" Jangan bunuh saya Senor... " ucap Starla bergetar
" Untuk apa aku membunuhmu... membuang-buang peluruku saja " jawab Anthoni dingin
" Denbe kau hukum dia... " perintahnya pada Denbe
" What... why me..? " tanyanya
Starla menatap Denbe penuh harap, seolah-olah memohon melalui kedua matanya
" Baiklah Starla aku hanya menjalankan perintah... hukumanmu adalah mengangkat sebelah kakimu.. jewer kedua kupingmu dan hitung sampai 100 " ucap Denbe sambil tersenyum usil
Starla bersyukur dalam hati...hukuman yg bersahabat pikirnya... lalu mulailah Starla melaksanakan hukumannya
" Denbe... hukuman apa itu..? " ucap Anthony
" Biar anda puas cuci mata Senor " jawabnya santai, Anthony menghabiskan sarapannya sambil memandangi Starla, begitu pun Max yang sejak tadi tak berkedip
" Ehem... ehem.. sepertinya ada yang tertarik dengan Starla " bisik Denbe pada Max, Max pun tersenyum simpul
Tak lama hukumannya pun selesai, Starla sudah berdiri seperti biasa di posnya. Keringatnya bercucuran tapi ia tak berani menghapusnya karena tatapan mata Anthony membuatnya gemetaran
" Starla... apakah kau sudah punya pacar? " tanya Max
" What...? " Starla terkejut mendengarnya, ia lalu mengelengkan kepalanya... semakin lebar senyum Max. Anthony hanya menyimak tanpa suara
" Kalau begitu bisa dong kita berkencan? " ucapnya tanpa basa basi. Starla terdiam ia menunduk dan kembali mengelengkan kepalanya
Ketiganya terkejut dengan jawaban Starla
" kenapa kau menolak ajakan kencan Max.. bukankah kau tak punya pacar? " tanya Denbe penasaran
Starla kembali diam...
" Brak... jawab " teriak Anthony... membuat Starla tersentak, diangkatnya wajahnya yg sedari tadi menunduk...
" Saya tidak tertarik untuk berkencan dengan siapapun , saya hanya ingin bekerja dan membahagiakan mama..." jawabnya pelan
ketiganya pun terdiam
" Tapi berkencan kan tidak akan menganggumu membahagiakan mamamu? " protes Max tak puas dengan jawaban Starla
" Tuan... saya hanyalah anak seorang pembantu, saya tidak pantas... " jawabnya dingin
" Memangnya kenapa kalau mamamu seorang pembantu " kali ini Anthony yang bertanya , mendengar suara Anthony membuat Starla kembali gemetaran, ia tak tau mengapa ia begitu takut dengan Anthony
" Tidak apa-apa Tuan... sebaiknya anda berkencan dengan wanita yang sekelas dengan anda dr Max " Starla menjawabnya dengan sangat hati-hati, takut membuat Anthony marah lagi
Max kemudian berdiri dan mendekati Starla
" Sekarang katakan... apa kurangnya aku, hingga kau menolakku? " tanyanya lagi sambil mengangkat dagu Starla dengan telunjuknya.
Ia mendekatkan wajahnya hingga jarak mereka hanya beberapa cm. Jika tidak mengingat mamanya bekerja di Mansion ini ingin sekali Starla menampar lelaki di depannya ini
Starla mengerjapkan matanya, tangannya mengenggam erat menahan amarahnya, lalu ia memundurkan badannya menjauh dan berlari meninggalkan ruang makan, ia ingin berlari sejauh-jauh nya dari ruangan itu... air matanya mengalir deras
" Semua laki-laki sama saja.... brengsek " ingin sekali ia berteriak seperti itu di depan ketiganya... namun apa daya ia hanyalah debu di antara permata
Sementara itu di ruang makan.....
" Gadis yang unik... " ucap Denbe
" Mengapa kau berkata seperti itu Denbe? " tanya Max
" Sekarang aku tanya... pernahkah seorang gadis menolakmu Max? "
" Tidak " jawabnya
" Apalagi jika itu gadis miskin seperti Starla... tapi mengapa ia menolakmu? " tanya Denbe penasaran
Anthony diam saja... tapi hati kecilnya lega karena Starla tak menerima Max... ada apa ini? perasaan apa ini? kesahnya dalam hati
Setelah tenang Starla mendatangi Nana di kamarnya
" Nana bisa aku bicara padamu? "
" Tentu starla.. kemarilah! ada apa? " tanyanya
" Bisakah aku mengerjakan pekerjaan lain saja, biar aku di belakang mencuci pakaian saja " pintanya memelas
Nana memperhatikan wajah Starla yang terlihat kusut
" Aku akan mempertimbangkannya, ceritakan apa yang terjadi " ucapnya
Starla menceritakan semua yang terjadi di ruang makan
" Ku mohon Nana, aku tak mau bertemu dengan mereka lagi... aku takut " ucapnya lagi
" Baiklah Starla... mulai besok kau ke bagian loundry saja " ucap nana. Nana tau sifat Max yang mata keranjang , gadis secantik Starla memang harus dijauhkan jika tidak Max bisa merusaknya
🏵🏵Ke esokan paginya 🏵🏵
Anthony dan Max sudah siap di meja makan
Nana masuk dan membawakan sarapan untuk keduanya, keduanya pun terkejut
" Mana Starla? " tanya Max
" Ada... ia sekarang bekerja di bagian loundry... Max " sahutnya
" Mengapa Nana? " tanya Anthony
" Maid yang bertugas sedang sakit jadi Starla yang mengantikannya, aku terlalu tua untuk mengerjakan loundry Senor.. " jawab Nana
" Nana tolong sampaikan pada Starla... kemaren aku hanya bercanda jangan dimasukkan ke hati " ucap Max
" Baiklah Max " jawab Nana
Keduanya pun terdiam dan menghabiskan sarapannya tanpa suara
Tak terasa sebelas hari sudah Starla di Mansion Montenegro, ia bekerja dengan baik dan tak pernah keluar dari area dapur.. ia takut bertemu dengan Senor anthony.
🍹🍹Di pinggir Kota Meksiko 🍹🍹
Denbe menyetir mobil dengan cepat, beberapa mobil mengejar mobil mereka.
" Tak bisakah kau menyetir lebih cepat... old man " ejek Anthony. Anthony mengeluarkan pistolnya lalu mulai menembaki mobil-mobil dibelakangnya
Kejar-kejaran dan tembakan berlangsung cukup lama sampai anak buah Anthony datang dan menyelesaikan musuh bosnya. Anthony dan Denbe pun mampir si sebuah Club untuk bertemu dengan seseorang
Di ruangan privat room... beberapa lelaki duduk sambil bercakap2, tak lama Anthony dan Denbe masuk dengan menodongkan pistol ke arah mereka
" Ternyata di sini cecurut pada berkumpul " ucap Anthony duduk di sembarang kursi
" Hai... Senor Montenegro.. apa kabar? " Rolan berbasa basi
" Kau tau Rolan... semua mafiamu sudah kuhabisi " ucap Anthony sambil menghisap cerutunya. Rolan terdiam....
" Apa maksudmu Senor... " ucapnya pura-pura tak mengerti
Dorr.... sebuah peluru ditembakan Dembe dari pistolnya mengenai kaki kiri Rolan
" Sekali lagi kau berani menyelipkan narkobamu di pengiriman kami.... peluru ini akan mengenai kepalamu " ancam Denbe
" Sudah kukatakan ...aku hanya melakukan transaksi dan pengiriman senjata, jadi jangan kau coba-coba mencampurnya dengan narkoba. Ini peringatan terakhir Rolan " ucap Anthony dingin
Mereka pun meninggalkan club
" Antar aku pulang " ucapnya pada Denbe
" Okay.. Senor "
Anthony diam sepanjang perjalanan... badannya terasa lelah... apa kabar gadis itu... tanyanya dalam hati, mengapa aku mengingatnya?
" Sudah sampai Senior, cepatlah beristirahat sudah sangat larut . Jangan lupa obati lukamu " ucap Denbe lagi, ya waktu sudah pukul 01.00 malam
Anthony masuk ke Mansionnya, ia melangkahkan kakinya ke dapur karena merasa haus, sudah terlalu malam untuk membangunkan maid hanya untuk minum
Sementara itu Starla terbangun, malam ini terasa sangat panas. Ia duduk hendak minum, namun air minumnya ternyata habis ..... mau tak mau ia pun ke dapur ingin mengisi air di teko.. siapa tau mama nanti mau minum juga pikirnya.
Starla ke dapur hanya memakai baju tidurnya berupa kaos u can see dan celana pendek ketat, dipikirnya siapa juga yang akan melihatnya malam-malam begini.
Sesampainya di dapur, Starla langsung membuka kulkas dan mengambil botol air es, dituangnya ke gelas dan meminumnya sampai habis... oh lega sekali... ucapnya sambil mengisi tekonya dengan air putih.
Tiba-tiba suara bariton seorang pria mengagetkannya
" Apa kabarmu Starla ...? "
Starla memalingkan wajahnya kearah suara tersebut, betapa terkejutnya ia melihat siapa yang menyapanya....
" Se.... senor...? " ucapnya kaget
Jangan lupakan likenya, komen dan voteee yang banyak ya sista
Dokter Max
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Mella Soplantila Tentua Mella
gue suka
2022-08-27
1
Rafanda Cahya
tinggal milihhh🤩🤩🤩
2022-07-21
1
Nurlaelasari Ela
dr max ganteng maximal,,,😄😄😄
2021-08-14
1