" Hahahaha... Mana bisa" jawab Ryan langsung masuk ke Lift dan meninggalkan Zula yang masih ada di luar lift
Karena Ryan juga tau gimana bosnya itu, secara Zain yang selalu minta di temani Jihan dan gak mungkin Zula bisa menggodanya
Padahal pesona Zula di hadapan Zain jauh lebih terlihat manja, dan akan menuruti semuanya
Kini Zula sudah sampai di depan ruangan Abahnya, dan dia mengetuk pintu perlahan,
Walaupun itu ruangan abahnya sendiri, Zula juga punya adap yang harus di terapkan saat berhadapan dengan Abahnya
" Masuk.." ucap Zain dari dalam
" Assalamualaikum..." ucap Zula saat masuk
" Waalaikumsalam..." jawab Zain masih memeriksa berkasnya yang menumpuk setoran dari Irfan barusan
Zain tidak melihat kedatangan putrinya dan Zula berjalan mendekat padanya
" Selamat pagi pak..." ucap Zula lembut
" Iya pagi, silahkan duduk" ucap Zain masih belum melihat siapa yang datang
" Huh... Ternyata mereka berdua memang sama ya, gak pernah mengerti kehadiran seseorang" batin Zula karena Jihan juga sering kali begitu kalau sedang sibuk
Zula pun duduk di kursi tepat di hadapan Zain yang masih sibuk
" Gimana?" tanya Zain masih belum menatap Zula
" Kata pihak resepsionis suruh menghadap bapak" jawab Zula sambil menahan tawanya
" Oh... Ada keperluan apa?" tanya Zain lembut dan ramah walaupun belum menatapnya juga, tapi nada suaranya begitu lembut dan ramah
" Hem.. Keperluan untuk interveiw" jawab Zula lembut
" Oh.. langsung menghadap ke Sekertaris saya ya, pak Irfan namanya, " jawab Zain masih sibuk sendiri
" Jadi saya salah ruangan ya pak? maaf" ucap Zula dan Zain mengangguk
" Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Zula dan Zain kembali mengangguk
Saat Zula akan berdiri dan berjalan keluar tiba tiba pintu terbuka dengam kedatangan Irfan yang akan masuk menemuinya
" Assalamualaikum.." ucap Irfan saat masuk
" Waalaikumsalam..." jawab Zula dan Zain bersamaan dengan Zain yang tanpa merubah posisi pandangan matanya
" Lho mau kemana?" tanya Irfan pada Zula
" Tadi kata pak Zain suruh menghadap ke pak Irfan, " jawab Zula formal karena sebagai karyawan
Irfan pun menepuk jidatnya karena Zain yang tidak menyadari kedatangan putrinya
" Pak Zain, ini putrinya mau di kasih jabatan apa?" tanya Irfan mendekat
" Kasih sesuai kemampuan,pengalaman kerja , dan CV yang tertera" jawab Zain masih belum sadar
" Ini bener putri kesayangannya mau di taruh ke Cleaning servis, sesuai CV belum ada pengalaman apa apa, dan masih ijazah SMA" ucap Irfan sebenarnya kesal dengan kebiasaan kedua bosnya itu
" Kalau masih membutuhkan gak apa apa" ucap Zain santai dan membuat Irfan dan Zula sama sama menepuk jidatnya
" Masak tega bapak sama putri kesayangannya di suruh ngepel ruangan Abahnya" kesal Irfan seketika menyadarkan Zain yang di gulati kesibukan
Zain seketika menatap gadis cantik yang berdiri di sebelah Irfan dengan pakaian formalnya
" Masyaallah.... Gasinya Abah" ucap Zain langsung berdiri meninggalkan pekerjaannya
" Kenapa gak bilang kalau kamu yang datang nak" ucap Zain sambari memeluk dan mencium kening Zula
" Gimana mau bilang" jawab Zula santai
" Ya panggil bah, atau gimana,biar Abah tau" jawab Zain masih memeluk Zula
" Tapi boong di bilang putri kesayangannya aja mau di jadikan CS kok" saut Irfan mencibir
Karena mereka sudah seperti saudara jadi Irfan terkadang tidak ada rasa takut pada Zain
" Betul tuh pak Irfan, melihat siapa yang datang aja enggak ya kan?" ucap Zula membela Irfan
" Maaf sayang maaf, ayo duduk dulu" ucap Zain sembari menggandeng Zula duduk di shofa
Zain terus memanjakan putirnya dan mengelus kepala putrinya dengan lembut
" Gue sebenarnya gak ikhlas anak gue kerja Fan" ucap Zain yang belum memberi posisi pekerjaan pada Zula juga
" Terus Zula suruh ngapain di rumah bah, ?" tanya Zula dan Zain tidak bisa menjawab
" Ayo lah bah, beri Zula pekerjaan dulu, biar Zula punya pengalaman juga, percuman dong sekolah bisnis jauh jauh kalau gak di terapkan" ucap Zula dan Zain mengerti itu
" Gantiin posisi Om gak apa apa La, Biar Om yang di rumah gantiin kamu" jawab Irfan santai tanpa dosa
" Enak aja, loe bukan anak gue Fan" jawab Zain ketus dan Zula tertawa
" Mau di posisi Abah aja, ya, langsung gantiin abah, seperti Umi dulu, tau tau makin maju perusahaan abah" jawab Zain menawarkan
" Enggak.." tolak Zula cepat
" Abah kan tau, Zula itu mau menikmati prosesnya, benar benar dari 0 kayak abah dulu" jawab Zula kekeh
" Terus mau di mana sayang,? putri kesayangan Abah mau di mana? jangan di CS lho ya, abah gak mau" jawab Zain dan Zula tersenyum
Zain paling gak bisa menolak permintaan anak anaknya, walaupun terkadang permintaannya itu membuat dirinya sama sekali tidak tega karena saking nyeleneh dan sederhana
Apa lagi kalau sama si Zula dan El, yang anti dengan publikasi seperti Uminya dulu
" Di resepsionis, sepertinya kurang karyawan kan pak Irfan, kasian kakaknya tadi sendirian sampe kualahan, Zula aja ngantri lama" jawab Zula menentukan pilihan
" Enggak di manager aja ya " ucap Zain menolak dan menurunkan jabatan yang di tawarkan di awal tadi
" Yang bener aja bah, nanti pihak HRD demo kalau di beri jabatan itu, orang inazah Zula MA kok, itupun ijazah tipu tipu belum lulus udah minta lulus" jawab Zula santai
" Ya kenapa gak bawa yang S2 aja, repot repot" ucap Zain menepuk jidatnya
" Abah gak mau kalau kamu di resepsionis situ, capek sayang bentar bentar berdiri, lari kesana kemari" jawav Zain masih gak tega
" Beneran boleh kerja gak sih" kesal Zula yang meras kepalanya kembali keluar
" Ya sebenarnya gak boleh" jawab Zain apa adanya
" Kalau gak boleh Zula pulang nih, kembali ke Swiss" ancam Zula yang pasti ya membuat Zain mengerutkan keningnya
Zain pikir ngapain ke Swiss lagi, secara sekolahnya juga udah selesai,
" Banyak dari karayawan ingin mendapat jawabatan bagus lho La, dia datang mau dapat kerjaan bagus, gaji besar, makanya sekolah tinggi, lha elo, ada ijazah S2 lulusan kampus ternama dunia malah bawa ijazah SMA, ijazah manipulasi lagi, gak mau di kasih posisi terbaik, di suruh di rumah aja duduk manis mainan, ngevlog gak mau, bikin konten jadi artis kan sesuai hobi" Ucap Irfan memberi pengarahan
" Tapi hidup gak sepenuhnya menuruti hobi om, dan Zula bukan orang yang cuman mau cari gaji banyak, menikmati proses itu hal yang bisa di jadikan pelajaran di setiap perjalanan, dan Zula tau semua ini akan jadi milik Zula, tapi Zula cuman pengen ada di posisi terbawah dulu baru naik keatas, kalau dari atas tiba tiba anjlok ke bawah kan sakit om, " jawab Zula masuk akal juga
" Udah ah.. Pokoknya Zula mau posisi itu kalau enggak " ucap Zula terhenti karena di potong Zain
" Mau kembali pulang ke Swiss? mau ngapain? sekolah lagi?" tanya Zain sambil mencubit lembut hidung mancung Zula
" Mau minta di nikahin sama Maul, dan tinggal sama Maul" jawab Zula mengancam lucu, padahal dia sendiri yang kemaren gak mau di ajak nikah Maulana
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Ameyas Rayman
ini mah contoh cerita anak Sultan yang tak ingin menjadikan kedudukan serta jabatan orang tuanya sebagai ajang untuk memanfaatkan kan dan mempermudah hidup nya dengan instan tapi memang sebuah proses itu indah untuk dijalani walaupun hasil nya kadang tak sesuai ekspektasi kita... semangat zula.... siapkan diri melawan orang orang yang akan... membuat sabar mu terkuras...... the best ... zula... semangat thor sehat sehat selalu...
2022-08-14
0
Achmad Rafli
udah lah zain turutin aja...
2022-08-14
0
Bunda Ravi
nih kyanya authorny terkenang² ma ankny pak ridwan kamil yg meninggal di swis, sampe² ank² jihan & zain kuliah di sana🤭lanjut thor....
2022-08-14
0