TAK MAU BERHARAP

Satu tahun kemudian....

Sasha melihat ke layar ponselnya sembari berharap akan ada pesan masuk disana dari seseorang yang setahun terakhir menjalin hubungan jarak jauh dengan Sasha.

Tapi tidak ada pesan!

Sasha menghela nafas dan memilih untuk kembali fokus ke laptopnya saja. Sasha sendiri sebenarnya juga tak teelalu berharap pada hubungannya bersama Ando. Selama setahun terakhir, Sasha hanya membiarkan hubungannya bersama Ando mengalir apa adanya.

Semua janji manis yang pernah dilontarkan oleh Ando bahkan tak terlalu Sasha gubris. Hati Sasha masih berada di tempat lain, sekalipun ini sudah setahun berlalu.

Oh ayolah, Sasha!

Kapan kau akan move on dari Allegra yang kini sudah bahagia bersama Neeta?

Suara dering di ponsel Sasha, langsung membuat gadis itu terlonjak kaget. Sasha melihat ke layar ponselnya untuk mencari tahu siapa yan menelepon.

Ando!

"Halo!"

"Kau dimana?"

"Di rumah," jawab Sasha cepat.

"Keluarlah kalau begitu!"

"Hah? Kenapa aku harus keluar? Kau ada di depan rumahku sekarang?" Cecar Sasha sedikit berkelakar dan menebak-nebak.

"Aku sedang di teras rumahmu lebih tepatnya!"

Jawaban Ando membuat Sasha diam sejenak.

"Kau pasti bohong!" Sangsi Sasha selanjutnya seraya menutup laptop dan bangkit dari duduk. Sasha membuka pintu kamar saat gadis itu nyaris menabrak Kak Ruby yang juga baru keluar dari kamar Abang Ethan. Letak kamar Sasha dan Abang Ethan memang bersebelahan di lantai dua kediaman Sanjaya.

"Kak Ruby mau kemana?" Tanya Sasha pada Ruby yang wajahnya sedikit pucat. Apa kakak ipar Sasha itu sedang sakit?

"Pulang ke rumah Mami. Mendadak aku kangen pada Mami," jawab Kak Ruby yang langsung membuat Sasha menahan tawa.

"Padahal baru tadi pagi ketemu," celetuk Sasha sedikit meledek Kak Ruby. Kebetulan rumah kefua orang tua Kak Ruby memang hanya berseberangan dengan rumah Sasha. Bahkan balkon kamar Kak Ruby di rumah depan, bisa dilihat dari balkon kamar Abang Ethan maupun balkon kamar Sasha.

"Aku juga bingung!" Kak Ruby mengendikkan kedua bahunya.

"Nanti kalau Ethan pulang, kah beritahu saja kalau aku ke rumah Mami," pesan Kak Ruby pada Sasha seraya menuruni anak tangga. Sasha mengekori kakak iparnya tersebut.

"Siap, Kak! Hati-hati nyebrangnya!" Sasha sedikit berkelakar dan Kak Ruby sama sekali tak menanggapi.

Aneh, tapi mungkin Kak Ruby memang sedang tak enak badan.

"Sha! Kamu bicara sama siapa?" Tanya Ando bingung saat Sasha kembali meletakkan pondelnya di telinga. Sasha sampai lupa kalau ia tadi sedang berbicara di telepon bersama Ando.

"Eh, maaf!"

"Tadi aku bicara dengan kakak iparku!" Ujar Sasha menjelaskan.

"Yang pakai dress warna kunyit, ya? Aku melihatnya keluar dari rumah dan pergi ke rumah seberang."

"Ya! Itu rumah kedua orang tuanya." Jelas Sasha lagi.

"Eh, tunggu! Kamu beneran ada di teras?" Tanya Sasha semakin penasaran. Gadis itu setengah berlari menuju ke teras dan ternyata benar, Ando sudah ada di teras rumah Sasha seraya merentangkan kedua tangannya seolah siap untuk memeluk Sasha.

"Kau sudah pulang?" Sorak Sasha yang langsung menghambur ke dalam pelukan Ando. Dua sejoli itu berpelukan erat demi meluapkan rasa rindu setelah satu tahun tak bertemu.

"Aku merindukanmu!" Bisik Ando seraya mengecup puncak kepala Sasha. Sementara Sasha masih betah menyusupkan kepalanya di dada Ando.

"Aku kira kau sudah lupa padaku," gumam Sasha yang akhirnya mau juga melepas pelukan Ando.

"Nggaklah! Aku itu selalu mikirin kamu, Sha!" Ungkap Ando seraya mengusap lembut wajah Sasha, lalu menyelipkan rambut Sasha ke belakang telinga.

"Gombal!" Kekeh Sasha sembari memukul dada Ando. Sasha lanjut menarik lengan Ando dan mengajak pria itu untuk duduk di teras rumah.

"Kapan datang?" Tanya Sasha selanjutnya pada Ando.

"Baru saja dari bandara langsung kesini," jawab Ando bersungguh-sungguh.

"Ngomong-ngomong, kamu nggak nawarin aku minum gitu, Sha? Aku haus!" Ando mengusap tenggorokannya dan Sasha sontak tergelak.

"Iya, maaf!"

"Maaf, ya! Aku ambil minum dulu,", ujar Sasha seraya bangkit berdiri.

"Mau minum apa?" Tanya Sasha sebelum gadis itu masuk ke dalam rumah.

"Apa saja asal kamu yang bikin pasti aku minum," jawab Ando bergombal. Sasha kembali tergelak, dan gadis itu langsung berlalu masuk ke rumah untuk mengambilkan minuman untuk Ando.

Tak berselang lama, Sasha sudah keluar lagi membawa dua gelas es sirup serta camilan untuk Ando.

"Silahkan diminum!" Ujar Sasha mempersilahkan seraya mengulurkan segelas es sirup pada Ando. Pria itu langsung meneguk es sirupnya hingga nyaris tandas. Seperti Ando benar-benar kehausan!

"Kau di rumah sendiri? Kok tumben sepi?" Tanya Ando berbasa-basi.

"Ya! Mom dan Dad belum pulang dari acara dan Abang Ethan juga belum pulang praktek. Kak Ruby juga barusan pulang ke rumah Uncle Juna," jawab Sasha menjelaskan secara panjang lebar.

"Abang kamu dokter, ya? Aku belum pernah bertemu," tanya Allegra lagi yang sepertinya penasaran pada Abang Ethan.

"Iya, abang Ethan dokter."

"Itu sudah pulang!" Ujar Ruby seraya menunjuk ke arah sebuah mobil yang baru datang dan berhenti di depan garasi. Tak berselang lama, seorang pria berkacamata keluar dari dalam mobil seraya menentang sebuah jas putih ala dokter dan sebuah tas kerja.

"Baru pulang, Bang?" Sapa Sasha pada abanh Ethan yang langsung menatap penuh selidik ke arah Ando yang duduk di sebelah Sasha.

"Ya!"

"Dia siapa?" Tanya abang Ethan to the point seraya mengendikkan dagunya ke arah Ando.

"Ini Ando, Bang! Temannya Sasha," jawab Sasha mengenalkan Ando pada abang Ethan.

Ando dan Abang Ethan memang belum pernah berjumpa sebelumnya, jadi wajar jika abang Ethan tak mengenali Ando.

"Teman?" Abang Ethan terlihat tak percaya.

"Sore, Bang! Saya Ando." Ando akhirnya bangkit dari duduknya dan memperkenalkan dirinya sendiri pada abamg Ethan.

"Teman kenal di mana?" Tanya abang Ethan penuh selidik. Sepertinya abang kandung Ghea ini sedang curiga tingkat lebay.

"Teman sekolah, Bang! Dulu, saat Sasha masih SMA dan Abang belum pulang. Dulu juga udah sering main kesini, kok! Tanya saja pada Mom kalau tidak percaya," Beber Sasha panjang lebar dengan nada sedikit kesal karena abangnya yang curiga berlebihan.

"Iya! Abang kan cuma tanya, Sha!" Decak abang Ethan seraya menggulung lengan kemejanya. Sementara Sasha hanya memutar bola mata malas.

Abang Ethan sepertinya sudah sekesai menginterogasi Ando, dan pria itu hendak masuk ke dalam rumah, saat celetukan dari Sasha membuat abang Ethan menghentikan langkahnya.

"Kak Ruby pulang ke rumah Uncle Juna, Bang! Abang nggak nyusul?"

"Benarkah? Kapan?" Tanya abang Ethan penuh selidik pada sang adik.

"Tadi baru saja. Katanya kangen sama Aunty Lily dan Uncle Juna," jelas Sasha yang langsung membuat Ethan menaruh tas kerja serta jas putihnya di pangkuan sang adik.

"Eh, eh! Apa ini maksudnya?" Protes Sasha yang langsung membuat Ando menahan tawa.

"Kamu taruh di dalam! Abang mau ke rumah depan," tukas abang Ethan seraya berlalu meninggalkan teras, lalu menyeberangi halaman dan keluar dari pagar. Abang kandung Sasha itu langsung menyeberangi jalan dan menghilang dengan cepat ke dalam pagar rumah keluarga Attala.

"Ck! Dasar merepotkan! Tahu gitu nggak usah aku kasih tahu tadi kalau Kak Ruby di rumah depan," gerutu Sasha seraya meletakkan tas kerja abang Ethan di atas meja.

"Simpan dulu sana!" Titah Ando pada Sasha yang langsung merengut.

"Sana, Sha!" Titah Ando sekali lagi seraya mengacak rambut Sasha yang tetap merengut

"Iya, ah!" Jawab Sasha akhirnya, seraya bangkit dari duduknya, lalu membawa tas dan jas kerja abang Ethan masuk ke dalam rumah.

.

.

.

Sambungan dari "Penantian Ruby" bab 54. Pas Ruby ngidam itu, ya!

Timing aku cepetin biar selaras dengan novel sebelah dan nggak rancu 🤭🤭

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

Terpopuler

Comments

Oryza Kirana

Oryza Kirana

bun... aq pingin dong lihat sasha dan ando bucin. gak rela kl alle trus yg menang.

2022-06-08

1

keke global

keke global

Ando sayank banget sama Sasha

2022-06-08

0

keke global

keke global

Ando, Android apa Andi thor kwkwkwk...

2022-06-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!