D N A

Rapi dengan pakaian tidur Queen menuruni anak tangga, langkahnya berlanjut sampai ke ruang santai.

Di sana Dhyrga menepuk permukaan sofa sebagai tanda bahwa ia menyuruhnya duduk. "Sini."

Queen turut. Gadis itu duduk di sisi Dhyrga dengan tangan yang sengaja merentang juga menggeliat seperti sedang menunjukkan kantuknya. "Hoaam!"

"Kamu ngantuk?" Dhyrga mencubit hidung bangir gadis itu.

"Emmh." Angguk Queen.

"Sudah makan kan?"

"Sudah." Queen bersandar pada sofa, duduk dengan posisi meleyeh. "Tuan ada apa manggil Murni ke bawah?" Tanyanya.

"Kamu tahu kan Rachel tidak ada. Di saat begini biasanya dia yang menemani ku ngobrol, tapi sekarang Rachel cuti. Jadi sekarang kamu dengarkan saja, aku mau cerita." Kata Dhyrga.

"Curhat?" Tanya Queen.

"Apa pun itu namanya, anggap saja begitu!" Sela Dhyrga.

"Baiklah, cerita saja, Murni dengerin kok."

Curhat, mana mata sudah ngantuk berat, mungkin sisa 0,5 watt lagi. Tapi bagaimana pun saat ini Dhyrga majikannya, Queen menurut saja pada akhirnya.

"Aku melamar dia." Dhyrga mengawali obrolan keresahan dan Queen menatap Dhyrga dari samping.

"Siapa?"

"Kekasih ku."

"Lalu?"

"Dia sudah punya kekasih."

"Terus?" Cemen sekali rupanya Tuan muda tampan ini, masa hanya karena sudah memiliki kekasih Dhyrga menyerah.

"Mungkin itu yang membuat aku tidak lagi respek padanya!" Sela Dhyrga.

"Semudah itu?"

Dhyrga menggeleng. "Entah lah, dia berbeda dari yang aku kenal dahulu."

"Dahulu? Memangnya Tuan muda sudah berapa lama menyukainya?" Tanyanya.

"Enam tahun kira-kira." Jawab Dhyrga.

"Oya?"

"Hmm." Dhyrga mengangguk mengiyakan.

"Semua ini berawal dari pertemuan tidak sengaja kami di Paris enam tahun lalu, dari situ aku mulai menyukai kelucuannya. Awalnya aku hanya menganggap dia anak kecil, tak ada yang spesial, aku menyukainya seperti Om-om yang menyayangi anak kecil." Jelas Dhyrga.

"Kami berpisah setelah dia pulang ke Indonesia. Semenjak itu kami tak pernah lagi bertemu. Lalu tiga tahun kemudian aku ikuti semua beritanya lewat sosial media karena dia seorang artis terkenal. Kamu tahu Murni, dari saat itu aku mulai menyukainya. Dalam waktu beberapa tahun saja. Dia sudah menjelma menjadi gadis cantik yang aku inginkan. Tahun lalu aku melamarnya dan baru tahun ini kami di pertemukan. Anehnya, dia sudah tidak lagi memiliki sesuatu yang menarik perhatian ku. ... Menurut mu, aku harus bagaimana menyikapi Queen ku?"

Plukkk!

Kepala Queen terjatuh begitu saja pada pundak nyaman Dhyrga. "Hayys!" Dhyrga menggertak gigi geram, dia cerita panjang lebar lalu berakhir di acuhkan.

Dhyrga menoleh dan menepuk pipi gadis itu.

"Murni!"

"Hmm?"

"Kamu dengar curhatan ku tidak?"

"Dengar." Queen membawa tangannya memeluk dada bidang pria itu, menguyel wajahnya pada ketiak Dhyrga Miller.

"Daddy."

Dhyrga berkerut kening. "Daddy? Apa-apaan kau ini?" Ia mendengus kesal. "Ya Tuhan Murni, kau sama sekali tidak bisa di andalkan." Geramnya.

...❇️❇️❇️❇️❇️...

Minggu, ....

...Libur sekolah dan kantor....

^^^Di istana Raka.^^^

Pada sofa halaman belakang, Raja duduk bersila menghadap meja di dampingi oleh Krystal yang duduk di sofa, Minggu depan ada olimpiade fisika, maka kali ini Krystal memberikan putranya bekal untuk bertanding.

"Coba Raja baca dan hapalin rumus cepatnya, Mammi kasih waktu lima menit." Kata Krystal.

Raja menerima lembaran rumus yang Krystal temukan sendiri. "Ok." Jawabnya.

Raka baru saja tiba, mengecup bibir istrinya lalu beralih pada pipi putranya.

Cup!

"Daddy please!" Seperti biasa Raja menolak di cium.

Krystal terkekeh. "Jangan kiss putra mu lagi Daddy."

"Why? Raja sudah punya Daddy lagi selain Raka Rain?" Sela Raka.

"Raja sudah gede, malu." Sanggah Raja.

"Apa di cium Daddy memalukan?" Protes Raka menuding.

"Bukan begitu." Tampik Raja.

"Om, Tante."

Pandangan Raka beralih pada gadis cantik bertubuh sintal yang berjalan mendekat membawa setumpuk kotak makan.

"Oh, Daddy tahu deh sekarang alasan Raja nggak mau Daddy cium, sudah ada cewek yang deketin." Goda Raka.

"Hayys." Raja menaikan ujung bibirnya.

Krystal tersenyum. "Kimi sangat cantik." Pujinya pada gadis itu.

"Hay Om, hay Tante." Kimi memberhentikan langkahnya tepat di depan sofa putih.

"Hay Sayang." Krystal dan Raka bersamaan menyapa balik sementara Raja diam mendingin seperti biasanya, gadis gemuk itu selalu saja datang ke rumah ini setiap saat, seperti tidak ada kerjaan lain. Setidaknya itu penilaian Raja Kryska Rain.

"Om, Tante, Kimi masak sendiri loh tadi, cobain." Kimi menyodorkan satu kotak makan pada Krystal.

"Wah, makasih Sayang." Krystal belai gadis itu lembut.

"Yang ini khusus buat Raja." Kimi meletakkan satu kotak lagi untuk teman tampannya. Kimi anak tetangga sebelah yang selama ini ikut berkontribusi menghiasi istana Raka.

"Ekm ekm." Raka berdehem mengerling pada putranya lalu berbisik. "Daddy tinggal, awas anak orang jangan di cium sembarangan."

"Daddy!" Raja menegur. Raka tergelak renyah begitu pula dengan Krystal.

"Kimi, kamu temani Raja yah, Om sama Tante mau ada urusan penting." Kata Raka pada Kimi.

"Okay deh." Kimi duduk di sisi Raja, seperti biasa dia hanya duduk karena otaknya tidak sampai menelaah rumus yang Raja pelajari.

"Ada apa memangnya?" Krystal berkerut kening menatap suaminya.

"Ada yang mau Daddy bicarakan berdua saja." Sambung Raka.

"Tentang?"

"Queen Sayang, Queen kita."

"Queen?" Ulang Krystal memastikan.

"Hmm, ... sekarang kita ke kamar saja." Ajak Raka dan Krystal mengangguk.

Raka bangkit dari duduk di ikuti istrinya. Mereka berjalan beriringan menuju kamar di lantai dua menggunakan lift.

Tiba di kamar Raka menutup pintu lalu Krystal duduk di sisi ranjang menunggu suaminya menyusul untuk duduk.

"Kenapa dengan Queen?" Krystal meraih tangan suaminya cemas.

Sejenak Raka menghela napas. "Ternyata dugaan mu benar Sayang, Queen kita lari dari perjodohan, dia menawarkan kemewahan ini untuk gadis polos yang sekarang berada di dalam kamar putri kita."

Beberapa hari lalu Raka tes DNA, dan rambut rontokan Murni tak cocok. Jelas gadis itu bukan Queen putrinya.

Krystal ternganga. "Benar begitu Ka?" Meski curiga sedari awal tetap saja Krystal tak percaya.

Raka mengangguk. "Yah, begitulah Queen kita, dia mirip dengan mu yang hobi sekali lari dari kenyataan."

"Nggak lucu Raka! Sekarang jemput Queen ku, bawa dia pulang!" Sergah Krystal ketus.

"No no no," Geleng Raka. "Kita tunggu saja sampai Queen bosan dengan permainannya." Usulnya.

"Kenapa begitu?" Krystal menggeleng tak percaya.

"Karena hanya dengan cara itu, dia akan belajar menghargai keputusan ku." Tukas Raka.

"Kamu tega Raka, kamu lupa gimana kamu menginginkan Queen lahir hah?" Nanar Krystal.

"Tentu saja tidak, but, ini pilihan Queen sendiri!" Sanggah Raka.

"Aku cemas."

"Tentu saja Daddy lebih cemas. Tapi Queen akan baik-baik saja, sepertinya dia masih menghubungi gadis yang sekarang di kamarnya." Jelasnya.

"Lalu siapa dia itu hah? Kenapa mirip dengan Queen?" Krystal lemas di buatnya.

"Tidak semirip itu Sayang, dia juga menyamar, kamu lihat, di kamarnya ada losion pencerah kulit instan juga kontak lensa berwarna biru, untuk apa Queen memakai itu semua, tidak masuk akal." Sahut Raka.

"Tapi apapun itu. Yang pasti ini semua terjadi bukan atas kemauan gadis polos itu, ini pasti usulan anak kita yang arogan seperti mu." Tuding Krystal ketus.

...❇️❇️❇️❇️❇️...

...Nb: Aku masih nyolong² waktu nulis untuk kalian loh, hehe, jadi maaf kalo jarang bisa bls komen, terimakasih bunga dan kopi, terutama bagi yang kasih tips dengan nonton iklan. Terimakasih banyak, sehat selalu dan stay tune sampai tamat yah...❤️...

Terpopuler

Comments

Hasanah Purwokerto

Hasanah Purwokerto

Yachhhhh..Quen malah tdr...
ga denger donk pas dirga spil nama pacarnya....
Rugi kamu Queeen....😂😂😂

dedy Raka emang the best ya...kebongkar sdh penyamaran murni queen...

2025-01-26

0

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

akhirnya ketauan daddy ku emang sat set kerjanya pandainya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Shhh/

2025-01-01

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Waahhh... Daddy sudah tau ternyata.... pasti sebentar lagi akan ketahuan....👏👏👏

2025-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Pembukaan
2 K a b u r
3 K e m b a r
4 J o o n
5 L I f t
6 G u g u p
7 Makan malam
8 A n e h
9 Sarapan
10 Mengadu
11 Author
12 Dekorasi
13 G o d a
14 C u r i g a
15 G e r u t u
16 P a g i
17 Bertemu
18 S e k s i
19 Kesempatan
20 D N A
21 Healing
22 S e k s i²
23 Ungkapan
24 Rahasia
25 B i o s k o p
26 Terkesiap
27 Putus
28 Mengaku
29 Bingung
30 Menyesal
31 Graduation
32 Tunangan
33 Tunangan²
34 Waktu...
35 Paris
36 Hotel....
37 First....
38 Pagi....
39 Tumbang
40 Curiga....
41 Skandal
42 Menyusul
43 Ketulusan
44 Melamar
45 Mediasi
46 Penghulu?
47 Siyah....
48 Mobil
49 Pagi mereka
50 Kolam
51 Keribetan cewek
52 Resepsi Q & D
53 End musim pertama
54 BC Musim pertama
55 BC musim pertama²
56 BC musim pertama³
57 SLP2 [Boneka]
58 Kampus..
59 Alasan...
60 Motor....
61 Seling kuh....
62 Sinetron
63 Pesta...
64 Le da kan
65 Curhat.....
66 Berakhir...
67 Jomblo...
68 OCD
69 Usulan
70 Sepeda...
71 Lemah
72 Random
73 Bocah kecil
74 Balkon
75 Semut
76 Sikap terbuka
77 Brosur
78 Mencoba gaun
79 Random²
80 Acara
81 Pertama bab satu
82 Pertama bab dua
83 Bis
84 Sakura
85 Pilihan
86 Dukungan
87 Karma
88 Kesekian kalinya
89 Berani
90 Ha MiL
91 Syukuran
92 Kekeuh
93 Rencana
94 Misi
95 Gusar
96 Ngambek
97 Bakso
98 Bakso²
99 Apartemen
100 Semua bahagia
101 Bonus chapter
102 Bonus chapter
103 Bonus chapter
104 Bonus chapter
105 Kata PA
106 KATA PASHA
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Pembukaan
2
K a b u r
3
K e m b a r
4
J o o n
5
L I f t
6
G u g u p
7
Makan malam
8
A n e h
9
Sarapan
10
Mengadu
11
Author
12
Dekorasi
13
G o d a
14
C u r i g a
15
G e r u t u
16
P a g i
17
Bertemu
18
S e k s i
19
Kesempatan
20
D N A
21
Healing
22
S e k s i²
23
Ungkapan
24
Rahasia
25
B i o s k o p
26
Terkesiap
27
Putus
28
Mengaku
29
Bingung
30
Menyesal
31
Graduation
32
Tunangan
33
Tunangan²
34
Waktu...
35
Paris
36
Hotel....
37
First....
38
Pagi....
39
Tumbang
40
Curiga....
41
Skandal
42
Menyusul
43
Ketulusan
44
Melamar
45
Mediasi
46
Penghulu?
47
Siyah....
48
Mobil
49
Pagi mereka
50
Kolam
51
Keribetan cewek
52
Resepsi Q & D
53
End musim pertama
54
BC Musim pertama
55
BC musim pertama²
56
BC musim pertama³
57
SLP2 [Boneka]
58
Kampus..
59
Alasan...
60
Motor....
61
Seling kuh....
62
Sinetron
63
Pesta...
64
Le da kan
65
Curhat.....
66
Berakhir...
67
Jomblo...
68
OCD
69
Usulan
70
Sepeda...
71
Lemah
72
Random
73
Bocah kecil
74
Balkon
75
Semut
76
Sikap terbuka
77
Brosur
78
Mencoba gaun
79
Random²
80
Acara
81
Pertama bab satu
82
Pertama bab dua
83
Bis
84
Sakura
85
Pilihan
86
Dukungan
87
Karma
88
Kesekian kalinya
89
Berani
90
Ha MiL
91
Syukuran
92
Kekeuh
93
Rencana
94
Misi
95
Gusar
96
Ngambek
97
Bakso
98
Bakso²
99
Apartemen
100
Semua bahagia
101
Bonus chapter
102
Bonus chapter
103
Bonus chapter
104
Bonus chapter
105
Kata PA
106
KATA PASHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!