Saat itulah ada seseoraang yang mau menolongnya karena kasian dengan bu ratna yang barusan saja di copet dan diganggu oleh preman tersebut dan kemudian dia pun berkata seperti ini.
"Ibu dan adek ga gpp." sahut orang menolongnya dengan nada yg khawatir.
“Oh ... iya gpp pak.” Sahut petty sambil Gelagapan.
“ iya Alhamdulillah Makasih atas pertolongannya mas.” timpal Bu Ratna sambil membawa koper dan juga ransel yang berat untuk melanjutkan perjalanan.
“ Nggak papa bu sudah kewajiban saya untuk saling menolong apalagi ibu bawa anak kecil ini." sahut orang itu dengan ramah tamah alies modus sambil membelai kepala sih petty dan kemudian petty kesel dan berpikir dalam hati.
" Ihh ... Pirasat ku ga enak kayaknya orang ini sengaja deh modusiin ibu deh awas aja kalo ibu sama aku diapa-apain."gumamnya dalam hati dengan berekspresi nya sih petty yang cemberut dan kemudian ibu pun berkata seperti ini kepada orang tersebut yg menolongnya.
“ Iya mas... terima kasih saya sama anak saya mau melanjutkan perjalan dulu Permisi mari mas.” Sambung Bu Ratna sambil meninggalkannya.
dan kemudian petty mengeluh karena perjalanan masih jauh dari tempat tinggalnya dan kemudian orang tersebut kayak suka sama bu ratna cuman bu ratna tidak memperdulikan nya yang terpenting mencari tempat kost yang paling murah sampai di situ lah orang tersebut mengejar bu ratna dan petty akhirnya orang yg menolong nya berkata seperti ini.
“ Oh ya mohon maaf saya menganggu sekali lagi bu kalian malam-malam mau kemana ya.” sahut orang tersebut tanpa basa-basi sehingga itu yang membuat bu ratna dan petty terganggung saat mereka mau berjalan dan kemudian bu ratna berguman dalam hati seperti.
" ih orang mau jalan banyak tanya dan nganggu aja." Gumamnya dalam hati dan kemudian dia berusaha menjawab dengan sopan seperti ini.
“ anu mas ... kebetulan kita mau nyari kontrakan buat kami tinggal mas.” sahut Bu Ratna dengan ramah tamah.
“ Oh begitu ya Bu.” Sambungnya orang yg menolongnya dengan jawaban yg singkat.
“ehm ... Suaminya ke mana Bu kok ibu dibiarkan jalan sendiri bersama anak nya sih bu.” sahutnya lagi tanpa basa-basi saat ia bertanya.
sehingga itulah yang menyinggung perasaan Bu Ratna dan peti juga kesal dengan dirinya Karena buat apa menanyakan perihal pribadi seperti itu dan kemudian bu ratna binggung harus jawab apa dan akhirnya dia pun binggung dan menjawab seperti ini.
"Udalah ... suami saya sudah meninggal jangan membahas ini yang penting saya mau mencari kontrakan dulu buat kami.” sahut Bu Ratna dengan tegas.
karena tidak mau digombalin lagi oleh siapapun karena hatinya Ibu Ratna sudah tertutup oleh siapapun dan sampai akhirnya orang tersebut menyesal meminta maaf kepadanya seperti ini.
“ Iya maaf bu saya lancang kepada ibu." sahutnya sambil ia menunduk.
“ iya gpp.... kira-kira daerah di sini masih ada kontrakan juga nggak ga mas untuk sewa sementara.” sahut Bu Ratna sambil ingin menanyakan sebuah informasi buat mereka mengontrak.
“ Ehm ... untuk di daerah sini udah kost-kost disini udah tutup bu udah pada tidur bu dijam segini di jam segini kecuali pagi-pagi.” sambungnya sambil belum menyelesaikan katanya.
“Hah ... masa sih mas kira-kira ada kost-kost yg paling murah ga mas sekitar 600-700 ribu saja.” Sahut Bu Ratna sambil menggandeng tangan petty.
“ kayaknya sih udah nggak ada bu untuk sewa kosnya yang murah-murah untuk sementara tinggal di rumah saya dulu karena ini sudah tengah malam.” Bapak tersebut dengan ikhlasnya menerima tumpangan.
“ nggak usah mas terima kasih saya jadi nggak enak sama mas” sahut Bu Ratna dengan sungkam.
dan sementara bu ratna berpikir begitu lama dan kemudian Ia pun dikagetkan oleh orang tersebut dan berkata seperti ini.
" jadi bagaimana ibu nginep di rumah saya sehari saja bu setelah itu nanti saya bantuin bu dan ade buat cariin kontrakan." sahutnya orang tersebut.
" ehm Ya ... Terima kasih atas tawarannya mas kebetulan saya baru perantauan dari didaerah sini apalagi didaerah perkampung cuman saya nggak mau jadi bahan omongan orang kampung di daerah sini pak." sahutnya dengan nada tidak enak dan tiba-tiba saja petty kesakitan dan mau deman dan tidak bisa jalan lagi.
" ndak papa Bu orangnya disini baik-baik kok Bu ga mungkin berpikir macam-macam kalian Tenang aja."timpalnya orang yang membantu ibu ratna tersebut dengan menggunakan logat Jawa.
"Ya bu petty mohon sama ibu petty nggak kuat jalan."sahutnya yg mengeluh kepada ibunya secera plinplan.
" duh gimana ya saya juga sebenernya nggak mau tinggal sama orang yang baru kenal ga enak apa kata orang nanti." Batin Ibu Ratna dan kemudian dikagetkan oleh orang tersebut.
" Jadi ... bagaimana Bu."sahutnya.
" ehm .... gimana ya mas apa tidak merepotkan keluarganya mas." sahutnya bu ratna.
"nggak papa Bu jangan sungkan sama saya orangnya ikhlas dan siap membantu orang yang kesusahan seperti ibu dan adek."sahutnya yang mulai iba terhadap bu ratna.
"Ehm ... gimana ya Kebetulan saya butuh tempat berteduh cuman kalau tengah malam begini protal blm buka jam segini apalagi mencari kosan untuk ngontrak susah pak." gumamnya dalam hati sambil berpikir.
" Jadi bagaimana Bu."sahutnya sambil menawarinya enggak lah mau nanya Bu Ratna berhasil dikagetkan sampai dengan terpaksa bu ratna menjawabnya.
" ehm ya mas cuman sehari aja ya mas sekalian kita juga cari kontrakan."sahutnya bu ratna.
" Oke siap."sahutnya sambil tersenyum.
dan di situlah mengantarkan Bu Ratna dan Petty untuk bersinggasana di rumahnya saat itulah mereka berdua dipersilahkan masuk oleh orang tersebut cuman Seorang Istri pun tidak terima dan juga tidak suka dengan oleh bu ratnabkarena ditakutkan akan merebut suaminya hingga pikiran negatif sang istri mulai muncul kepada suaminya dan tiba-tiba saja istrinya menayakan perihal kepada dirinya seperti ini.
"Pak ... ee kenapa sih mba sih bawa orang asing ne kerumah." Sahut istrinya menggunakan logat jawa.
"Ora ... nda kenal toh."Sambungnya menggunakan bahasa jawa.
"Wes ... nda boleh gitu lah bu sesama manungsa kedah tulung tinulung Toh bu ( ya ga boleh begitu lah bu sesama manusia kita harus saling tolong-menolong ya Bu).Sambung nya yg belum menyelesaikan kata pakai bahasa jawa sambil duduk.
"itu sudah ke wajiban toh bu untuk saling menolong." sahutnya sambil meminum air jahe.
" yo wes sekarepmulah pak asal mereka nda boleh tinggal di sini lama-lama yo soalnya tunggakan disini banyak." sahut istrinya menggunakan logat Jawa.
" iya ya wes bu."sahut orang tersebut hingga ke belakang untuk mempersilakan Patty dan bu ratna untuk masuk.
dan akhirnya Ratna dan peti pun boleh nginap untuk sementara paling sehari saja untuk mencarikan kontrakan untuk mereka dan dengan berat hati terpaksa istrinya mengizinkanmereka untuk tinggal di rumah ini untuk malam ini saja.
" yowes malam ini saja ya kalian nginep di rumah ini." sahut istrinya dengan nada sewot.
"Iya Bu terima kasih atas tumpangannya." sahutnya bu ratna yg terima kasih kecuali petty lihat ruangan tersebut dengan mukanya yg cemberut lihat sekelilingnya nyampe dilihat biasa-biasa saja dan itulah yang membuat sih ibunya tersinggung dan kemudian ia pun mulai emosi.
" Hei apa kamu lihat-lihat kamu nda suka tinggal di sini." sahutnya istri orang tersebut sambil memarahi Petty kemudian Bu Ratna pun memberi isyarat kepada petty agar ia tetap sopan kepada istrinya.
" Iya bu saya suka tinggal di sini hehehe." sahutnya dia dengan ketakutan karena takut kepada sang pemilik rumah tersebut.
" Okelah itu kamarnya di belakang yo." sahutnya dengan menggunakan bahasa jawa.
" Iya Bu terima kasih."sahut mereka dengan kompak.
dan kemudian mereka pun dengan terpaksa istirahat bentar di rumah orang tersebut dan akhirnya setelah itu dengan terpaksa istrinya memberikan makanan untuk mereka untuk perjalanan jauh dan lalu Ibu Ratna berterima kasih kepada istrinya dan ia pun langsung cuekin nya dan mendengernya dengan seksama dari suami bahwa bu ratna adalah korban KDRT dan sampai akhirnya bu ratna menceritakan dengan nya kisab hidupnya mulai dipukul suami hingga babak belur sampai anaknya pun tidak meneruskan sekolahnya padahal si Petty anak yang cerdas dan juga pintar sampai ia pun Meminta cerai dari suaminya namun malah suaminya tidak menceraikannya malah menghajar mereka di habis-habisan.
Istrinya pun tersentuh dan menyesal karena bersangka buruk dan salah sangka kepadanya karena ia pikir selama ini ada seorang janda yg gatal dan pelakor dan ingin merebut suaminya padahal ia korban KDRT dari suaminya yang jahat itu dan ia ingin mencari anak yg ia tolong bernama muslimah padahal dia baru kenal dengan bu ratna dan akhirnya istri pun yang bernama Lusi pun memberikan makan yang banyak kepada mereka agar tidak kelaparan di beberapa jam kemudian setelah mereka sarapan akhirnya mereka pun diantar oleh orang tersebut yang bernama pak ridwan untuk mencarikan kontraknya di daerah jakarta barat dibelakang komplek cinande.
"Mari bu saya antar ke kontrakan didaerah disini di daerah cikampe." sahut mas penolong tersebut sambil menaiki motornya.
" Siap pak Terima kasih atas bantuannya." Sahut Bu Ratna dengan nada yang baik dan tiba-tiba orang tersebut menyalakan mesin motornya untuk mengantar Bu Ratna dan petty ke daerah Cikampek
tiba-tiba suara motor berbunyi.
" brem...bremm2."
dan tiba-tiba istrinya pun datang dan teriak dan memberikan sesuatu dan oleh-oleh kepada Ratna dan Petty sebelum mereka pergi.
" eh mas eh tunggu dulu mas eh."sahut istrinya yang melangkah kearah suaminya bu ratna dan petty.
" Ya ada apa toh bu."sahut orang tersebut sambil menunggai sepada motornya yang butut.
" ini aku Aku mau kasih ini oleh-oleh toh mas buat Bu Ratna sama petty ini mas." sahut istrinya sambil membawa bingkisan untuk peti dan Bu Ratna dibawa pulang.
" Nggih wes kasilah kasihan mereka perantauan toh."
" wes Pak ini tah aku mau ke sini kepada bu ratna Bu silakan Ini Bu oleh-oleh dari kami." Timpal Ibu is dengan sopan memberikan oleh-oleh kepada bu Ratna.
" nggak usah repot-repot Bu terima kasih loh bu."sahut bu ratna sambil menggunakan logat jawanya.
" ndak papa ini buat ibu sama petty buat makan." laut ibunya tersebut sambil memberikan bingkisan pada Bu Ratna.
" ya terima kasih ya Bu." sahut Bu Ratna dan petty dengan kompaknya.
" ya hati-hati di jalannya Mas Bu Ratna." sahutnya sampai melambaikan tangan.
" Iya dadah kami pamit dulu ya Bu."sambung nya sambil belum menyelesaikan kata.
" Assalamualaikum."Sambungnya sambil melambai tangan kepada istrinya pemilik tersebut
" Waalaikumsalam hati-hati ya."sahutnya sambil melambaikan tangan.
Akhirnya orang tersebut telah mengantarkan Bu Ratna dan petty kontrakan pagi tadi meninggalkan di daerah Kerawangan sampai akhirnya orang tersebut memperkenalkan diri bahwa namanya sebenarnya ia ialah Ridwan seorang warga lama yang sudah lama tinggal salama 12 tahun dikampung ini di situlah Bu Ratna baru mengenalnya dan juga bu ratna sangat bersyukur dan berterima kasih kepada orang tersebut alies ridwan yang seperti dirinya coba seandainya ia berkenalan sama orang yang jahat tidak seperti mas ridwan pasti sudah dibawa kabur dan bu Ratna bingung harus balas budi Seperti apa untuk berbaik hati kepada Ridwan sampai saat itu motor masih berjalan dari daerah karawangan sangat jauh berada diperkampungan jauh dari wilayah tersebut untuk mereka mengontrak.
"Iya... bu saya cuman bisa nganterin sampe disini." sahut Pak Ridwan sambil meliri bu Ratna dengan tatapan syawat tapi bu ratna tidak menyadarinya.
" Oh iya mas sudah sampai ya btw Terima kasih atas bantuan nya ya." Sahut Bu Ratna sambil mengangkat koper kemudian petty turun dan bilang kepadanya.
"Ya om ... saya juga berterima kasih sama om karena sudah menolong kita.sahutnya petty sambil menunduk dan berterima kasih sekali lagi.
"Ya Iya petty om juga senang membantu ibu mu dan juga kamu."sahutnya sambil membelai rambut petty dengan gemas.
"Sekali lagi makasih ya om."sahut petty yang riang gembira.
"Ya ... petty."sahut nya sambil memencet hidung nya dengan gemes terus membelai lengannya seperti anak sendiri.
" seandainya aja dia bapak ku dia orang baik banget beda sama bapaku."sahutnya petty sambil mulai cemberut.
dan kemudian menanggis dan tiba-tiba saja bu ratna pun mengangetkan petty dan kemudian dia hendak menangis sambil ingat anda akan bertanya kepada dia yang membuat dia stres dan depresi sampai harus cari uang bersama ibunya dan kemudian Ridwan pun menghibur petty yang sedang sedih agar tidak menangis lagi dan juga ia pun menghibur dengan kata-kata motivasi dan tetap semangat menjalani hidup hidupnya agar bisa sukses dan membuktikan bahwa ia bisa menjadi anak kebanggaan nya tidak dinafkahi secara cukup oleh bapaknya secara lahir dan batin yang penting tetap bersama ibu karena Ibu adalah segalanya untuknya sampai akhirnya petty pun berhenti menangis.
"Hehe.... jadi ga enak sama pak ridwan sekali maafkan saya merepotkan karena petty." sahut Bu Ratna sambil kerepotan menjaga petty.
"Ya gpp ... tidak masalah bu saya iklhas menolong bu ratna dan juga petty ."Sahutnya hendak menaiki motor.
"Oh ... iya bu kalau ibu perlu bantuan apa-apa jangan sungkan sungkan ya ini saya ada nomor khusus untuk ibu kalo perlu bantuan ya 089xxxxxxxx." sahutnya sambil memberikan catatan dan nomor telepon nya.
" Ya ... masyallah mas terima kasih atas bantuan nya."sambungnya sambil melihat kontak telpon dikertasnya.
" Oh ya saya pamit dulu ya permisi."sahutnya hendak pergi.
"Assalamualaikum".sahutnya sambil mengendarai motor lalu pergi.
"Walaikumsalam hati-hati ya mas." sahutnya bu Ratna sambil melambaikan tangan dan kemudian petty berkata seperti itu kepada ridwan.
"Ya ... bu ratna saya permisi dulu."sahutnya yg hendak pergi.
"Dadada ... hati-hati ya om."sahutnya sambil melambaikan tangan.
"Ya ... Petty om pergi dulu."sahutnya sambil membelai kepada nya dan tersenyum kepada petty.
dan kemudian ridwan pun pergi menggunakan sepeda motornya sampai Kemudian mereka pun bergegas juga untuk alamat yang tertuju kepada orang tersebut dan ternyata Ia memiliki kosan sambil menyalami dia sebagai berikan sebuah syarat harus membayar kontrak segeraa namun bu ratna belum punya uang sampai saat itu ia pun bingung dan kemudian balik mencari kontrakan yang bisa dibayar sebulan kemudian bukan sekarang karena dia belum cukup modal untuk membayar kontrakan.
namun ia hanya punya uang 100.000 dikumpulkan untuk makan sehari-hari bersama petty dan kemudian di situ mereka mulai berteduh di dalam pohon yang rindang dan kemudian di sebelahnya ada tukang ketoprak Mereka pun langsung dan langsung saja mereka datang untuk membeli ketoptrak karena perjalanan mereka masih jaih untuk mencari kontrakan yang jauh ridwan antarkan saja susah sekali.
"Bang ... beli ketoprak nya satu saja berdua saja yah." sahutnya bu ratna yang hendak memberikan uang tersebut kepada nya.
"Siap ... bu dibungkus atau makan disini."sahutnya yang hendak mulai mengulek kacang dibawah piring dibawah pepohonan yang rindang.
" makan di sini aja berdua ya pak."sahutnya sambil menenangkan petty tidur.
"Okey saya buatkan ya bu."sahut nya sambil memotong lontong,tahu, dan lain sebagainya.
di situlah akhirnya mereka makan ketoprak berdua dan istirahat sejenak sampai memikirkan bagaimana cara nya mendapatkan biaya kontrakan yang murah sambil ia pun perpikir lebih jernih dan akhirnya Ia pun mengingat pesan dari Pak Ridwan bahwa ia akan menolong dia saat ia membutuhkan bantuan dari nya cuman Ia pun masih segan dengan pak ridwan karena tidak enak merepotkan nya secara terus menerus dan kemudian Petty pun kecapean sekali Karena perjalanan yang panjang dan dengan terpaksa dan bu ratna pun menelpon pak ridwan dan berkata bahwa ia belum punya dana untuk mengontrak didaerah cikampe yg ditawarkan oleh pak ridwan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments