" Se.... senior??? " ucapnya terbata
" Masuk!! " perintahnya membuat jantung Starla seperti hendak copot, oh mama tolonglah aku cicitnya dalam hati.
Starla duduk dengan berlahan di sebelah Anthony, ia menunduk kedua tangannya menarik-narik ujung roknya yang semakin naik karena posisinya.
Anthony memperhatikan Starla dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rambutnya di gelung rapi dan gadis itu memakai seragam perawat. Dadanya langsung bergetar melihat paha dan kaki Starla yang putih dan mulus itu.
Limosin pun melaju dengan stabil
" Apa kabarmu Starla? " sapa Anthony dengan suara baritonnya yg sexy
" Baik Senior, apakah mama sakit lagi? " Starla memberanikan dirinya bertanya sambil mengangkat wajahnya menatap Anthony
" Sekarang tidak, entah nanti semua tergantung padamu " jawabnya dingin
" Apa maksud anda Senior? " tanyanya bingung dengan jawaban ambigu Anthony
" Apa kau masih ingat pesanku, saat terakhir kita bertemu? " tanya Anthony, Starla mengeryitkan dahinya bingung
" Pesan? pesan apa Senior? " tanyanya tanpa dosa
" Starlaa!! jangan menguji kesabaranku " ucapnya marah. Sebenarnya Starla ingat setiap perkataan yang diucapkan Anthony waktu itu
" Apakah anda serius dengan pesan anda itu Senior?? " tanyanya tak percaya
" Jadi kau anggap selama ini aku main2 hah!!"
" Si senior " cicitnya pelan nyaris tak terdengar
" Sheet.... sheet... duk duk " Anthony menyumpah sambil memukul bangku dengan kepalan tangannya, Starla tambah gemetar. Ia pun bergeser menjauhi Anthony, ia takut kena tonjok
Anthony yang melihatnya tambah gemas
" Apa kau tau berapa banyak wanita yang menanti kata-kata itu meluncur dari bibirku Starla, dan kau malah menganggapku bercanda!! " ucapnya marah
" Tentu saja Senior, mengapa saya? saya bukan siapa2 saya hanya anak seorang maid, tak mungkin anda menyukai saya " ucap Starla dengan jujur, tak mungkin orang sekelas Anthony menyukainya
Anthony menarik tubuh Starla dan mendudukkanya di pangkuannya, tanpa babibu langsung di pagutnya bibir ranum Starla, ia seperti orang kelaparan yang dengan ganas melahap bibir Starla. Sudah berminggu-minggu ditahan rasa rindunya ini. Starla kaget sekali namun apa daya ia hanya bisa pasrah, tak mungkin ia bisa melawannya
Anthony melepaskan ciumannya sejenak
" Balas ciumanku Starla!! " bisiknya lalu kembali mencium bibir Starla. Starla hanya bisa menurut, dipejamkannya matanya . Bibirnya berlahan namun pasti membalas ciuman Anthony, semakin lama ciuman itu semakin dalam dan panas, nafas keduanya sama-sama memburu
Tangan kiri Anthony meremas paha Starla, ahh desah Starla tanpa sadar, membuat tangan Anthony naik semakin dalam memasuki rok Starla, ia ingin mencapai inti Starla. Tiba-tiba Starla membuka matanya, tangannya menarik tangan Anthony
" No Senior... jangan jangan!! " ucapnya sambil mengatur nafasnya, namun tangan Anthony tak bergerak dari tempatnya
" Mengapa Starla? " tanyanya dengan sexy di kuping Starla, Starla sampai merinding
" Saya..... saya... sedang datang bulan " ucapnya malu
" hemm baiklah... " jawab Anthony mengerti, ia pun mengubah posisi tangan ke dada Starla, kembali ciuman panas dilancarkan Anthony, ia sepertinya tak pernah puas mencumbu bibir ranum tersebut, dengan lincah tangannya membuka kancing baju Starla dan mengobok-obok isinya, bibirnya pun kini telah berpindah ke area dada Starla.
Anthony menyusu seperti bayi yang kehausan, Starla hanya bisa menahan rasa geli dan sakit di dadanya karena sesekali Anthony mengigit gemas miliknya.
" Tolong hentikan Senior, its hurt!! " bisiknya pada kuping Anthony. Anthony pun menghentikan kegiatannya, sambil mengatur nafasnya Anthony mengancingkan kembali baju Starla
" Kau ingin tau mengapa aku memilihmu Starla? " Starla mengangguk, Anthony menarik tangan Starla dan meletakkannya pada tornadonya yang telah mengencang
" Karena hanya kau yang bisa membuatnya bangun setelah 3 tahun " ucapnya tanpa malu
Starla langsung menarik tangannya
" Dasar vampir mesumm " ucapnya dengan pipi yang memerah
" Kau menyumpahi ku hah, hukumanmu akan kutambah " ucap Anthony
" Hukuman? apa salah saya Senior? " protesnya sambil mengangkat bokongnya dari paha Anthony, ia ingin duduk kembali di kursi namun Anthony menahannya
" Kau tidak tau kesalahanmu? baiklah ini lihatlah " ucap Anthony mengambil hp nya dan memperlihatkan foto Max yang mengenggam tangannya
" Sekarang jelaskan!! " ucapnya sambil mengeratkan pelukannya pada pinggang Starla, diletakkannya dagunya pada bahu Starla
" Anda memata matai saya? " tanya Starla terkejut
" Tentu saja 24 jam " jawabnya
" Mengapa Senior? "
" Kau masih bertanya mengapa? karena kau wanitaku. Sudah jangan banyak bertanya, jelaskan saja foto itu!! " ucapnya lagi seperti kekasih yang cemburu
Starla menarik nafasnya
" Saya tidak tau, tiba-tiba saja dr Max menarik tangan saya waktu itu " jawabnya jujur
" Sekarang katakan siapa lelaki ini, apakah pacarmu? " tanya Anthony lagi sambil memutar video dari Rita
Starla terkejut melihat video tersebut, inikan baru kemarin jadi benar-benar aku diawasi 24 jam.
" Bukan Senior, pria itu beristri... istrinya sedang hamil dan mengidam, meminta suaminya untuk pura-pura melamarku " jawabnya sambil tertawa
" Kau menertawakanku? " tanyanya
" Bukan Senior, saya menertawakan istrinya, ia meminta suaminya pura-pura melamarku, namun kemudian ia marah karena cemburu ha ha lucu sekali " jawab Starla kembali tertawa geli
" Jadi saya tak punya kesalahan untuk dihukum bukan? " ucap Starla
" Siapa bilang? kau membiarkan 2 lelaki berbeda memegang tanganmu!! " protes Anthony marah
" Maaf.... " ucapnya pelan
" Bolehkah saya pindah duduk di bangku, Senior? " tanyanya lagi
" Tidak, tetap seperti ini sampai kita tiba di Villa ku " jawabnya, di rapikannya rambut Starla ke sebelah kanan bahunya, diciumnya leher Starla dari belakang
" Villa? kita tidak ke Mansion, bukankah mama mencariku? " tanya Starla bingung
" Tidak!! "
" Lalu untuk apa kita ke Villa? "
" Untuk menghukummu di sana " ucap Anthony sambil terus menciumi leher Starla
" Please Senior maafkan saya, jangan hukum saya. 3 hari lagi saya harus magang di Rumah Sakit " ucapnya memelas
" Semua tergantung padamu, jika kau menurut maka hukumanmu akan cepat selesai " ucapnya sambil tersenyum licik
Ya Tuhan apa lagi ini, mengapa aku harus ke Mansion itu dulu aku menyesal sekali. Jika waktu bisa diulang.....😩😩😥
Starla hanya bisa mengeluh dalam hati, tak sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Mata Starla melihat jalanan yang mereka lalui, memang bukan jalan menuju Mansion sepertinya Senior serius akan menghukumku.
Sementara Starla melamun, Anthony terus saja menciumi leher dan rambut Starla, ia sangat menyukai wangi yang keluar dari tubuh gadis itu.
Tak lama mereka memasuki pintu gerbang sebuah bangunan, Starla ternganga melihat kemewahan bangunan di depannya.
" Sungguh indah sekali Senior, benarkah tempat ini milik anda Senior? " tanyanya tanpa sadar
" Kau meragukan kekayaanku? " ucapnya marah, Starla hanya menarik nafas
" Mengapa anda sangat pemarah Senior, menikahlah agar anda lebih sering tersenyum " olok Starla, entah dari mana keberanian itu muncul
" Baiklah jika itu maumu, setelah kau lulus kita akan menikah " jawab nya
" Ha ha ha anda pintar sekali melawak " jawab Starla tak mau kalah
Supir membukakan pintu Limosin dan mempersilahkan keduanya keluar. Begitu keluar mata Starla tak berhenti mengagumi keindahan Villa Anthony
" Cantik sekali " ucapnya
" Ya... secantik dirimu "
Jangan lupa goyangkan jarimu... tinggalkan jejak gues
Villa Anthony
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Mella Soplantila Tentua Mella
cantik villanya
2022-08-27
2
Kadek Pinkponk
like mendarat sempurna 👍👍👍
2021-05-08
3
Hamida Anggraeni
cantik banget villa nya
2021-01-17
0