Dan saat itulah mereka sudah berhasil membawa kedua orang tuanya endin ke sini dan kemudian menanyakan ruangan endin saat ia menginap dirumah sakit dan beberapa saat kemudian bu verra berkata seperti ini kepada mereka.
“ Benar… kalian temannya Endin Sudah berapa lama kalian mengenalnya.”tanyanya dengan heran.
“Ya … om tante saya mengenal Endin saat kami diculik Om.”sahut nya malik
"hah."kagetnya kedua orang tuanya endin.
" kalian diculik di mana dan kapan biar kita sama-sama laporin orang itu ke polisi."ujarnya pak ferry ayah sambungnya endin.
"Lama banget om kalo saya om ga tau waktu saya diculik lupa om."ujarnya sih malik yg berterus terang.
"Ya .. om aku sama leli juga diculik pas 2 bulan kemarin."ujarnya sih bella yg berusaha menjelaskan nya.
"Kalo ... kamu.""tanya nya sih pak ferry kepada muslimah.
"Kalo saya sudah lama om udah 4 bulan diculik dan disekap di hutan didaerah terpencil waktu semenjak orang tua saya meninggal dunia."ujarnya muslimah sampe ia harus berterus terang.
" innalillahi wa inna ilaihi rojiun."ujar mereka yg iba kepada muslimah dan lainnya
" tuh kan Pah benar kita ga nemuin anak kita selama 4 tahun." Timpal Bu Vera sambil merangkul lengannya suaminya.
"Ya sih."ujar pak ferry.
“ Duh kenapa kalian baru bilang sekarang Apa kalian gak kasihan sama kami."timpalnya dengan raut wajah pak ferry dengan sedih dan mengunjak tubuh malik seperti ini.
Ya … anu om sebenarnya.”sahut malik dengan nada yg sedih yang tak bisa melihat kata-kata nya karena sedih dengan kondisi endin dan juga terdiaqlm
kemudian malik menceritakan masa lalu mereka saat endin masih diculik dan ditahan dan juga dimana dia sering disiksa oleh bang jamal dan sampai membuat anak-anak lain takut dan disitulah membuat orang tua Endin sangat geram dan ingin sekali memenjarakan nya dan di situlah Pak Feri kesal sambil memarahi malik selama ini dan dia bilang seperti ini tanyanya dan kemudian Bu Vera akhirnya membelanya yang berkata seperti ini kepada suaminya.
" Sudahlah Pah kan kita baru ketemu mereka di sini harusnya Papa bersyukur endin bisa ketemu olrh mereka pah." Timpal bu verra panjang lebar.
" tap-ii mah." Timpal yah sambil katanya terpotong karena dipanggil seorang dokter yang bernama dokter jordan.
" Iya Permisi saya dokter Jordan Indra yg menanganinya Muhammad Syarif endin apa betul ini saya berbicara dengan orang tua endin."
" Iya dok-ter." Timpal Bu Vera dengan suara yang kaku dan kemudian pak ferry berkata seperti ini.
"ya bagaimana dengan keadaan anak saya dokter tolong dijawab pertanyaan saya."timpalnya Pak Feri dengan emosi sambil menarik baju dokter tersebut.
" Tolong tenang dulu pak kalo bapak menarik abju saya."ujarnya sih dokter.
"untuk kondisi nya endin saat ini masih stabil jadi perlu istirahat dengan Cukup tidak boleh terhidrasi sama sekali karena kondisinya tidak memungkinkan dan harus minum obat dengan rutin dan vitamin setelah ia sadar pak." timpalnya dokter Jordan sambil menjelaskan panjang lebar.
" ya dokter Terima kasih atas informasi dan waktunya ya dok." Timpa Bu Vera dengan menunduk wajahnya.
" ya sama-sama Bu kalau begitu saya permisi dulu."timpalnya sih dokter dan setelah itu meninggalkan ruangan dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
Dan dan saat itu mereka Langsung melaksanakan membayar administrasi dinas atau berterima kasih kepada Om Abi yang telah merawat dan menanggung biaya pengobatan endin selama ini dan di situlah mereka saling berpelukan dan akhirnya mereka pun langsung menjengung endin dan beserta orang tuanya langsung melihat keadaan endin dan situlah ibunya langsung memeluk endin dan sambil bersedih.
“Ya … allah endin kenapa kamu bisa seperti ini nak.”sahutnya sih bu veera sambil memeluk endin dengan keadaan koma dan Kemudian Ferry langsung memeluk Bu Vera karena ingin menengankan nyaa dan tiba-tiba suster pun akhirnya datang dan Pak Feri pun langsung menanyakan keberadaan nya kepada suster saat menangani infus nya endin agar ia tetap bertahan
“Sus … bagaimana dengan keadaan anak saya sus.”timpalnya lagi sambil bertanya.
“Masih krisis pak… seperti yang dokter bilang pak ya Jadi dia butuh istirahat di sini dan harus mendapatkan perawatan intensif di sini pak.”timpal suster tersebut sambil mengelus punuk bu verra.
“Ya sus terima kasih sus.”timpalnya lagi sambil memeluk sih susternya.
“Ya… pak ... bu kalo begitu saya permisi dulu ya.”sahutnya sih suster sambil meninggalkan tempat.
Dan disitulah orang tuanya Andi sangat khawatir dan cemas apalagi melihat kondisi anaknya sendiri sih endin yang masih krisis sambil menanggis terseduh-seduh dan kemudian memeluknya saat anak mereka kembali di sebuah ruangan yang kecil ini dan tiba-tiba saja ada seseorang yang mengawasi nya dari depan diruangan tersebut.
“Sialan … ada orang tuanya Mampus gua nggak bisa bunuh dia untuk menutupi bukti.”timpalnya batin nya tersebut.
Dan ternyata yang mengawasinya yg tidak lain tak bukan ialah bang jamal dan kemudian bu veera pun langsung saja melihat dia dari depan jendala tiba-tiba saja bang jamal pun langsung mengumpat begitu saja agar ia tidak ketauan olehnya dan akhirnya tiba-tiba saja ada dua satpam yg melihat sih bang jamal yg berdiri didepan pintu sampai akhirnya ketauan dan akhirnya ditegur lah oleh 2 satpam tersebut.
“Woi … ngapain lo.”sahutnya sambil bersuara keras hinggan akhirnya bang jamal kicep dan terdiam.
“Ya woi mau kemana lo.”ujar teman satpam lain nya.
“ Sial … gw harus kabur sebelum ada yang nangkap gw disini.”gumannya dalam hati dan tiba-tiba saja ia pun langsung pergi begitu saja.
“Woi … jgn lariii .”timpal satpam pertama tersebut sambil mengangkat dan menunjuk tangannya.
“Iya… jangan kaburrr lu.”timpal satpam kedua sambil mengejar dianya.
“Duh … jangan sampai gw ketangkep kayak anak buah gw yg bloon itu.”gumamnya dalam hati.
Sampai akhirnya ia pun langsung kabur dan dikejar oleh 2 satpam sampai akhirnya dia pun berhasil kabur dan lolos dari kejaran dari 2 satpam tersebut dan tiba-tiba saja ia pun langsung saja menghubungi anak buahnya.dan setelah itu tiba-tiba anak buahnya langsung datang dengan memakai sepeda motornya yg butut dan akhirnya dia sudah sampai ditempat tujuaan ditempat sesuai dengan lokasi yaang dikirim oleh bang jamal dan kemudian diomelin lah dia oleh bang jamal hingga akhirnya dia marah-marah seperti ini.
“Uhf … dari mana aja sih loh.”sahutnya bang jamal sambil mengentok palanya.
“Duh … Maaf bos anu jalanan macet banget bos udah begitu-uu.”kata sih anak buah tersebut hingga pembicaraan nya dipotong oleh bang jamal.
“Allaah …. Banyak alesan mulu lu udah cepataaan pergi dari sinii sebelum ada yg liat kita.”timpalnya naik motor anak buah tersebut.
“Baikk … bos.”timpalnya yg sedang mengendarai motor.
Dan akhirnya mereka mulai segera pergi agar terhindar dari sanksi-sanksi mata agar mereka tidak ditangkap polisi dan hari besok kemudian ia sudah sampai di cianjur ia pun tidak pernah kapok untuk melakukan kejahatan segera ia menyelesaikan aksinya bejat untuk menculik anak-anak di bawah umur agat ia mendapatkan keuntungannya lagi saat itulah ia masih saja jadi intel buronan dan di awasi lagi dan ternyata ada salah satu agen polisi melihat mereka saat para polisi hendak beroprasi intel buronan dan itu pun disuruh oleh om Abi.
“Lapor komandan.”timpalnya sambil mengunakan handy talking atau disebut dengan walking talking saat menghungi komandannya.
"Sedang apa dia di sana.”timpalnya saat menelpon dengan berkomunikasi dengan polisi.
“ ya masih saja melancarkan aksi di dalam penculikan anak pak.”timpalnya saat menelpon.
“ cepat awasi Dia dan jangan lupa kamu intai dia saat dia pergi dan jangan lupa kamu ganti pakaian dan menyamar untuk menjadi anak buahnya ya kelvin.”sahutnya dengan tegas.
“ Baik Pak siap laksanakan.”timpalnya sambil menutup handy talking.
Akhirnya polisi itu siap siaga untuk segera mengikuti si bang jamal hingga pergi ke tempat tujuan yaitu di daerah cisaura di situlah dia langsung menculik anak tersebut dan langsung memasukkannya di markas oleh polisi tersebut.
Akhirnya polisi itu siap siaga untuk segera mengikuti si bang jamal hingga pergi ke tempat tujuan yaitu di daerah cisaura di situlah dia langsung menculik anak tersebut dan langsung memasukkannya di markas oleh polisi tersebut saat itulah dia langsung melaporkan pada komandannya bahwa bang jamal dan sedang berada dicisaura dan saat itulah ia menyamar menjadi dengan mengunakan baju compang camping seperti jalanan dan tak perpendidikan kemudian ia menyadari Bang jamal saat menyiksa dan menyuruh mereka seorang anak- anak untuk diam masuk ke dalam markas dan tidak manja lagi.
“ Assalamualaikum Bang.”sahutnya dengan lemah lembut
“Waalaikumsalam ada apa lu dimarih."timpalnya dengan galak sambil mememul anak kecil dan disitulah petugas tersebut perilakunya.
“ ini orang kejam juga ya apa tidak atu siapa saya.”gumamnya dalam hati dan kemudian dia menjawab.
“ Bang saya ingin kerja nih sama Abang boleh apa nggak.”timpalnya lagi
“ Maksudnya ape dulu nih.”sahut dengan sinis.
“ saya mau kerja di sama Abang Apa boleh saya gabung bang.”sahutnya dengan menunduk.
“Yah kebetulan ... lumayan nih gw dapet anaaak buah satu buat gw manfaatin nih.”gumamnya dalam hati.
Dan para akhirnya agent punya rencana untuk menyamar melamar menjadi anak buahnya oleh bang jamal sendiri dan kemudian agent tersebut melancarkan aksinya untuk mengawasi sesuai dengan ide komandon polisi untuk mengamati kelakuan bang jamal selama ini terhadap anak-anak kecil yang ia culik selama ini sampai belum mencapai target lamgsung dihajar oleh bang jamal sungguh kejam sekali perilakunya sampai suruh kerja terlebih dahulu sampai capai target yg diinginkan selama ini dan akhirnya agent tersebut langsung menghubungi komandan nya lagi.
“Lapor komandan ternyata benar yg dilaporkan oleh saudara bahwa ia tersangka kriminal penculikan terhadap anak-anak komandan.”timpalnya sambil mengunakan handy walking hingga berjauhan dengan bang jamal.
“Baik... laporan terima ya coba kamu awasin dia dan jangan sampai lengah.”
“Baik siap komandan.” Timpalnyaa sambil menutup handy walking dan kemudian ada salah satu anak buah yg memanggilnya seperti ini.
“Woi ... lama banget sih.”
“Kemana saja lu cepetan lu awasin nih anak kecil.”timpalnya anak buah bang jamal dengan emosi
“Oh ... iya bang.”
“Cepattt.” Teriaknyaa
“Iyaaa ... bang.”
Dan di situlah om abi melihat mereka saat mereka hendak pergi dan segera ia mengikutinya sehingga pada akhirnya abi pun sudah sampai ditempat tujuan dan segeralah dia pun melaporkan polisi dengan kasus ini apalagi sabotase dengan anak kecil seperti endin yg terbaring ke rumah sakit dan akhirnya ia pun langsung menelpon polisi sebegai penculikan anak kecil apalagi ia melanggar aturan akhirnya om abi ilang kepada komando polisi tersebut seperti ini dengan mengunakan genggam selulernya.
“Halo... pak komando polisi ini saya abi.”timpalnya sambil berada ditelpon.
“ya ... pak abi ada lak ada yang bisa saya bantu.”.
“Ya ... pak disini saya mau melaporkan bahwa ada tersangka penculikan anak-anak sudah semakin dekat ke daerah disini pak.”timpalnya abi sambil mengengam telpon.
“Ya ... dimana pak.”sahut komandon dengan tegas.
“ya tepatnya didaerah dicisaura pak nanti saya kirimkan lokasinya lewat wa pak."tinpalnya pak abi dan dan akhirnya ia pun langsung mengirimkan lokasi lewat WA kepada Pak komandan polisi tersebut.
“Baik ... pak segera saya proses kasus ini terima kasih atas laporan nya pak abi.”timpanya pak komandon tersebut.
“Ya sama-sama pak kalo begitu saya permisi dulu karena masih ada urusan untuk melanjutkan pekerjaan saya dahulu pak."ujarnya sih abi yg meminta izin ke pakpol.
“Baik ... pak abi saya berterima kasih kembali dan kasus ini akan Kami lanjutkan."timpalnya sambil menutup telpon nya pak abi.
" Iya sama-sama kembali pak komando kalo aaya permisi assalamualaikum." timpalnya sambil akhirnya pergi dari lokasi tersebut dengan menggunakan mobil.
"Ya ... walaikumsalam pak."ujarnya sih pak komando dan kemudian ia menuntup telpnya.
“Awas kamu bakal ketangkap sama saya jamal tunggu karmanya tunggu penjara sebentar lagi akan mendatangimu.”gumamnya sih abi sambil tersenyum dalam hati sambil menyetir mobil.
dan kemudian Ia pun langsung menyalakan mesin mobilnya dan setelah itu pergi untuk menemui anak-anaknya dan setelah itu menenangkan kedua orang tuanya Endin agar ia bisa berpikir tenang sebentar lagi polisi akan menyelesaikan kasus ini kalian kasus ini tidak tidak terjadi di tahun berikutnya.
dan di situ kedua orang tuanya Endin sangat senang karena dibantu oleh Abi seorang pemasaran yang handal dan salah satu agen terbaik selain Jadi pengacara ia sangat Dermawan kepada siapapun.
hingga akhirnya para polisi melancarkan aksi untuk menangkap Jamal agar segera ia dipenjarakan.
Next Time cerita sambung berikutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Shinichi x Kaito
next kak, jangan lupa mampir
2022-06-18
1