Itu terjadilah hal yang tak terduga akhirnya endin masih dirawat di rumah sakit setelah ditangani oleh dokter sampe ia masih menyebut tentang ibunya dan terlintas oleh mimpi sehingga ia menangis sejadi-jadinya karena ia masih merundukannnya dan sampai akhirnya muslimah dan teman-teman lain nya sangat khawatir dengan keberadaan sih endin.
“ ibu ibu endin kangen Bu Jangan tinggalin endin seperti ini bu.”lirihnya sih endin sambil merengek
hingga tertidur diatas kasur rumah sakit yg empuk.
Disitulah mereka mendengar endin saat sih endin mengigau tentang ibunya lagi sampai muslimah dan teman-teman lainnya sangat mengkhawatirkan dirinya kembali apalagi om nya juga ikut sekali mengkhawatirkan nya sekaligus takut dan tiba-tiba saja sih suster pun menyuruh keluar agar sih endin bisa beristirahat kembali sebagai pemulihannya dan akhirnya mereka pun keluar dari ruangan tersebut agar endin bisa beristirahat dan itulah muslimah berpikir Ada apa dengan masalah dengan endin sampai muslimah melamuni diri dan berkata dalam hati juga seperti ini.
“ Bagaimana kalau dia meninggal dunia Kasihan dia belum bertemu dengan ibunya endin.”gumannya sih muslimah dalam hati dan kemudian saja ia pun dikagetkan oleh om abi sendiri.
“ Hey …. Kenapa kok kamu bengong.”sahutnya dia sambil menepuk badannya muslimah.
“Gpp … kok muslimah lagi pusing sedikit saja om.”sahutnya yg pura-pura padahal ia sedang memikirkan keadaan sih endin tapi ia tidak jujur dengannya.
“Yaudah …. Kalo km pusing entar om beli obatnya ya.”timpalnya sambil memberikan bantuan.
“Gpp … om tidak usah repot-repot om sebentar lagi pusing saya akan hilang sendiri ."ujarnya sih muslimah dan tiba-tiba saja malik bercelutuk seperti ini.
“ mungkin muslimah kepikiran endin kali om haha.”timpalnya sih endin sambil tertawa.
“Ihh … apaan sih lik.”timpalnya muslimah sambil menampol lengan kiri endin.
“Auhh… sakit tau.”sahutnya malik yg meringis.
“Lagian lu jail sih lik.”timpal sih kembar leli.
“Ya … tau nih.”timpal sih kembar bella.
“Ho .. oh.”sahutnya muslimah sambil meledek Malik dan menjulurkan lidah dan menarik matanya kearah bawah.
“ ya -ya..”sahutnya sih malik dengan kesal sambil berekspersi cemberut.
“maaf maaf.”sambungnya sih malik sambil menunduk.
“ sudah-sudah …. Kalian jangan beribut Ayo kita salat agar endin cepat sembuh.”sahutnya memperingatkan mereka.
“ Baik om.”sahut mereka semua dengan kompak.
Akhirnya mereka pun langsung melaksanakan ibadah salat magrib sambil mereka berdoa pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar sih endin cepat sembuh Dan setelah melaksanakan salat magrib dan langsung saja mereka makan siang di kantin yg tak jauh dari di belakang rumah sakit dan tiba-tiba saja muslimah merasakan ada yang mengikutinya dan akhirnya ia menengok kebelakan dan ternyata tidak ada orang dibelakang nya dan kemudian saja muslimah merasa panik.
Dan kemudian salah satu teman nya mulai menanyakaan keadaan nya saat ia memakan suapan terakhirnya.
“Muslimah km kenapa.”sahutnya sih kembar leli sambil menepuk halus ke arah badan muslismah agar ia meresa tenang.
“Ya … muka mu pucat begitu sih.”timpal sih kembar bella.
“Ya … tau nih lu kenapa sih mah.”sahutnya sih malik dengan nada yg lumayan menekan sambil memakan suapan berikutnya.
“Ya.. mah km jawab saja sayang jujur sama om dan lainnya ya.”sahutnya om abi sambil menenangkan muslimah dan muslimah pun bingung menjawabnya dan kemudian ia pun berusaha menjawab dengan tenang.
“Ya …. Gpp kok om hehe.”timpalnya sambil tersenyum agar yang lain nya tidak merasa khawatir.
“Oh … kiarin ada apa hahahaha.”sahutnya om abi sambil tertawa.
“hehehe.”timpal sih malik yang ikut tertawa.
“Hahahahaha.”timpal tawa mereka yg ikut tertawa semua.
Akhirnya suasana menjadi cair saat mereka makan bersama setelah mereka makan akhirnya merekapun cabut untuk mengunjungi endin lagi dan sebelumnya mereka harus ada persiapan yaitu membeli buah, air mineral, dan juga obat-obatan untuk endin agar endin tidak kekurangan vitamin dan jyga dehidrasi dan mereka langsung pergi pergi ke supermaker saat itu sudah mereka sudah sampe ke supermarket untuk belanja.
dan kemudian saat itulah tiba-tiba ada seseorang wanita paru baya kira sudah 46 tahun yg tidak sengaja menabrak mereka hingga keranjang belanja mereka semua terjatuh dan saat itulah ibu tersebut menunduk dan langsung saja minta maaf kepada mereka seperti ini.
“Ehm … Maaf saya ga sengaja menabrak kalian semua.”sahut wanita tersebut sambil tiba-tiba mengambil keranjang mereka.
“iya … tante gpp kok.”sahut sih kembar leli.
“Ya … tante saya juga minta maaf.”timpal sih muslimah.
“Aku … juga minta maaf soalnya ga liat.”timpal sih malik.
“gpp sini biar tante yg memumutnya barang kalian.”sahutnya wanita paruh baya itu sambil mengambil beberapa belanja buah apel dan air yg jatuh.
" gak usah ngerepotin tante.”timpal sih malik dengan sopan.
“ Iya tante biar kami yang memumut barang belanjaan tante .”timpal sih bella.
Dan kemudian muslimah dan lain nya juga ikut memumutnya dan memerikan barang belanjaan kepada ibu baru baya tersebut semua barang belanjaan masing-masing telah terkumpul dan tiba-tiba saja om abi langsung datang sambil bertemu dengan mereka dan setelah membeli obat dan roti untuk sarapan untuk berjalanan nanti sampai akhirbya om abi heran kenapa bisa mereka kenalan sama orang asing dan kemudian om abi pun langsung bertanya kepada ibu nya seperti ini.
“Permisi kalo boleh tau anda siapa ya bu…?”sahutnya yg mulai heran.
“Oh … iya kebetulan nama saya vera pak…?”
“Dan saya yang nabrak jugaa pak dan jadi saya minta maaf banget udah nabrak keranjang belanja bapak sana anak.”timpal nya sambil berbicara panjang lebar.
“Gpp… biar saya saja yang memumutnya bu.”timpalnya dengan sopan sambil membantu belajaan seperti apel ,pear, anggur,jeruk dan air dll yg jatuh.
“Ehm … terima kasih atas bantuan nya pak.”sahutnya sambil tersenyum.
Dan kemudian mereka pun mengajak Ibu menabrak tersebut bernama vera untuk makan siang cuman bu vera tiba-tiba menolak karena tidak enak telah menabaraknya dan juga merepotkan nya dan kemudian sih malik merayu ibu tersebut agar bisa makan bersama dan kemudian malik berkata lembut kepada nya seperti ini.
“Gimana … tante bagaimana kita kerestoran bersama buat tanda berminta maaf permintaan kita.”sahutnya malik.
“Aduh de … gausah tante lagi terburu-buru de lain kali aja ya.”sahutnya ibu tersebut dengan lemah lembut.
“Ya .. tante padahal seru tau ada tante.”timpal sih malik lagi dengan manja.
“Ya … Tante biar bagaimana kalo kita makan bersamaa sebagai tanda bermintaan maaf.”timpal sih muslimah dengan sopan.
“Benarr … tante.”sahut sih kembar bella.
“Benar … ayoo tante ayo.” Sahut sih malik dan mereka semua dengan kompak dan kemudian sih ibu vera mulai berfikir dengan tawaran mereka.
“Duh … bagaimana ya saja juga punya urusan untuk nyari anak saya sih semoga bisa selamat ya allah.”timpal batin nya dalam hatinya.
“Jadi bagaimana bu vera … apakah kita bisa makan bersama untuk permintaan maaf.”sahutnya sih om abi.
“Duh… gimana ya pak saya jadi ga enak.”sahutnya sih bu vera dengan nada tidak enak.
“Ah … jangan bilang ga enak bu … saya dan anak-anak pun juga senang kalo misalnya ibu vera bisa ikut bersama kami.”sahunya sih abi dengan tersenyum.
“Ehm… yaudah kalo begitu saya bersedia.”sahutmya sih bu vera sambil tersenyum malu.
Dan akhirnya bu vera mensetujuinya dan akhirnya mereka semua pergi bersama ke restoran okuzono japanese dining tepatnya didaerah jakarta selatan dan tiba-tiba saja mereka memesan makanan kepada pelayanan direstuarat tersebut dan mulai paket bento set untuk anak-anak,makanan termahal unagu donburi set, dan lobster grill with garlic tea better sauce untuk bu verra dan om abi dan kemudian mereka tidak lupa memesan minuman tropical sunset buat 2 orang abi dan bu verra dan lychee kiwi buat 2 orang lagi se kembar dan kemudian memesan minuman lagi mactha milk untuk 2 orang seperti malik dan muslimah.
Dan akhirnya mereka semua langsung makan dengan lahap dan sambil bercerita satu sama lain dan juga tertawa dan kemudian sih bu verra pun juga menceritakan masa lalu tentang kehilangan anak yang membuat dirinya sedih dan takut saat ia kehilangan anak yg membuat ia depresi selama ini dan juga mencari anaknya dan hilang dan saat itu om abi langsung bertanya apakah nama anaknya bu verra tersebut dan akhirnya bu verra menjawab bahwa nama anak yg sebenarnya ialah endin dan disitulah membuat semua orang kaget dan terkejut.
“Hah endin.”sahutnya sih yang lainnya dengan kaget dan kompak
“Endin.”sahutnya sih om abi sampai matanya membulat.
“ Ya bener pak.”
“kalo … boleh tau nama lengkap anak ibu siapa ya bu.”timpalnya sih abi sambil minum kopi tempat minum bawa dari rumah.
“Ya … kalo nama anak saya adalah muhamad safurudin pak.”
“Hah … apa.”sahut jawaban mereka dengan kompat dan mata membuat membulat mata mereka satu sama lain nya.
Iya disitu mereka semua tidak percaya bahwa orang tuanya sih endin ialah bu verra sendiri dan kemudian malik pun menceritakan bahwa endin sudah berada masuk kerumah sakit begitu lama dan menceritakan secara terperinci karena ulah bang jamal saat itulah bu verra shock dan juga tak terima dan kemudian menelpon suaminya dan akhirnya suaminya datang dan langsung saja mereka kerumah sakit untuk menemui endin yg terbaring di sakit ini.
kemudian orang tuanya ending sangat khawatir dengan keberadaan Endin Bagaimana kalau di tidak selamat jika dirawat dan sampai meminta mereka untuk mengantarkan orang tuanya endin ke rumah sakit dan akhirnya ia pun langsung saja mengantarkan nya kerumah sakit oleh om abi dan mereka akhirnya pun ikut menemaninya.
Next part cerita selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments