NGIDAM

Sasha memalingkan wajahnya, saat Ando masuk ke dalam kamar perawatan.

"Hai, Sayang!" Sapa Ando seraya mengusap lembut kepala Sasha yang tetap tak mau menatap pada Ando.

"Mom akan kesini besok, Sha! Kau harus makan, oke!" Bujuk Ando lembut pada Sasha. Namun sekali lagi, Sasha hanya diam dan tak menjawab.

"Sha! Kau harus makan, agar calon anak kita tumbuh sehat-"

"Bagaimana dia bisa tumbuh sehat jika kau saja tak bisa menjaganya!" Sergah Sasha tiba-tiba merasa emosi pada Ando. Sasha bahkan langsung menyentak tangan Ando yang tadi berada di atas perutnya.

"Aku minta maaf! Aku khilaf!" Ucap Ando memohon.

"Kau hampir membuatnya celaka, Ando!" Cicit Sasha dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.

Meskipun tadi Sasha sempat mengalami pendarahan, namun setelah dilakukan pemeriksaan, kandungan Sasha yang kini berusia empat bulan dalam kondisi baik-baik saja. Sasha hanya perlu bedrest agar kandungannya kembali kuat.

"Aku minta maaf!" Mohon Ando sekali lagi seraya menggenggam tangan Sasha. Istri Ando itu kini mulai terisak.

"Aku tidak akan mengulanginya!" Janji Ando pada Sasha sebelum kemudian pria itu memeluk Sasha dan meredakan tangisan Sasha.

"Kau harus makan, oke!" Bujuk Ando sekali lagi pada Sasha yang hanya menggeleng.

"Perutku masih mual," keluh Sasha.

"Lalu kau mau makan apa?" Tanya Ando sesabar mungkin.

"Buah."

"Buah apa?"

"Apa saja!" Jawab Sasha seraya mengendikkan kedua bahunya.

"Apel?" Ando menawarkan sebuah apel pada Sasha yang langsung menggeleng.

"Aku tidak mau apel!" Tolak Sasha.

"Tapi tadi katamu kau mau buah apa saja?" Ando sedikit meninggikan nada bicaranya dan Sasha langsung terlihat murung.

"Baiklah, tidak jadi! Aku tidak ingin makan apa-apa," tukas Sasha seraya berbalik dan memunggungi Ando.

"Ck!" Ando sontak berdecak sembari mengusap wajahnya yang terlihat frustasi.

"Sha, kau mau makan apa?" Tanya Ando sekali lagi mencoba sabar menghadapi Sasha yang mendadak berubah sensitif. Ando sebenarnya juga ingin mengamuk sekarang, tapi Ando tidak mau Sasha semakin marah kepadanya.

Ceklek!

Suara pintu kamar perawatan yang dibuka dari luar, membuat Ando seketika menoleh. Pria itu langsung terkejut saat mendapati Mom Ghea dan Dad Alvin yang sudah tiba di rumah sakit.

Apa?

Bukankah kata Mom Ghea, ia baru akan terbang besok? Ando saja belum jadi memesankan tiket.

"Ando, Sasha kenapa?" Tanya Mom Ghea yang buru-buru menghampiri Sasha yang masih memunggungi Ando serta pintu masuk. Sasha cepat-cepat menghapus airmatanya, saat mendengar suara Mom Ghea.

"Sasha..." Ando merasa bingung harus mengatakan bagaimana.

"Sasha kenapa? Kenapa bisa sampai dirawat begini-"

"Sasha terpeleset, Dad!" Sergah Sasha cepat memotong interogasi Dad Alvin pada Ando. Wanita itu sudah berbalik dan kini menghadap ke arah Mom Ghea, Dad Alvin serta Ando.

"Bagaimana bisa?" Tanya Mom Ghea khawatir. Wanita paruh baya tersebut langsung menghampiri Sasha dan memeriksa kondisi sang putri.

"Kandunganmu bagaimana?" Tanya Mom Ghea lagi sembari mengusap perut Sasha. Raut wajah Mom kandung Sasha itu masih terlihat khawatir.

"Kandungan Sasha baik-baik saja, Mom! Kata dokter hanya perlu bedrest," jawab Sasha menerangkan.

"Bagaimana ceritanya Sasha bisa terpeleset, Ando? Kau tidak menjaga putri dan calon cucuku?" Cecar Dad Alvin sedikit emosi pada Ando.

"Ando minta maaf, Dad!" Jawab Ando seraya menundukkan wajahnya dan tak berani menatap pada Dad Alvin. Ando sendiri tidak tahu kenapa Sasha membohongi kedua orangtuanya dan tidak mengatakan yang sebenarnya membuat Sasha pendarahan. Tentang sikap barbar Ando di ranjang.

"Jangan menyalahkan Ando, Dad! Ando sedang di kantor saat Sasha terpeleset. Tapi dia langsung pulang dan membawa Sasha ke rumah sakit setelah Mbak maid meneleponnya," tukas Sasha yang kembali membela Ando serta menutupi sikap buruk suaminya tersebut.

"Sudah, Vin! Tak perlu dibesar-besarkan lagi!" Nasehat Mom Ghea akhirnya pada Dad Alvin.

"Kau juga harus berhati-hati lain kali, Sha! Jangan ceroboh atau pecicilan! Kau itu sedang hamil!" Mom Ghea ganti menasehati Sasha dengan lembut.

"Iya, Mom!" Jawab Sasha seraya menitikkan airmata karena wanita itu mendadak ingat pada sikap Ando yang mudah berubah-ubah belakangan ini.

"Kenapa menangis?" Tanya Mom Ghea yang sudah menangkup lembut wajah Sasha.

"Sasha hanya mendadak kangen pada Mom! Tapi sekarang Mom sudah di sini. Jadi Sasha merasa senang," cerita Sasha seraya memeluk erat Mom Ghea.

"Begitu, ya?" Mom Ghea balas memeluk sang putri bungsu. Pelukan seorang Mom memang selalu bisa menenangkan.

"Dad dan Mom tadi mampir membeli stroberi kesukaanmu, Sha!" Ujar Dad Alvin selanjutnya seraya menunjukkan kantung berisi stroberi pada Sasha yang terlihat berbinar.

"Pas sekali! Sasha sedang ingin makan stroberi, Dad! Terima kasih!" Ucap Sasha yang langsung mengambil satu buah stroberi berwarna merah menghiurkan tersebut.

"Lalu kenapa Ando tak membelikanmu stroberi, jika memang kau ingin makan stroberi, Sha?" Tanya Dad Alvin sedikit sinis pada Ando.

"Ando baru mau pergi beli tadi, Dad! Lalu Dad dan Mom sudah datang," kilah Ando mencari alasan. Dad Alvin langsung berdecak.

"Ando pikir Mom dan Dad baru akan kesini besok pagi," sambung Ando lagi.

"Mom mendadak khawatir pada Sasha. Makanya tadi langsung minta Ethan membelikan tiket dan langsung terbang kesini," cerita Mom Ghea.

"Stroberinya enak, Mom!" Celetuk Sasha yang masih asyik memakan stroberi yang dibawakan mom dan dadnya. Sementara Ando hanya mampu menghela nafas dan akhirnya duduk berdua bersama Dad Alvin di sofa.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

LO TUTUPI SAJA TU KLAKUAN ANDO YG MANIAK SEX

2023-05-23

0

Becky D'lafonte

Becky D'lafonte

kirain shasa keguguran,, biar pisah aja sm si ando

2022-06-26

1

Sari Novarizal

Sari Novarizal

orang model aldo yg nafsu besar dan emosional lebih baik berpoligami biar nggak selingkuh dan kdrt, tapi sasha mau nggak di madu ?

2022-06-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!