G o d a

Sendal Queen terdengar gaduh saat menapaki satu persatu anak tangga. "Iya Tuan muda." Teriaknya bersemangat.

Dhyrga menatap wajah Queen yang bahagia dan terlihat berbinar setelah melakukan hal yang mungkin membuat gadis itu senang.

"Apa ini?"

Queen tahu Gaga menanyakan kondisi sekitar yang berantakan. Dia menyengir seperti biasanya. "Hehe, ini bekas furniture baru di kamar Murni Tuan. Murni memang belum beresin. Maaf Tuan muda, soalnya tadi Murni masak dulu sebelum beres-beres, kan Murni janji mau masak enak malam ini."

"Kamu tahu, aku tidak suka dengan, ..."

Leta menyela, dia merasa ini kesempatan yang cukup bagus baginya. "Lihat Gaga, Murni menyalah gunakan kartu kredit mu untuk, ..."

"Ya elah. Buk guru ganjen ini ngapain ke sini lagi sih? Nggak ada malunya banget, di ketusin mulu juga."

"Maaf Tuan muda," Queen menyerobot dengan menundukkan wajahnya sendu.

Ini tidak wajar bagi seorang anak pembantu rumah tangga, tapi Queen terbiasa dengan segala hal yang serba ada.

Queen tahu ini sudah keterlaluan, tadinya Queen hanya ingin mengganti warna cat kamarnya tapi bujuk rayu sales marketing membuat Queen setuju mengganti beberapa furniture di kamarnya dengan warna pink gemas.

Dhyrga menaiki anak tangga dengan wajah kesalnya. Ia perlu memastikan apa saja yang Murni palsu ganti.

Queen dan Leta mengiringi langkah kaki besar pemuda tampan itu, menapaki setiap anak tangga satu persatu.

Tiba di kamar Dhyrga mengepal tangannya, berusaha mengontrol emosi yang kian membuncah. Sebenarnya perubahan kamar ini cukup bagus dan lucu, sangat cocok untuk gadis seusia Murni.

Yang pasti tidak murah, entah lah, apa pun yang Murni lakukan, Dhyrga di buat tak bisa marah pada anak gadis itu.

"Gimana? Lucu kan Tuan muda?" Queen menyeletuk menyengir tipis.

Dhyrga menghela, dia menoleh pada Queen yang masih memperlihatkan deretan gigi putihnya. "Bagus, lebih bagus lagi kalau kamu aku pecat!"

Queen menggeleng cepat. "Jangan pecat Murni Tuan. Tuan muda boleh kok potong gaji Murni, tadi siang kan Murni sudah minta izin sama Tuan kalo Murni mau belanja. Kemarin Murni susah tidur di kamar yang gelap, makanya Murni mau kamar Murni berwarna lucu dan lebih terang lagi. Murni juga mau betah tinggal di sini, kan nggak lucu kalo Murni tidur dan harus minta di elus kepalanya terus."

Leta menggeleng tidak percaya. "Ini tidak bisa di biarkan Ga, hanya karena kepentingan pribadi Murni menghabiskan uang mu."

"Tolong kamu keluar dan cukup ikut campur urusan ku Leta." Dhyrga memotong kata-kata Leta. "Tapi, ..." Wanita itu membuka mulut namun tak berani melanjutkan ucapannya.

Kali ini Dhyrga tampak sangat marah tapi kenapa bukan pada Murni? Kenapa harus kepadanya yang tidak salah apa-apa?

"Kamu pulang. Aku harus istirahat." Dhyrga menunjukkan pintu keluar membiarkan Leta merengut saat ngeluyur pergi.

Tatapan beralih pada Queen yang menunduk takut, kemarin di lakban lalu sekarang apa lagi hukumannya?

"Seharusnya Murni enggak pake uang Tuan untuk belanja, maaf. Jangan pecat Murni Tuan." Lirihnya menyesal.

"Aku sudah cukup kaya untuk mempermasalah kan uang ku Murni. Aku hanya tidak menyukai rumah yang berantakan seperti kapal pecah. Sekarang, bereskan semuanya, ingat, sebelum jam makan malam ku kau sudah harus selesai membersihkan tempat ini, jangan sampai ada satupun debu yang tertinggal!" Dhyrga pergi setelah mengatakan itu.

Queen menyengir saat mendongak menatap punggung bidang Dhyrga berlalu dari hadapannya.

Ya Tuhan, pria idaman Queen banget ini mah fix, udah ganteng, pengertian lagi, bahkan sama pelayan saja Gaga perhatian, gimana sama istrinya?

...❇️❇️❇️❇️❇️...

Sampai kamar Dhyrga melepas dasi birunya, ia menarik dan membuangnya serampangan, ingin kesal tapi kenapa sulit meluah kan rasa.

"Murni, Murni, apa tidak cukup membuat ku kesal. Kenapa setiap hari ada saja ulah anak itu? Baru dua hari sudah sering membuat ku naik darah." Gerutunya yang penuh dengan tekanan.

Dhyrga melangkah masuk kamar mandi seraya menanggalkan seluruh kancing kemejanya. Ia perlu membersihkan diri sebelum makan malam di mulai. Mungkin berendam dengan air hangat sedikit menentramkan pikiran.

Sore tadi dia harus menyaksikan Queen bersama Jee Yeon, di rumah utama orang tuanya menuntutnya menikah, lalu saat pulang Murni membuat huru hara, lengkap sudah penderitaannya hari ini.

...❇️❇️❇️❇️❇️...

Di luar Queen sudah siap tempur dengan alat bersih-bersih nya. Queen memakai celana jeans milik Murni yang sengaja dia potong sepaha.

Murni mungkin betah dengan celana jeans ketat yang panjang, tapi Queen tidak, maka solusinya Queen memotong celana itu bahkan sampai kebablasan dan mungkin terlalu pendek.

Kaos putih pendek juga ia kenakan bahkan di simpul ke depan perut agar saat bersih-bersih lebih nyaman.

Rikma panjangnya ia kepang khas seperti Murni, bedanya kali ini Queen memakai bandana kain yang lucu.

Seberapa pun gadis itu menyamar, tetap saja tidak cukup tahan untuk tidak berdandan. Queen pandai merias diri, bahkan setelah menjalani hidup sebagai Murni.

Walau kenyataanya Queen masih memakai body losion yang membuat kulitnya lebih gelap dari kulit aslinya agar lebih mendalami peran.

Pertama tama Queen mengumpulkan sampah plastik bubble wrap lalu membuangnya ke luar, saking banyaknya sampah-sampah itu, tiga plastik besar saja tidak cukup untuk menampung.

Queen kembali ke dalam, ia membersihkan sisa debu di seluruh sudut tempat dengan vacuum cleaner.

Sambil bernyanyi fals Queen menjalankan tugasnya sebagai seorang asisten rumah tangga.

Selesai kegiatan ini Queen menyimpan alat penyedot debu nya, ia berlari ke belakang untuk mengambil alat pel lantainya.

...❇️❇️❇️❇️❇️...

Beberapa saat kemudian. Dhyrga keluar setelah rapi dengan pakaian kasual. Kaos putih ketat dengan celana jeans hitam pendek ia kenakan. Wangi maskulin pun sudah tersiar dari tubuh bidang nya.

Sambil menunggu waktu makan malam, Dhyrga duduk-duduk pada sofa krem miliknya. Melanjutkan bacaan novel yang masih separuhnya.

Lamat-lamat terdengar suara fals Queen yang kian mendekat. Rupanya Queen sedang mengepel lantai di belakang sofa yang Dhyrga duduki.

Dhyrga melirik tipis-tipis saat Queen sampai di sisi sofa nya. Perhatian Dhyrga beralih pada paha eksotis gadis itu.

Lalu di mana letak kesetiaan Dhyrga, melihat itu saja Queen seolah terlupakan.

Tak mau mesum. Kembali Dhyrga menatap bukunya. Suara cempreng Queen mengiringi setiap kata yang Dhyrga baca dalam bukunya.

Brukkk..

Sampai pada akhirnya, betis berbulu halus Dhyrga tertabrak tongkat pel milik Queen.

Dhyrga mengerling sinis tapi tak berani menyeletuk ketika senyum nyengir gadis itu tertampil begitu impresif.

"Maaf Tuan, di sini belum di pel soalnya."

Dhyrga mengangkat seluruh kakinya ke sofa, membiarkan Queen menyisir lantai dengan alat pel.

"Ya Tuhan." Pandangan Dhyrga justru beralih fokus pada pantat menggoda gadis itu.

Perlahan ia usap dahinya dengan sesekali melirik dan mengamati gumpalan daging padat nan bulat menawan yang tersuguh tepat di hadapannya. "Murni."

"Iya Tuan?" Queen menoleh menyengir. Sigap sekali gadis itu rupanya. Memiliki majikan sebaik Dhyrga membuat Queen bersemangat.

"Apa kamu sengaja menggoda ku?" Tanya Dhyrga pelan namun pasti di tekankan.

"Maksud Tuan?"

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

dia emang calon suamimu queen sayang kamu g tau nama aslinya walau sering d sebut gaga/Smile//Smile//Tongue/

2025-01-01

0

Ida Faridah

Ida Faridah

itu mmng calon suami mu queen eh tapi bukannya km cinta sama jee Yeon ya

2024-12-24

0

🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺

🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺

queen queen...mau nyamar model apa pun...kl jodoh gk kmn pokoknya😂😂

2025-01-19

0

lihat semua
Episodes
1 Pembukaan
2 K a b u r
3 K e m b a r
4 J o o n
5 L I f t
6 G u g u p
7 Makan malam
8 A n e h
9 Sarapan
10 Mengadu
11 Author
12 Dekorasi
13 G o d a
14 C u r i g a
15 G e r u t u
16 P a g i
17 Bertemu
18 S e k s i
19 Kesempatan
20 D N A
21 Healing
22 S e k s i²
23 Ungkapan
24 Rahasia
25 B i o s k o p
26 Terkesiap
27 Putus
28 Mengaku
29 Bingung
30 Menyesal
31 Graduation
32 Tunangan
33 Tunangan²
34 Waktu...
35 Paris
36 Hotel....
37 First....
38 Pagi....
39 Tumbang
40 Curiga....
41 Skandal
42 Menyusul
43 Ketulusan
44 Melamar
45 Mediasi
46 Penghulu?
47 Siyah....
48 Mobil
49 Pagi mereka
50 Kolam
51 Keribetan cewek
52 Resepsi Q & D
53 End musim pertama
54 BC Musim pertama
55 BC musim pertama²
56 BC musim pertama³
57 SLP2 [Boneka]
58 Kampus..
59 Alasan...
60 Motor....
61 Seling kuh....
62 Sinetron
63 Pesta...
64 Le da kan
65 Curhat.....
66 Berakhir...
67 Jomblo...
68 OCD
69 Usulan
70 Sepeda...
71 Lemah
72 Random
73 Bocah kecil
74 Balkon
75 Semut
76 Sikap terbuka
77 Brosur
78 Mencoba gaun
79 Random²
80 Acara
81 Pertama bab satu
82 Pertama bab dua
83 Bis
84 Sakura
85 Pilihan
86 Dukungan
87 Karma
88 Kesekian kalinya
89 Berani
90 Ha MiL
91 Syukuran
92 Kekeuh
93 Rencana
94 Misi
95 Gusar
96 Ngambek
97 Bakso
98 Bakso²
99 Apartemen
100 Semua bahagia
101 Bonus chapter
102 Bonus chapter
103 Bonus chapter
104 Bonus chapter
105 Kata PA
106 KATA PASHA
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Pembukaan
2
K a b u r
3
K e m b a r
4
J o o n
5
L I f t
6
G u g u p
7
Makan malam
8
A n e h
9
Sarapan
10
Mengadu
11
Author
12
Dekorasi
13
G o d a
14
C u r i g a
15
G e r u t u
16
P a g i
17
Bertemu
18
S e k s i
19
Kesempatan
20
D N A
21
Healing
22
S e k s i²
23
Ungkapan
24
Rahasia
25
B i o s k o p
26
Terkesiap
27
Putus
28
Mengaku
29
Bingung
30
Menyesal
31
Graduation
32
Tunangan
33
Tunangan²
34
Waktu...
35
Paris
36
Hotel....
37
First....
38
Pagi....
39
Tumbang
40
Curiga....
41
Skandal
42
Menyusul
43
Ketulusan
44
Melamar
45
Mediasi
46
Penghulu?
47
Siyah....
48
Mobil
49
Pagi mereka
50
Kolam
51
Keribetan cewek
52
Resepsi Q & D
53
End musim pertama
54
BC Musim pertama
55
BC musim pertama²
56
BC musim pertama³
57
SLP2 [Boneka]
58
Kampus..
59
Alasan...
60
Motor....
61
Seling kuh....
62
Sinetron
63
Pesta...
64
Le da kan
65
Curhat.....
66
Berakhir...
67
Jomblo...
68
OCD
69
Usulan
70
Sepeda...
71
Lemah
72
Random
73
Bocah kecil
74
Balkon
75
Semut
76
Sikap terbuka
77
Brosur
78
Mencoba gaun
79
Random²
80
Acara
81
Pertama bab satu
82
Pertama bab dua
83
Bis
84
Sakura
85
Pilihan
86
Dukungan
87
Karma
88
Kesekian kalinya
89
Berani
90
Ha MiL
91
Syukuran
92
Kekeuh
93
Rencana
94
Misi
95
Gusar
96
Ngambek
97
Bakso
98
Bakso²
99
Apartemen
100
Semua bahagia
101
Bonus chapter
102
Bonus chapter
103
Bonus chapter
104
Bonus chapter
105
Kata PA
106
KATA PASHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!