El dan Heny sama sama bekerja bareng pada sesi kali ini, hari pertama El bekerja sudah bekerja sama dengan mantan, dan justru dia menjadi pembimbing sang mantan
" Alhamdulillah..." ucap Semua kru saat oprasi telah selesai
Kini pasien sudah langsung di bersihkan dan siap di pindahkan ke ruang rawat, El dan yang lain juga mulai untuk keluar dan membersihkan sisa darah yang menempek di sarung tangan yang mereka kenakan
" Mau keluar?" tanya El pelan pada Heny
Heny menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala pelan
" Silahkan duluan" jawab El lembut
" Dokter dulu gak apa apa" jawab Heny ramah
" Baik" jawab El selepas membuang sarung tangannya
El berjalan keluar dan juga merogoh ponselnya yang berdering dengan Heny yang kebetulan di belakangnya
" Assalamualaikum..." ucap El mengangkat panggilannya
" Sorry baby, I just turned on my cellphone, I was doing an operation, so I don't know if you call many times ( maaf baby, ponsel ku baru ku hidupkan, tadi sedang melakukan tindakan oprasi, jadi gak tau kalau kamu telfon berkali kali) " Ucap El setelah mendapat jawaban salam dari Ailza
Heny yang mendengar seketika panas dadanya, mendengar panggilan mesra El pada seseorang di luar sana, dan dia sedikit faham dengan bahasa yang El gunakan barusan
" Kamu udah makan belum? udah sarapan belum sayang?" tanya El lagi santai
"Ini masih sarapan sayang, sebelum berangkat ke Kampus" jawab Ailza di seberang sana
" Bentar sayang" ucap El saat akan membuka pintu ruang oprasi
Di depan sudah ada keluarga pasien yang menunggu hasil oprasinya
" Gimana keadaan pasien dokter?" tanya keluarganya cepat
" Bapak keluarga dari pasien di dalam?" tanya El
" Betul dokter" jawabnya masih menunggu jawaban pasti dari El
" Alhamdulillah oprasinya berhasil, dan sekarang pasien langsung di bawa ke ruang perawatan ya, masih dalam pemulihan kesadaran, jadi berdoa terus agar Allah segera memberi kesehatan" ucap El pada keluarga pasien dengan penuh wibawanya
Heny yang di belakangnya cukup terkesima mendengar jawaban dari El yang sangat bijaksana dan berwibawa banget
" Kamu memang masih sama dari dulu El, bawaan seorang pemimpin" batin Heny dalam hati
El pun kemudian pamit dan berjalan melewati keluarga begitu juga dengan Heny yang searah dengan El terus berjalan di belakang El
El kemudian merogoh sesuatu dari dalam jas putihny untuk mengambil handset bluetoot miliknya dan memakainya untuk lanjut ngobrol denga Ailza
" Hallo sayang" ucap El menggunakan bahasa Inggris
" Iya sayang" jawab Ailza masih setia menunggu
" Udah belum sarapannya?" tanya El lembut
" Udah nih mau berangkat ke Kampus" jawab Ailza di seberang sana
" Yah... padahal mau aku ajak makan bareng lho" ujar El lagi
" Mau di temenin?" tanya Ailza
" Tapi udah mau berangkat ke kampus, ya udah hati hati ya, jaga kesehatan, jaga hati, love you" ucap El sering kali di ucapkan saat telfon dengan Ailza
" Iya bawel, kamu juga, jangan temui mantan" ucap Ailza jules
" Hahaha Ada kok di belakangku" jawab El sembari menoleh pada Heny di belakangnya
" Kan.... Aku susul ya ke Indonesia" ucap Ailza kesal
" Boleh, langsung nikah ya" ucap El menggoda Ailza
" Belum lulus, " jawab Ailza manja membuat El tertawa
" Jangan genit sama mantan" ketus Ailza
" Enggak sayang, tenang aja, aku padamu, " jawab El santai bahkan El gak peduli sama siapapun yang telah dia lewati sebelum menuju ruangannya
Apa lagi dengan Heny, El sudah menganggapnya seperti orang lain saja, dan hanya rekan kerja
" Ya udah, Assalamualaikum baby" ucap Ailza mengakhiri
" Waalaikumsalam.. Muuach.." jawab El menutup panggilannya
El terhenti untuk kembali menaruh handseatnya dan Heny yang terbengong karena sedari tadi nguping pembicaraan El dan Ailza tak sengaja menabrak El yang berhenti mendadak
" Astagfirullah... Maaf maaf dokter" ucap Heny gelagapan
El tersenyum tanpa menjawab, Dan lanjut berjalan menuju ruangannya
Seperti biasa di jam makan siang Zain yang bekerja di kantornya ingin menyusul istri ya di rumah sakit seperti biasa, kadang bergantian
Zain sudah turun di mana jam istirahat siang belum tiba, dan saat turun Zain melihat wajah cantik putrinya yang sedang bekerja
Sebelum keluar Zain menghampiri Zula dulu, karena kebetulan teman Zula tidak ada di sana
" Say.." ucap Zain keburu sadar
" Ada yang bisa saya bantu pak" ucap Zula formal
" Mau makan siang bareng abah gak? sama Umi, di Rs" ucap Zain setengah berbisik Zula terbelalak dan Zain langsung faham
" Jangan lupa makan siang" jawab Zain kemudian berjalan dengan tanpa semangat karena melihat anak gadisnya yang di tinggalkannya
Zain ingin rasanya menangis dan mengakui semuanya di depan karyawannya, tapi dia masih berfikir dengan keras kepala Zula yang sama dengan Jihan dulu
Zain mengendarai mobilnya meluncur ke Rumah sakit,
Setibanya di rumah sakit Zain kemudian langsung menuju ke ruangan Jihan yang jadi satu dengan Ruangan El
" Assalamualaikum" ucap Zain saat masuk
" Waalaikumsalam.." jawab El dan Jihan yang ada di dalam
" Eh udah kesini aja, mana anak gadisnya bah ? gak di ajak sekalian?" tanya Jihan melihat kedatangan Zain yang sendirian
" Bahasanya formal banget" jawab Zain sekilas
" Maksudnya?"
" Lain waktu aja ya pak, ini belum jam makan siang" jawab Zain menirukan gaya ucapan Zula tadi
" Waduh... gaya bener tuh anak" ucap El
" Jadi di posisi Apa dia bah?" tanya Jihan soal Zula
" Minta di Resepsionis, abah besok gak mau ke kantor lagi" jawab Zain sambil duduk di sofa ruangan Jihan
" Kenapa?" tanya Jihan lagi
" Ya gak tega aja lihat anak kesayangan duduk di resepsionis, harusnya kan di rumah aja, apa kalau bekerja sekalian di lantai atas, gak melayani banyak orang" jawab Zain karena gak tega
" Anak kesayangan tuh El" ucap Jihan bermaksud menyindir Zain
" Ya iya dong, harus itu," jawab Zain makin membanggakan dirinya dan Juga Zula
" Terus El gimana nak kerja pertamanya?" tanya Zain menanyakan El yang pertama kali kerja juga
" Wah semangat dong, kerja sama mantan" jawab Jihan yang pastinya tau karena El barusan cerita
" Mantan?" tanya Zain kaget
" Iya bah, Si Heny mantan El waktu SMA dulu, Coas Disini, dan tadi kerjanya di bantu sama dia" jawab Jihan menjelaskan
" Hati hati lho El, jaga Hati, Ada Ailza di yang menunggu" ucap Zain sok bijak, padahal dia dulu bobrok
" Iya El, jaga hati Ailza, kayak yang bilang dulu pandai jaga hati istri aja" sindir Jihan yang terkadang kesal pada Zain
" Aman Bah, dia kan pasti juga udah nikah, udah punya anak juga, orang tunangannya aja kan udah lama" jawab El mengira kalau Heny sudah berkeluarga
Di kantor kini jamnya makan siang, dan Ryan baru saja turun dari ruangannya, dan keluar untuk cari makan
Saat keluar tentu dia melewati meja resepsionis dan melewati Zula juga di sana
" Eh... Anak kecil, gagal Nih dapatin posisi baik, dan rayu pak Bos" ucap Ryan mengejek Zula terang terangan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Happyy
🤗🤗🤗
2022-11-24
0
Umi Jasmine
ryan ini siapa ya ....
2022-08-20
0
Mursiana
semngt ka kmsih udh up trus..
2022-08-17
0