[Allegra dan Sasha ke bukit berdua dan mereka hampir menginap di villa andai aku dan Alvin tak memergoki] -Mom Ghea-
Kedua mata Mami Rachel membelalak, saat wanita paruh baya tersebut menbaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh Mom Ghea.
"Alle!" Geram Mami Rachel sedikit emosi. Mami kandung Allegra tersebut segera mengetik pesan balasan pada Mom Ghea.
[Aku akan memperingatkan Allegra nanti, Ghe!] -Mami Rachel-
[Sebaiknya begitu! Aku juga akan menasehati Sasha nanti] -Mom Ghea-
"Ada apa, Mi? Kok kelihatan kesal?" Tanya Jasmine yang sudah menghampiri sang mami yang masih bertukar pesan besama Mom Ghea.
"Abang kamu! Susah dibilangin!" Keluh Mami Rachel merasa geregetan.
"Abang Alle? Memangnya Abang Alle kenapa? Dari pagi pergi masih belum pulang juga," cecar Jasmine seraya celingukan ke arah pintu depan untuk melihag apa sang abang sudah pulang atau belum.
"Dia ke bukit bersama Sasha! Tentu saja belum pulang!" Sergah Mami Rachel merasa gemas.
"Tahu darimana, Mi," tanya Jasmine kepo.
"Aunty Ghea yang cerita. Dia kirim pesan ke Mami," cerita Mami Rachel seraya menunjukkan ponselnya pada Jasmine.
"Trus Abang Alle dan Sasha ngapain di bukit? Pacaran?" Tanya Jasmine menerka-nerka.
"Jangan sampai! Mereka itu sepupu, Jasmine!" Jawab Mami Rachel dengan nada suara yang sudah naik lima oktaf.
"Iya bener, sih! Tapi kalau sudah terlanjur jatuh cinta mau bagaimana lagi, Mi? Kan cinta nggak bisa dipaksakan!" Pendapat Jasmine yang langsung membuat Mami Rachel berdecak.
"Sasha dan Allegra adalah sepupu dan mereka tidak boleh saling jatuh cinta!" Tegas Mami Rachel sebelum wanita parih baya itu pergi meninggalkan Jasmine yang kini mengendikkan bahu.
"Abang Allegra saja terlihat berbinar-binar saat berceritan tebtang Sasha," gumam Jasmine bermonolog sendiri.
****
"Terima kasih atas tumpangannya, Uncle, Aunty!" Ucap Allegra sebelum pria itu turun dari mobil Dad Alvin. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan Allegra baru tiba di rumah.
"Sama-sama! Besok lagi kalau maj mengajak Sasha pergi, izin dulu!" Pesan Dad Alvin tegas.
"Siap, Uncle! Allegra tak akan lancang lagi," jawab Allegra seraya tersenyun sopan.
"Besok Allegra juga sudah kembali ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah," sambung Allegra lagi sedikit bergumam.
"Besok aku boleh mengantarmu ke airport?" Tanya Sasha saat Allegra sudah membuka pintu mobil.
"Boleh sekali! Pesawat berangkat sore," Allegra memberitahu Sasha.
"Baiklah! Besok sore di airport. Bye!" Sasha melambaikan tangan ke arah Allegra yang akhirnya turun dari mobil Dad Alvin.
Allegra melambaikan tangan sekali lagi pada keluarga Sasha tersebut sebelum mobil melaju pergi meninggalkan kediaman Kyler.
"Rumit," gumam Allegra seraya garuk-garuk kepala. Pria otu langsung masuk ke kediaman kedua orang tuanya yang sudah terlihat sepi. Sepertinya semua orang sudah tidur.
Baiklah!
Allegra akan tidur juga setelah mandi terlebih dahulu tentu saja!
"Alle, baru pulang?" Tegur Mami Rachel saat Allegra baru menapaki tiga anak tangga.
"Eh, iya, Mi! Belum tidur?" Allegra berbasa-basi pada sang mami lalu kembali turun untuk menghampiri Mami Rachel.
"Tadi dari mana?" Tanya Mami Rachel to the point. Meskipun wanita paruh baya itu sudah tahu jawabannya.
"Dari bukit, Mi! Refreshing, kan. Mumpung masih liburan disini," jawab Allegra mencari alasan.
"Bersama Sasha?" Tanya Mami Rachel terlihat tak senang.
"Iya, kan Sasha sudah sering ke bukit. Kadi dia kayak jadi semacam guide begitu agar Allegra tidak tersesat," Allegra kembali membeberkan sebuah alasan.
"Guide?"
"Allegra dan Sasha sepupu juga, Mi! Kok Mami risau?" Allegra balik bertanya heran.
"Justru karena kalian berdua sepupu tapi kedekatan kalian itu lebih dari seorang sepupu!" Sergah Mami Rachel yang akhirnya tak tahan lagi untuk tak mengungkapkan kekhawatirannya.
"Kami tidak ngapa-ngapain, Mi! Kami hanya ke kebun teh, lalu berteduh sebentar di gubuk karena hujan." Allegra masih tak berhenti mencari pembenaran.
"Tidak terjadi apa-apa!" Sambung Allegra lagi.
"Kamu jatuh cinta pada Sasha?" Tanya Mami Rachel menatap serius ke dalam kedua netra sang putra.
"Soal itu..." lidah Allegra mendadak menjadi kelu dan Allegra kesulitan untuk menjawab. Padahal otak Allegra sudah mengirimkan sinyal agar Allegra menjawab tidak. Tapi nyatanya lidah Allegra tak mampu melakukannya.
"Jawab Mami, Alle! Kamu jatuh cinta pada Sasha?" Tanya Mami Rachel sekali lagi.
"Ti- tidak, Mi!" Jawab Allegra akhirnya seraya menundukkan wajah dan tak berani menatap pada Mami Rachel. Jelas sekali kalau Allegra berbohong.
"Allegra, Sasha itu sepupu kamu! Kalian bersaudara!"
"Mami sudah memperingatkan dari awal agar kamu tak memendam perasaan apapun pada Sasha!"
"Tapi apa masalahnya, Mi! Hububgan darah kami jauh!" Sergah Allegra ketas kepala.
"Tetap saja Aunty Ghea dan Uncle Alvin tidak akan merestui hubungan kalian! Kamu mau keluarga kita menjadi teroecah belah karena kerasnya kepalamu itu?" Cecar Mami Rachel seraya menggguncang kedua pundak putra sulungnya tersebut.
"Tidak, Mi!" Jawab Allegra lesu
"Kalau begitu, buang jauh perasaanmu pada Sasha mulai sekarang. Kalian adalah sepupu!" Mami Rachel memperingatkan Allegra dengan tegas.
"Silahkan kamu berpacaran dengan siapa saja, Mami tak akan menentang! Asal jangan dengan Sasha atau sepupumu yang lain, Alle!" Ujar Mami Rachel sekali lagi.
"Iya, Mi," Suara Allegra terdengar semakin lesu dan lirih.
"Kamu mengerti?"
"Batasi hubunganmu dengan Sasha mulai sekarang dan Mami tidak mau lagi mendengar laporan dari Aunty Ghea tentang kamu yang berusaha untuk mendekati Sasha!" Mami Rachel memperingatkan sekali lagi.
"Alle mengerti, Mi."
"Alle akan menjaga jarak dari Sasha," janji Allegra akhirnya pada Mami Rachel meskioun dalam hati Allegra masih merasa berat.
Tapi Mami Rachel benar, jika Allegra memaksakan hubungannya dengan Sasha, bukan tak mungkin hal itu malah bisa membuat hubungan kekeluargaan di antara keluarga Kyler dan keluarga Sanjaya menjadi renggang.
Allegra tidak mau hal itu terjadi. Mungkin lebih baik Allegra membuang jauh perasaannya pada Sasha, dan menganggap gadus itu sebagai sepupu saja. Sekarang, nanti, dan seterusnya!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
who am i
hubungan darah udah jauh begitu, belom lagi opa dan oma nya yang kakak beradik, secara omanya nikah kan ikut nama keluarga cowok, udah beda nama belakang keluarganya
2022-06-28
0
Kharina.
sebenarnya nggak papa sih Sasha ma Alle bersama, bukan mahrom juga 😅😆
2022-06-13
0
keke global
nasib nasib Alle
2022-06-08
0