran orang tua
" Selagi pesawat masih terbang aman Uti" jawab El santai
" Itu dulu kalau buyut kalian masih ada, bukan buyut kalian sih, tapi buyutnya Uti, jadi kalau ke kalian udek udek siwur, gak akan di perbolehkan, bahkan luar daerah luar keluarahan aja gak boleh, bilangnya jauh" ucap Ulfa bercerita
" Masak iya" heran Al dan El kompak
" Iya bener, sampe uyut kalian dulu kan di jodohin dapat tetangga sendiri, makanya sampai anak cucunya Uyut gak pernah mau ngejodohin, karena tau gimana rasanya di jodohin" jawab Ulfa lanjut cerita
" Tapi Uti sama kakung jauh, luar daerah" bantah El
" Karena waktu Uti sama kakung nikah, atau tunangan buyutnya dan neneknya sudah gak ada, makanya bebas, " jawab Ulfa bercerita santai
" Tapi Luar biasa lho, Uyut Putri sama Uyut kakung mereka JODOH DUNIA AKHIRAT" ucap Zula kagum dengan akhir hidup keduanya yang sama sama bahkan setia sampai ajal menjemputnya dan berakhir di pemakaman yang sama
" Alhamdulillah..." jawab Ulfa singkat
" Terus Al, kalau loe kenapa ngalah, elo jomblo gak punya pasangan?" tanya Rizqy penasaran
" Enggak lah, Al jomblo, hanya karen Zula saja dulu, kalau sekarang dia sudsh berpaling dari gue ya gue cari lagi" jawab Al nyeleneh seolah adek gadisnya itu menghianati dirinya
" Haa... Gue? apa hubungannya?" jaget Zula kalau masih gak peka abangnya itu setia menemani ke jombloaannya
" Abang loe yang tua ini nih, gak bisa move on dari elo, dia belum menemukan cewek seperti elo" jawab El langsung peka
" Hemmm.... So sweet... kenapa loe gak bilang bang, kalau tau gitu kan gue juga gak terima si Maul, " jawab Zula sok sokan
" Preet...." jawab El mecibir
" Gitu aja gak pernah bisa lepas, lengket terus" jawab El santai sambil menyindirinya
" Anda sendiri itu" jawab Zula gak terima dan El justru menjulurkan lidahnya meledek Zula
" Jadi kak Helend, sudah sama kayak gue belum bang?" tanya Zula sambil menaik turunkan alisnya
Al tidak langsung menjawab, dan yang lain masih menunggu jawaban darinya, hingga saat akan menjawab
" Eh.. Rizqy.." ucap keras seseorang yang langsung nyelonong masuk kedalam ranpa permisi dan salam
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor aku akhirnya riqki udah udah punya keluarga bahagia jg nah siapa tuh yg dateng
2022-08-08
0
Ameyas Rayman
𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙧𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙠𝙨𝙚𝙨 𝙨𝙝𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙨𝙝𝙤𝙡𝙚𝙝𝙖𝙝 𝙨𝙪𝙗𝙪𝙧 𝙝𝙖𝙧𝙩𝙖 𝙨𝙪𝙗𝙪𝙧 𝙥𝙚𝙠𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙖𝙜𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙪𝙖𝙩... 𝙨𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪𝙝 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙞𝙙𝙖𝙢𝙖𝙣..... 𝙚𝙝 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜.... 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙪𝙜𝙚𝙩 𝙪𝙜𝙚𝙩 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙙𝙚𝙝 🤭🤭🤭🤭𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠
2022-08-08
0
Hoerotun Nisa
sapa tuuuuh
2022-08-08
0