" Siapa?" kaget Jihan dan Irfan justru cengengesan tanpa menjawab karena Jihan dan mereka semua bakal tau sendiri nanti sampe di rumah
" Oh dasar pak Irfan" umpat Zula kesal dan mereka memilih untuk diam setelah gerundel
Karena kedatangan mereka sebenarnya diam diam tanpa memberi tahu siapapun, kecuali Irfan yang di minta untuk menjemput mereka
Dan kali ini justru di sambut dengan sambutan yang terlalu berlebihan menurutnya
Sesampainya di rumah karpet merah sudah di gelar untuk menyambut kedatangannya
Dan berbagai karangan bunga juga berjejer dengan ucapan selamat untuk ke tiga anak Jihan dan Zain yang sudah menyelesaikan studinya
Paling banyak ucapan untuk Al yang memang sudah banyak kolega, dan hanya Zula yang paling sedikit karena dia yang tidak di kenal banyak orang
Berbeda di dunia nyata, kalau di dunia maya justru sebaliknya dia yang paling banyak mendapat ucapan, karena dia yang paling banyak followersnya
" Wow.... Kok namamu aja bang, nama gue mana nih?" ucap Zula sambil mencari namanya dari puluhan karangan bunga yang berjejer
" Wah kasiannya, namamu cuman 3, itu pun dari mbah Toha sama pakde baha' dan pakde Hamzah saja" jawab El mencibir dan Zula memajukan bibirnya
" Yah... salah siapa namanya di prifasi" jawab Al dan makin membuat Zula mancung kedepan bibirnya
" Nanti ada kok nak, nanti Om Irfan kirim ya" ucap Irfan santai
" Gak usah lah om, gak bisa di makan dan di jual juga pun, mentahannya aja Om" jawab Zula meminta mentahan
" Kalau mentahan, enggak lah, gak cukup untuk beli skin caremu" jawab Irfan santai
" Enak aja, Zula ini alami non skin care ya om" jawab Zula gak terima karena dia memang tidak memakai apapun
" Ah masak?" jawab Irfan gak percaya
" Lha gimana? ada bau bau skin care pada wajah Zula?" jawab Zula ketus dan Irfan terkekeh
Kini mobil mereka berhenti tepat di depan rumah yang sudah di gelar karpet merah
" Ini pasti pelaku semuanya " ucap Zain melihat sosok yang paling jahil dari dulu
" KH Baha ' udin Al Musthofa" tambahnya lagi melihat abangnya yang sudah menyambutnya
Zain tersenyum walau bagai manapun dia abangnya panutannya yang luar biasa, walaupun sudah tua tapi semangat jahilnya masih lanjut
Sebelum Zain membuka pintu mobilnya, tiba tiba sudah di buka oleh salah satu karyawannya yang menunggunya juga
Zain turun begitu juga dengan istri dan anak anaknya yang ikut turun yang sudah di sambut oleh Baha' dan Fani di sana
Mereka cuman berdua saja, anak anak dan suami mereka tidak ikut dan tidak tau kalau adek bungsuhnya itu puoang hari ini
" Masyaallah....." ucap Mereka menyambut Zain
" Assalamualaikum... Romo KH Baha' Udin Al Musthofa, Dan Ibu Nyai Fani Fatimatul Musthofa" Ucap Zain pada mereka dan langsung bersalaman mencium tangan mereka dan berpelukan
" Waalaikumsalam .... Adekku Muhammad Zain Musthofa, " jawab Baha' dan Fani bergantian
Cukup Haru melihat hal langka seperti ini, sering kali mereka masih cek cok, dan jarang berpelukan,
Kali ini moment langka dari mereka yang bisa bisanya berpelukan di waktu yang tidak kecil dan muda lagi, kali ini sama sama Tua
Beberapa tahun lalu, Zain sempat di musuhin oleh keluarganya karena gak bisa di bilangi dan di omongi, dan itu karena masalahnya pada Jihan
Mereka yang awalnya benci dan gak respek sama Jihan, bahkan sering kali merendahkan dan menghujat Jihan di kala pertama menjadi adek ipar mereka,
Justru di kala mereka kesusahan, Jihan adalah orang pertama yang ada untuk mereka, bahkan sebelum Zain ada untuk mereka Jihanselalu sat set untuk mereka
Kesuksesan adek dari mereka yang sekarang melejit itu juga ada campur tangan Jihan, bahkan untuk kehidupan mereka juga sebagian besar dari Zain yang atas usulan Jihan untuk memberi usahanya pada mereka hingga saat ini untuk makan anak cucu mereka bahkan santri santri mereka
" Ciee.... so sweet.... peluk pelukan" ucap Zula meledek Abahnya
Seketika mereka bertiga terhenti dan menoleh pada Zula yang sudah pasang kamera
" Asalamualaikum pakde bude" ucap Zula mencium tangan mereka lembut
" Waalaikumsalam... Cantiknya Pakde" jawab Baha' sambil menepuk dan memeluk Zula
" Masyaallah... Ponakan cantik bude" ucap Fani mencium pipi dan memeluk Zula
Kemudian gantian kedua jagoan dan juga Jihan yang di peluk lembut oleh mereka penuh haruz karena Jihan sosok yabg cengeng semenjak dia mengalami cobaan hidup yang penuh DERAI AIR MATA
Anak dan keluarga itu hal yang sangat penting di saat hari kesebndiriaannya tanpa siapa siapa
" Udah ayuk masuk yuk,... udah mau malam nih" ucap Jihan mengajak semuanya masuk
Bukan banyak orang sih di sana, cuman kedua saudara Baha' dan Fani aja
" Tumben banget sih kalian menyambut gue" ucap Zain sambil berjalan dan menggandeng pundak kedua kakaknya itu
" Bukannya dari dulu kami menyanbut elo, dulu saat masih bujang dan berbulan bulan di luar negri, lha ini udah tiga tahun kami gak jumpa ya pengen aja menyanbut dengan special" jawab Baha'
Dan memang benar dulu saat Zain masih lajang dan berbulan bulan di luar negri pasti mereka selalu datang dan tanpa suami atau istri mereka
Dan setelah lama tidak terjadi ini kembali terulanh karena begitu lamanya mereka tidak bertemu
Biasanya walau jauh, mereka saling menyempatkan ke rumah Umi untuk kumpul, atau enggak Zain dan yang lain saling bergantian untuk menyempatkan waktu
Ada darah yang sama yang mengalir pada tubuh mereka jadi silaturrahim tetap terjalin sampai kapan pun
Berbeda dengan kehidupan kita sebagai orang awam, terkadang saat saudara saudara kita semua sudah berumah tangga, mereka selalu mikirin kehidupan mereka bersama anak dan istrinya doang, bahkan untuk bertemu dengan adek dan saudara lainnya tidak pernah terpikirkan
Bahkan kerumah orang tuanya pun kadang terlupa, begitu bertemu gak ada kesan kesannya sama sekali,
Padahal sudah bertahun tahun berpisah, saat ketemu sama sekali tidak ada perhatian khusus bahkan seperti tidak saudara lagi
Naudzubillah mindzallik...
Jangan sampai kita memutus persaudaraan kita sendiri ya lur .
Setelah masuk istirahat jamaah sholat magrib dan isya' kini mereka semua berkumpul, lebih tepatnya Zain dan kedua kakaknya, sedangkan Jihan masih ada urusan dengan Irfan yang harus di selesaikan
Tadinya sama Zain, tapi Zain serahkan pada Jihan, Zain merasa sudah tua dan enggan banyak mikir lagi
" Jadi sekarang Adam di minta sama mertuanya untuk melanjutkan di pesantren mertuanya?" tanya Zain di tengah cerita Baha'
" Ya iya..." jawab Baha' ada maksud tertentu
" Lha jadi Abah Umi, siapa yang bantu?" Tanya Zain lagi
" Ya makanya itu Zain, itu yang mau kami bahas" jawab Fani ada tujuannya lagi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Happyy
🤗🤗
2022-11-22
0
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu keluarga besar yg super kompak
2022-08-13
0
Wati Rosmawati
lanjut
2022-08-13
0