P a g i

"Thank you my handsome uncle. Bye!"

Cup!

Kecupan singkat mendarat pada pipi seorang pemuda berusia 22 tahun. Sesosok gadis kecil berpakaian musim dingin, berusia 11 tahun itu berlari memasuki pintu gerbang tinggi menjulang.

Salju turun tipis-tipis, netra biru pemuda itu menyimak setiap detik berlalunya punggung mungil gadis kecil.

Bibirnya tersenyum melepas kepergian gadis cantik yang beberapa hari ini bermain bersamanya.

"Bye my beautiful little girl."

Dreeeettt dreeeettt......

Udara subuh melayang, embun bersiap diri untuk membuat buntalan kesucian yang menyegarkan setiap insan.

Getar ponsel yang terdapat di atas lemari nakas menyentil kening Dhyrga hingga berkerut dan menggeliat.

Pria itu menghela napas dalam kemudian mendengus pelan. "Kenapa sampai detik ini, Queen terus menari-nari di dalam mimpi ku?"

Mimpi yang sama dan dahulu pernah terjadi. Mimpi yang terus membuat Dhyrga Miller tak mampu melepaskan Queen meski banyak yang mengatakan gadis itu telah menjadi artis terkenal yang arogan.

Dreeeettt dreeeettt.....

Netra bulat Dhyrga terbuka, lalu berkedip beberapa kali demi melebarkan kedua indera penglihatan.

Kepalanya menoleh ke belakang, ia raih ponsel dari atas nakas, kening mengerut melihat nama Tuan Camer tertampil di layar.

Dia angkat panggilan lalu menyapa. "Hmm, pagi Om." Dhyrga berkata sambil mengumpulkan kewarasannya. Perlahan ia duduk dan menyandar pada kepala sofa.

📞 "Dhyrga."

"Iya Om." Sedikit Dhyrga membuang batuk kecil agar suara parau nya tidak terlalu mengganggu.

📞 "Queen bersedia kamu temui."

"Hah?" Saking terperanjat nya Dhyrga sampai duduk dengan tegak bahkan melek sempurna. "Mau ku temui Om?"

📞 "Yah, hari ini kamu boleh jemput Queen lalu antar dia ke sekolah, mungkin saja dengan begitu kalian bisa lebih dekat."

Senyum manis terbit begitu saja di lengkungan bibir Dhyrga. "Boleh, Dhyrga langsung siap-siap Om." Katanya antusias.

📞 "Baiklah, Om tunggu."

"Emmh." Dhyrga meletakkan ponselnya setelah Raka menutup panggilan telepon.

Baru saja Queen menyinggahi mimpinya, kini ia akan segera berjumpa. Segera Dhyrga beranjak dari selimut ia memasuki kamar mandi untuk kemudian membersihkan diri.

Satu jam berlalu begitu saja dan tak ada pula yang spesial, Dhyrga telah rapi dengan pakaian kasual nya. Tidak mungkin menemui gadis belia dengan jas dan busana formal.

Dhyrga juga ingin terlihat awet muda di mata calon istrinya, meski tak lekas di pungkiri, karena memang benar adanya Dhyrga pemuda yang di karuniai wajah tampan Baby face.

Pagi ini Dhyrga mengenakan sepatu sneaker putih, celana jeans hitam, kaos putih ketat yang menampilkan dada bidang nan perut kotaknya.

Parfum maskulin ia semprot pada sebagian tubuhnya terutama leher. Bibirnya tak lepas dari senyum. Kali ini Dhyrga begitu bahagia.

"Murni!" Setelah meraih kunci mobil, dompet dan ponsel miliknya. Langkah Dhyrga berayun keluar dari kamar miliknya lantas menuju kamar milik asistennya. "Murni!"

Tok tok tok.... Ceklek..... Pintu tidak terkunci.

"Murni?" Alis Dhyrga terangkat satu.

Ia lalu berpendapat, mungkin Murni sudah lebih dulu bangun karena harus membuat sarapan dan lain sebagainya.

Dhyrga melangkah masuk tapi matanya tak mendapat sekelumit pun raga kecil yang seharusnya ada di ruangan ini.

"Murni!"

Dhyrga mengayun langkah menuju kamar mandi kosong, sepertinya masih kering dan belum ada yang memakainya.

Derap kaki Dhyrga beralih mengarah pada ruangan lemari milik Murni. Dhyrga harus menanyakan kemejanya, dan seharusnya Queen sudah terbangun, minimal sudah membuat sarapan.

"Murni." Panggilan tercekat ketika sang netra mendapati wajah cantik seorang gadis terlelap dalam tidur di ruangan tersebut.

"Apa dia tidur di sini?" Gadis itu tidur dengan posisi terduduk di sofa. Di sisi Queen ada kemeja putih yang akan Dhyrga pakai untuk meeting hari ini.

"Dia tidur setelah menyeterika?"

Tepukan kecil Dhyrga berikan pada pipi mulus Queen. Tak mendapat sedikitpun respon dari Queen, Dhyrga berjongkok menatap wajah gadis itu seksama. Damai kala di pandang meski dalam keadaan apa pun.

"Murni masih kecil tapi sudah mau bekerja seperti ini, dan anehnya, dia menikmati semua ini, Murni punya pribadi yang luar biasa."

Bibirnya tersungging senyuman manis.

"Murni." Goyangan di lengan Dhyrga berikan pada Queen. "Murni."

Bugh...

"Ah, ..." Dhyrga terhuyung ke belakang kala telapak kaki kecil Queen mendorong pundak gagahnya.

"Aaaaaa." Queen melek sempurna. Kaget mendapati lelaki tampan membangunkan tidurnya. "Ke, kenapa Tuan di sini?" Dia bahkan menutup dadanya dengan kedua tangan.

"Sial!" Dhyrga bangkit dari posisinya. Ia merutuki asistennya. "Apa-apaan kau ini?"

"Hah, apa-apaan? Tuan ke sini pasti mau memanfaatkan kesempatan dalam ketidaksadaran Murni kan?"

Dhyrga mendengus. "Ya Tuhan Murni, aku barusan membangunkan mu mau menanyakan kemeja putih ku, lagian bukannya kamu sudah harus membuatkan aku sarapan hah? Ini sudah hampir jam enam."

"Eh, ..." Queen lagi-lagi salah paham, mungkin ini cara dia mempertahankan kehormatannya sebagai seorang gadis. "B- begitu kah?"

"Yah." Dhyrga memutar bola matanya.

Queen menyengir. "Hehe. Maaf Tuan, Murni kesiangan, Murni kecapean mungkin." Dia memijit pundaknya sendiri. Cukup kaku dan linu. Seorang anak bangsawan yang menyamar menjadi pembantu rumah tangga tentu memiliki keluhan.

"Sekarang bangun, tidak usah masak saja, kita sarapan di restoran lantai bawah. Sekarang mandi lalu bawa semua baju eksekutif ku." Titah Dhyrga.

"Ok Tuan." Murni berdiri lalu menundukkan wajahnya. Syukurlah Gaga tidak menyuruhnya memasak.

"Aku tunggu di bawah."

"Siap." Sela Queen bersemangat.

Dhyrga mengangguk kecil lantas melangkah keluar dan menuruni anak tangga. Sedikit ia mendengus mengeluhkan perilaku asisten kecilnya. Ada saja hal yang membuatnya geram. Barusan dia terkena tendangan bebas.

Kendati demikian, Dhyrga tak punya cita-cita untuk memulangkan Murni pada keluarganya. Ada teman kecil yang rese, setidaknya cukup menghiburnya.

...❇️❇️❇️❇️❇️...

Di kamarnya. Queen bangkit dari posisinya. Langkahnya masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap diri, sebelumnya Queen sempat melayangkan panggilan telepon pada Murni tapi tidak ada yang menjawab. Ya sudahlah mungkin Murni masih bersiap-siap pergi ke sekolah.

Padahal....

Jujur saja, Queen masih penasaran dengan pembicaraan Murni dan Jee Yeon sore kemarin. Queen yakin Jee Yeon tak tahu Queen yang di temui bukanlah Queen asli.

Queen merasa cemburu, malam tadi Murni sukses membuatnya tak bisa tidur, gelisah memikirkan Jee Yeon yang mungkin akan jatuh cinta pada Murni.

...❇️❇️❇️❇️❇️...

^^^Beberapa saat kemudian.^^^

Lengkap dengan pakaian sekolah dan tas sepatunya, Queen berlari menuruni anak tangga membawa pakaian eksekutif milik Dhyrga.

Di lantai bawah lelaki tampan itu sudah menunggu, tampak sekali Gaga gelisah karena terus-menerus melirik pada arloji miliknya.

Queen terengah-engah berdiri di depan tubuh tinggi Dhyrga. "Sudah siap Tuan, yok berangkat."

"Hmm." Dhyrga melangkah keluar di ikuti oleh Queen. Keduanya memasuki lift berdiri berdua di dalam lift transparan.

Queen heran dengan pakaian santai yang Dhyrga kenakan, tampan sih, tapi apakah pantas untuk di pakai seorang dosen?

"Tuan muda kok pake kaos gini?" Queen menyeletuk saking sudah tak sanggup membendung rasa penasarannya.

Dhyrga melirik sekilas. "Hari ini aku mau bertemu kekasih ku, menurut mu, apa dia akan suka dengan penampilan ku sekarang?"

Queen menyengir. "Pasti dong, Tuan sudah cukup ganteng kok."

"Cukup?" Dhyrga mengernyit beralih pada Queen.

"Hehe, ganteng banget maksudnya, kalo Murni jadi tuh cewek juga nggak akan menolak kok. Tuan ganteng, punya karier bagus, punya hunian mewah, gadis mana yang tidak suka."

"Kamu pandai menilai seseorang rupanya." Dhyrga tersenyum samar.

...----------------...

Oya Gaiss, judul sudah ku ganti dan mungkin besok atau nanti malem berubah, so, jangan keder yah. _Sexy Little Partner_ Biar lebih estetika lagi.

Terpopuler

Comments

Ida Faridah

Ida Faridah

kok murni gak bilang lagi ke queen klo mau ketemu Dirga ya semoga saja murni bukan orang yang tak tau diri

2024-12-24

0

yeni NurFitriah

yeni NurFitriah

Queen mimpi main bola ya..dan lagi nendang bola jadi nya Gaga yg kena tendangan bebas nya.😅

2024-12-20

0

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

queen kamu tuh akan tau kalau yang d jodokan dgn mu itu tuanmu sendiri

2025-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 Pembukaan
2 K a b u r
3 K e m b a r
4 J o o n
5 L I f t
6 G u g u p
7 Makan malam
8 A n e h
9 Sarapan
10 Mengadu
11 Author
12 Dekorasi
13 G o d a
14 C u r i g a
15 G e r u t u
16 P a g i
17 Bertemu
18 S e k s i
19 Kesempatan
20 D N A
21 Healing
22 S e k s i²
23 Ungkapan
24 Rahasia
25 B i o s k o p
26 Terkesiap
27 Putus
28 Mengaku
29 Bingung
30 Menyesal
31 Graduation
32 Tunangan
33 Tunangan²
34 Waktu...
35 Paris
36 Hotel....
37 First....
38 Pagi....
39 Tumbang
40 Curiga....
41 Skandal
42 Menyusul
43 Ketulusan
44 Melamar
45 Mediasi
46 Penghulu?
47 Siyah....
48 Mobil
49 Pagi mereka
50 Kolam
51 Keribetan cewek
52 Resepsi Q & D
53 End musim pertama
54 BC Musim pertama
55 BC musim pertama²
56 BC musim pertama³
57 SLP2 [Boneka]
58 Kampus..
59 Alasan...
60 Motor....
61 Seling kuh....
62 Sinetron
63 Pesta...
64 Le da kan
65 Curhat.....
66 Berakhir...
67 Jomblo...
68 OCD
69 Usulan
70 Sepeda...
71 Lemah
72 Random
73 Bocah kecil
74 Balkon
75 Semut
76 Sikap terbuka
77 Brosur
78 Mencoba gaun
79 Random²
80 Acara
81 Pertama bab satu
82 Pertama bab dua
83 Bis
84 Sakura
85 Pilihan
86 Dukungan
87 Karma
88 Kesekian kalinya
89 Berani
90 Ha MiL
91 Syukuran
92 Kekeuh
93 Rencana
94 Misi
95 Gusar
96 Ngambek
97 Bakso
98 Bakso²
99 Apartemen
100 Semua bahagia
101 Bonus chapter
102 Bonus chapter
103 Bonus chapter
104 Bonus chapter
105 Kata PA
106 KATA PASHA
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Pembukaan
2
K a b u r
3
K e m b a r
4
J o o n
5
L I f t
6
G u g u p
7
Makan malam
8
A n e h
9
Sarapan
10
Mengadu
11
Author
12
Dekorasi
13
G o d a
14
C u r i g a
15
G e r u t u
16
P a g i
17
Bertemu
18
S e k s i
19
Kesempatan
20
D N A
21
Healing
22
S e k s i²
23
Ungkapan
24
Rahasia
25
B i o s k o p
26
Terkesiap
27
Putus
28
Mengaku
29
Bingung
30
Menyesal
31
Graduation
32
Tunangan
33
Tunangan²
34
Waktu...
35
Paris
36
Hotel....
37
First....
38
Pagi....
39
Tumbang
40
Curiga....
41
Skandal
42
Menyusul
43
Ketulusan
44
Melamar
45
Mediasi
46
Penghulu?
47
Siyah....
48
Mobil
49
Pagi mereka
50
Kolam
51
Keribetan cewek
52
Resepsi Q & D
53
End musim pertama
54
BC Musim pertama
55
BC musim pertama²
56
BC musim pertama³
57
SLP2 [Boneka]
58
Kampus..
59
Alasan...
60
Motor....
61
Seling kuh....
62
Sinetron
63
Pesta...
64
Le da kan
65
Curhat.....
66
Berakhir...
67
Jomblo...
68
OCD
69
Usulan
70
Sepeda...
71
Lemah
72
Random
73
Bocah kecil
74
Balkon
75
Semut
76
Sikap terbuka
77
Brosur
78
Mencoba gaun
79
Random²
80
Acara
81
Pertama bab satu
82
Pertama bab dua
83
Bis
84
Sakura
85
Pilihan
86
Dukungan
87
Karma
88
Kesekian kalinya
89
Berani
90
Ha MiL
91
Syukuran
92
Kekeuh
93
Rencana
94
Misi
95
Gusar
96
Ngambek
97
Bakso
98
Bakso²
99
Apartemen
100
Semua bahagia
101
Bonus chapter
102
Bonus chapter
103
Bonus chapter
104
Bonus chapter
105
Kata PA
106
KATA PASHA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!