ROMANTIS?

Allegra masih termenung di kamarnya dan berusaha mencerna kalimat Mami Rachel yang sekilas ia dengar tadi.

"Akan lebih baik jika mereka tidak saling jatuh cinta ataupun memendam perasaan!"

"Mereka masih bisa jatuh atau menikah dengan orang lain yang tak ada hubungan darah ataupun saudara!"

Allegra menyugar rambutnya, lalu bangkit berdiri dan menatap pada jendela besar di kamarnya yang mengarah langsung ke halaman belakang rumah. Allegra kembali termenung.

"Apa itu artinya aku tidak boleh jatuh cinta pada Sasha?" Gumam Allegra bertanya pada dirinya sendiri.

"Kenapa Mami seperti keberatan sekali dengan kedekatanku dan Sasha?" Gumam Allegra lagi.

Dering ponsel dari atas nakas, sejenak membuat lamunan Allegra buyar. Pria itu menghela nafas, lalu mengambil ponselnya. Rupanya ada pesan masuk dari Sasha.

[Sudah tidur?] -Sasha-

[Belum! Masih sore] -Allegra-

[Hmmmm, iya, percaya!] -Sasha-

Allegra tersenyum tipis membaca pesan yang dikirimkan oleh Sasha. Padahal tidak ada yang lucu. Lalu kenapa Allegra tersenyum sendiri?

[Ada apa?] -Allegra-

[Tidak ada! Hanya sedang ingin menyapamu] -Sasha-

Lagi-lagi bibir Allegra mengulas senyum.

[Rindu?] -Allegra-

[Nggak! Geer!] - Sasha-

[Nggak salah, ya? Aku yang rindu padamu] -Allegra-

[Gombal!] -Sasha-

[Jadi bagaimana? Sudah punya jawaban atas ajakanku tadi?] -Allegra-

Allegra baru ingat kalau ia tadi sempat mengajak Sasha untuk jalan-jalan ke bukit besok. Lusa Allegra harus kembali ke luar negeri dan melanjutkan kuliahnya yang tak kunjung selesai itu. Papi Sean sudah mengomel hebat karena kuliah Allegra yang molor beberapa tahun dari seharusnya. Allegra juga tidak mau membuat Papi kesayangannya itu darah tinggi, jadi Allegra akan mulai serius pada kuliahnya nanti.

[Maaf, ajakan yang mana, ya?] -Sasha-

[Jalan-jalan ke bukit besok] -Allegra-

[Ah, iya! Maaf, aku lupa! Tapi aku setuju] -Sasha-

[Benar?] -Allegra-

[Ya! Tapi sebaiknya kita pergi pagj karena kalau siang jalannya macet. Terlebih besok weekend] -Sasha-

Allegra baru saja mengetik pesan balasan, saat pesan dari Sasha kembali masuk ke ponselnya.

[Kita pulang dan tak menginap, kan? Tidak perlu cari villa, kan?] -Sasha-

[Kau bisa cari villa? Mungkin saja nanti kita kemalaman.] -Allegra-

[Ck! Makanya jangan lama-lama! Biar nggak kemalaman!] -Sasha-

[Semakin lama katanya semakin enak!] -Allegra-

[Hah? Apaan maksudnya?] -Sasha-

[Nggak apa-apa! Kamu cari villa sekalian, ya! Besok aku jemput pagi-pagi] -Allegra-

[Baiklah! Meskipun aku ragu kau akan bisa bangun pagi.] -Sasha-

Allegra berdecak dan langsung menutup aplikasi pesan, lalu menghubungi Sasha via video call. Tersambung tapi tak diangkat! Allegra terpaksa mengetik pesan lagi.

[Angkat!] -Allegra-

Tak ada balasan dari Sasha. Namun beberapa saat kemudian, gadis itu balik menelepon Allegra.

"Darimana?" Sergah Allegra cepat setelah mengangkat panggilan video call dari Sasha.

"Pakai baju!" Jawab Sasha seraya tergelak.

"Tadi memang sedang apa?" Allegra sedikit kepo.

"Berendam!" Jawab Sasha seraya merapikan rambutnya, seolah layar ponsel di depannya adalah sebuah cermin.

"Sudah cantik!" Puji Allegra pada Sasha yang masih belum selesai merapikan rambutnya.

"Terima kasih! Aku memang cantik sejak lahir!" Jawab Sasha sombong.

"Ck!"Allegra berdecak.

"Kenapa? Terpesona dengan kecantikanku?" Ledek Sasha pada sang sepupu. Allegra tak menjawab dan pria itu malah tergelak sekarang. Dasar aneh!

"Ngomong-ngomong, kau sudah pernah berlibur ke luar negeri?" Allegra mengalihkan bahan obrolan.

"Beberapa kali! Dan kata Mom aku juga dibuat di luar negeri," cerita Sasha seraya terkekeh.

"Lahir di luat negeri berarti?" Tebak Allegra.

"Tidak! Aku lahir di negara ini," sanggah Sasha cepat.

"Sayang sekali!"

"Tidak ada yang sayang! Aku lahir di tengah-tengah keluarga besar Mom dan Dad!" Sahut Sasha mearsa bangga.

"Mmmm keluarga besarmu juga maksudnya. Kau umur berapa saat aku lahir?" Sasha mengoreksi sekaligus bertanya. Allegra langsung mengendikkan kedua bahunya.

"Lima tahun aku rasa."

"Lima tahun dan kuliahmu belum selesai hingga sekarang?" Sasha berdecak sekaligus menggeleng-gelengkan kepala sementara Allegra yang wajahnya bearda di layar ponsel Sasha hanya meringis tanpa dosa.

"Aku kuliah sambil belajar!" Kilah Allegra mencari alasan dan pembenaran.

"Belajar menghabiskan uang Uncle Sean!" Ledek Sasha cepat seraya tergelak.

"Sudahlah! Sebaiknya kita berhenti membahas hal itu!"

"Lalu mau membahas apa? Sebaiknya kaubtidur agar besok tidak kesiangan!" Saran Sasha yang sudah berhenti tergelak.

"Kau juga tidur!"

"Aku masih harus mengerjakan beberapa tugas." Sasha mencari alasan.

"Aku temani kalau begitu," cetus Allegra sok perhatian.

"Nanti tugasku tidak selesai karena harus meladeni kau ngobrol! Tidur sana!" Usir Sasha pada Allegra dengan raut wajah sok serius.

"Yakin tidak mau aku temani?" Allegra masih pantang menyerah.

"Tidak! Bye!" Pungkas Sasha cepat seraya menutup telepon. Tak berselang lama,ada panggilan lagi dari Allegra, namun Sasha memilih untuk mengabaikannya.

Allegra masih pantang menyerah dan tetap mencoba menelepon Sasha berulang kali. Namun pada akhirnya karena diabaikan, Allegra berhenti sendiri dan mengirim pesan.

[Baiklah, aku akan tidur! Kau juga cepat tidur jika tugasmu sudah selesai. Selamat malam, Nona Sasha] -Allegra-

Sebuah senyuman langsung tersungging di bibir Sasha, setelah gadis itu membaca pesan Allegra. Sasha merasa hatinya sedang berbunga-bunga sekarang, dan gadis itu masih tak berhenti tersenyum sembari mengerjakan tugasnya.

Ya ampun!

Allegra ternyata pria yang romantis!

****

Sasha menuruni tangga dengan riang, saat sebuah pesan masuk ke ponsel gadis itu.

[Aku sudah di depan rumah! Aku tepat waktu, kan?] -Allegra-

Sasha mempercepat langkahnya dan langsung memanggil Mom Ghea yang tumben tidak kelihatan.Dad Alvin juga tidak ada. Kemana kedua orang tua Sasha tersebut?

"Mbak! Mom mana?" Tanya Sasha akhirnya pada maid yang baru keluar dari dapur.

"Tadi pergi pagi-pagi bersama bapak, Nona! Sepertinya mau berolahraga pagi," jelas maid. Sasha langsung mengangguk dan melihat arlojinya. Jika menunggu Mom dan Dad pulang, Sasha dan Allegra akan kesiangan. Jadi Sasha titip pesan pada maid saja.

"Yaudah, Mbak! Aku mau pergi dan mungkin sampai sore. Nanti tolong sampaikan ke Mom, ya!" Pesan Sasha pada maid di rumahnya tersebut.

"Baik, Nona!" Jawab maid, dan Sasha segera melangkah keluar untuk menghampiri Allegra yang sudah menunggunya di teras.

"Uncle dan Aunty mana?" Tanya Allegra sedikit celingukan.

"Pergi olahraga pagi! Langsung berangkat saja! Aku udah titip pesan sama mbak," jelas Sasha yang langsung membuat Allegra mengangguk. Sasha dan Allegra segera masuk ke dalam mobil, dan tak berselang lama,mobil sudah melaju meninggalkan kediaman Sanjaya.

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

Terpopuler

Comments

Vafajia

Vafajia

ini sih udah pda kuliah...
la kita...🥺🥺🥺🥺

2022-06-24

0

keke global

keke global

cepet banget terpesonanya ama Sasha.. visual visual hehehe

2022-06-08

0

Agustina Kris

Agustina Kris

manisnya mereka berdua..nikmati lah sebelum negara api menyerang

2022-06-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!