Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
Klontang... Ponsel Tree berbunyi.
...Sayang ku, aku pulang dulu, karena ada urusan mendadak. Besok aku akan datang untuk mengantarkan mu ke kampung. Love you calon suamimu....
...Begitulah isi pesan itu......
Wajah Tree berbunga-bunga, wanita itu mengalami apa namanya cinta pertama.
“Aduh, pipi ini kenapa panas serta berkedut-kedut," ia menyentuh kedua pipinya bergantian.
“Tree mari kita makan malam,” Teriak kakek.
Tree yang saat ini sudah bersih, wangi turun ke tempat makan.
....
....
“Ayo cepat duduk, Kakek sudah lapar sekali.” uang Kakek lembut.
“Hati balado!” mata Tree berbinar melihat makanan kesukaannya.
“Makanlah, sayang” Kakek mengelus surai rambut Tree dengan penuh kasih.
Gadis itu dengan riang melahap makanannya. Entah setelah satu suapan Tree meletakkan sendok di tangannya.
“Kek, siapa yang memasak ini semua?” tanya Tree.
“Kau begitu pandai menebak hasil masakan orang Tree. Hari ini masakan bibik Kasbon adiknya bibi bola yang datang, mulai hari ini kau wajib belajar memakan masakannya sebab bibi bola pulang kampung karena keluarga nya tidak ada yang ngurus,” perintah Kakek.
Tree sudah kenal dengan si bibik Kasbon karena ia sering datang ke rumah untuk membantu bibik bola.
“Tree kecanduan masakan kakek, kenapa harus orang lain yang masak?” tanya Tree bingung.
“Kau harus sayang, jika Kakek tidak ada kelak kau tak usah menyesuaikan lidah mu lagi,” kata Kakek hati-hati.
Seketika selera makan Tree hilang, gadis itu diam, “Aku tidak suka Kakek membahas ini, aku ingin Kakek hidup dan mati bersama ku,” gadis itu menyambung acara makanya. Menghabiskan apa yang ada di dalam piring.
Kalog tidak lapar aku pasti ngambek seperti di cerita novel-novel lainnya, yang MC nya berlari ke kamar karena ngambek. Batin Trea menggerutu.
Stelah makanan tandas, gadis itu mencuci piring lalu melanjutkan acara ngambek terhadap sang kakek.
Tanpa menegur sang Kakek, gadis itu menaiki tangga lalu mengunci pintu kamar nya.
“Jika pria itu layak untuk mu maka akan ku restui hubungan kalian sayang. Kakek harap setelah Kakek tiada kau ada yang menjaga!" gumam pria tua itu berjalan memasuki kamarnya.
....
....
Pagi begitu cerah, aroma tanah begitu terasa. Sungguh membuat Indra penciuman bernostalgia dengan aroma penuh kerinduan ini. Kemarin bumi di basahi air hujan untuk pertama kalinya setelah kemarau panjang.
Senyum gadis itu amat merekah karena hari ini ia akan memasuki dunia perkuliahan.
“Selamat pagi Nikmat...,” sapa Aston.
Pria itu sudah duduk di ruang tamu sang kekasih. Dan Kakek pasti tengah berjalan-jalan di sekeliling komplek di pagi hari.
“Pagi, kak,” jawab Tree masih malu-malu meong.
Maklum pemirsa Eneng Tree ini baru pacaran.
“Kau sudah sarapan?” tanya Aston.
“Sudah, aku sekarang mau berangkat,” ujar gadis itu.
“Ayo kita pergi, jam 09: 30 aku berangkat, kau jangan nakal ya,” Aston merangkul bahu sang kekasih meninggalkan rumah Tree.
....
....
[Di Mobil]
“Bunga cantik untuk kekasihku!" Aston memberikan sebuket mawar ke tangan sang kekasih.
“Untuk ku?” tanya Tree.
“Ia, untuk mu sayang dan kau harus membayar ku?" bisik pria itu di telinga Tree.
“Pak kau guru apa pembisinis?” tanya Tree.
“Aku pembisinis dan guru. Memangnya kenapa sayang?” tanya Aston.
“Pantes tak mau rugi...," Tree menggelembungkan pipi macem ikan Buntal.
“Aku mulai saat ini guru pribadi mu sayang, guru cinta maksudnya dan beginilah seorang pembisinis, jika itu amat menguntungkan bagi ku kenapa tidak? Dan bayarannya adalah ini, ” Aston mendaratkan ciuman nya di kening sang kekasih.
Astaga mulut pria ini habis makan kemenyan berapa kg ya? Sungguh pria yang di hadapan ku ini berubah seribu persen dari guru killer yang sangat menyeramkan menjadi guru cinta yang memabukkan. Batin Tree berbunga-bunga.
Universitas Buaya buntung..
Sebuah universitas terbesar di kota J begitu memukau mata semua murid di SMK Kebon Tetangga pasti akan di terima di universitas mana pun, karena sekolah SMK itu merupakan sekolah elit yang di dalamnya merupakan murid pilihan dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata, meski si Tree ini rengking terakhir, akan tetapi nilai dari rengking terakhir akan menjadi yang terpintar di negeri orang.
Berbeda dengan Samarta sahabat Tree yang memang memiliki otak jenius, gadis itu memiliki gen dari kedua orang tuanya yang jenius. Gadis itu menduduki peringkat pertama di sekolah mereka.
“Belajarlah yang rajin, aku minta maaf tak bisa menjemput mu,” Aston mengelus rambut lebat Tree.
“Kekasih ku begitu cantik. Aku takut di dalam sana ribuan pria tampan memandang mu dengan penuh kekaguman.” kata Aston sedikit lebay.
“Sudah sekarang Kakak berangkat... Nanti pesawat kakak ninggalin kakak lagi, rugi kan tiket pesawat nya...,” Tree memperingati.
Pacarku begitu polos. Ia tidak tau seberapa kaya kekasihnya ini. Seorang Aston Nukia ZU orang terkaya nomer 5 di negara ini mana perlu memikirkan tiket pesawat. Batin Aston gemas.
“Baiklah, 10 menit kelasku di mulai, Cup..m by... By ...,” Tree mencium pipi Aston, langsung berlari keluar dari dalam mobil.
Sedangkan pria itu masih diam membeku memegang pipinya.
....
....
Tree berlari memasuki fakultas seni. Gadis itu pandai dalam seni, sehingga beberapa kali gadis itu memenangkan pertandingan memainkan piano dan beberapa alat musik.
....
....
Setelah menyelesaikan kelas Tree tadi telah membuat janji bertemu di restoran seberang kampus.
Selama kaki melangkah gadis cantik itu mencuri perhatian para kau Adam, akan tetapi jangan salahkan Tree yang tak pernah peka sebab gadis itu berjalan dengan headset di telinga.
“Panas begitu terik, lama-lama kecantikan ku yang parit purna ini bisa-bisa luntur akibat teriknya matahari ini," gerutu Tree.
Gadis itu memasuki restoran, matanya mengedar mencari seseorang, ketika ia menemukan buru-buru gadis itu mendekati meja orang yang telah menunggu nya dari tadi.
“Akhirnya kau datang!” kata Samarta.
Klotak... Glek... Glek... Glek... Tree meminum jus jeruk yang ada di depan mata.
“Cih, di sapa malah minum, dasar tak sopan!” ejek Samarta.
Kriyeekk... Tree menarik kursi di depan matanya.
“Sory, Besty, kau tau bukan jika sudah panas gini. BDW, kau memesankan aku minum seperti ini pasti ada udang di balik kolor kan?" tanya Tree the poin.
“Hehehehe... Sahabat ku ini paling pintar. Kita hitung satu sampek lima,”
“Satu ... Dua... Ti,” kedua orang itu berhitung.
“Heh, Samarta, kenapa berhenti? Apa sudah datang itu anak hasil dari goyangan Jumat Kliwon?” tanya tree bingung.
Pseeettt... Pseett ... Kode si Samarta, kaki gadis itu menginjak kaki Tree.
“Eh Samarta cuantik jelita Titian nyai Kodam, ngomong yang bener Napa, jangan pesat peset gitu...," omel Tree sedikit dongkol.
“Halo cintaku,” seorang pria muda berpenampilan sedikit aneh, dengan kemeja pulkadot tak lupa topi koboi serta sepatunya yang klimis melengkapi penampilan nyentrik pria muda yang mencuri perhatian khalayak, sebab wajahnya yang tampan membuat semua orang tanpa mampu berkedip, padahal si cowok bergaya norak. Pria itu mendekati meja tren
“Eh bandar unta, kau ini sudah seminggu hilang tiba-tiba nongol macem demit!” omel Samarta memandang pria muda itu.
“Goyangan Jumat Kliwon, kemana kau kagak ada kabar selama seminggu ini,”
“Wah, selir ku begitu perhatian, katakan kau minta maskawin unta berapa ekor? Dan Istriku sayang nama suami ini Flexi wong. Biar pada reader kenal gue, gini-gini Oppa mu ini ada keturunan orang Korengan sayang ku,” Pria yang terkenal dengan sebutan Lexi itu meletakkan tangan di puncak kepala Tree.
“Siapa Istri mu?” suara bariton pria yang berdiri di belakang Tree tiga menit yang lalu.
“Pa... Pak .. Aston!”
^^^To Be Continued^^^
Rekomendasi Author:
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Amartia
Ya ampun ini ceritanya bikin sakit perut ngakan terus😅😅😅 aku suka
2022-12-12
2
afrena
berarti beraneka jenis buaya ada dong yak😂😂
2022-11-20
1
Riana
🤣🤣🤣🤣nama2nya bikin ketawa
2022-09-29
1