Waktu berlalu terasa cepat hingga pagi pun sudah tiba.Harvey yang baru bangun dari tidur nyenyaknya merasa lebih fress.Ia kini berjalan menuju bathroom untuk bercuci muka agar wajah tampannya terlihat segar,pikir Harvey.
Setelah bercuci muka Ia keluar dari dalam bathroom dan mengedarkan pandangannya pada kamar hotel yang begitu luas dan mewah hingga seketika tersadar akan sesuatu.
"dimana dia." gumam nya saat menyadari bahwa Allen sudah tidak berada didalam kamar.
Ceklek.
Bunyi pintu kamar yang terbuka membuat Harvey mengalihkan tatapannya pada sosok gadis remaja cantik yang muncul dibalik pintu membawa nampan berisikan makanan dan air putih.
"sarapanlah." ucap Allen saat melihat Harvey yang sudah bangun.Ia meletakkan nampan itu diatas meja dekat sofa.
"kau membawanya dari bawa hingga ke kamar.?" tanya Harvey yang pada gadis remaja yang sudah berstatus istrinya.
"tentu bukanlah.Aku sarapan dengan Valery direstaurant hotel tadi dan aku mengingatmu jadi ku suruh Valery memesan dan membawanya sampai depan pintu dan selanjutnya aku yang membawa nampan itu." ujar Allen panjang lebar dan hendak pergi.
"jangan pergi dulu,aku ingin berbicara padamu." seru Harvey menghentikan langkah Allen. "bicaralah." jawab Allen dengan datar dan segera duduk disofa yang disusul oleh Harvey.
Sembari menikmati sarapannya,Harvey berusaha menyusun kata yang tepat agar nanti saat diberitahukan pada Allen tidak akan salah paham.
ehemm..
Harvey berdehem dan menetralkan perasaannya. "kau itu ingin bicara atau hanya ingin ditonton makan." tanya Allen dengan suara yang meninggi.
"Baiklah,emmm...begini,kau taukan setiap lelaki pasti punya seorang pacar dan.." ucapan Harvey terpotong saat Allen tiba-tiba menyahut.
"oh kau ingin bilang bahwa kau sudah punya pacar?" seru Allen dengan santai yang dibalas anggukan oleh Harvey. "dan kau menyuruhku untuk mengizinkanmu berpacaran serta tidak mengurusi urusan pribadimu." tebak Allen membuat Harvey sukses terkejut karena gadis kecil disampingnya menebak dengan benar.
"aku tidak masalah dan kurasa itu lebih baik lagi karena kau tau kan aku ini artis yang top dan sedang naik daun jadi aku mempunyai kesibukan yang berarti tidak akan sempat meluangkan waktu untuk mu." terang Allen dengan bijak layaknya wanita dewasa hingga membuat Harvey menatap tak percaya padanya.
"oh iya,aku juga punya seseorang yang ku kagumi jadi memang tidak mencampuri urusan masing-masing adalah kesepakatan yang tepat." ucap Allen lagi dengan suara yang dikecilkan.
"kau punya pacar?" tanya Harvey menatap intens pada Allen yang sedang tersipu malu. "bukan pacar tapi aku menyukainya." jawab Allen dengan jujur hingga membuat Harvey tertawa.
"kenapa kau tertawa?" tanya Allen bingung karena Harvey justru menertawakannya. "kau itu masih kecil,tau apa kau tentang cinta." ucap Harvey saat menghentikan tawanya.Ia mengacak-acak rambut hitam pekat Allen.
"Cepatlah bersiap.aku harus kembali ke Jakarta karena banyak urusan di kantor." seru Harvey lalu melanjutkan sarapannya.
"aku tidak mau ikut denganmu." jawab Allen dengan ketus.Harvey yang mendengarnya menghela nafasnya dengan kasar dan segera meneguk habis air minumnya.Ia kini beralih menatap pada Allen yang duduk disampingnya.
"dengar ya Nona kecil,kau itu kan seorang istri...kau tau kan tugas seorang istri yaitu mematuhi suaminya." tutur Harvey dengan selembut-lembutnya memberikan pengertian pada Allen karena tidak ingin lagi berdebat.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Retno Anggiri Milagros Excellent
ya Allen itu bentuk tanggung jawab suamimu. manutlah... 🙏🏻😍🤭
2024-10-29
0