Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Jedar...
Tuhan apakah wanita mandul seperti ku boleh sakit hati akan olokan seseorang?
Aku tau aku mandul...
Aku tahu aku tak sempurna....
Karena sempurna itu hanya engkau...
Tess .... Tess... Tetesan hujan di luar, menyertai segala kesedihan ku... Ku raba nakas di samping tempat tidur ku. Ku ambil Sebuah Foto keluaga kami, terlihat jelas aku masih balita.
Ayah ... Bunda... gumam ku memandang pria dan wanita di dalam potret lama itu.
Air mata yang aku bendung sedari tadi tak sanggup ku tahan lagi. Air mata ku jatuh di atas kaca figora.
Ku peluk foto itu. Dalam ke adaan rebahan dengan foto kedua orang tua ku di dada, aku merasakan setitik ketenangan.
Mata ini tak mampu menahan tetesan air mata yang membasahi telinga hingga bantal ku.
Huhhh... hanya sepenggal lenguhan yang terucap di bibir ini. Ku pandangi langit-langit kamarku sambil ku ratapi nasib ku yang malang.
Aku memang gadis yang cacat. Dan itu tak mampu ku bantah.
Apakah gadis cacat seperti ku ini pantas di sakiti?
Jika aku pantas di sakiti dan layak di anggap seonggok sampah... Sungguh tekat ku tadi hanya sebatas tekat saja karena jiwa ini tak mampu melaksanakan tugas mu Tuhan.
Tugasku yaitu hidup untuk kembali ke pangkuan mu.
Tuhan...
Bisakah aku bertemu dengan kedua orang tua ku meski hanya dalam mimpi?
Permintaan ku mungkin sederhana akan tetapi mustahil aku dapatkan...
Tapi aku berharap, kau memberikan ku kesempatan mewujudkan impian ku yang tengah merindukan sosok yang selalu ku angankan.
Tuhan... Apakah permintaan ku di atas sangat keterlaluan?
Kau telah mencabut kesempatan ku untuk mewujudkan bakti sebagai anak untuk orang tuanya..
....
Jika ini mimpi aku ingin bangun dari mimpi terburuk ku sepanjang hidup.
Bunda Ayah aku rindu serindu-rindunya.
Peluk aku, cium aku putrimu yang cacat ini.
....
....
Tok ... Tok... pintu kamar Tree di ketuk.
Tok ... Tok... Suara pintu di ketuk lagi-lagi terdengar jelas di telinga tree yang tengah tidur.
“Masuk!" jawab Tree lemah.
Mungkin karena lelah menangis gadis tertidur hingga matanya berat hingga tak mampu ia buka. Atau malah beleknya menumpuk hingga menjadi lem.
Kriyeekk... Suara pintu di buka.
Seorang pria berusia 80 tahun memasuki kamar cucunya. Pria itu duduk mendekati dimana sang cucu tengah meringkuk sambil memeluk pigura foto, yang pria itu tau bahwa saat ini cucunya tengah merindukan anak dan menantunya.
Wajah keriput memandang wajah lelah cucunya, tangan keriput itu membelai rambut Tree dengan penuh kasih sayang.
“Kakek!” Rengek Tree merengkuh pinggang kurus tinggal tulang.
“Kek, kenapa semakin lama aku memeluk pinggang mu seperti aku memeluk pohon kopi, ya Kek?”
Tree seperti anak kecil semakin mengubur kepalanya ke perut lepek sang kakek.
“Dasar cucu lucnut, kakek mu ini sudah berusia 80 tahun ya jelas lah keriput. Kalog kencang nanti di kira kakek vampir!” Kakek menjewer telinga Tree..
“Adowww.... Kek... Kek ... Kek,” jerit Aya.
Cettoot... Pasangan cucu dan Kakek itu terdiam.
Tree langsung duduk lalu memastikan apa yang patah tadi.
“Huaaaaaaaa.... Ayah... Bunda...,” teriak Tree menggelegar sebab tanpa sengaja ia menindih pigura foto keluarga nya.
“Sudah... Sudah jangan menangis malu sama calon suamimu di bawah, masak calon mempelai nya masih suka nangis.” Kakek bangun dari acara duduknya.
“Sini Kakek akan mengganti Pigura fotonya, makanya foto itu jangan di Bawak tidur sudah berapa ribu kali kakek memberitahu mu,” kakek mengambil foto di tangan Tree.
Sedangkan gadis itu masih berguling-guling di atas ranjang untuk merenggangkan otot-ototnya.
Tree turun dari ranjang tanpa alas keluar dari kamar sambil bernyanyi ria menuruni anak tangga...
Dang... Dang... Dang mari berdendang.....
Dut.... Dut...
Duuuuuttttt.... Suara kentut dari pantat Tree berbunyi nyaring. Sepertinya dapur Tree ingin ikut bernyanyi.
Gadis itu melihat ke kiri dan ke kanan, “Aman!” gumam Aya mengelus dadanya.
Plok .... Plok... Tree mengibas-ngibas dapurnya...
“Pergi-pergi, bau!" usir Tree pada gas beracun yang keluar dari si dapur.
“Uhukkk...,” batuk seorang pria di belakang Tree.
Seketika Tubuh Tree kaku. Lalu ia membalikkan tubuhnya, memeriksa siapa gerangan yang ada di belakang tubuh nya.
Blusss.... Wajah Tree memerah seperti tomat busuk. Jika bisa gadis itu akan menangkap gas lalu memasukkan lagi kedalam dapur.
Siapakah pria itu?...
.....
Pria itu adalah Aston, tadi Kakek mempersilahkan Aston memanggil Tree, pria itu menaiki tangga untuk membangunkan sang kekasih.
Akan tetapi, ketika tangan nya ingin mengetuk pintu, tiba-tiba pintu kamar Tree terbuka, reflek Aston sembunyi di ruangan sebelah.
Niat hati pria itu ingin memberikan supirze terhadap sang kekasih malah dia yang di kaget kan oleh suara granat dari dapur kekasihnya.
Entah karena baunya sembriwing sehingga pria itu terbatuk.
“Pak ... Eh ... Kak Aston, ngapain kamu kesini!” Tree sungguh ingin berlari ke pabrik plastik untuk melakukan operasi plastik.
“Kau tak membalaskan pesanku sayang!” Aston memegang lengan Tree.
Gadis itu menghela nafas, sebenarnya ia ingin kabur akan tetapi kabur bukan solusi yang terbaik. Ia tadi telah membulatkan tekad.
“Boleh kita berbicara di luar?” ajak Aya.
“Baiklah!” sanggup Aston.
Saat ini mereka berada di sebuah taman buatan. Di taman itu terdapat ayunan yang beratapkan pohon anggur yang buahnya begitu lebat.
Taman itu terdapat beberapa jenis bunga dan ada di bagian sisi di tanami sayur organik dan buah buahan.
“Ternyata halaman belakang rumah mu begitu indah dan menenangkan apalagi pada saat sehabis hujan!” Aston mendudukkan bokongnya di samping Tree.
“Tree, kenapa kau tak membalas pesanku?” tanya Aston ulang.
“Tadi aku sudah memikirkan tentang hubungan kita ini Kak!” kata Tree sedikit basa basi.
^^^To Be Continued^^^
REKOMENDASI AUTHOR:
Naura Anindhita gadis yang berusia 21 tahun masih bersatus mahasiswi di sebuah Universitas terpopuler di ibukota, dijodohkan dengan Wahyu Pratama yang berusia 29 tahun dan sudah bekerja di salah satu perusahaan ternama di ibukota, serta menjadi kepercayaan temannya yang merupakan anak dari pemilik perusahaan tersebut.
Meski pernikahannya berawal dari sebuah perjodohan, Naura sangat bahagia karena diperlakukan dengan sangat baik oleh suaminya. Semua perhatian dan sikap yang ditunjukkan oleh Wahyu, seolah dia sangat mencintai istrinya. Namun, siapa sangka. Ternyata itu semua hanyalah sebuah cover yang Wahyu gunakan untuk menutupi hubungannya dengan Diandra, kekasihnya sejak masa SMA.
Setelah satu tahun pernikahannya bertepatan dengan Naura yang bergelar sarjana, dia mengetahui hubungan suaminya bersama Diandra yang ternyata adalah dosennya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Nur Damayulian
semalu malu nya
2024-08-27
0
Dayah Shahar
Aduh malunya
2022-10-30
1
Umma Thohir
Bengek sama bunyi kentut tree🤣🤣🤣.
dah lah tree jangan mau nikah sama As, hidupmu tidak akan bahagia karna mempunyai mertua jahat.
2022-10-05
0