Sudah sejam Starla berbaring di ranjangnya, ia tak bisa tidur. Dadanya masih berdebar, di sentuhnya bibirnya yang terasa bengkak. Ia memejamkan matanya.... masih terasa sisa-sisa sentuhan Anthony di badannya.
Mengapa Senior menciumku.... aku hanya anak seorang maid, bukan wanita yang sebanding dengannya. Pasti Senior hanya mempermainkanku.... dasar vampir tua seenaknya saja mencumbuku hik.. hik.. hik.. aku harus secepatnya keluar dari Mansion ini, aku tak mau membuat masalah untuk mama.
Semalaman Starla tak bisa tidur, banyak rencana telah tersusun di otaknya.... aku harus pergi tekadnya.
Waktu menunjukkan pukul 07.00 ia telah siap dengan tasnya, ia sudah menghubungi Sisi agar menjemputnya di Kota.
" Kau yakin akan kembali hari ini sayang ? " tanya mama
" Ya ma... 3 hari lagi kan masuk, aku harus mencari tempat magang dulu sebelum masuk ma " alasan Starla
" Baiklah sayang... minta izinlah dengan Nana dan Senior " ucap sang mama
" Aku minta izin dengan Nana saja ma, aku tak berani menganggu Senior " ucapnya lagi
" Baiklah... ayo mama temani " ucap mama sambil memeluk Starla
Mereka berdua berjalan ke dapur untuk menemui Nana
" Pagi nana... " sapa Starla
" Pagi juga Starla... Miranda " jawabnya
" Nana... aku pamit ya, mau kembali ke Asrama... terimakasih atas semuanya " pamit Starla sambil memeluk Nana
" Mendadak sekali Starla dan mengapa kau memakai syal di lehermu, ini bukan musim dingin sayang " ucap Nana
" Kan masih pagi Nana... masih dingin, aku mau mencari tempat magang dulu Nana " ucap Starla sambil merapatkan syalnya lagi... kalau sampai ada yang melihat.. bisa berabe.. ucapnya dalam hati
" ok aku pergi dulu Nana... salamkan saja buat yang lain, maaf tak bisa pamit pada yang lain karena aku terburu2 " ucapnya lagi
" Baiklah... hati2 dijalan ya "
Nana memeluk dan mencium kening Starla
" Jagalah dirimu baik-baik sayang, kau gadis yang baik...jangan sampai salah bergaul ok " pesannya lagi
Miranda mengantar Starla sampai di depan pagar, mereka berjalan sambil bersenda gurau... Miranda memeluk Starla dengan erat, air matanya mengalir melepas kepergian anak satu-satunya...
" Hati-hati di luar sana sayang... belajar yang baik " pesan mama
" Baik ma... jika Starla sudah bekerja, Starla akan menjemput mama " ucapnya, diciumnya kening dan pipi sang mama
" Dadah.... mama masuklah, aku baik-baik saja " pinta Starla.
Setelah Miranda masuk, Starla berjalan mencari taxi untuk pergi ke pusat kota
Cukup lama Starla berdiri.. akhirnya ada taxi melintas, ia pun menaiki taxi tersebut. Denbe yang baru datang sempat melihat Starla memasuki taxi
" Bukankah itu Starla? kemana ia pagi-pagi begini? " ucapnya penasaran
Sesampainya di meja makan, Denbe melihat Anthony yang sedang sarapan dilayani oleh Miranda
" Miranda.. kulihat Starla pergi dengan taxi, kemana ia pergi? " tanya Denbe, Anthony terkejut mendengarnya
" Starla pergi? " tanyanya kaget
" ya Senior... tiba-tiba saja ia pamit pagi ini, katanya ia mau mencari tempat magang " sahut Miranda
Anthony hanya diam... apakah karena semalam? ucapnya dalam hati.
Anthony mempercepat sarapannya
" Ayo kita berangkat " ucapnya langsung berdiri tanpa menunggu Denbe , Denbe terpaksa membawa rotinya sambil berjalan ke mobil
Sesampainya di mobil, Anthony memerintahkan Denbe ke pusat kota, Denbe pun menyetir ke pusat kota
" Senior... seingatku tadi malam keningmu tak apa-apa, tapi mengapa sepertinya terluka? " tanya Denbe
Anthony terdiam... ia teringat lagi dengan cumbuannya tadi malam terhadap Starla, ia pun tersenyum tanpa sadar, Denbe yang melihat Anthony tersenyum langsung meminggirkan mobil, ia menoleh ke belakang
" Katakan Anthony... apa yang terjadi! " ucapnya penasaran, Anthony diam tak menjawab pertanyaan Denbe
" Lanjutkan perjalanan!! " bentaknya
Denbe kembali menyetir dengan penasaran...mengapa pagi2 Senior sudah senyum-senyum, sudah lama sekali aku tak melihatnya tersenyum? Denbe bertanya dalam hatinya.
" Ke pinggir Denbe " perintah Anthony, Denbe pun memarkirkan mobilnya.
" Bukankah itu Starla? " tanya Denbe, melihat Starla di seberang jalan sedang berdiri seperti sedang menunggu seseorang
" Senior... apa ada hubungannya syal Starla dan keningmu? " tanya Denbe penasaran, ia merasa aneh karena panas-panas begini Starla malah melilitkan syal di lehernya
" Semalam aku mencium dan mencumbunya " akhirnya Anthony buka suara
" Lalu.... ?"
" Starla memukul keningku dengan teko " jawabnya lagi sambil memegang keningnya
" wha ha ha ha hi hi hi... 😆😆😆😂😂😂😂" Denbe otomatis tertawa geli sampai mengeluarkan air mata
" Kau tau Anthony.. ini akan viral jika orang-orang tau Senior Anthony Montenegro dihajar oleh seorang gadis ha ha ha " kembali Denbe tertawa
" Jika sampai ada yang tau kejadian ini, aku tak akan segan menembakmu Dembe " ucap Anthony menohok Denbe
" Siapa yang ditunggunya, apakah pacarnya? " pancing Denbe
" jika ia bertemu seorang pria akan ku tembak pria itu " desis Anthony sambil meraba pistol di pinggangnya.
" apakah kau menyukainya Senior? jika kau menyukainya jadikanlah ia wanitamu " tanya Denbe
" jauhkan ide konyolmu itu Denbe" ucap Anthony mengelak
Tak lama nampak seorang gadis mendatangi Starla, merekapun berpelukan dan bercanda tawa. Entah mengapa Anthony merasa lega melihat yang datang adalah seorang gadis bukan seorang pria
Denbe mengambil hpnya lalu mengetikkan sesuatu... kita lihat senior apakah kau menyukainya apa tidak... Denbe tersenyum sambil menyimpan hpnya kembali
Starla nampak mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah kartu dari dompetnya, tiba2 saja seorang pria merampas dompet Starla dan berlari ke seberang jalan menuju ke arah mobil Denbe. Starla berteriak sambil mengejar pria tersebut
" Shittt " umpat Anthony, ia pun segera keluar dari mobil dan mengejar pria yang berlari ke gang sambil membawa dompet Starla
" Berhenti... atau kutembak!! " teriak Anthony
Anthony berlari mengejar pria tersebut... lalu menendangnya dari belakang, pria itu pun tumbang.
" Berani sekali kau menganggu seorang Montenegro !!" bentak Anthony
" Apa...?? tidak Tuan maafkan saya " ucap pria itu ketakutan
Pria itu menyerahkan dompet Starla tanpa diminta, Anthony menembak kaki pria itu tanpa berkedip... entah mengapa ia merasa sangat marah ada yang berani menganggu Starla.
Starla dan Sisi yang mengejar penjambret itu terkejut melihat Anthony yang menembak penjahat tersebut. Starla terdiam badannya gemetar...
Anthony berjalan ke arah Starla sambil memeriksa isi dompet Starla... bagaimana ia bisa hidup dengan hanya beberapa lembar uang saja.... komentarnya dalam hati
" Periksa... apakah ada yang hilang !!" ucapnya sambil menyerahkan dompet Starla. Starla menerima dompetnya dengan tangan bergetar... ia lalu memeriksanya
" Ti.. tidak ada yang hilang Senior " ucapnya tetap menunduk, ia tak berani menatap Anthony
Sementara Sisi tak berkedip menatap Anthony...ohhh betapa gagah dan tampannya ...mulutnya sampai terbuka saking terpananya
" Mau kemana kau... pergi tanpa pamit padaku ? " tanya Anthony, Starla tak merespon
" Starla!!! " bentaknya
" Saya mau mencari tempat magang.. Senior " jawabnya tetap menunduk
" Bukankah Max sudah menyuruhmu ke Rumah Sakitnya.... untuk apa lagi kau mencari tempat magang?? " cecar Anthony
" Starla bilang dia takut pada dr Max.... " adu Sisi
Anthony menarik tangan Starla....
" Ikut aku!! " ucapnya dingin.... Starla tak berkutik hanya bisa menurut
Apa kira2 yang akan terjadi pada Starla??
Tetep tunggu up selanjutnya... 🤗🤗
Jangan lupa like, komen dan voteeee
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 129 Episodes
Comments
As Ngadah
co sweet
2024-10-14
0
Rafanda Cahya
baru juga keluar udah ketangkap aj ya starla😅😅😅😅
2022-07-21
1
mbaRos
apa mau dianter ke Mark ya
2021-12-07
1