Masih cerita bu ratna dan petty masih mencari kontrakan
Dan kemudian pak ridwan pun lupa kalo ia belum memberikan uang sebesar 1 juta untuk mengontrak dan kemudian pak ridwan menjemput bu ratna kepada bu ratna agar menungggunya dan kemudian Ia pun menunggu hampir lama 2 jam lebih diarena perjalanan di daerah kerawangan sangatlah jauh ke perbatasan diaerah jauh dari tanggerang dan kemudian mereka pun naik motor dan siap-siap mengantarkan Bu Ratna dan petty untuk mencari tempat dan kebetulan ia pun punya kenalannya kerabatnya orang Betawi didaerah nya.
dengan kecepataan penuh pak ridwan kendarai motor dengan kecepatan 80 km/hm sampai bu ratna protes.
"Ahhk .... ya allah mas bisa ga kebut-kebetuan ga sih saya takut barang saya jatuh kebawah."sahut bu ratna sambil membawa tetengan koper yg lumayan banyak
dan di situlah ia melihat polisi secepatnya dia menghindar dan sangat baik ia mengendarai motor dengan kecepatan penuh dan berkata seperti ini kepada nya.
"Ya ... saya lagi cepat-cepat lagi nih bu soalnya ada polisi makanya saya cepet-cepet biar Nggak ditilang karena nggak bawa helm."sahutnya yg mulai panik sambil mengendarai motor.
"Oh ... begitu ya pak."sahutnya sambil ia dibonceng oleh pak ridwan dari belakang pantat motor.
"ya ... jangan kekecengan ya pak buler buler buler."sahut petty sambil belum menyelesaikan kata-kata karena anginnya sepoi sepoi di tengah nya antara bu ratna dan pak ridwannya juga lagi menyetir.
"Oh ... iya de ."sahut mengurangi lajuhnya kecepataan motornya.
♧♧♧♧♧♧
saat itulah perjalanan mereka jauh antara sekali 94.63 km/jam dari daerah ke daerah kekerawangan sampai ke daerah tanggeran sampai jarak jauh sampai pengendaran motor tersebut cape butuh 2 jam lebih nyampe kesana sampai-sampai ada penilangan polisi untuk memastikan apakah ia mengunakan helm dan pak ridwan kaget setengah mati sampai ia pun harus muter balik beli helm agar tak ditilang polisi sampai hampir saja ketauan.
"Aduh ... ga bawa helm buat 2 orang bisa mati aku kalo aku ditilang nda bawa sim lagi."batin nya sambil duduk dimotor saking ketakutan nya sampai hampir saja ketauan polisi bedah penilangan.
sampai akhirnya Bu Ratna pun bertanya
"Ada apa ini mas"
Ia pun akhirnya menjawab" tidak papa Bu" timpal kepada bu ratna.
dan karena ada polisi lalu dia muter balik agar tidak ditilang oleh Polisi dan akhirnya mereka melewati jalan pintas agar tidak ketahuan oleh Polisi dan kemudian mereka punmelanjutkan perjalanan saat itulah petty sedang melihat muslimah saat muslimah sedang mengemis dilampu merah dan saat dirinya dibocengin oleh pak ridwan masih berjalan dengan motornya untuk pergi mencari tempat tinggal untuk dikontrak dan tiba-tiba ia kaget sendiri dan saat melihat bapaknya memalaki dan menindasi anak-anak jalanan tersebut dan sampai ia mulai ngucek-ngucek matanya berada dilampu merah.
"Hah ... perasaan itu bapak deh Kok gitu sih sama anak-anak itu. "kata batinya mulai berfikir dan tiba-tiba saja Mereka pun melanjutkan perjalanan Di Pinggir perkampungan dan petty tidak mau melihatnya karena takut dengannya.
dan akhirnya pak ridwan mengurangi kecepataan motornya menjadi 60 km/h dan perjalan mereka sangat jauh paling yampe dua setengah ham lebih akhirnya mereka sudah tiba di jam 2.55 jam/menit dan kemudian pak ridwan menemani bu ratna dan petty bertemu dengan kerabat nya ridwan kalo ga salah namanya pak haji mahmud dan kebetulan beliau punya kontrak di desa ciputat didaerah cikampek dan di situlah mereka dikenalkan oleh pak ridwan bawah ia ingin mencari kost yang siap dihuni dengan harga yang murah sesuaai dengan keinginan bu ratna.
"Assulamualaikum pak haji."sahutnya sambil mengucapkan salam.
"Walaikumsalam eh lu wan ayo masuk."sahut pak haji sambil menjawab salamnya.
"Oh ... ya pak haji saya masuk dulu saya bawa 2 orang nih."sahutnya sambil menengok ke belakang.
"Ayo ... bu ratna dan petty silahkan masuk."sahutnya sambil mempersilahkan mereka masuk kerumah pak haji untuk mengontrak.
"oh ... itu siapa tuh lu bawa wan."sahutnya pak haji sampe menyadari ridwan membawa 2 orang.
"Oh ... iya ini bu ratna sama anaknya petty."sambungnya sambil memperkenalkan mereka kepada pak haji.
Oh."sahutnya minum kopi sambil makan gorengan padahal dia haji tapi ga puasa.
"Kebetulan mareka mau ngontrak disini nih pak haji."sahutnya sambil menjelaskan maksud dan tujuan nya kepada pak haji kemudian pak haji ga enak karena tidak mempersilahkan mereka untuk masuk lalu berbicara kepaea ridwan seperti ini
"Oh ... eh kenapa lu ga bilang gw kalo mereka jadi ga enak sama mereka."bisiknya pak haji kepada ridwan.
"Oh ... ya maaf pak haji saya baru mau bilang hehe."sahutnya dengan nada santai.
"Eh .. lu sih gw jadi tengsin nih."sahutnya yg mulai berbisik kepada mereka.
"eh tengsin apa tuh pak haji."sahutnya ridwan yang berisik kepada pak haji.
"Malu gw ama tamu dodol gimana sih lu dongo."sambungnya yang mulai berbisik kepada ridwan mulai geblakin kepalanya sih ridwan dengan menggunakan koran.
"Oh .... hehehe"sahutnya yg mulai mau ketawa dan kemudian dia ketawa berbahak-bahak.
" Uhstt ... jgn ketawa yaudah gw mau ke sono dulu mau nyambut mereka nih ."bisiknya pak haji mahmud sampai ia kesana untuk menyambut bu ratna.
"Siap pak haji."sahutnya kepada pak haji mahmud dan akhirnya dia ke bu ratna mulai berkata seperti ini.
" Eh ... Maaf bu maaf ada tamu ya bu silahkan masuk bu ade."sahutnya sambil malu-malu dan langsung kebelakang dan menyiapkan teh dan cemilan untuk tamu.
"Oh .... iya gpp pak haji gausah repot-repot kebetulan kita puasa."sahutnya bu ratna dengan nada yg lembut sambil menunduk.
"Ehm ... maaf kalo lupa ini saya pikir blm bulan puasa ya hehehe." sahutnya pak mahmud yg muali ketawa dan malu-malu.
" Oh iya nggak apa-apa pak haji." sahutnya Bu Ratna dengan ramah.
" Maaf bu maklum Pak Haji begitu orangnya."sahutnya sambil berbisik kepada bu ratna.
" Ya nggak papa mas." sahutnya sambil berbisik kepada Ridwan dan kemudian diteriakin oleh pak haji.
" Eh .... ini jadi mau ngontrak rumah nggak nih."sahutnya berteriak kepada mereka karena pak haji mahmud ga suka diomongin.
" ya Pak Haji ya bentar."sahut mereka berdua dengan kompak sambil mereka masuk rumah pak haji yg kafir.
dan di situlah Pak Haji Mahmud menjelaskan bahwa kontrakan di sini memang harganya agak sedikit mahal bisa sampai mentok antara Rp900.000 sampai Rp1.800.000 juta rupiah perbulan dan disitulah bu ratna kaget setengah mati bagaimana ia bisa membayar kontrakan saking mahalnya sementara ia mencari tempat tinggal itu susah karena dan sampai akhirnya pak ridwan berdiskusi dulu kepada pak haji terlebih dahalu.
" Aduh gimana nih mas saya ga punya uang sebanyak itu mas."sambung nya sambil berbisik kepada ridwan dan kemudian petty pegel dan berkata kepada ibunya.
" yaudah bu begini saja gimana nih kalo kita mendiskusikan hal ini terlebih dahulu kepada pak haji langsung agar biaya sewa bisa dikurangin jadi lebih muda bu."sahutnya sambil membisikan kepada bu ratna.
"oh ... yaudah saya serahkan kepada mas saja."jawabnya bu kepada pak ridwan sehingga pak ridwan tersenyum kepada nya dan tiba-tiba saja petty berkata seperti ini.
"Ehm ... kita tinggal dimana bu."timpalnya rengekan sih petty.
" sabar nak."ujarnya bu ratna sambil membelai kepala peti agar peti bisa tenang.
"ya bu."ujar sih petty dgn singkat.
" Mas mas halo."timpalnya sambil mengagetkan pak ridwan.
"Ah ... bu ratna bikin kaget saya saja."gumamnya pak ridwan dalam hati.
"Eh mas ridwan dari tadi saya panggil."sahutnya bu ratna yg mengagetnya.
"Oh mmm ya bu maaf."bales pak ridwan hingga jantung nya mulai copot.
"jadi gimana ya apakah nanti saya diskusi dulu sama pak haji nya."sahutnya kembali.
“ Sabar ya bu nanti saya diskusikan dulu.”sahutnya sambil mencari perhatian.
"okey mas."sahutnya sambil tenang.
di situ dia mulai berdiskusi kepada Pak Haji Makmun Pak Haji Makmun keberatan dengan harga 500 untuk harganya bisa lebih murah maksimal Rp900.000 dan disitulah dia berusaha menawarkan harga kostnya dengan harganya cuman pak haji ga mau karena masih krisis pandemi ditahun ini apalagi mendapatkan uang dan memenuhi kebutuhan keluarganya sangatlah banyak untuk kebutuhan seorang haji makanya pak ridwan terus berusaha menawar Sampai akhirnya dia sudah menentukan harga standar paling bawah untuk harga yg segitu menjadi 850 ribu ya dengan terpaksa pak haji madmud agar dapet cuan untuk dapet pemasukan.
"Ini ... saya langsung bayar 2 bulan saja ya pak haji."sahutnya sambil memberikan uang 1.7juta kepada pak haji.
"Okey ... deal ya pak."sahutnya sambil memberikan dan kemudian ia pun mengantonginya.
" ya deal gw kantongin dulu ya shadiq (Ya saudara laki-lakiku)."sahutnya pak haji sedikit menggunakan bahasa arabnya .
dan tiba-tiba bu ratna tidak enak sama pak ridwan selama ini karena banyak merepotkan nya selani karena baru kenal apalagi dia berstatus istri orang dan tidak enak dengan istrinya bernama ayu dan lalu bu ratna minta maaf sambil berkata halus kepadanya dan kemudian pak ridwan bilang seperti ini.
"ya ... gpp bu saya beneran ikhlas bantunya bu."sambungnya belum menyesaikan kata.
"Maaf saya lancang mas tapi ... saya ga enak ngerepotin mas terus."sahutnya dengan sungkan.
"ya saya Ikhlas Bu bantu ibu sejauh ini ."sahutnya sambil hendak pergi setelah membantu pembayaran bu ratna.
“ tapi mas.” katanya yang belum disambungkan karena pak ridwadmemotong pembicaraannya sambil jari telunjuknya ditempel ke bibirnya Bu Ratna
" Sstt ... Saya pergi dulu ya bu assalamualaikum."sahutnya sambil memberikan jari telunjuk Ini kearah bibirnya Bu Ratna dengan romantis hendak pergi dan kemudian berpamitan dengan pak haji kemudian bu ratna membalasnya.
"Walaikumsalam wr.wb."ujarnya Ratna dengan wajah yang memerah.
"Saya permisi dulu ya pak haji."sambungnya sambil menyalami pak haji.
"Assalamualaikum." sahutnya pergi dan mengucapkan salam kepada semuanya.
"Walaikumsalam wr.wb." sahut mereka menjawab salam.
dan akhirnya pak haji memberikan kunci kontrak untuk mereka siap huni dan kemudian petty dan bu ratna masuk ke kamar yang barusan Pak Haji memberitahu kamarnya ada disitu dan di situlah mereka pun akhirnya endapatkan di kamar kos dengan ukuran 20 m × 20 m×20 p×l×t dengan biaya yg murah.
dan mereka pun akhirnya bisa sejenak dan sampai-sampai Bu Ratna puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena kalau tanpa pak ridwan mungkin mereka sudah tidur di jalanan atau di pengungsian.
dan kemudian Ia pun juga mengambil baju dan merapikannya kembali dan ia pun akhirnya menyuruh petty istirahat dan kemudian Bu Ratna sangat kasihan terhadap nasib muslimah yang waktu ia tolong beberapa hari ini dan dia sudah menganggap seperti anaknya sendiri dan sampai saat ini belum kabar juag rencananya bu ratna ingin sekali mengangkatnya sebagai anak kedua adiknya petty.
dan akhirnya ia pun melaksanakan salat Dhuha dan setelah melaksanakan salat azhar Ia pun langsung Mengingat bahwa ia pernah menyimpan sebuah kartu kenalan dari seseorang tersebut sebuah pekerjaan claning service di daerah Tangerang sampai bu ratna pun akhirnya menelponnya.
" Halo assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh."sambungnya sambil menelpon.
" Waalaikumsalam dengan siapa saya berbicara." sahutnya ditelpon.
" Begini bu saya Ratna yang waktu itu pernah nyuci mobil waktu itu di lampu merah." sambungnya sambunnya menjelaskan.
" Oh masih ingat Bu Ratna ya." Sambungan dengan menggunakan nada lemah lembut
" Iya bu ini saya ratna."sambungnya nelpon.
"Kalau boleh tahu jam segini ada keperluan apa ya Bu." sambungnya dengan nada heran ditelepon.
" Begini bu saya butuh pekerjaan dicleaning servis yg waktu ibu tawarkan kira-kira masih ada kah bu." sambung yang masih di telepon.
" Ya sayang bu masa berlakunya sudah habis."sahutnya sambil berbicara ditelpon.
" begitu ya bu."sahutnya sambil dengan nada putus ada.
" cuman saya masih ada nih Bu lowongan di bagian asisten rumah tangga kebetulan pembantu saya sudah pulang kampung selama 1.5 bulan yg lalu kira- kira Ibu bersedia nggak jadi asisten pembantu rumah tangga saya dan sekalian bantuin saya buat kue kering buat pesanan ya bu pas lebaran kira-kira Ibu bersedia." sahutnya sambil menjelaskan ditelepon.
" Oh ya bu Saya bersedia untuk gajinya berapa ya bu alya." sahutnya dengan antusias.
" Untuk gaji awal pertama hanya 2.5 juta setengah ya kalo Ibu berkenan dan bersedia besok Ibu langsung datang ya ke rumah saya nanti saya kirimkan alamatnya lewat sms." sambungnya sambil menelepon.
" Oh iya Bu siap terima kasih atas bantuan nya."sahutnya ditelpon.
" sama-sama Bu." sambungnya sambil menutup telepon.
akhirnya Bu Ratna mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan bisa menutupi kerugian untuk membayar sewa kost pak haji perbulan yang lumayan mahal kemudian dia berjanji kepada diri sendiri agar bu ratna agar petty bisa sekolah lagi dan juga bisa muslimah sekaligus dan juga mengajari agama dan bisa menempuh pendidikan yang diharapkan oleh Bu ratna harapkan selama ini dan kemudian Ia pun langsung melaksanakan salat malam setelah melaksanakan salat malam setelah itu Witir dan kemudian ia pun berdoa kepada Allah seperti ini.
" Alhamdulillah ya Allah saya bekerja terima kasih Engkau telah menolong Hamba dengan berbagai kesulitan yang hamba lewati selama ini Semoga saya bisa mulai bekerja dengan baik di tempat kerja saya terima kasih ya Allah engkau telah mendengarkan doa-doaku selama ini." Doanya dalam hati.
Dan setelah ya melaksanakan salat malam ia pun segera bergegas untuk tidur agar ia tidak kesiangan dan Ngantuk saat pertama kali bu Ratna bekerja dan saat itu petty tertidur lelap agar bu ratna tidak siang2 dan siap-siap mulai bekerja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments