Hay para kesayangan nyai...
Dimana pun kalian berada semoga sehat selalu 🤗
Selamat datang di RUMAH KARTU PERDANA 😘😘😘
“Sayang, I Love you,” bisik Aston di telinga Tree...
“I love you to, kakak!” jawab tree duduk di atas kasur kamarnya. Pencahayaan kamar yang gelap membuat gadis itu merasakan sedikit ketakutan.
“Maafkan aku sayang, aku harus melakukan nya!” bisik Aston...
“Kak Aston jangan!” rintih Tree di atas ranjangnya.
“Ahhhhh....” Gadis itu merintih ketika melihat darah dari bagian tubuhnya menetas mengotori seprai.
Plak...
Plak...
Plak...
Gedebukkk...
“Tree kau kenapa? apa perlu ku cari Kakek? Seperti nya kau kerasukan sesuatu," Samarta memukul lengan Tree yang tadi bergumam uh uh ah ah... Entah gadis itu mimpi apa yang jelas tadi Samarta datang pagi-pagi ke rumah gadis itu untuk menjemput Tree karena nanti malam gadis itu akan menginap di apartemennya.
Sedangkan Tree jatuh ketika syok dan bersyukur melihat Samarta di kamarnya.
Gadis itu langsung berdiri langsung memeluk temennya yang bingung dengan kelakuan gadis itu.
“Oh cintaku... Emuahhh... Emuahhh... Kau membangunkan ku!" Tree mencium pipi Samarta bergantian.
“Ih Tree kau kenapa sih? Apa tadi kau memimpikan uh uh ah ah sama pak Aston. Kau begitu binal Tree padahal usia kita baru 18 tahun!” omel Samarta seperti ibu gadis itu.
“Hus, aku bersyukur kau membangunkan ku dari mimpi buruk. Dan aku tak berani mengingat mimpi itu pagi, sekarang aku akan mandi dulu, barang ku sudah ku siapkan dari kemarin!” Tree langusung kabur ke dalam kamar mandi.
....
....
[Di dalam kamar mandi]
Dibawah shower Tree berdiri menikmati tetesan air yang membasahi ujung kepala hingga ujung kaki. Gadis itu memejamkan matanya menikmati rasa dingin hingga merasuk ke tulang.
“Kenapa aku bermimpi hal mengerikan tadi ya, dimana aku tengah menikmati waktu bersama kak Aston akan tetapi tiba-tiba kak Aston menusukku hingga darah ku bercucuran di atas kamar pengantin kami.”
“Otak ini sudah mulai eror sehingga memikirkan pernikahan. Astaga Tree!” Tree memukul kepalanya berulang-ulang kali.
Tok ... Tok... Tok... “Tree... Tree, kau bunuh diri di dalam? Cepat keluar...,” teriak Samarta dari luar mengetuk pintu tak sabaran.
Tak lama kemudian...
Jeglek... Pintu di buka dan keluarlah gadis cantik itu dari dalam kamar mandi.
“Astaga Tree kau hampir 1 jam di kamar mandi dan aku begitu ketakutan sebab kau kan tipe gadis capung mandi yang butuh hitungan menit saja membereskan acara mandi mu!!” omel Samarta.
“Sory Ta, tadi aku ketiduran lagi di kamar mandi, aku mau ganti baju dulu!” bohong Tree.
Begitulah hari ini, gadis itu membuat janji dengan sahabat untuk menikmati waktu berdua. Hari ini Tree janji akan menginap di apartemen Samarta dalam rangka menikmati weekend berdua nantik malam.
“Kau kesini menaiki mobil?” tanya Tree kepada sang sahabat, saat ini ia telah menggunakan kaos oblong serta jaket Levis, celana jin telah membalut tubuh gadis itu.
“Tidak lah Tree... Aku kesini di antara sama Kak Fren, entah ada angin apa dia memaksa banget mengantarkan ku!” ungkap Samarta jujur.
“Kau begitu banyak punya kakak, bisa tidak kau berikan padaku satu? Biar adil Ta,” kata si Tree mengambil ranselnya lalu menaruknya di punggung nya.
“Sayang kau sudah punya Pak Aston, kalog tidak, aku sudah kenalkan kamu dengan kak Star sepupu ku, dia itu jomblo akut!” kata Samarta yang tak tau bagaimana ke jombloan seorang Star One, sebab pria itu seperti tupai pandai menyembunyikan hobby gilanya yaitu koleksi para Tante.
“Tidak-tidak, terimaksih nantik kak Aston ngamuk aku kenalan sama pria lain, ayo kita pergi satu jam lagi kelasku di mulai!” gerutu gadis itu. Ya garis itu memiliki satu mata pelajaran yang tak bisa ia tinggalkan.
“Salah siapa kau lama-lama mandi, aku sudah membawa bekal untuk mu, tadi bunda datang ke apartemen, dan memberikan bekal sekalian untuk mu!” kata Samarta menenteng dua kotak bekal.
“Bunda Diva emang cantik dan baik, salam sama bunda!" kata Tree berbinar..
Keduanya keluar dari kamar petak gadis itu, “Selamat pagi Kakek!” Teriak Tree melihat sang Kakek dengan wajah girang.
“Astaga Tree!!” teriak Kakek karena melihat kebiasaan nakal cucunya yang suka turun dari tangga melewati pegangan tangga tersebut. Gadis itu meluncur seakan turun dari sebuah perosotan hingga mendarat di lantai satu.
Untung itu pegangan tangga di cor menggunakan semen jika kayu sudah patah dari dulu. Gerutu hati kakek mengelus dadanya.
Cupp... Sebuah ciuman di pipi Kakek.
“Dasar tom bajil, sarapan dulu Muh!" suruh kakek.
“Maaf. Yang mulia Kakek sayang, sepertinya hamba tidak bisa makan di rumah, waktu saya terbatas dan saran saya hari ini yang mulia Kakek pergi maskeran sama suntik Montok karena pipi kakek sudah menggeleber,” kata Tree langsung mendapatkan cubitan manis di pipinya.
“Ampun, Kek,” rintih Tree.
.....
.....
Gengg... Ngeng... Ngeng... Ngengg.... Werrr... Werr... suara motor Kawasengklek ninja 250R milik Tree membelah jalan dengan kecepatan tinggi.
“Wow, hebat Tree, lebih cepat mumpung ada odong-odong lewat kita salip Tree...,” Samarta girang. Sensasi di bonceng oleh Mpok Tree seperti ini membuat Samarta nagih pergi dengan gadis itu.
Ngeeengg.... Ngengg... Cekiiitttt.... Gebrak.. Gadis itu mengerem mendadak sehingga gigi Samarta di belakang langsung bersilaturahmi dengan helem si Tree..
“Hati-hati Maimunah!” omel Samarta.
“Sori aku liat buk Nibon, baru ingat aku di kantin, aku punya utang dua ribu!” kata gadis itu merogoh kantong jaketnya. Ia tak tau di belakang odong-odong yang ia salip tadi menabrak pohon karena menghindarinya.
“Selamat pagi buk Nibon!” sapa Tree kepada wanita paruh baya yang tengah berjalan kaki menenteng tas ayam yang terbuat dari plastik.
“Eh neng Trea!” kata si bibik.
“Bik, saya mau bayar hutang!” Tree menyodorkan uang dua ribuan ke arah si bibik.
Plak.. Plak... punggung Tree di tepuk oleh Samarta..
“Tree... Tree...," panggil Samarta.
“Sabar Ta, aku bayar hutang dulu,” sedangkan si emak-emak yang mau nerima uang Tree gemetar seakan yang yang Tree kasik adalah uang terbuat dari emas.
“Selamat siang!" suara bariton membuat Tree langsung meletakkan uang 2rb di tangan si bibik lalu membalikkan tubuhnya.
“Siapa pemilik motor Kawasengklek ninja 250R warna hitam ini?” tanya seorang polisi mengambil kunci motor Tree.
Glek... Tree menelan air liurnya.
Habislah aku. Batin Tree.
“Ada apa ini pak?” tiba-tiba seorang wanita cantik seksih datang entah dari mana.
“Maaf atas ke tidak nyamannya nona, saat ini terjadi kecelakaan kecil karena motor ini melaju dengan kecepatan di atas rata-rata," terang pak polisi.
“Astaga Tree!” teriak gadis itu.
“Anda mengenal gadis ini nona?" tanya polisi.
“Dia adik saya pak polisi, dia baru mendapatkan surat-surat mengendara,” gadis itu memberikan namanya dan juga menelpon pengacara nya.
Sejak kapan aku punya kakak? Gumam Tree dalam hati. Kedua gadis itu memandang drama di depan matanya. Si Tree sama si Samarta saling Senggol.
“Maaf sudah merepotkan pak polisi!" gadis itu menunduk beberapa kali.
“Tidak apa-apa nona Esia, saya pamit dulu, mohon di ingatkan adiknya karena bisa berakibat fatal jika sudah seperti ini,” ujar si polisi.
Ia yang tiba-tiba menjadi penolong dadakan Tree adalah Esia yang kapan hari bertemu Tree di restoran. Wanita yang mengaku tunangan Aston.
“Asli ini drama sabun colek!” Gumam Tree dalam hati.
“Terimakasih Pak! Terimakasih!” wanita bersikap dengan ramah ketika si polisi menangani kecelakaan kecil itu meninggalkan mereka.
Kecelakaan itu tak menimbulkan korban cuba satu roda odong-odong itu lepas sehingga menggelinding mengakibatkan pengendara lain hilang konsentrasi hingga terjadi kecelakaan beruntun.
“Bisakah kita bicara berdua Nona Trea?" pinta gadis itu formal, terlihat banget jika mereka memang tak saling mengenali.
“Nona begitu baik sehingga membantu orang yang anda tidak kenal hingga seperti ini,” ujar Tree, gadis itu bukanlah gadis polos yang langsung berterimakasih atas bantuan orang yang baru ia kenal.
“Anda begitu pintar Nona Tree, jika bukan demi Aston saya tak mungkin menolong anda, dan saya ingin bicara empat mata dengan anda!” kata wanita itu to the poin.
“Tapi sayang, saya saat ini terburu-buru, lagian kita tak kenal satu sama lain dan tak pernah memiliki ketersinggungan dalam hal apapun!" kata Tree menaiki kuda besinya.
“Kita memiliki ketersinggungan nona, dan saat ini saya tengah mengandung anak dari tunangan saya dan tunangan saya adalah kekasih anda!” kata wanita itu.
“Drama tunangan yang mengaku bunting anak dari mantan tunangan itu saya sering tonton di sinetron ikan sapu-sapu terbang itu tante Esia, jadinya kata-kata anda tak mempengaruhi kami," kata Samarta yang sudah geram dan tak suka dengan wanita berwajah judes macem Tante girang minta di tabok itu. Gadis itu naik ke motor duduk di bonceng motor Tree sahabatnya.
“Aku bisa membuktikan bahwa anak ini milik Aston!” kata wanita itu membuat tangan Tree mencengkram setang motornya.
^^^To Be Continued^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
githa.rhma
waahh As beneraann Aaassssuuuu yak klo beneran mah 🙄🙄
2022-10-05
2
githa.rhma
star pen nandingin jaguar ku yup 🤣🤣
2022-10-05
0
githa.rhma
ehhh ini pegimandra 🤔🤔🤔🤔😅😅
2022-10-05
0