Hai hai hai
Jumpa lagi, Alhamdulillah sudah memasuki bab 20. Thor harap kalian menyukai kisah yang disajikan. Mohon maaf jika lambat up, kadang-kadang inspirasi macet entah terbang kemana.
Jangan lupa untuk selalu like komen dan votee bila kalian suka
" Stoppp Senior... hentikan " teriak Starla
Anthony menarik telunjuknya dari pelatuk, dilihatnya Starla berlari menuruni tangga dengan terburu buru. Ia hanya mengenakan jubah mandi dengan rambut basahnya yang terurai indah.
" Hati hati Starla... " teriak Anthony. Karena mendengar teriakan Anthony, Starla malah kaget dan ia pun terjatuh sendiri. Starla terjatuh dengan posisi terduduk. Anthony gemas melihatnya, disarungkannya kembali senjatanya, ia mendatangi Starla yang masih terduduk meringis sendiri.
Tak terkira kelegaan yang dirasa oleh kelima orang yang akan di hukum, terlebih lagi Rita. Ia sampai menangis walaupun tak bersuara. Dari kejauhan Brenda dan beberapa maid mengintip sambil berdoa dalam hati masing-masing agar Starla dapat meluluhkan hari Senior dan mau membatalkan hukuman mati tersebut.
Anthony mengangkat gadis cantiknya itu lalu diletakkan disofa dengan berlahan sambil mengomel
" Mengapa kau berlari hah? sudah kubilang hati-hati, lihatlah sekarang kau sampai terjatuh.... ada apa kau ke mari Starla? " ucap Anthony sambil melirik ke arah payudara Starla yang sedikit terlihat.
Starla membetulkan baju mandinya, ia baru sadar tak memakai apapun di balik baju mandinya, pantasan Senior melihat ke arah dadaku terus... 😅🙄🙄 oh sungguh bodohnya aku... rutuknya dalam hati.
Anthony memperhatikan lutut Starla yang sedikit lecet
" Brenda!! ambilkan kotak obat " teriaknya
Tak lama Brenda datang dengan kotak obat di tangannya
" Ini Senior " ucapnya, Anthony mengambil kotak obat itu lalu memberikan obat pada kaki Starla. Karena perih Starla otomatis mengangkat sebelah kakinya yang diberi obat. Mata Anthony tak sengaja disuguhi pemandangan indah di balik baju mandi Starla yang tersingkap . Mata Anthony tak berkedip, sampai Starla memperbaiki baju mandinya. Sheett mengapa ia sangat sexy, rutuk Anthony dalam hati
Starla bukanya tak tahu, sebenarnya bukannya ia sengaja melakukannya untuk memancing Anthony.
" Mengapa mereka di ikat Senior, dan tadi mengapa Anda mau menembak Rita? " tanyanya pelan
" Jangan mencampuri urusanku Starla! " ucap Anthony
" Aku tak mencampuri Senior, aku... aku... hanya bertanya " jawabnya sambil memegang tangan Anthony
" Aku akan menghukum mereka "
" Memangnya apa salah mereka ? "
" Mereka gagal menjagamu.....maka mereka harus mati " mata Anthony kembali melihat ke arah dada Starla
" Mati...? Anda ingin menembak mereka? jangan kejam Senior... look aku baik-baik saja " ucap Starla sambil memegang pipi Anthony
Tuhan maafkan aku... aku menjadi gadis perayu tapi aku tak mau ada yang mati karenaku ucap Starla dalam hati.
" Lepaskan lah mereka Senior... Please!! " Starla memohon sambil memegang tangan Anthony. Anthony langsung berdiri
" Mengapa kau memohon untuk mereka, atau ada yang kau sukai di antara mereka hah? " ucapnya marah. Hadehhh memang kalau dah bucin ya bawaannya cemburu aja..😄😄
Starla terdiam, ia bingung mau menjawab apa. Ia bukan lah orang yang pandai bersilat lidah. Melihat Starla yang diam Anthony semakin marah. Di ambilnya kembali senjatanya di arahkan ke lelaki yang diikat itu
" Mana di antara mereka yang kau sukai? ini... ini.. atau ini..? " tanya Anthony sambil menunjuk dengan pistolnya.
" Bagaimana mungkin aku menyukai mereka Senior, aku bahkan baru ini melihat mereka " sahutnya
Anthony kembali mendekati Starla. Starla menarik tangan Anthony agar duduk. Starla berbisik si kuping Anthony
" Aku hanya menyukaimu " ucapnya dengan pipi yang memerah. Anthony terkejut mendengarnya
" Ulangi! " perintahnya
" Aku hanya menyukaimu " ucapnya pelan
" Yang nyaring aku tak mendengarnya "
" Aku hanya menyukaimu vampir tua!! " teriaknya sambil menutup wajahnya
Anthony senang sekali mendengarnya. Di angkatnya Starla ke pangkuannya
" Sekarang katakan alasan sebenarnya mengapa kau ingin aku memaafkan mereka " tanya Anthony sambil memeluk pinggang Starla
" Aku tak mau ada yang mati karenaku Senior. Mereka pasti punya keluarga yang menanti mereka pulang. Entah Istri, kekasih, orang tua ataupun anak. Aku tak bisa membayangkan berapa banyak orang yang bersedih jika Anda tetap menghukum mereka karena aku " Jelas Starla dengan air mata yang menetes.
Anthony menghapus air mata Starla dengan ibu jarinya.
" Jadi kau ingin aku memaafkan mereka? "
" Si Senior "
" Berani sekali kau bernegosiasi denganku, apa yang kudapatkan jika memaafkan mereka " tanya Anthony
Starla terdiam sesaat...
" Apa yang kau inginkan dariku Senior, aku tak punya apa-apa " jawabnya
" Kau punya yang kuinginkan, apakah datang bulanmu sudah selesai? " tanya Anthony sambil tersenyum mesum
Starla paham apa yang diinginkan Anthony. Sebenarnya ia tak mau seperti wanita murahan tetapi ia teringat dengan Brenda yang sedang hamil, cukup aku yang tak punya ayah... pikirnya. Apakah pengorbanan ini setimpal Starla tak bisa menimbangnya.
" Sudah Senior, baru saja " jawab Starla akhirnya. Senyum Anthony mengembang.
" Aku ingin memilikimu Starla, bagaimana? "
Starla menganggukkan kepalanya pasrah.
Anthony menurunkan Starla di sofa kembali, lalu mendatangi para pengawalnya
" Kalian boleh bubar, kerjakan kembali tugas kalian. Dan untuk kalian berlima kali ini lolos, ingat kalian berhutang nyawa pada Starla. Pergilah " ucap Anthony
" Terimakasih Senior... Nona!! " ucap kelimanya penuh rasa syukur. Anthony mendatangi Starla dan mengangkatnya menaiki tangga
" Baiklah Starla.... di kamarku atau dikamarmu? " tanya Anthony tampak tak sabar
" Di kamarku saja Senior " jawab Starla gugup.
🍭🍭🍭🍭🍭
Sementara itu di markas Senior Juan Dolga.
Juan sedang duduk mendengarkan informasi dari bawahannya
" Senior mengenai identitas nona Cleo, kami belum mendapatkan data apapun. Mungkin Cleo hanya nama samaran, kami juga mencari berdasarkan fotonya, gadis ini bukan artis , model atau anak bangsawan manapun " jelas salah seorang anak buahnya
" Hemmm begitu, ada laporan apa lagi "
" Tadi mata-mata kita sudah mengikuti Senior montenegro dan ia membawa gadis itu ke Villanya yang berjarak 45 menit dari sini Senior " lapornya lagi
" Kalau begitu bersiaplah, kita akan melakukan penyerangan. Aku akan mengambil gadis itu sebelum kehilangan jejak!! " perintah Juan
" Apakah kita perlu melapor dulu pada Senior Dolga? "
" Tidak perlu, cepat bergerak "
Dalam 10 menit sudah siap 30 anak buah Juan, masing-masing sudah memegang senjata dan menaiki mobil. Tak lama Senior Juan keluar dari markasnya dan memasuki mobilnya
" Ayo kita mulai penyerangan, ingat jika target kita sudah dapat langsung bawa dan mundur, mengerti!! "
" Si Seniorr... " jawab mereka serentak
Rombongan mobil Senior Juan mulai bergerak satu satu. Mereka bergerak dengan kecepatan sedang karena tak mau menarik perhatian.
Tak jauh dari markas Juan Dolga seorang mata mata dari Anthony juga sedang melaksanakan tugasnya. Ia sampai bersembunyi di atap markas Juan, walaupun penuh Resiko tetapi tetap dijalani karena memang sudah merupakan pekerjaannya.
Ia berusaha menghubungi Anthony untuk melapor tetapi Hp Anthony sedang tidak aktif. Akhirnya ia menelfon Denbe
" Hallo Tuan Denbe, saya mau melapor. Ini penting sekali... siaga 1..."
Apalagi yang akan menimpa Starla, ibarat lolos dari lubang buaya kemungkinan besar masuk ke sarang singa 😥😥😥
Sampai disini dulu Sista, doakan mudahan up berikutnya bisa segera
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Mella Soplantila Tentua Mella
next
2022-08-27
0
Sri Wahyuni PH
uuuwwiiihhh menegangkan..jeng jenggngggg...
2021-06-18
0
Hamida Anggraeni
seharusnya Anthony menikahi starla jk dia serius thd starla
2021-01-17
1