■■■■■
“Sialan mereka cepat sekali kabur dari rumah sakitnya.”batin nya si om bi dalam hati.
“ Permisi ... Mohon maaf bisa Tolong pak dicek terlebih dahulu di ruangan 203 takut nya ada hal-hal yg tidak diinginkan dan apalagi berkaitan dengan anak ini.”sahutnya om abi dengan khawatir.
“Baik pak.”timpal suara petugas keamanan.
“ saya antar ke ruangan ke sana Pak sambil kita cek segera ya pak."sahutnya sambil mengantarkan abi.
“Baik pak.”
“Silahkan lewat sini paak.”sahut satpam tersebut sambil mengantarkan pak abi keruangan cctv.
“Okey pak terima kasih atas bantuan nya.”sahutnyaa om abi sambil duduk diruangan tersebut.
" ya." timpalnya sambil mengontroll dan juga mengakses tombol diarea ruangan cctv-nya dan kemudian mereka mengecek lagi begitu lama kemudian abi pun berkata seperti ini kepada petugasnya.
" Jadi gimana paka hasilnya." timpalnya.
“ untuk saat ini belum dipastikan Pak tapi kami akan usahakan dan kita selidiki dulu."Timpal Petugas keaman rumah sakit sambil mengecek layar komputer.
"Baik pak."timpalnya
Dan disitulah petugas keamanan untuk mengecek sekelilingnya Dan disitulah Abi sangatlah penasaran dengan sosok orang di layar kamera bawah ia merasa kenal merasa kenal saat itu sehingga kenapa bisa ada orang jahat pasti itu pasti ngapa-ngapain endin sampai si orang jahat tersebut langsung membuka selang infus sehingga sih endin pun tak bisa bernafas dan juga sekarat dan tak disangka-sangka dengan keadaan Si endin yang baru saja mengalami koma yang dikatakan oleh dokter barusan mulai sembuh karena insentif dari dokter namun ini dikarenakan efek kejadian penjahat mencelakaan endin hingga nyawa mulai melayang dan hampir terbunuh dan saat itu om abi tak tinggal diam segeralah Dia meminta tolong kepada petugas keamanan untuk segera memberikan bukti rekaman CCTV tersebut dan lalu akhirnya rekaman CCTV itu diberikan kepada Abi dengan kejadian barusan dan lalu dia bertanya kembali kepada petugas itu.
“Jadi .... bagaimana Pak apakah bukti rekamannya Boleh saya ambil untuk melanjutkan kasus ini."sahutnya ia kepada petugas keamanan.
“Bisa pak... Nanti saya kirimkan bukti rekaman tersebut lewat Whatsapp ya juga pak.” Timpalnya sambil mengecek laptop dan camera dalam CCTV.
“ Baik Terima kasih Pak. "
" ya sama-sama pak ." timpalnya yang segera mengakses jaringan untuk mengirimkan kepada om abi.
dan di situlah bukti CCTV sudah dijadikan dan ditangani di ruangan 203 dan akhirnya Om Andi pun berhasil menyimpan bukti ini untuk dijadikan saksi penjara untuknya dan saat itulah dia pun masih berbaring koma dan juga dijagain oleh suster 24 jam dan ternyata orang itu pandai dan gesit sekali mengendap-ngendap sehingga tidak diketahui oleh suster dan lainnya dan itu setelah suster tersebut mengecek dan melaksanakan insuf dengan baik dan memberikan sedikit cairan infus agar kondisinya Endin tetap terjaga dan dan beristirahat kembali setelah Suster itu pergi.
kemudian akhirnya semester itu mulai pergi sampai dia memulai aksinya yang sangat tega meracuni infus dengan cara mensuntik cairin tersebut sehingga endin pun sempat hampir meninggal karena aksi nya itu di situlah om pun melihat saatnya membuka topeng ternyata tidak asing lagi kalau beberapa bulan kemudian ia pernah ketemu dengan orang tersebut sehingga tidak asing lainnya mukanya Meskipun tidak kelihatan dengan jarak baru saja kelihatan di area CCTV.
Kemudian Abi pun langsung pergi ke rumah sakit meninggalkan keponakannya sambil menyelidiki kasus ini dan semoga tidak terjadi apa-apa dan kebetulan Abi ini adalah seorang pengacara yang handal dan bisa menyelesaikan kasus ini dengan cermat dan tepat orang itu bisa mengaku dia harus segera mencari orang tersebut yang di CCTV dan disitulah ia mulai curiga apakah ini perbuatan bang jamal.
“ Saya harus hati-hati sama orang ini berbahaya sekali Jika ia berkeliaran.”batinnya dalam hati.
Pada saat itulah ia pun berjanji akan menyelesaikan kasus ini kepada semuanya agar tetap hati-hati dan waspada untuk menjaga anak-anak agar tidak mengalami nasib yang sama seperti muslimah, endin,Malik Si Kembar lely dan bella lain sebagainya dan kebetulan ia seorang pengacara semacam pekerjaan sebagai detektive jadi ia harus segera menemukan siapa pelaku tersebut.
“Aku harus menemukan pelaku tersebut sebelum ia berbuat sesuatu yang tidak kepada keponakan ku dan lainnya."timpal batin nya setelah itu akhirnya om abi telag pergi.
Sementara itu muslimah bersama teman-teman lainnya akhirnya menunggu endin yang sedang berbaring koma mereka menunggu pasti akan mengganggu konsentrasi istrirahat nya endin sampai akhirnya Abi pun menyuruh mereka untuk segera pulang Agar tidak dijahati oleh penjahat lainnya tentara itu dia pun langsung membayar ruangan administrasi Andien karena ia telah berkonsulati ke dokter untuk tetap waspada sementara membayar perawat lagi untuk menjaganya selama 24 jam non stop seharga 990 ribu dan disitulah akhirnya malik pun menanyakan kepada om abi.
“Om ... kenapa sih kita harus ninggalin sih endin om.”sahutnya wajah yang cemberut.
“kasian om diaa seendirian.” Timpal sih malik sambil berlari mengejar om nya dan disusul teman lain nya yang mengejar.
“ iya ..... sayang kita harus segera berangkat soalnya Om harus ketemu dengan klien.”
“Oh ... begitu ya om.”
“Ya ... sayang.”
Dan sementara itu muslimah dan sih kembar telah menunggu malik sampai akhirnya mereka telah sampai Dan lalu akhirnya mereka menuju di area parkiran sambil tiba-tiba ada salah satu orang yang mengawasi Mereka lagi Siapa lagi kalau bukan biang keroknya bang jamal dengan anak buahnya sampai-sampai muslimah pun tengok ke arah belakang dan mengancam mereka dengan mimik ekspresi yang menyeramkan dan kemudian Ia pun merasa takut ia melihat mulut menganga bilang sepertinya Awas lu bilang-bilang tanpa suara sampai kawan nya Si Kembar Leli dan kemudian bertanya seperti ini.
“ muslimah kamu kenapa.”sahutnya sih kembar leli sambil menepuk bahunya muslimah dengan keras.
“Ehm … Gpp kok.”sahutnya dengan ketakutan sambil celiang celiung.
“Gpp Kenapa amu ketakutan begitu.”sahutnya sih kembar bella sambil memegang bahu nya muslimah.
“ Iya nak Sepertinya kamu ketakutan juga.”sahutnya om abi melihat kesekeliling dan ternyata tidak ada siapapun.
“Ya nih lu kenapa sih mah.”sahutnya malik sambil mengambil.
“ nggak Papa yuk kita naik.”
“Oh .. iya siap.”sahut sih kembar bella.
“Okey.”sahutnya sih kembar leli.
Dan akhirnya mereka pun naik ke mobil bersama milik nya Om nya malik sampai akhirnya saat itu om malik pun mengeluarkan mobil ke arah parkiran dibantu oleh satpam tersebut dan setelah itu baru Ia pun membayar karcis setelah keluar di rumah sakit di situlah yang masih pikiran tentang peristiwa yang terjadi yang membuatnya takut sehingga ia tak berani menatap kearah jendela sehingga akhirnya teman lainnya menegur dia ada apa Mah terus ya pun menjawab tidak apa-apa cuman kecapaian saja di situlah mereka pun terdiam cukup lama dan akhirnya malik pun mengajak bercanda mereka agar tidak bosan di ruangan ber-ac dalam mobil.
Sampai akhirnya mereka pun bercanda hingga kelaparan dan akhirnya rencana Omnya ingin ke restoran seperti ruko rumah makan ayam geprek di pinggir jalan sampai akhirnya saat itu orangnya tidak fokus dalam menyetir dan tiba-tiba tidak sengaja ia menabrak seorang wanita tua.
“Druk Druk.”
“Aaaahkkk.”
“Centrekk …Centrèk.”Bunyi suara kan mobil terhadap wanita tua tersebut sehingga menyebabkan ia terluka.
■■■■■■■
Next prat selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments