Dekorasi

"Murni, sumpah barusan hebat banget Lu, cuma Lu yang berani ngelawan Hera, mana sendirian lagi."

Tiba di kelas Queen di sambut oleh beberapa temannya. Teman yang dahulu tiada pernah menyapa Murni kini terkagum-kagum padanya. Mereka mengelilingi bangku yang Queen duduki.

"Sekarang kita boleh enggak ikut jadi temen Lu. Kita janji nggak akan lagi diem kalo di bully mereka." Satu gadis bernama Milia berkata.

"Gue setuju, kita nggak boleh takut sama Hera, liat dong, Murni saja berani dan bisa ngalahin Hera." Sambung gadis bernama Reya.

"Murni, makasih udah mau ngasih pelajaran ke Hera and the genk. Mereka meresahkan."

Queen menyengir. "Kalian nggak boleh takut, kalo kalian nggak salah, lawan sebisanya, kalo mereka keroyokan kalian lari saja dulu, kalian harus belajar bela diri dulu baru setelah itu lawan lagi." Ujarnya.

"Kamu belajar bela diri di mana Mur?" Mirna menimpali.

"Di mana-mana ada, sekarang kalian cari saja lewat aplikasi. Pasti ada yang buka pelatihan silat atau sejenisnya, perempuan juga perlu ilmu bela diri. Bukan untuk memberikan keresahan tapi membela diri sendiri. Perempuan identik dengan kelemahan. Laki-laki selalu memanfaatkan itu untuk memperdaya kita." Jelas Queen.

"Murni bijaksana banget, nggak nyangka Gue, hampir tiga tahun satu sekolah sama Lu, Gue baru kenal sisi lain Lu sekarang." Kata gadis lainnya.

Queen menyengir. Sekarang, Queen bisa membuat lingkaran pertemanan untuk Murni. Dengan demikian Murni akan memiliki lebih banyak kekuatan setelah ia lepaskan nanti.

Setidaknya teman juga perlu di miliki untuk saling membela satu sama lain.

Tiada yang spesial hari ini selain mendapat pujian dari banyaknya teman di kelasnya.

Bahkan ada beberapa anak yang memberinya makan siang gratis di kantin tanda terima kasih telah memberikan pelajaran kepada Hera dan teman nakalnya.

Pukul tiga sore, murid berhamburan dari masing-masing ruang kelasnya. Queen berlari keluar melintasi gerbang sekolah. Hera dan lainnya mengamati dari kejauhan.

Queen hanya menyapa dengan menunjukkan jempol ke bawah pada gadis-gadis nakal itu dan di jawab dengan kerutan di bibir mereka geram.

Kali ini Queen naik taksi yang di pesan dengan cara online. Biarpun HP milik Murni usang tetap saja sudah ada aplikasi yang memadai.

Tiada sampai dua jam Queen tiba di gedung apartemen milik sang Tuan. Queen berlari kembali. Sungguh menjadi Murni sangat menyenangkan. Ia bisa berlarian tanpa di ikuti para bodyguard bahkan fansnya.

Queen harus cepat sampai ke Penthouse, ada seseorang yang akan dia temui sore ini. Gadis itu menggunakan lift transparan untuk sampai ke lantai paling atas.

Pemandangan yang diterima dari atas sana adalah hiruk-pikuk kota Jakarta yang mulai menyurut.

Lift transparan ini memang sengaja di buat tepat di sisi luar bangunan agar penghuni Penthouse bisa terhibur saat menaiki lantai paling atas gedung ini, setidaknya sembari menatap luasnya kota Jakarta mereka tidak bosan.

Ting....

Tiba pada lantai yang di tuju Queen keluar masih sambil berlari. Rupanya benar, beberapa orang dari perusahaan desain interior telah sampai.

Perusahaan mereka masih rekan kerja ayahnya tapi Queen sedang menjadi Murni, maka harus membayar sesuai pelanggan normal.

"Permisi, dengan Nona Murni?"

"Iya saya sendiri. Yuk masuk." Queen membuka pintu Penthouse seperti pemilik rumah itu.

"Ruangan mana yang mau di renovasi Nona?" Tanya perempuan berpakaian rapi itu.

"Kamar atas, ubah semuanya jadi warna pink." Pinta Queen bersemangat.

"Apa furniture nya juga tidak mau di ganti Nona? Kami akan berikan diskon khusus untuk Nona kalau mau sekalian mengganti furniture lama dengan yang baru, seperti tukar tambah begitu." Promosi wanita itu merayu.

"Boleh kah?"

"Tentu saja."

"Aku izin Tuan muda ku dulu yah." Queen meraih ponsel miliknya. Ia melayangkan panggilan telepon yang tidak pula di angkat.

...❇️❇️❇️❇️❇️...

^^^Pada lain tempat.^^^

Sore ini Dhyrga masih berada di bawah atap mobil mewah miliknya. Pandangan mengarah pada sosok cantik berpakaian tertutup yang duduk di dalam cafe bersama seorang pemuda.

Tak ayal, Dhyrga tengah mengamati Murni yang dia anggap Queen. Satu orang bidy tengah memberikan informasi mengenai siapa pemuda tampan yang sedang berbicara dengan gadis itu.

"Jadi mereka pacaran?" Dhyrga bertanya pada seseorang di seberang telepon dengan earphone di telinganya.

📞 "Menurut rumor sudah lama, sempat aktor bernama Jee Yeon ini mengunggah foto Nona Queen, tapi segera di hapus kembali karena kabarnya Tuan Raka tidak merestui. Jejak digital masih bisa di temukan, kalau Tuan muda mau, akan saya kirim kan."

"Nanti saja, aku harus pulang sekarang, kamu tetap awasi Queen ku, sampai jam berapa mereka bertemu. Beritahu aku selengkap mungkin." Titah Dhyrga.

📞 "Baik Tuan muda."

"Jalan!" Dhyrga memerintahkan sopirnya untuk menggerakkan mobil. Hawa panas telah ia rasakan. Tak ingin Dhyrga terus menyaksikan saingannya mendekati kekasihnya.

Kali ini Dhyrga membiarkan Queen melepas rindu bersama Jee Yeon, Dhyrga masih mencoba menekan cemburu, berusaha mengerti gadis nya yang masih 17 tahun.

Dhyrga sempat pulang ke rumah utama untuk bertemu dengan ayah dan ibunya. Pertanyaan yang sama saat mereka bersua yaitu, kapan menikah? Kapan resmi melamar Queen nya? Dan lain sebagainya yang membuat Dhyrga tak betah berlama-lama di sana.

Dhyrga memutuskan untuk pulang kembali ke Penthouse. Mungkin Murni akan membuat kan nya makan malam yang lezat seperti janjinya pagi tadi.

Petang mobil mewah Dhyrga Miller baru tiba di parkiran basemen gedung apartemen miliknya.

Dhyrga masih hanya sendiri tanpa Rachel, untuk urusan kantor dia punya beberapa sekertaris maka tak perlu repot-repot memikirkan perkejaan meski tanpa Rachel.

Di rumah sudah ada Murni yang mungkin akan menemani kekosongan nya. Dhyrga tak perlu cemas. Ia melangkah gontai menuju lobby bangunan.

Seperti biasa, Dhyrga perlu naik lift untuk sampai ke lantai atas. Dia tekan tombol ke atas pada sisi pintu lift sambil berdiri menunggu terbukanya alat transportasi vertikal itu.

"Gaga." Ada senyum manis dari bibir teman sekolahnya. Dhyrga menoleh tipis, rupanya Leta yang berdiri di sisinya. "Baru pulang Ga?"

"Hmm." Mendapat angguk kecil saja wanita itu sangat bahagia. Apa lagi jika di sapa balik mungkin goyang kayang Leta.

Ting....

Pintu lift terbuka, Dhyrga masuk dan Leta mengekor di belakangnya. Lift kosong hanya mereka berdua di dalam sana.

"Aku lihat Murni belanja banyak loh Ga, ada beberapa orang yang bolak-balik ke atas dan sepertinya menuju Penthouse mu."

Dhyrga melirik kecil wanita itu, jujur ia tidak menyukai sikap Leta tapi sedikit penasaran dengan informasi ini. "Beberapa orang?"

"Iya, kayaknya ada interior yang di ganti Murni. Banyak orang dekorasi yang bawa furniture baru ke atas."

Dhyrga sedikit menekan rasa penasarannya. Kali ini dia lebih memilih untuk diam dengan rasa ingin tahunya.

Lantai yang seharusnya di singgahi Leta sudah terlewat Dhyrga menoleh pada akhirnya. "Kamu nggak pulang?"

"Aku mau main sebentar lihat Murni. Hari ini dia membuat kekacauan di sekolah dan tidak ada yang menegurnya, biar aku menyampaikan sendiri tegurannya."

"Bukan kah sudah lewat dari jam sekolah?"

Leta terdiam tak tahu harus menjawab apa. Benar yang dikatakan oleh Gaga. Ini memang hanya alasan dia untuk ikut pulang ke kediaman milik pria idamannya.

Tak ada percakapan setelah itu, mereka diam sampai pintu lift kembali terbuka. Dhyrga melangkah keluar di ikuti oleh Leta.

Satu kali wajahnya terindentifikasi sensor, pintu geser rumah miliknya terbuka otomatis. Dhyrga masuk dengan tangan yang menarik dan perlahan-lahan mengendurkan dasinya.

Seketika jantung berdesir mendapati kondisi rumahnya saat ini. Sungguh pemandangan yang sangat tidak dia inginkan. Di mana seluruh lantai marmer miliknya berserakan sampah plastik bubble pletek pletek.

"Ya ampun, berantakan sekali Ga?" Sengaja Leta mengompori Dhyrga yang wajahnya kian menyungut.

"Murni!"

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

yang sabar mas gaga yang kamu hadapi murni kw alias queen

2025-01-01

0

dewi

dewi

waaaah... bermanfaat banget kartu yg dikasi Dirga 🤣🤣🤣

2025-03-30

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Ini Bu Guru ganjen banget.... bakalan ulet bulu....🥴🥴🥴

2025-02-23

0

lihat semua
Episodes
1 Pembukaan
2 K a b u r
3 K e m b a r
4 J o o n
5 L I f t
6 G u g u p
7 Makan malam
8 A n e h
9 Sarapan
10 Mengadu
11 Author
12 Dekorasi
13 G o d a
14 C u r i g a
15 G e r u t u
16 P a g i
17 Bertemu
18 S e k s i
19 Kesempatan
20 D N A
21 Healing
22 S e k s i²
23 Ungkapan
24 Rahasia
25 B i o s k o p
26 Terkesiap
27 Putus
28 Mengaku
29 Bingung
30 Menyesal
31 Graduation
32 Tunangan
33 Tunangan²
34 Waktu...
35 Paris
36 Hotel....
37 First....
38 Pagi....
39 Tumbang
40 Curiga....
41 Skandal
42 Menyusul
43 Ketulusan
44 Melamar
45 Mediasi
46 Penghulu?
47 Siyah....
48 Mobil
49 Pagi mereka
50 Kolam
51 Keribetan cewek
52 Resepsi Q & D
53 End musim pertama
54 BC Musim pertama
55 BC musim pertama²
56 BC musim pertama³
57 SLP2 [Boneka]
58 Kampus..
59 Alasan...
60 Motor....
61 Seling kuh....
62 Sinetron
63 Pesta...
64 Le da kan
65 Curhat.....
66 Berakhir...
67 Jomblo...
68 OCD
69 Usulan
70 Sepeda...
71 Lemah
72 Random
73 Bocah kecil
74 Balkon
75 Semut
76 Sikap terbuka
77 Brosur
78 Mencoba gaun
79 Random²
80 Acara
81 Pertama bab satu
82 Pertama bab dua
83 Bis
84 Sakura
85 Pilihan
86 Dukungan
87 Karma
88 Kesekian kalinya
89 Berani
90 Ha MiL
91 Syukuran
92 Kekeuh
93 Rencana
94 Misi
95 Gusar
96 Ngambek
97 Bakso
98 Bakso²
99 Apartemen
100 Semua bahagia
101 Bonus chapter
102 Bonus chapter
103 Bonus chapter
104 Bonus chapter
105 Kata PA
106 KATA PASHA
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Pembukaan
2
K a b u r
3
K e m b a r
4
J o o n
5
L I f t
6
G u g u p
7
Makan malam
8
A n e h
9
Sarapan
10
Mengadu
11
Author
12
Dekorasi
13
G o d a
14
C u r i g a
15
G e r u t u
16
P a g i
17
Bertemu
18
S e k s i
19
Kesempatan
20
D N A
21
Healing
22
S e k s i²
23
Ungkapan
24
Rahasia
25
B i o s k o p
26
Terkesiap
27
Putus
28
Mengaku
29
Bingung
30
Menyesal
31
Graduation
32
Tunangan
33
Tunangan²
34
Waktu...
35
Paris
36
Hotel....
37
First....
38
Pagi....
39
Tumbang
40
Curiga....
41
Skandal
42
Menyusul
43
Ketulusan
44
Melamar
45
Mediasi
46
Penghulu?
47
Siyah....
48
Mobil
49
Pagi mereka
50
Kolam
51
Keribetan cewek
52
Resepsi Q & D
53
End musim pertama
54
BC Musim pertama
55
BC musim pertama²
56
BC musim pertama³
57
SLP2 [Boneka]
58
Kampus..
59
Alasan...
60
Motor....
61
Seling kuh....
62
Sinetron
63
Pesta...
64
Le da kan
65
Curhat.....
66
Berakhir...
67
Jomblo...
68
OCD
69
Usulan
70
Sepeda...
71
Lemah
72
Random
73
Bocah kecil
74
Balkon
75
Semut
76
Sikap terbuka
77
Brosur
78
Mencoba gaun
79
Random²
80
Acara
81
Pertama bab satu
82
Pertama bab dua
83
Bis
84
Sakura
85
Pilihan
86
Dukungan
87
Karma
88
Kesekian kalinya
89
Berani
90
Ha MiL
91
Syukuran
92
Kekeuh
93
Rencana
94
Misi
95
Gusar
96
Ngambek
97
Bakso
98
Bakso²
99
Apartemen
100
Semua bahagia
101
Bonus chapter
102
Bonus chapter
103
Bonus chapter
104
Bonus chapter
105
Kata PA
106
KATA PASHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!