" Lepaskan tangan kotormu dari wanitaku " teriak Anthony mengelegar
2 kubu terlihat saling todong dengan senjatanya masing-masing. Juan tersenyum, ia tambah mengeratkan pelukannya pada Starla.
Starla mengerakkan badannya
" Lepaskan saya Senior... please!! " ucapnya memelas. Juan tersenyum melihatnya
" Kau semakin mengemaskan jika memohon seperti itu " ucap Juan berbisik di kuping Starla
" Juan Dolgaaa.... jangan sampai kesabaranku habis!! " bentak Anthony, ia sangat marah melihat Starla berada dipelukan Juan.
Rita menarik tangan Juan lalu menahannya. Merasa bisa bergerak Starla langsung bergerak ke arah Anthony. Tak disangka Juan membanting Rita sebelah tangannya kembali menarik tangan Starla, sedangkan sebelah tangan Starla sudah ditarik juga oleh Anthony.
Starla bingung kedua tangannya di tarik oleh 2 orang berbeda
" Lepaskan Juan atau ayahmu akan menangis karena kehilangan anak satu-satunya " ancam Anthony
" Ha ha ha gadis ini terlalu muda untukmu Anthony, berkacalah " ejek Juan
" Kau.... " Anthony mengambil pistolnya dengan sebelah tangannya, begitu juga Juan. Tak ada yang mau melepaskan Starla. Kedua pistol itu berada di depan wajah Starla.
Para paparazi mengambil kesempatan yang langka ini dengan mengambil foto sebanyak-banyaknya. Besok berita ini pasti booming. 2 Kartel berseteru karena seorang gadis cantik. Siapa gadis itu... semua bertanya-tanya.
Mentri Omar memberanikan diri mendekat.
" Tolonglah Senior Juan dan Senior Anthony, ini adalah acara pernikahan anakku... hormatilah kami Tuan rumah " ucapnya menengahi
" Dia berani menganggu wanitaku Omar! " protes Anthony
" Tak ada cincin di jarinya, artinya ia wanita bebas " kelit Juan
Omar melepaskan tangan Juan dari Starla
" maaf Senior Juan aku tak membela siapapun, tapi gadis ini memang datang dengan Senior Montenegro . Bukankah begitu Nona? " ucap Omar lagi
" Si Tuan... " jawab Starla bergetar
Anthony langsung menarik Starla ke pelukannya. Lalu meninggalkan ruangan tanpa sepatah katapun sambil mengendong Starla dengan gaya Bridalstyle karena Starla merasa lemas sekali.
Juan menyarungkan kembali senjatanya. Ia juga meninggalkan ruangan tersebut tanpa suara diikuti semua pengawalnya.
" Cari tau siapa gadis itu, aku harus memilikinya! " perintahnya lagi
Sementara itu Starla sudah berada di mobil dengan Anthony. Tubuh Starla terus bergetar, ia merasa takut sekali melihat 2 senjata berhadapan di depan wajahnya.
Anthony memeluk dan menciumi Starla
" Maaf Starla... kau tak apa-apa kan, apakah ada yang sakit? " tanya Anthony pelan
Starla hanya mengelengkan wajahnya, ia masih sedikit shock. Dipeluknya Anthony, disembunyikan nya wajahnya ke dada Anthony, ia merasa sedikit tenang dengan posisi itu. Tak lama Starla pun tertidur di dada Anthony. Anthony membelai rambut Starla dan sesekali menciumi keningnya.
Sesampainya di Villa Anthony mengangkat Starla dan membaringkannya di ranjangnya. Anthony menuju ruang kerjanya lalu menelfon Denbe
" Hallo Senior ada apa, kudengar ada keributan di tempat Mentri Omar? "
" Hemmm, Juan berani sekali menganggu Starla " jawabnya
" Bagaimana bisa? bukankah kalian sudah mengunakan perlindungan no 1 ? "
" Itulah.... sepertinya mereka perlu diganti, melindungi di ruangan tertutup saja tidak beres... aku kecewa sekali Denbe " keluh Anthony
" Sekarang apa yang akan kau lakukan? " tanya Denbe
" Persiapkan personel baru, ganti !! "
" Lalu yang lama.. dipindah kemana? "
" Akan kuhabis mereka, itu hukuman mereka " jawabnya dingin
" Senior..... jangan.... "
" Sediakan saja personel baru, mereka urusanku. kau tak usah ikut campur " ucap Anthony marah menutup telfonnya
Anthony keluar dari ruang kerjanya.
" Kumpulkan mereka yang bertanggung jawab di bawah. Aku akan turun 1 jam lagi " perintahnya lalu ia masuk lagi ke kamarnya.
Dilihatnya Starla masih tertidur. Anthony berbaring di sebelahnya, dipeluknya Starla dari belakang. Anthony tidak tidur, ia hanya menemani Starla. Setengah jam kemudian Starla terbangun. Didapatinya Anthony sedang memeluknya, ia berbalik menghadap Anthony yang tertidur.
Tangan lembutnya membelai pipi Anthony yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Ia tersenyum merasakan geli pada telapak tangannya. Tiba tiba Anthony membuka matanya dan menatapnya, Starla terkejut otomatis menarik tangannya. Anthony menahan tangan Starla
" Sentuhlah sepuasmu " ucapnya sambil meletakkan kembali tangan Starla di pipinya
Blusss.... pipi Starla langsung memerah, ia merasa malu tertangkap basah
" Maaf " cicitnya kembali menyembunyikan wajahnya ke dada Anthony
" Tidur lah kembali My Starla " ucap Anthony sambil memeluknya lagi
" Starla ikutlah denganku ke Spanyol, tidak usah magang bagaimana hem? " ajak Anthony
" Aku tak bisa Senior, sudah 3 tahun sekolahku sayang. Hanya 3 bulan lagi selesai. Kasian mama jika sekolahku tak selesai. Mama sudah bekerja keras untuk menyekolahkanku " tolak Starla
" Tapi aku takut dengan keselamatanmu, kau lihat sendirikan tadi "
" Aku akan berhati hati Senior "
" Pertimbangkan lah lagi Starla, di Spanyol kau akan lebih aman. Kau bisa tinggal menemani mamaku " ucap Anthony menyakinkan Starla
" Tinggal dengan Senorita? tidak Senior aku tak berani "
" Mengapa? "
" Aku bukan siapa-siapa, aku takut Senorita tak menyukaiku "
" Kau tau Starla... mama tak mungkin tak menyukaimu, ia sudah tak sabar ingin berjumpa denganmu " ucap Anthony, di ciumnya punggung tangan Starla
" Senior apa yang telah anda ceritakan pada Senorita ? "
" Biasa gara-gara mulut Denbe yang ceriwis itu, Mama tau kalau aku menyukaimu "
" Apa yang Senior sukai dariku, aku hanya gadis miskin anak seorang maid yang tak punya ayah " ucapnya tertunduk
Anthony mengangkat dagu Starla dengan telunjuknya
" Aku dan mama tak perduli dengan latar belakangmu Starla. Aku menyukai semua yang ada pada dirimu, semua. Jangan pernah berpaling Starla, aku tak akan pernah melepaskanmu " ucap Anthony lagi
Starla meneteskan air matanya, ia sungguh tak menyangka Anthony ternyata benar2
-benar menyukainya. Ditangkupnya kedua pipi Anthony, diciumnya bibir Anthony pelan. Anthony menyambut bibir Starla dengan sukacita.
Setelah puas dengan kegiatannya mengolah bibir... 😅😅. Anthony memanggil 2 maidnya untuk melayani Starla mandi. Sedangkan ia turun ke bawah untuk menyelesaikan urusan dengan anak buahnya.
Anthony turun ke lantai 1 villanya tanpa senyum. Wajahnya mendadak dingin bahkan terkesan garang. Di ruang tamu tampak semua personel keamanannya yg berjumlah 20 orang telah berkumpul. Ada 5 orang yang duduk di lantai dengan posisi tangan terikat di belakang. Salah satunya adalah Rita.
Melihat Anthony datang semua menundukkan kepalanya. Anthony duduk di sofa di depan kelima orang tersebut sambil mengisap cerutunya
" Kalian sudah tau apa kesalahan kalian?? "
" Si Senior "
" katakan!! "
" kami kurang berhati-hati menjaga Nona " jawab Rita
" Kalian bukan kurang berhati-hati, kalian gagal total. Wanitaku sampai dipeluk oleh Juan Dolga. Juan Dolga musuh bebuyutan Montenegro... apa kalian paham!! " Suara Anthony meninggi
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara itu Starla baru saja selesai mandi di bantu 2 orang maid. Ia sudah mau dibantu mandi karena datang bulannya sudah selesai.
Keluar dari kamar mandi tiba-tiba saja seorang maid mendatanginya dan memeluk kakinya sambil menangis
" Nona... tolonglah kami nona!! " ucapnya sambil menangis
" Ada apa Brenda, mengapa kau menangis apa yang bisa kubantu? "
" Tolonglah Nona, Senior dibawah akan menghukum team pengaman. Saya takut mereka akan di tembak hu hu? " adu Brenda
" memangnya mereka salah apa hingga akan di hukum? "
" Karena mereka lalai menjaga Nona "
" Apaa...? hanya karena itu? tapi aku bisa apa Brenda, aku bukan siapa-siapa " ucap Starla
" Tolonglah Nona anda adalah wanitanya Senior. Senior pasti akan mendengarkan Nona. Tolonglah nona salah satu dari mereka adalah suamiku. Aku sedang hamil muda nona hu.. hu.. hu " ucap Brenda lagi
Starla terkejut mendengarnya
" Rita juga kena hukum... kasian sekarang ia tulang punggung keluarganya Nona "
" Apaaa...?? Rita juga... " Starla tambah kaget. " Bagaimana ini Brenda... apa yang harus kulakukan? " tanya Starla panik
" Rayu lah Senior Nona... tolonglah kami, kasihani kami " Brenda sampai bersujud di kaki Starla
Starla mengangkat Brenda
" Baiklah Brenda, aku akan berusaha " Starla lalu berlari keluar kamar menuju ke bawah. Starla bahkan tidak sadar ia hanya mengenakan baju mandi tanpa memakai dalaman apapun.
🍠🍠🍠🍠🍠🍠
Puas memarahi pengawalnya Anthony mengambil pistol andalannya.
" Kalian beruntung Starla tidak celaka, jika ia sampai celaka bukan hanya kalian tapi semua keluarga kalian akan ikut kena " ucapnya sambil mengarahkan senjatanya ke kepala Rita, telunjuknya sudah hendak menarik pelatuk
" Stooppp.... Senior hentikan " teriak Starla
Sampai disini dulu ya eps kali ini
Jangan tertipu dengan judulnya ya.. ngak ada ena ena di eps ini... 😅😅
Jangan lupa like komen dan votee nya selalu dinanti
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
Mella Soplantila Tentua Mella
apa starla berhasil menghentikan antonio untk menghukum anak buahnya
2022-08-27
1
Retno Marsudi
hmmm mmmm,,, tahan napas
2021-07-29
2
Duwik Kirana Phonya
tanggal 13 February itu thor aq baca novelmu eh sekarang aq ulang lagii sumpahh novel ter the bets thorrr ayolah aq juga nunggu yg melodi upp dong thorr
2021-07-18
0