Keesokan harinya kini semua sudah kembali ke aktifitas masing masing, dan hari ini Misi Zula akan di Mulai
Al sudah berangkat ke Kampusnya, karena paling jauh jaraknya, sedangkan El masih siap siap untuk berangkat ke Rumah sakit sebagai pengganti Uminya nanti
Ya semalam setelah memutuskan untuk siap menjadi pengganti Abah Hasan dan Umi Zahra, Jihan dan Zain juga sepakat untuk melepas semua kerjanya
Dalam arti sekarang rumah sakit akan di pimpin oleh El, dan perusahaan sama Zula yang akan di bantu Al nantinya
Jihan akan ikut ke rumah sakit terdahulu, sedangkan Zain juga akan ke rumah sakit dulu, karena Zula ingin beraksi lebih dulu dan gak mau langsung naik jabatan, sehingga membuat Zain kali ini masih harus pergi kekantor sebelum Al nanti nyusul untuk menggantikannya sebelum Zula ke jabatan teratas
Zula ingin mengikuti step by step kerja, dan gak mau yang instan seperti kedua abangnya, mau tau prosesnya juga
Sedangkan Baha' dan Fani sudah kembali ke rumah Umi Zahra untuk menyampaikan selanjutnya tentang kesiapa dan ke pindahan adam nanti
Karena Zain dan Jihan juga minta waktu untuk membimbing anak anaknya dulu
" Ula bareng Abang apa abah?" tanya El pada Zula
" Kan Zula mau melamar kerja Bang, masak iya bareng bos besar, di kira curang dong nantinya" jawab Zula santai sambil meminum es teh yang ada di hadapannya
Zula paling gak suka minuman panas, walaupun pagi pagi seperti ini yang di cari tetap yang dingin
" Ya terus mau pake apa sayang?" tanya Zain mendekat padanya
" Enaknya pake apa ya bah? Ula naik sepeda motor belum bisa, mobil apa lagi, kan lucu kalau mau jadi cleaning servis pake mobil" jawab Zula ngasal
" Enggak... siapa yang suruh ngelamar jadi cleaning servis,? abah gak boleh" jawab Zain tentu gak tega
" Lha jabatan terendah kan cleaning servis bah" bantah Zula polos
" Ya gak harus jadi cleaning servis juga kali La, " saut El
" Jadi teller atau jadi resepsionis dulu kan bisa Il, gak harus jadi tukang pel juga kali di kantor Abahnya sendiri" saut Jihan ikut nimbrung
" Biar jadi konten, bayarnya pake adsense" jawab Zula santai dan enteng banget
Semua tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya, hingga akhirnya Zula berangkat dengan menggunakan ojek online
Zain yang melihatnya sama sekali tidak tega, apa lagi sama anak kesayangannya itu haduh rasanya pengen turun dan gantiin jadi tukang ojeknya aja deh
Dan di sana Zula sampai lebih dulu, karena Zain saat di lobi tadi banyak tamu dan karyawan yang menyambutnya, apa lagi sama si Ryan orang kepercayaannya
" Gimana pak Zain, kabarnya, " ucap Ryan sambil menemani Zain berjalan menuju ruangannya yang memang di lantai yang sama
" Alhamdulillah sehat, kamu gimana ? masih jomblo aja? udah berapa umurnya sekarang ini?" tanya Zain sambil bergurau
" Haha... Iya pak, masih 28 pak, masih aman, belum kepala tiga" jawab Ryan sambil bergurau juga
" Kamu bisa aja, tapi bener saya dulu nikah di umur 30 tahun lebih sih, jadi kalau sama sepertiku kamu masih ada waktu 2 tahun lagi, kalau masih nambah berarti masih laku aku" jawab Zain dan Ryan justru tertawa
" Bapak bisa aja, ganteng ganteng ternyata ya lama lakunya" jawab Ryan lagi
" Karena mencari yang tepat itu gak mudah Yan, jadi harus benar benar teliti untuk memilih pasangan" jawab Zain santai hingga keduanya sampai di lantai teratas
Bukan ngobrolin masalah pekerjaan malah masalah jodoh, karena masalah pekerjaan sudah sering mereka obrolkan melalui obrolan online setiap harinya
Di lobi Zula masih menunggu di ruang tunggu karena resepsionisnya sedang antri, entah apa aja yang di pertanyakan oleh orang orang itu Zula juga gak faham
Dan kebetulan aja cuman satu resepsionisnya,
" Banar kata Umi ya, harus ada temennya tuh lama banget nanggapinya, " batin Zula masih menunggu cukup lama
Zula paling males suruh berdiri dan antri dan memilih untuk duduk sambil menunggu longgar
" Oh ya Adek maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya Resepsionis ramah
Karena semua karyawan Zain dan Jigan harus dan wahib ramah, gak boleh songong kalau gak mau kehilangan pekerjaan seperti tes pramugari
" Oh ya kak... " Jawab Zula berdiri dan menghampiri resepsionis
" Gimana dek?" tanya Resepsionis lagi
" Oh ya, saya ke sini mau melamat pekerjaan kak" jawab Zula ramah
" Boleh lihat CV nya dulu?" tanya Resepsionis dan Zula memberikan CV yang di buat semalaman
Zula tidak membawa ijzahnya yang S1 maupun S2, tapi Zula justru membawa ijazah MA dari BNT
" Bentar ya Dek, saya ajukan ke bagian HRD dulu, silahkan menunggu" ucap resepsionis ramah dan Zula mengangguk serta duduk kembali
Saat Zula mau duduk kebetulan Irfan lewat dan baru datang,
" U...." Ucap Irfan terpotong karena mendapat tatapan tajam dari Zula
Irfan mengangguk faham dan melambaikan tangannya dan kembali berjalan
Irfan langsung menuju ruangan Zain, dan pasti akan menanyakan sesuatu pada Zain langsung tentang Zula
Tapi saat sampai di Lift, dia berjumpa dengan petugas HRD yang langsung akan memproses lamaran kerja Zula karena datangnya masih pagi jadi segera di proses
" Pak Irfan ," ucap HRD dan Irfan mengangguk dan tersenyum
" Mau kemana?" tanya Irfan balik
" Mau menyampaikan surat lamaran kerja pada Bapak, untuk di sampaikan ke pak zain" jawabnya apa adanya
" Cuman satu?" tanya irfan lagi dan HRD mengangguk
Irfan membuka dan melihat wajah imut Zula dengan Ijazah MA nya dulu
" Suruh segera ke ruangan pak Zain ya, beliau sudah ada di sana kayaknya" jawab Zain dan HRD mengangguk
Irfan lanjut naik Lift dan pihak HRD menemui resepsionis kembali untuk meminta Zula ke ruangan Zain
Sebenarnya kalau mengenai penerimaan karyawan bukan tugas Zain untuk meneliti, tapi tugas Irfan, sengaja ini Irfan sekalian tau apa tujuan Zula di sini kalai sama abahnya, kalau sama dirinya dia agak sungkan juga, namanya anak dari atasannya
" Maaf dek, adek di minta langsung ke ruangan pak presiden direktur " ucap Petugas resepsionis
" Keruangan Abah?" batin Zula sebelum menanggapi
" Ruangannya di mana ya kak? saya gak tau nih" ucap Zula sok polos padahal sudah pasti tau karena dia juga sudah pernah kesana
" Mau saya antar?" tanya Resepsionis
" Nanti yang jaga meja kakak siapa?" tanya balik Zula polos
" Oh iya ya, ya udah adek naik lift aja, nanti di lantai paling atas, dan di pintu yang tengah, karena di sana cuman ada 3 pintu saja" jawab Petugas dan Zula mengerti
" Baik makasih ya kak, saya ke sana dulu" jawab Zula ramah dan petugas mengangguk dan tersenyum
Zula berjalan menuju lift dan menuju ke ruangan abahnya
Saat sampai di ruangan paling atas Zula berjumpa dengan Ryan yang baru akan naik lift
" Eh... anak kecil, mau kemana?" tanya Ryan gurau
" Anak kecil anak kecil, dulu di bilang tukang katring sekarang anak kecil" batin Jihan menjawab pertanyaan Ryan
Zula otomatis kesal pada Ryan mengingat 3 tahun yang lalu Ryan mengatainya sebagai tukang katring
Tapi Ryan pasti terlupa karena Zula juga sudah banyak perubahan
" Mau bertemu sama pemilik perusahaan" jawab Zula apa adanya
" Mau ngapain?"
" Tadi saya ngelamar kerja" jawab Zula lagi
" Kalau ngelamar kerja biasanya di bawah, sama petugas HRD, nanti pak Irfan sekertaris pemilik perusahaan yanga akan interview" jawab Ryan menjelaskan dan Zula makin kesal karena merasa tertahan
" Ya gak apa apa, saya mau langsung sama pak presedir, biar langsung di kasih kerjaan bagus" jawab Zula santai dan langsung nyelong
" Pasti mau modus itu" gumam Ryan dan masih terdengar oleh Zula
" Iya kenapa, mau tak godain sekalian" jawab Zula kembali mundur pada Ryan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
🌷Mita Sari 🌷
dasar Zula somplak, ntar si Ryan lemes deh klau tahu Zula anaknya Pak Zain....
2022-08-14
1
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor aku suka banget seru belum tau aja riyan kl zula anak zaen
2022-08-14
0
Achmad Rafli
bisa bisanya nanti zula dan Ryan kayak kucing dan tikus...
2022-08-14
0