Come back ceritanya muslimah masih jadi pengemis lagi
saat itulah muslimah telah ditahan selama hampir 1,5 bulan ia masih tersiksa dipenjara karena bertemu dengan narapina yang lain secara ia terganggu dengan mentalnya insyallah ia akan segera dibebaskan selama 3 minggu dan kemudian ia pun berdoa kepada Allah agar bisa pergi dari Bang Jamal dan sampai saat ini bang jamal susah mencari keberadaan muslimah dan bang jamal ingin sekali memeras tenaga nya lagi sungguh tidak tahu diri padahal ia bisa bekerja tanpa harus memalak anak-anak lain sampai saat ini bang jamal pun mengedumel-dumel ga jelas kaya gini.
" mana tuh anak dari kemarin nggak nongol-nongol selama 3 minggu ini dasar bocal sialan."gerutu nya dengan nada emosi sambil merokok.
" ehm ... kenapa bos."sahut anak buah sih joni.
" kenapa kenapa nanya mulu lu udah tahu gue lagi kesel dari hari-hari kemarin selama 3 minggu tuh anak ngilang mulu." rutenya bang jamal dengan emosi.
" Yah itu kan salah elu Bang napa nyalain orang."gumamnya sih joni dalam hati dan tiba-tiba saja dikagetkan oleh Bang Jamal.
" eh lu tahu nggak di mana itu anak." sahutnya Bang Jamal yang Bertanya kepadanya.
" nggak tahu bos."jawabnya sih joni yg tidak tau menaui.
" eh yaudah cepat lu cari." cercanya si bang jamal kepada Si Joni.
" Iya Bos."ujarnya sih joni dengan singkat.
"Uh awas aja kalo ketemu gw nggak mau tau pokoknya harus ketemu kalau misalnya dia nggak ketemu gua abisin lu ya Joni ngerti kaga lu." sahutnya bang jamal sambil menarik kerahnya si Joni.
" Ampun bos Ya bos."sahut joni.
" Ya udah cepat cari sana tuh anak."sahutnya bang yg mulai emosi.
" siap bos."sahut mereka berdua yg hendak lari ketakutan.
dan di situlah sih joni sebagai anak buah manut-manut saja sebagai anak buah dan akhirnya joni pun berusaha mencari muslimah sampai saat ini belum ketemu dan itu membuat ia kesulitan mencarinya karena belum ada jejak sama sekali apakah Ia bisa ketemu dengan muslimah ditakutkan ancam oleh bang jamal akan terjadi kalau belum menemukannya.
dalam waktu dekat harus ditemukan maka akan digorok oleh Bang Jamal dan sampai akhirnya muslimah pun telah dibebaskan dari penjara dan saat itu muslimah masih saja berjalan sendiri dan akhirnya ia pun bertemu dengan sih joni sampai akhirnya ia pun berusaha lari Namun sih joni cekatan dan langsung mengajar muslimah dan namun sia-sia saja saat muslimah mulai terjatuh dan tidak berdiri lagi.
sampai Joni pun menggendongnya seperti biasa muslimah di omelin oleh bang jamal habis- abisan sehingga itu yang membuat Muslimah sedih dan juga frustasi apalagi disore hari ini seperti biasa bang jamal mengomelinya seperti orang kerasukan dan gila seperti ini dia berbicara kepadanyq
" Ahhbkk ...pokoknya Lu harus ngasilin duit banyak untuk hari ini dan gue nggak mau tahu ya kalau ketangkep lagi sama Satpol PP gw jual lu ke orang." sahutnya dengan menggunakan nada emosi.
" Ya ... bang." sahutnya dengan nada yang ketakutan.
"Awas aja kalo lu gagal tidak dapat penghasilan gw jual lagi tau rasa lu." sahutnya sambil menarik rambut muslimah yang kusut.
"Iya-a ba-ik bang." sahutnya dengan ketakutan dab juga gugup.
" Ya udah sono loh cepetan ngemis yang banyak segeraaa." sahutnya sampe didorong oleh Bang jamalPadahal mah itu uang buat dia foya-foya sendiri.
"Ya bang."sahut muslimah dengan nada ketakutan karena ulah bang jamal.
di situlah muslimah merasa tertekan dengan semua penderitaan yang harus ia hadapi dan harus mengemis demi sesuap nasi dan semenjak ia kehilangan kedua orangtuanya yang ia sayangi itulah membuatnya terpuruk rasanya ingin bunuh diri lagi karena Jalan hidupnya memang seperti ini tetapi dia kuat karena ada teman yang selalu ada dan memberi nya semangat dalam menjalani hidup-hidup yang pelik ini.
sampai akhirnya teman nya bernama ita pun langsung bergegas membeli roti dan juga membawa air putih agar muslimah tidak mati kelaparan dan sementara itu Leni temennya muslimah yang kebetulan seumuran dengan muslimah dan disitulah muslimah menolak karena tidak enak dengan mereka apalagi muslimah sedang puasa di bulan suci Ramadan ini ditambah lagi belum juga dapet penghasilan Kalau sewaktu-waktu pasti bakal diomeli oleh bang jamal dan kemudian leni memberikan semangat kepada muslimah dan berkata seperti ini kepadanya.
"Imah... kamu yg kuat ya sebentar lagi ita bakal datang kok."sahutnya sambil memeluk dan menyemangati muslimah.
" tapi ini aku nggak enak sama kalian aku harus mengemis lagi takut diomelin lagi sama bang jamal apalagi ini bulan puasa aku nggak mau batalin puasa cuma cuma." sahutnya muslimah dengan ada yang nangis dan tidak enak badan.
" tapi kamu deman mah... kamu harus makan dan haruw istirahat biar sehat kalo masalah uang biar kita yang bantu."sahutnya leni sambil menyemangati muslimah.
" makasih ni .... tapi aku nggak enak nih pengen berhutang budi sama kamu dan ka ita ." sahutnya muslimah dengan rasa haru kepada kawan-kawannya.
" Ya santai saja mah... itulah guna nya teman dan masalah uang jangan dipikirkan nanti kita akan bagi-bagi upah ke kamu asal kamu sehat ya." sahutnya sambil menenangkan muslimah.
"Ya ni km baik banget sama aku." sahutnya sambil duduk di bawah tortoran di pinggir jalan dan kemudian leni pun tersenyum kepadanya.
"Ehm ... kak ita kemana ya ni."sahutnya muslimah sambil bertanya lagi.
" Ya nyari makan buat kamu sebentar lagi ka ita bakal datang ke sini kok."sahut leni.
dan kemudian ita pun akhirnya datang juga sambil membawa makanan nasi uduk dan air putih ke muslimah Leni pun menyautinya saat Ia dipanggil olehnya dan kemudian ita datang ke arahnya.
"Nah itu orang nya panjang umur." sahutnya leni sambil ke arah ita.
" ya ini gue barusan abis ngamen nih ... lumayan buat makan imah." sahutnya sambil memberikan makanan dan air putih kepada muslimah dan kemudian ia pun berterima kasih kepadanya.
" Terima kasih ya kak imah jadi ga enak ngerepotin." sahutnya sambil tersenyum menerima bingkisan kepada ita.
" Iya gpp jangan lupa makan yang banyak ya." sahutnya Ita sambil mengelus pundak muslimah ,
" Ya kak siap." takutnya sambil memakan roti sobek dan air putih dan kemudian leny pun mulai menarik ita..
*******
"Eh ... ka gimana nih kita belum ngamen tau." sahutnya leni sambil menarik bajunya.
" Iya... nih pendapatannya baru segini." sahutnya ita sambil memberikan uang sebesar Rp14.000 kepadanya.
" Ya udah deh sekarang kita ngamen aja sebelum kita diomelin Bang Jamal yang pea itu."sahutnya sambil menjelek-jelekan bang jamal.
" yuk."sahutnya ita dengan semangat.
kemudian pada saat itu muslimah sudah selesai makan dan bertenaga nya mulai pulih karena dari kemarin ia pun belum makan berhari-hari dan saat itu juga muslimah tidak mau merepotkan siapapun dan ingin membantu mereka karena mereka adalah sahabat terbaik nya dalam hidup muslimah dan tiba-tiba muslimah pun bertanya kepada Ita dan Leni.
" hay ... ka ita dan leni aku sudah selesai makan dan kalian mau kemana." sahutnya muslimah sambil berdiri.
" kita lagi ngamen kamu di sini aja ya nggak usah ke mana-mana dulu ya."sahutnya ita sambil memberitahukan kepada muslimah soalnya kondisi sangat lemah sekali lagi.
" yah ... mah soalnya kondisi tubuh kamu masih lemah." sahutnya leni sambil memberitahukan kepada muslimah lagi.
" aku nggak enak sama sama ka ita dan kamu juga len biar kita sama-sama cari uangnya yuk." sahut muslimah.
"Ga usah mah.. biar kita cari duit aja yah." sahutnya ita.
" ya mah... kamu istirahat aja ya."sahutny sih leni.
" ya udah kalian hati-hati di jalan ya." muslimah yang hendak berdiri.
"Ya... kita pergi dulu ya."sahutnya ita yang hendak meninggalkan tempat untuk mengamen.
"Dahh." ujar Leni dan Ita dengan kompak.
" ya allah aku nggak berdiam diri apalagi mengandalkan mereka aku harus bisa cari uang sendiri ya allah hamba takut ya allah jika bang jamal ingin menjual hamba." Sahut muslimah yang hendak pergi
dan akhirnya muslimah mulai mengemis karena kasian dengan mereka karena muslimah membuat mereka menjadi beban sementara mereka mengamen dipinggir jalan sambil mereka kecapean dan menahan haus dipinggir jalan setelah jalan-jalan didaerah kota tanggerang hampir lebih dari 5 jam mereka pun mengamen dan lumayan dapet penghasilan yang beberapa 200 ribu lebih mereka dapet
dan kemudian saat tiba mereka istirahat karena cape dan kelehanan efek puasa dan akibat bekerja lebih 5 jam dan tiba-tiba saja ada preman pasar yang merampas uangnya mereka yang sudah susah payah mereka dikumpuli dari 5 jam lebih mereka bekerja demi membantynya dan mereka kaget setengah mati dan susah payah mencari uang harus nyari uang ke mana lagi batin nya sih ita dan disitulah disemangati sih leni dan kemudian ita pun berkeluh kesah dengan leni karena kelakuan bang jamal bikin perih dihati.
" Duh ... len gimana ini udah susah-susah nyari duit eh malah diambil sama preman rese itu padahal buat imah." sahut ita mulai gerutu tidak jelas.
" Udah gitu tinggal sisa Rp50.000 lagi pusing gue." sambungnya yang jelas kesal dengan premen tersebut.
" Oh ya udah sih ka kita lanjut ngamen lagi aja yuk." sahutnya Leni memberikan semanjgat.
" Ya udah deh Ayo deh sebelum kita diomelin sama Bang jamal sih preman tua bangkotan itu."sahutnya ita menggerutu.
“Ayo .”tiba-tiba saja sih leni ketawa karena ita bilang seperti itu.
" Hahaha..."sahutnya leni mulai aga ketawa dan lalu kemudian muslimah mulai berbicara.
“Ehmmmm .... emang iya bang jamal tua bangkotan.”sahut sih ita yang mulai lagi dan tiba-tiba saja mereka ketawa lagi.
“Hahaahahahaha.” Sahut tawa kompak leni dan ita.
dan tiba-tiba saja ada suara yang tak terkenal asing lagi yang membuat mereka tidak nyaman dan juga merinding dan ternyata itu bang jamal yang masih berjalan dan mendengarkan bicara mereka dan akhirnya mereka Langsung syok dan kaget sekali.
“WOII.”teriak bang jamal dengan keras sehingga kedengaran suluruh bumi akhirnya mereka semua ketakutan.
“ aduh ... ada Bang jamal lagi bisa dihajar nih.” timpal batin si Ita.
“ mampus deh gue.”timpalnya leni.
" Siapa yang tua bangkotan Hah."sahutnya bang jamal sambil menjewer telinga Leni dan ita.
“ Nggak ada Bang.”sahutnya leni.
“ Iya bang Mungkin Abang salah denger ka-li.” kata sih ita sambil terbata-bata.
“ Apa lu bilang gue pikir gue enggak budek.” sahutnya bang jamal sambil menjewer telinga ita dan Leni lebih keras.
"Aduh ... ampun bang." sahut rintih leni dan ita.
“ He Makanya lu pada jangan ngomongin gua dari belakang lama-lama gue pites kuping lu sampai nggak ada."ujarnya bang jamal dengan keras.
"Aduhh... ampun sakit bang."ngeluh leni.
"Iya maaf banget bang."ngeluhnya ita.
Di situlah mereka disuruh mengemis lagi harus dengan upah yg banyak sebagai hukumannya karena uang nya belum cukup dan ngomongin bang Jamal dari belakang Karena begitulah sifat tabiatnya sampai akhirnya ita bingung dan pusing sendiri dan bagaimana caranya bisa mendapatkan uang sesuai keinginan bang jamal.
dan sampai saat ini mereka masih mengamen dan sementara itu muslimah mulai terus sampai dapat sementara itu muslimah duduk saking lelahnya namun hingga akhirnya muslimah pun duduk dipinggir jalan dan juga ia pun seseorang dengan youtuber.
Next cerita dari muslimah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments