MASIH BELUM

"Hoek!" Sasha menutup mulutnya dengab telapak tangan, sebelum kemudian wanita itu berlari ke dalam toilet untuk memuntahkan isi perutnya. Ando terpaksa berdecak dan merasa sedikit kesal pada Sasha yang sering mual dan muntah belakangan ini. Padahal Ando baru saja akan mencumbu istrinya tersebut, namun sekali lagi mual dan muntah yang dialami Sasha membuat semua rencana Ando menjadi buyar.

Dua bulan sudah usia pernikahan Ando dan Sasha. Dan tepat satu bulan yang lalu Sasha memang sudah dinyatakan hamil oleh dokter kandungan yang memeriksa istri Ando tersebut. Satu hal yang seharusnya membuat Ando bahagia. Namun sayangnya Ando malah sering uring-uringan belakangan ini karena mual dan muntah yang dialami Sasha.

"Ando!" Panggil Sasha dari dalam toilet yang langsung membuat Ando mendengus sebal. Madih terdengar suara muntah-muntah dari istri Ando tersebut.

"Apa?" Jawab Ando yang akhirnya beranjak dari atas ranjang, namun pria itu hanya berdiri di ambang pintu kamar mandi tanpa ada inisiatif untuk sekedar mengusap punggung Sasha yang terduduk di lantai kamar mandi.

"Bisa tolong kau ambilkan air hangat untukku?"pinta Sasha sebelum kemudian wanita itu kembali muntah-muntah.

"Ck! Merepotkan!" Gerutu Ando yang tetap mengambilkan air hangat untuk Sasha meskipun hanya setengah hati.

"Kapan kau berhenti muntah-muntah, Sha?" Tanya Ando sedikit frustasi.

"Aku juga tidak tahu! Ini bawaan hamil dan aku tidak tahu akan berlangsung sampai kapan." Jawab Sasha ikut-ikutan frustasi.

"Tapi seharusnya kau bisa menahan dan mengendalikannya!" Ando mengacak rambutnya dengan frustasi.

"Sudah satu minggu aku menahannya!"

"Aku juga punya kebutuhan!" Sergah Ando lagi meluapkan emosinya yang hanya mampu membuat Sasha menundukkan wajahnya.

"Maaf!" Hanya gumaman itu yang mampu diucapkan oleh Sasha.

Sasha memang kewalahan dengan mual dan muntahnya yang masuk kategori luar biasa. Sedangkan Ando selalu ingin mencumbu Sasha setiap malam. Sebelum Sasha hamil dan mulai ngidam, tak ada malam yang terlewatkan tanpa percintaan panas Sasha dan Ando. Sasha juga baru tahu kalau suaminya itu punya bir*hi di atas rata-rata setelah pernikahan mereka.

Tapi Ando juga tak pernah cerita sebelum mereka menikah!

Dan Ando selalu berkilah kalau semua pengantin baru seperti Ando yang selalu ingin bercinta setiap malam tanpa berhenti.

Ya, seharusnya Sasha menunda hamil dulu dan tak perlu terburu-buru. Sekarang Ando merasa kebutuhannya tak mampu dipenuhi oleh Sasha dan suami Sasha itu jadi sering uring-uringan di rumah!

Sasha masih terduduk di lantai kamar mandi sekalipun wanita itu sudah berhenti muntah-muntah sekarang.

"Sha!" Panggil Ando dari ambang pintu kamar mandi yang langsung membuat Sasha menghapus butir bening yang menggenang di sudut matanya, lalu mengangkat wajah untuk menatap pada Ando.

"Ya!"

"Kau menangis?" Tanya Ando seraya mendekat ke arah Sasha yang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tidak!" Jawab Sasha lirih.

"Maaf jika kata-kataku tadi kasar," ucap Ando penuh sesal seraya membantu Sasha untuk bangkit berdiri. Sasha hanya mengangguk dan membiarkan Ando memapahnya keluar dari dalam kamar mandi.

"Kau mau makan malam pakai apa? Biar aku belikan," tawar Ando yang sudah kembali perhatian.

Begitulah!

Kadang Ando begitu baik dan lembut tapi kadang pria itu juga mudah emosi dan marah-marah.

Dan sejujurnya, Sasha baru tahu semua sifat Ando tersebut setelah mereka menikah dan tinggal berdua saja. Sekalipun sebelumnya mereka sudah berpacaran selama beberapa tahun, nyatanya itu semua tak berguna apa-apa.

Mau menyesal juga percuma. Dan sekarang yang bisa Sasha lakukan hanya berusaha untuk beradaptasi dengan sifat Ando tersebut.

"Sha! Kenapa melamun? Kau mau makan apa?" Tanya Ando sekali lagi pada Sasha.

"Capcay seafood," jawab Sasha sedikit tergagap.

"Akan aku belikan," tukas Ando seraya meraih jaket lalu memakainya.

"Ando, aku boleh ikut?" Pinta Sasha sedikit memohon pada Ando.

"Kau nanti mual dan muntah lagi," sergah Ando khawatir. Sasha langsung menggeleng dengan cepat.

"Aku janji tidak akan!"

"Baiklah! Ayo!" Pungkas Ando akhirnya yang sudah selesai memakai jaket. Pria itu merangkul Sasha, lalu pasangan suami istri tersebut berangkat untuk membeli makan malam.

****

"Happy birthday, Austin dan Beatrice!" Ucap Allegra seraya bergantian mencium pipi kedua keponakannya tersebut. Hari ini adalah ulang tahun Austin dan Beatrice yang pertama. Anak kembar Olivia dan Yonas itu akhirnya genap berusia satu tahun.

Tapi lucu juga kalau dipikir-pikir, karena Allegra dan Neeta yang duluan menikah ketimbang sepupu Allegra ini. Lalu kenapa malah Olivia dan Yonas yang duluan punya anak sekarang?

"Terima kasih, Uncle Alle!" Ucap Yonas mewakili kedua anak kembarnya.

"Sudah ada kabar baik dari Neeta, Alle?" Gantian Olivia yang bertanya pada Allegra yang langsung berubah raut wajahnya. Pria itu menjawab pertanyaan Olivia dengan gelengan samar.

"Semoga disegerakan kalau begitu! Sepertinya kalian masih menikmati masa honeymoon," ucap Olivia sedikit terkekeh.

Allegra tidak tahu apa yang dilontarkan Olivia barusan benar-benar adalah sebuah doa atau hanya sindiran semata. Namun pada kenyataannya, Neeta memang belum hamil hingga detik ini.

Atau lebih tepatnya, istri Allegra itu belum mau hamil!

"Neeta, ini apa?" Tanya Allegra suatu hati pada Neeta seraya menunjukkan sebuah blister pil berwarna putih.

"Pil kontrasepsi. Apa kau tidak bisa membacanya?" Jawab Neeta sedikit acuh.

"Kau meminumnya?" Tanya Allegra menatap tak percaya pada Neeta.

"Ya! Aku harus menunda kehamilan karena karierku sedang menanjak, Alle!"

"Aku tidak mau bentuk tubuhku berubah karena kehamilan!" Jawab Neeta panjang lebar mengemukakan alasannya.

"Tapi kau tahu sendiri kalau Mami dan Papi sudah mendesak kita agar segera memberikan mereka cucu!"

"Kita akan program hamil tahun depan atau tahun depannya!"

"Aku masih mau menikmati kesuksesanku, dan jangan pernah mengaturku apalagi menyuruh-nyuruh aku untuk hamil!" Sergah Neeta lagi memperingatkan Allegra yang hanya bisa mendengus frustasi. Allegra membanting pil KB Neeta dengan penuh emosi dan pria itu menyugar kasar rambutnya berulang kali.

"Brengsek!"

"Sialan!"

.

.

.

Jika kalian bingung kok anaknya Olivia-Yonas udah setahun, padahal anaknya Ruby-Ethan baru lahir kemarin 😅😅😅

Aku juga bingung.

Tapi setelah aku baca kembali. Kemarin itu Ruby hamilnya setahun lebih setelah menikah dengan Ethan. Sedangkan Olivia habis nikah sama Yonas langsung hamil. Trus jarak pernikahan Olivia dan Ruby juga hanya beberapa bulan.

Jadi anggap saja masuk akal, ya!

Oke?

Oke!

Cerita Ruby-Ethan ada di "Penantian Ruby"

Cerita Olivia-Yonas ada di "Cinta Olivia"

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

Terpopuler

Comments

Violet Agfa

Violet Agfa

kok gtUu c, mulaiii mncuL siFat aslimuuu 😠😠

2022-06-26

0

Becky D'lafonte

Becky D'lafonte

ando mulai berubah

2022-06-26

0

Kharina.

Kharina.

kan sering LDRan

2022-06-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!