Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Star mematikan panggilan sang bunda secara sepihak. Seketika rasa kekhawatiran, takut, menyeruak di dada dua pria tampan itu.
Panik... itu pasti. Telpon dari Divya ibu Star seakan mengudang ribuan anak panah untuk menusuk tubuh mereka hingga ke usus dua belas jari, serta mengendap di usus buntu.
Bagaimana jika terjadi sesuatu terhadap Alexis, sahabatnya yang tengah berjuang menghidupkan mesin si Jon?
Bukkk.... Gedebukkk... Fren reflek menonjok sahabatnya yang enak mengapa begitu ceroboh.
“Jika si Alexis ko'id, maka siap-siap samurai Mommy Qiana memenggal kepalamu," Fren menakut-nakuti sahabatnya.
Sungguh Fren ingin memukul bonyok si Star saat ini, akan tetapi, Alexis adalah prioritas utama baginya.
“Kau juga ikut andil bro dalam perjalanan obat itu masuk ke tubuh Alexis. Kau kan yang memukul punggung nya sehingga si Alexis menelan pil itu,” ujar Star yang tak mau mati sendiri.
Pria itu memegang pipinya yang terasa kebas serta perih. Ia tak berani melawan sebab kejadian hari ini memanglah kecerobohannya.
Mendengar ucapan si Star, mulut Fren pun menganga-nga, wajahnya pucat seperti orang terjangkit serangan jantung dadakan. Tangan nya yang terkepal untuk memukul sahabat nya lagi, diam membeku di udara.
“Ayo kita dobrak saja bro!” ajak Fren.
Kali ini dua pria tampan itu berdiri di depan pintu...
“Satu... Dua ... Tiga...,” Fren memberikan aba-aba...
Brak... Pitu hanya bergoyang dan mengumpulkan suara keras masih tak mampu membobol si pintu.
Dua pria itu saling memandang... Lalu menganggukkan kepala mereka pertanda jika harus menggunakan kekuatan lebih kuat.
Gerabak.... Gerabak... Kroakk.... Demm..
Pintu itu tumbang beserta kusen si pintu. Entah mungkin sehabis ini dua pria itu akan di omelin oleh sang pemilik pintu, merekapun sudah tak peduli.
....
....
Dua pria itu membeku, melihat Pemandangan di depan mata. Sebab mereka langsung di suguhkan gerakan erotis seorang wanita yang memiliki bentuk tubuh nyaris sempurna jika di katakan kaum hawa. Wanita itu seperti orang tidur tapi mengigau tengah melakukan ritual dengan seorang pria. seperti halusinasi.
“Fren. Ramuan Acep-acep good Jrot, yang aku racik begitu luar biasa bukan? Yakin aku wanita ini sudah di garap separuh jalan sama si Alexis,” kata Star memandang lapar gerakan ajep ajep si wanita.
Plak... Fren memukul lengan lengan si Star.
”Tujuan kita mendobrak pintu bukan melihat dia, playboy salah tancap. Cepat bantu aku cari si Alexis!” tekan Fren.
Lalu Keduanya mencari Alexis di walk in closet tapi hasilnya nihil...
Brak... Pintu kamar mandi di buka ternyata kosong....
“Star, apa Alexis jadi keong emas ketika meminum itu obat milikmu, ya? Seperti di film film dongeng itu. Karena kita tak menemukannya di mana pun!” ke khawatiran Fren begitu memuncak.
“Jika itu benar, biar aku kutuk kau menjadi kecebong!” lanjut Fren lagi.
Kedua pria itu keluar dari kamar mandi.
“Fren arah jarum jam 12!” ujar Star..
Mata Fren terbelalak ketika melihat sahabatnya tengkurep di kolong tempat tidur tak sadarkan diri.
“Waduh mungkin foreplay mereka lakukan begitu ekstrim, karena efek Ramuan Acep-acep good Jrot mu si cewek semangat hingga menendang si Alexis hingga menggelinding ke bawah kolong, Auto Kelenger *(Pingsan)si Alexis,” Fren yang pandai mengamati langsung menyimpulkan kejadian.
....
Saat ini tubuh Alexis di rebahkan di samping wanita yang bergerak seperti cacing kepanasan.
Fren menarik si wanita, lalu menggendong nya ala bridal style ke kamar mandi. Fren membiarkan wanita itu menyentuh tubuhnya. Cepat-cepat ia menekan saklar di dalam kamar mandi entah apa yang di kerjakan pria itu kita skip dulu.
.....
[Keadaan Alexis]
Dengan wajah berkeringat serta jantung berdetak tak karuan. Star memeriksa keadaan sang sahabat. Memberikan pertolongan dengan sigap.
“Axis aku mohon jika mau mati jangan perantara diriku. Kalo kau mati aku pun juga mati di tangan racun ibumu yang mematikan, mana kau produk limited edition karena mereka hanya mencetak kau saja!” mulut pria muda itu tak berhenti berkicau tapi tangan dengan cekatan membuka seluruh baju milik pria itu, memeriksa denyut nadi, warna mata. Selayaknya Dokter profesional.
“Bagaimana?" tanya Fren.
“Bantu aku membuka pintu mesin detektor!” perintah Star.
Dengan sigap Fren berdiri di dinding kosong di sebelah tempat tidur Alexis, pria itu menekan sebuah sakral lampu akan tetapi bukan sebuah lampu yang hidup melainkan dinding di sebelah tempat tidur Alexis bergetar lalu sebagian dinding terbuka seperti sebuah pintu. Semacam labirin pemirsa.
Fren menekan sidik jarinya di sebuah pintu berlapiskan sebuah kaca tebal yang menjadi pembatas dengan ruangan gelap tersebut .
Ketika Fren meletakkan telapak tangannya di kaca tersebut, seketika lampu di ruangan itu menyala, dibalik kaca ada sebuah kamar sempit, jika di sebut kamar kurang cocok sebab kamar itu seperti oven besar tapi di penuhi oleh alat-alat medis sangat canggih berjejeran rapi di tempat itu.
Pintu kaca itu terbuka buka dua robot warna ungu seperti prof di film Boboy keluar dari tempat itu mendorong brangkar seperti ranjang dorong rumah sakit.
Sedangkan saat ini tangan Alexis telah di pasangan infus dan oksigen lengkap, setelah itu Keduanya membantu kedua robot menaikkan tubuh besar pria itu ke atas brankas.
Saat tubuh Alexis di masukan ke dalam ruangan seperti oven. Seketika dua pria itu langsung terduduk di depan pintu oven tersebut.
“Apakah dia baik-baik saja?" tanya Fren.
“Dia tidak apa-apa, karena sebelum ini Alexis telah meminum ramuan itu Alexis tak akan mati mungkin hanya bertapa beberapa hari di atas ranjang jika prediksi ku tak salah!" kata Star.
“Kau tau bukan aku ini orangnya tak akan sembarangan menggunakan obat. Karena nyawa manusia yang wajib ku tolong harus tidak mengalami kekurangan sedikit pun! Perkara kucing Mommy mungkin ia minum serbuk adem sari sehingga berbusa mulutnya!" kata Star.
Plak.... “Gak lucu bercandaan mu!” Omel Fren.
*****... *****... Bunyi alarm ruangan kecil itu berbunyi.
Dua orang berdiri, Star melihat layar monitor yang membuat wajah Star lemas seperti jelly.
“Katakan darimana kau mendapat wanita sialan tadi, Fren!” Star menarik kerah baju Fren, hingga membuat pria itu terangkat ke atas.
“Uhuhuk... Uhuhuk ... Jelaskan apa maksudnya Star!” Fren sedikit terbata.
“Alexis tumbang karena obat dari ku telah tercampur dengan obat perangsang yang dosisnya tinggi! Kemungkinan besar wanita itu memberikan sesuatu terhadap Alexis, ” teriak Star.
^^^To Be Continued^^^
Bagaimana tanggapan mu tentang karya ini..
Bagus...
Jelek
lumayan 🤭
REKOMENDASI AUTHOR:
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
mamae zaedan
2 teman yang konyol🤣🤣🤭
2023-10-09
0
Ani Tiara°°☆^☂⃝⃞⃟ᶜᶠ ♡~~
Limited edition kayak barang aja.
2022-09-30
0
☘️BILAA☘️
si Alexis pingsan, tuh cewek kuat banget minum apa diya🤣🤣
2022-09-28
1