Dan di situlah mereka sangat khawatir dengan keadaan sih endin yang mulai sekarat sampai-sampai endin mengalami deman ititnya lemas sungguh ia tidak bisa berjalan dan akhirnya mereka tambah shock dan juga panik melihat kawan nya seperti itu apalaagi sih endin yang mengalami muntah -muntah hebat karena belum makan berhari-hari dan sampai si endin pun tidak bisa berkata lagi dan akhirnya muslimah pun menanyakan keadaannya saat ia hampir sekarat.
“ kamu nggak papa Din.”sahutnya muslimah yang mulai khawatir.
“Hukkk ... hukkk.”timpal sih endin yang mulai batuk-batuk setelah muntah.
“Gppp mah.”sahutnya syang terbaling lemah diatas lantai.
"duh ... guys sebelum nya kita harus bawa endin kerumah sakit dulu ya.” sahutnya muslimah lagi sambil memberitahukan teman-temannya untuk tetap bawa mending ke rumah sakit terlebih dahulu.
“ ya gimana caranya kita kan nggak punya uang mah.”sahutnya sih kembar leli.
“ bener kita aja enggak tahu orang tua kita di mana.”timpalnya sih kembar bella.
“ gimana ya.”gumamnya sih muslimah dalam hati yg mulai berfikir.
“ gimana kalo lu berdua Pencar aja cari aja orang yg mau nolongin biar gue sama muslimah jagain si endin untuk bertahan di sini.” sahutnya si Malik panjang lebar sambil menjaga endin.
“ Aduh gimana ya kita enggak berani kabur.”sahutnya sih kembar leli.
“ ehm ... harus berani dong.”sahutnya malik dengan tegas.
“Yaudah...ya."ujar sih bella dengan tegas.
“ pergi dulu ya.”sahutnya sih kembar bella.
"Dadah."ujar si Leli yang Melambaikan tangan kearah muslimah dan malik.
“Ya hati-hati ya.”sahutnya muslimah.
Itulah hidup mereka sebagai tahanan nya bang jamal apa-apa dibabuin oleh bang jamal dan mereka belum mempunyai strategi dan berfikir untuk lolos dan terbebas dari bang jamal sampai akhirnya Mereka pun belum terpikiran dan tidak punya waktu langsung saja dengan Sigap mereka meminta pertolongan ke orang lain untuk segera membawa si Endin ke rumah sakit setelah itu mereka selalu diawasin oleh diawasi oleh bang jamal saat Mereka dan warga-warga lain nya membawa sih endin secara berombongan sampai akhirnya sih endin pingsan dan bikin semua orang panik.
“Endiinnnnn.”sahutnya muslimah dan malik yang mulai panik.
“eh... kenapa ini kok dia bisa pingsan.”sahutnya sih orang tersebut yang baru datang ingin menolongn sih endin bernama jacky kenalan malik yg selalu menolong nya sampai-sampai jacky pun menaiki alis atasnya dengan rasa heran kepada mereka.
“eh ... iya bang endin pingsan.”sahutnya muslimah dan kemudian disusul kata oleh dimalik sambil menyadarkan sih endin agar ia bisa terbangun.
“Apa.”sahutnya sambil mengerutkan dahi karena binggung.
“ Iya serius bang.”sahutnya kompak muslimah dan malik.
“Yang bener.”sahutnya yang kurang percaya.
“Ya bang .....bener sih endin pingsan.”sahutnya sih malik dengan nada yg meyakinkan.
“Hah ... masa sih.”sahutnya yg ia panik dan mulai percaya.
“Ya ... bang.”Sahut mereka dengan kompak.
“ yaudah tunggu sebentar gw panggil bantuan dulu ya.”sahutñya sih jacky sampai ia pergi meminta bantuan.
Dan kemudian jacky pun langsung meminta bantuan kepada orang lain agar ia bisa diselamatkan dan dibawah kerumah sakit dan kemudian ada seseorang melihat jacky dengan penasaran dan bertanya ada apa yang terjadi dan kemudian jacky pun langsung menceritakan keluh kesah dan kejadian yg sebenarnyq bahwa si Andin pingsan dan juga sekarat dan kemudian ia pun langsung iba dan kasian endin yang mulai hampir sekarat dan kemudian ia pun menyelamatkan endin dan sampai ia pun dilarikan kerumah sakit dan sampai akhirnya bella dan leli pun datang dan bang jamal yang diam-diam mengikuti mereka dari belakang dan akhirnya mereka pun menanyakan keadaan endin yang mulai sekarat.
“Muslimah.”sahutnya sih kembar leli dan bella.
“Gimana keadaan sih endin apakah ia selamat.”sahut sih kembar leli.
“Alhamdulilah ia mulai tertolong.”sahutnya.
“Syukur alhamdulilah.”sahutnya sih kembar bella yang mulai tenang.
“Kok ... lu pada ada disini sih.”sahutnya sih malik sambil membeli bingkisan kepada bapak menyelamatkan tersebut.
Dan sampai bang jamal pun tidak bisa mengikutinya karena ada rombongan bisa-bisa gawat dan akhirnya orang tersebut menolong endin dan ternyata sih malik kenal dengan orang tersebut bahwa yan menolong sih endin adalah omnya sendiri bernama abi baru ia temui sekarang sampai mereka pun heran kenapa bisa kenal sama dan kemudian malik pun menjelaskan bahwa orang tersebut bernama abi yang telah menolong sih endin yailah om nya sendiri kepada teman-teman nya dan akhirnya mereka pun mempercayainya dan kemudian segera abi membayar biaya administrasinya dan kemudian mereka pun akhirnya menunggu sampai 3 jam lebuh mereka menunggu dan tiba-tiba saja mereka dipanggil oleh suster diruangan UGD diruangan 203.
“Permisi atas nama paisen Muhammad sairul endin silahkan masuk untuk 1 orang paisen ya.” Kata suster tersebut sambil memberitahukannya bahwa si endin memerlukan 1 orang saja.
“ya butuh namanya orang nya siapa ya.”sahutnya sih abi sambil berdiri dirungan UGD.
“Baik.” sahut si Abi sambil disusul oleh anak-anaknya sehingga berjalan rombongan dan ingin mengetahui keadaan sih endin.
“Ehm .... atas nama ibunya sih soalnya ia selalu mengigau nama beliau.” Sahutnya suster tersebut akan memberitahukannya.
“Hah.”sahut mereka pada kaget dengan kompaknya.
“Ya ... untuk adik-adik mohon di tunggu di luar ya soalnya pasien atas Muhammad sairul endin mengalami masa kritis yang berat ya adek-adek ta.”sahutnya suster tersebut.
“ baik suster.”sahut mereka dengan kompak semuanya.
○○○○○○○○
Akhirnya mereka pun menunggu Sekarang berada depan ruangan UGD sampai salah satu kawan-kawan mereka ada yang panik termasuk muslimah yang berdoa semoga endin sampai akhirnya nya mereka harus melaksanakan ibadah solat agar doanya bisa diterima untuk kesembuhan endin sampai-sampai salah satu dari mereka pun kan namun tidak cukup dan akhirnya mereka semua pun menyarankan biar Omnya saja yang memberikan bingkisan kepada endin ddan Om Abi pun juga merasa iba dan langsung saja memberikan bingkisan termasuk buah-buahan dan bubur agar ending bisa sembuh akhirnya mereka langsung pergi ke sana setelah itu berada di luar ruangan UGD sambil Om Abi pun menanyakan keadaan kepada dokter tersebut seperti ini.
“ di mana dengan keadaan Si endin dok.”sahutnya sih abi.
“ Iya masih aga stabilPak Sepertinya dia merindukan seorang ibu.”sahutnya sih dokter di dalam ruangan tersebut sambil menceritakan kondisi sih endin.
“ Ya Allah bagaimana keadaan sih endin Ya Allah endin sembuh.” Timpal Muslimah dengan khawatir dan gelisah.
dan kemudian teman-teman yang tersebut menghiburnya yang berkata seperti ini kepadanya.
“ muslimah Tenang ada kita di sini kok.” Sahutnya sih kembar leli sambil memeluk muslimah.
“ ya kita ada di sini kok semoga endin sembuh.”sahut sih kembar bella sampai akhurnya mereka berpelukan agar muslimah tenang dan susul malik yg mulai cemas.
“ yang mau lu tenang aja kita udah salat kok.”sahutnya menenangkan muslimah.
“amin.”
“Yaudah yuk... untuk adek2 jangan masuk silahkan tunggu dulu ya.”sahutnya sih dokter.
“baik dokter.” Sahut mereka dengan kompak.
Kemudian dokter tersebut menerangkan bahwa sehingga sangat memerlukan ibunya cuman sampai saat ini Ibunya belum ditemukan karena efek culik tertekan apalagi sering disiksa oleh Bang Jamal saya pun disuruh istirahat selama 2 hari setelah itu mereka disuruh pulang namun Mereka pun bingung harus bagaimana ia bisa pulang apalagi sering disiksa oleh bang jamal dan namun mereka khawatir Jika ia meninggalkan Andien sendiri takutnya bang jamal akan menyelahkakan sih endin dan akhirnya malik pun menyarankan untuk tinggal bersama Om nya dulu untuk sementara dan menjaga endin dirumah sakit selama 24 jam oleh sang suster dan akhirnya mereka sepakat untuk tinggal bersama sampai orang tuanya ketemu dan akhirnya setelah 2 bulan mereka pun datang lagi kemudian membawa administrasi pembayaran beserta penjagaan ketat oleh susternya kemudian dia bersama Malik yang datang kan karena ia pun takut nanti terjadi hal yang tidak diinginkan apalagi diawasi dan dikerasin siapa lagi kalo bukan bang jamal.
“ bagaimana dengan keadaan Si endin.”sahutnya sih om abi.
“ Iya dokter cuman orang tuanya belum ditemukan sampai sekarang.” sahut si Malik sambil menceritakannya.
“ Iya saya tahu saya harap kalian bisa menemani pasien atas nama endin bisa sembuh ya.” Timpal sih si dokter sambil menerangkannya.
“Baik didokter nanti saya telpon temen-temen saya dok.” Sahutnya si Malik.
“ Oke ... dek.”sahutnya sih dokter dengan ramah.
“ Saya permisi dulu ya pak.”timpalnya sambil meninggalkan ruangan.
“ ya dokter terima kasih.” Sahutnya abi
Dan kemudian mereka semuanya ikut berjalan saat Om Abis selesai menyelesaikan pembayaran administrasi termaksud muslimah dan sih kembar leli dan bella disuruh ikut bersama om abi sampai akhirnya Abi pun menanyakan kepada malik kenapa bisa berada di tangan orang yang salah dan Malik pun tidak bisa menjawab karena dia merasa terancam Ia pun mulai nangis dengan Tegas om abi pun menanyakan kepada Malik mereka berada di restoran McDonald makanan junk food yang ia suka dan ia pesan yaitu kentang goreng waffle dan Ayam goreng kesukaan Abi dan juga Malik sambil ampun menanyakan keadaan Malik saat ini.
“ om ... mau nanya sama km.”sahutnya mulai tegass dengan kepada malik sambil ia makan dan namun malik terdiam saja.
“ jawab kok diam kenapa km bisa dia.”sahutnya om abi dengan heran.
“Ya ... om saya ceritakan yg sebanarnya.”sahutnya sih malik mulai gugup.
next part berikutnya ■■■■
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments