Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
“Tadi aku sudah memikirkan tentang hubungan kita ini Kak!” kata Tree sedikit basa basi.
“Sayang, bukannya kau sudah menerima ku beberapa jam yang lalu! kenapa kau bahas lagi hubungan kita!” Aston merasakan perasaan tak nyaman.
“Hubungan kita dari awal tidak ada Kak, dan selamanya tidak akan ada, kau jangan melihat ke arah ku yang tak bisa memberikan mu masa depan. Ibumu tak merestui kita, dan aku tak ingin kawin lari seperti di film film karena ini bukan film melainkan sebuah novel,” kata Tree.
Tanpa Tree duga, Aston berdiri dari posisi duduknya. Melihat itu dada Tree begitu sesak, entah sejak kapan nama pria tampan ini ada dalam hatinya. Sehingga air mata berkumpul di pelupuk matanya, siap terjun kapanpun mata itu berkedip.
“Apa yang kau lakukan Kak?” jerit Tree ketika melihat kelakuan Aston.
Aston duduk di tanah di bawah kaki Tree. Tanpa sungkan pria itu meletakkan kepalanya di pangkuan sang kekasih.
“Sayang, coba tanyakan di hati kecil mu, apakah ada aku disana?”
Tree diam membisu. Membiarkan kepala pria itu di atas pangkuannya.
“Jika tidak ada aku, katakan pada hatimu aku meminta sedikit relung hati untuk ku simpan namaku disana!”
“Kau salah melabuhkan hati, Kak!" ujar tree memandang sang langit yang terlihat mendung.
“Apakah ada, di dalam kamus mengatakan manusia tidak boleh melabuhkan hati kepada setiap lawan jenis. Maka aku akan komplain kepada si pembuat kamus. Karena hati itu tak bisa kita kontrol kepada siapa ia melabuhkan cintanya, sekarang hanya manusianya saja yang harus menilai apakah ia pantas memperjuangkan cintanya. Asal tidak kepada keluarga dan pasangan milik orang lain menurutku, sah saja memperjuangkan cinta tersebut!” kata Aston dengan suara sedikit parau.
“Kak, kasus cinta kita ini rumit, karena cinta kita terhalang oleh Restu!” akhirnya air mata Tree luruh dari kelopak matanya.
hari ini gadis itu memeras air matanya begitu banyak.
Aston menegakkan posisi duduknya, lalu meletakkan tangannya di pelupuk mata sang wanita. Mengusap buliran air mata yang nakal telah jatuh di mata sang kekasih.
“Nikmat!” bisik Aston.
“Nikmat?” ujar Tree bingung.
“Bagiku kau Nikmat, mencintaimu adalah nikmat terindah yang tak mampu ku ungkapkan bagaimana rasanya. Bibir ini nikmat dan aku akan membangun kenikmatan dalam hubungan kita, akan ku singkirkan asam dan pahit agar tak menghilangkan rasa nikmat hubungan kita,”
“Restu mana yang menghalangi cinta kita, maka akan ku bawa si restu itu ke hadapan mu. Karena kau layak berada di sisi ku, mencintai mu adalah Nikmat terindah yang tak mampu ku gantikan dengan nikmat lainnya!”
Wajah Tree memerah seperti tomat busuk.
“Tapi kak, aku,”
Cup...
ucapan Tree langsung hilang karena sebuah ciuman menempel di bibir gadis itu. Hanya menempel seperti cicak ya pemirsa.
“Kak, aku tidak,”
Cup...
Lagi-lagi bibir itu di bungkam oleh sebuah ciuman kali ini ada sedikit sesapan kecil lalu di lepaskan oleh pria itu.
“Kau cukup percaya kepadaku, genggam tangan ini, dan aku akan memperjuangkan mu karena kau wanita terlayak untuk ku perjuangan!” tangan kekar itu memegang tangan Tree begitu hangat.
“Mau kah kau percaya kepada ku? Berikan aku kesempatan sedikit akan aku tunjukkan apa itu, the power of love!”
Tree memandang pria itu sesaat.
“Apakah, boleh?” tanya Tree.
“Boleh, sayang, boleh banget malah! Aku mohon jangan menangis karena aku sedih melihat air mata ini turun dari pelupuk matamu!” bisik Aston.
“Maukah kau mencoba hubungan ini, jika kau tak nyaman dengan hubungan ini, kau bilanglah pada ku, maka pada saat itu aku melepaskan mu tanpa memaksamu berada di sisiku,” Aston meyakinkan Tree sekali lagi.
“Besok aku akan ke Ausy selama 2 Minggu, aku ingin pergi dengan hati lega, dan mungkin kita LDRan dulu," Aston memegang tangan tree.
“Ayo berikan aku jawaban yang membuatku bahagia, seandainya pesawat ku jatuh lalu aku tewas setidaknya aku mati dengan sta...,” mulut Aston bungkam ketika telunjuk Tree menempel di bibir itu.
“Jangan seperti ini, kau ingin meninggalkan ku selamanya?” cemberut Tree.
“Berarti kau memberikan kesempatan bagi kita kan Tree?” Aston memastikan, sebab ia tak ingin salah faham dengan kata meninggalkan ku yang Tree lontarkan.
Tree menganggukkan kepalanya.
“Ahhh...,” Aston girang ia bangun lalu merentangkan tangannya siap memeluk Tree.
“Hemm,” Suara Kakek mengagetkan pasangan resmi jadian sungguhan.
“Tree, kau ini sudah dewasa masak ketemu pacar bangun tidur tanpa cuci muka, lihat, belek, liur dan kaki mu gak pakek sandal!” teriak kakek.
Seketika kesadaran Tree pun berkumpul, refleks gadis itu berdiri hingga Aston yang berada di depannya terjungkal.
Karena malu tree melupakan kondisi Aston yang mengenaskan.
Untung cinta kalog tidak sudah ku tuker tambah. Batin pria itu.
“Bangun anak muda!” Kakek mengulurkan tangannya ke Aston.
“Awas, jangan kencang-kencang berpegangan di tangan Kakek, nantik sendi ku yang sudah keropos ini lepas dari engselnya, Kakek cabut itu restu, untuk kau mendekati cucuku,” kata si Kakek memperingati.
Aku tau dari mana sifat Tree berasal sekarang. Mau di terima tangan ini takut, tidak di terima gak enak. Batin Aston serba salah.
Dengan siku bertopang di tanah, Aston mengambil uluran tangan Kakek.
“Bisakah kita bicara?” tanya Kakek.
“Ba.. Baik kek!” jawab Aston sedikit nervous.
“Aku lihat dari baju dan apa yang kau miliki, sangat menandakan bawa kau adalah seorang tuan muda!”
Mulut Aston bungkam..
“Kami orang biasa, aku hanya memperingati sesuatu kepadamu, jika kau hanya ingin mempermainkan cucuku, lebih baik kau jauhi cucuku!”
“Kakek, bisa menilai usia ku berapa, dan aku memiliki niatan untuk mempersuntingnya untuk ku jadikan istriku!” Aston
“Istri? Untuk menjadi istrinya seorang istri, Tree ku belum pantas, karena sifatnya yang tomboi dan gadis itu paling anti dalam urusan dapur, bahkan ia hampir membuat dapur kami meledak, membuat air panas saja ia membuat pantat pancinya bolong. Apalagi di suruh masak sesuatu,” jujur Kakek.
Waduh. Sampek segitunya tree. Batin Aston gemas.
“Saya tidak ingin mencari istri yang bisa memasak, karena saya akan memberikan puluhan pembantu untuk mengurus kami. Saya hanya ingin seorang istri yang selalu menemani saya dan menghangatkan saya tentunya Kakek!" kata Aston bijak.
Durrruuuttt... Druuttttt, ponsel Aston bergetar...
“Maaf kek Mama saya menelepon,” Aston berpindah, entah apa yang mereka bicarakan emak otor pun tak tau.
“Maaf Ken sepertinya saya pamit dulu, titip salam untuk Tree,”
“Baiklah, hati-hati,”
Aston pergi dari rumah Tree, dengan tergesa-gesa, tak lupa ia memberikan pesan singkat untuk kekasihnya.
^^^To Be Continued ..^^^
Rekomendasi Author:
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
🏘⃝Aⁿᵘ🦆͜͡ ℛᵉˣℱᵅᵐⁱⳑʸTIK𝐀⃝🥀
kayak buah simalakama 🤣🤣🤣
2023-07-22
1
Dayah Shahar
Mama mu sudah mengatur jodohmu As
2022-10-30
0
Umma Thohir
palingan aston dipaksa nikah sama mamanya
2022-10-05
0