Allegra baru tiba di kediaman Arthur, saat pria itu melihat sebuah undangan yang tergeletak di atas meja ruang tamu. Allegra dengan cepat memungutnya serta mencari tahu itu undangan siapa.
"Pernikahan Shabrina Algheano Sanjaya dan Ando Bramasta." Allegra membaca nama yang tertera di dalam undangan seraya bergumam.
"Sasha akan menikah?" Alle kembali bergumam.
"Sudah pulang, Alle?" Sapa Mami Rachel yang segera menyentak lamunan Allegra.
"Iya, Mi! Ada undangan, ya?" Tanya Allegra seraya menunjukkan undangan Sasha.
"Iya! Tadi Aunty Ghea dan Uncle Alvin yang mengantarnya kemari," cerita Mami Rachel dan Allegra hanya mengangguk.
"Neeta masih belum pulang, Mi?" Tanya Allegra selanjutnya pada Neeta.
"Belum."
"Memangnya dia pemotretan berapa hari di luar kota? Mami lihat Neeta sibuk sekali dengan jadwalnya dan kalian jarang ada waktu berdua," cecar Mami Rachel sedikit khawatir. Allegra langsung meringis mendengar keluhan sang mami.
"Karier Neeta sedang menanjak, Mi! Dan Alle tidak mau terlalu mengekangnya." Jawab Allegra mencari alasan.
"Iya, tapi kan status Neeta itu istri kamu, Alle! Seharusnya Neeta memahami hal itu!"
"Lalu ini juga sudah satu tahun lebih sejak pernikahan kalian. Tapi kata Dad, kau masih belum jadi mengajak Neeta ke pulau untuk sekedar honeymoon-"
"Kami sudah honeymoon di berbagai tempat, Mi!" Sergah Allegra memotong kalimat Mami Rachel.
"Dan Neeta juga sudah mengatakan pada Alle kalau dia tidak mau honeymoon di pulau, Mi! Neeta sedang banyak job dan dia tidak mau waktunya terbuang percuma di sebuah pulau terpencil." Sambung Allegra lagi mengungkapkan sebuah alasan.
"Istrimu itu benar-benar aneh, Allegra!" Komentar Mami Rachel seraya berlalu meninggalkan Allegra yang hanya mendengus seraya mengendurkan dasinya. Pria itu merogoh ponselnya dari dalam saku celana, lalu menghubungi Neeta. Telepon langsung diangkat di dering pertama.
"Halo, Sayang!"
"Kau pulang kapan?" Tanya Allegra to the point.
"Besok! Aku masih ada acara malam ini."
"Acara apa? Kenapa tidak pulang sekarang saja? Atau aku harus menjemputmu?" Cecar Allegra sedikit emosi.
Allegra yang sudah masuk ke dapur membuka kulkas, lalu mengambil sebotol air mineral dingin dan meneguknya hingga tandas.
"Kau bisa menyusul kesini jika luang, Alle! Aku begitu merindukanmu!"
"Pulanglah kalau begitu!" Perintah Allegra tegas.
"Jemput aku dan aku akan pulang. Kau juga akan mendapatkan bonus." Suara Neeta terdengar mendes*h dan merayu.
"Kau!" Allegra sedikit geregetan sekarang.
"Aku tunggu, Allegra sayang! Naik pesawat hanya satu jam!"
"Ck! Bisakah kau berhenti menggodaku seperti itu?" Allegra menyugar kasar rambutnya dan sekarang ia menginginkan Neeta. Sial!
"Jemput aku malam ini, oke! Bye!"
Telepon terputus!
Allegra segera mengecek penerbangan tercepat menuju kota B sore ini.
Dapat!
Yess!
Allegra tak memikirkan untuk berganti baju dan pria itu segera mengendarai mobilnya lalu meluncur menuju ke bandara kota.
****
"Taraa!!" Ando membuka kedua telapak tangannya yang sejak tadi menutup kedua mata Sasha.
"Bagaimana pemandangannya?" Tanya Ando seraya berbisik di telinga Sasha yang tampak terperangah dengan pemandangan air terjun di hadapan mereka.
"Cantik sekali!" Gumam Sasha yang masih belum berhenti menatap kagum pada air terjun setinggi 85 meter di depannya tersebut.
"Bagaimana kau bisa tahu jika ada air terjun seindah-" Sasha tak melanjutkan kalimatnya karena saat gadis itu berbalik dan hendak bertanya pada Ando, pria itu malah menghilang.
Apa?
"Ando!" Panggil Sasha seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat ia berdiri. Bagaimana bisa Ando menghilang secepat ini? Perasaan pria itu tadi masih berada di belakang Sasha.
"Ando!" Panggil Sasha lagi mulai panik dan bingung. Tidak ada siapapun di dekat air terjun.
Aneh sekali mengingat ini adalah destinasi wisata. Kenapa hanya ada Sasha dan kemana para pengunjung lain?
"Ando!" Panggil Sasha sekali lagi seraya melihat ke segala arah demi mencari kebetadaan Ando.
"Ando, jangan bercanda-"
"Aaaa!" Sasha menjerit saat sepasang tangan tiba-tiba sudah menutup kedua matanya. Gadis itu refleks berontak dan berusaha menyingkirkan tangan yang kini menutup kedua matanya tersebut.
"Ando!"
"Kaukah ini?" Tanya Sasha yang sekarang ganti meraba-raba kedua tangan yang masih menutup matanya tersebut.
"Ando!"
"Hmmmm!" Hanya gumaman yang Sasha dengar, namun sudah cukup membuat gadis itu bernafas lega karena Sasha hafal kalau itu adalah suara Ando.
"Kamu darimana, sih? Bikin aku panik aja!" Gerutu Sasha masih sambil berusaha melepaskan tangan Ando dari wajahnya. Namun pria itu tak kunjung mau melepaskannya dan sepertinya niat sekali membuat Sasha kesal.
"Lepas!" Perintah Sasha mulai kesal.
"Lepas, Ando!" Perintah Sasha sekali lagi, hingga akhirnya kedua tangan Ando menyingkir dari wajah Sasha.
Sasha memutar tubuhnya dengan celat dan hendak mengomeli Ando, saat tiba-tiba gadis itu malah dibuat terkejut oleh sikap Ando yang kini sudah berlutut di hadapannya seraya menyodorkan sebuah kotak cincin.
Apa?
"Shabrina Algheano Sanjaya, maukah kau menikah denganku?" Ucap Ando yang langsung membuat Sasha menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangan karena terkejut. Kedua mata Sasha bahkan sudah berkaca-kaca dan gadis itu sungguh tak menyangka kalau Ando benar-benar melamarnya sekarang, setelah satu minggu yang lalu Sasha diwisuda dan meraih gelar S2-nya.
"Jawab, Sha!" Bisik Ando pada Sasha yang masih diam dan tak kunjung memberikan jawaban.
"Kau mau menikah denganku?" Ando mengulangi kalimat lamarannya sambil masih menyodorkan cincin ke arah Sasha.
"Ya! Aku mau!" Jawab Sasha seraya mengangguk-angguk.
Sorakan serta tepuk tangan langsung terdengar dari dalam ballroom hotel, tempat dilangsungkannya acara pernikahan Sasha dan Ando.
"Tepuk tangan sekali lagi untuk lamaran romantis Ando pada Sasha di bawah air terjun!" Ucap pembawa acara malam ini yang langsung disusul dengan tepuk tangan meriah dari semua tamu undangan yang hadir, kecuali Allegra sepertinya.
Pria itu hanya berdiri di sudut ballroom sejak tadi, seolah enggan berbaur dengan tamu lain. Allegra mendengus sekali lagi, setelah menyaksikan acara lamaran Ando pada Sasha yang tadi sengaja diputar agar kedua mempelai bisa memamerkan pada semua tamu undangan yang hadir, tentang lamaran romantis mereka.
"Ck!" Allegra berdecak sekali lagi, sebelum kemudian pria itu meneguk kasar minuman di gelasnya.
Allegra sebenarnya juga tak menyangkal kalau apa yang dilakukan Ando dalam video tadi memang benar-benar hal yang romantis dan pasti diidamkan para kaum hawa dari pasangan mereka.
"Kau akan duduj disini sampai kapan, Alle? Sikapmu aneh sekali malam ini?" Tanya Neeta yang baru saja menghampiri Allegra dan sedikit mengeluhkan sikap sang suami.
Allegra tak menjawab dan kembali meneguk minumannya. Kali ini hingga tandas tak bersisa.
"Ayo berdiri dan kita berdansa!" Ajak Neeta yang sudah mengalungkan kedua lengannya di leher Ando. Neeta memang paling suka menghadirkan berbagai acara pesta. Tidak seperti Allegra yang kadang merasa malas, tapi karena tuntutan bisnis Allegra tetap harus menghadirinya.
Kalau malam ini, alasan yang membuat Allegra datang tentu saja adalah rasa hormatnya pada Aunty Ghea dan Uncle Alvin!
"Aku sedang malas berdansa, Neeta!" Ujar Allegra menolak ajakan Neeta.
"Payah!" Decak Neeta sebal.
"Hei, jangan marah!" Allegra langsung mendekap istrinya tersebut.
"Kau yang membuatku marah dan kesal!" Sergah Neeta sedikit emosi.
"Semua orang bersenang-senang disini dan hanya kau yang sejak tadi terlihat frustasi. Ada apa denganmu? Kau cemburu melihat Sasha bersanding di pelaminan bersama Ando?" Cecar Neeta berapi-api pada Allegra yang malah tergelak.
"Mana ada! Sasha sepupuku dan aku turut berbahagia atas pernikahannya bersama Ando!" Sergah Allegra membantah dengan cepat.
"Ayo berdansa, Istriku tercinta!" Ajak Allegra akhirnya pada Neeta agar istrinya tersebut berhenti merajuk. Neeta sudah kembali mengalungkan lengannya ke leher Allegra dan pasangan suami istri tersebut segera berbaur bersama pasangan lain yang juga sudah berdansa romantis.
****
"Aku tidak tahu kalau kau merekam yang terjadi di air terjun kemarin," ucap Sasha yang sejak tadi tak berhenti menatap pada wajah Ando yang terlihat tampan malam ini.
"Itu adalah momen spesial. Jadi aku memasang beberapa kamera di pohon untuk merekamnya," cerita Ando seraya tertawa kecil.
"Niat sekali!" Sasha memukul kecil dada Ando.
"Tapi aku menyukainya," imbuh Sasha lagi dan sebuah senyuman langsung tersungging di bibir Ando.
"Kau bahagia malam ini?" Tanya Ando yang sudah menyatukan keningnya dan kening Sasha.
"Sangat!" Sasha mengecup kedua tangan Ando, lalu membawanya ke depan dada.
"I love you!" Bisik Ando selanjutnya yang langsung membuat senyuman Sasha merekah.
"I love you too!" Balas Sasha sebelum kemudian bibir wanita itu dipagut mesra oleh Ando.
Setelah beberapa usaha yang Ando lakukan demi mendapat restu dari keluarga Sasha, akhirnya kini Ando dan Sasha sudah sah menjadi suami istri.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Tulip
udah sm2 nikah jgn lg ingat pasangan org lain
2022-10-14
0
Kharina.
aneh² itu kan kamu restuin juga Rachel, coba kamu dari awal merestui Alle ma Sasha, nggak bakal aneh² deh mantu mu.
2022-06-19
0
Rindy Agustin
mudah mudahan Ando ga ad ✌️✌️
baca diawal pasti Sasha pisah intinya tp mudah mudahan pisah bukan penghianat an tp kaya meninggal gth gpp 😅
2022-06-09
0