Allegra menarik Sasha untuk berteduh di bawah sebuah gubuk karena hujan yang tiba-tiba mengguyur. Padahal Sasha dan Allegra baru saja menikmati udara sejuk di atas bukit.
"Basah?" Allegra mengusap-usap lengan Sasha yang sedikit basah terkena air hujan.
"Basah sedikit," gumam Sasha seraya menghentikan tangan Allegra yang begitu perhatian.
Ya ampun!
Membuat baper saja.
"Hujannya lama, nggak, ya? Mana parkiran mobil jauh," gumam Sasha lagi seraya mendongakkan kelalanya dan menatap pada mendung berwarna putih yang menggantung di langit.
"Kalau mendungnya putih begitu katanya bakal awet hujannya," sahut Allegra seraya mengendikkan bahu.
"Jaket aku tinggal di mobil juga tadi." Sasha menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya karena udara dingin yang mendadak menyergap.
"Sini!" Allegra yang peka segera menarik Sasha ke dalam dekapan, lalu mendekap erat gadis dua puluh satu tahun tersebut.
"Masih dingin?" Tanya Allegra sedikit berbisik pada Sasha.
"Sedikit," jawab Sasha bergumam. Sasha sedikit salah tingkah, saat Allegra sedikit membenarkan rambut Sasha yang lolos dari ikatan.
"Tidak akan ada yang marah, kan?" Tanya Allegra memecah keheningan. Dan Sasha hanya menggeleng samar. Dua insan itu madih terus berdekapan seraya menatap pada rinai hujan yang masih mengguyur bumi.
"Kita akan kemalaman jika menunggu hujan reda," ungkap Sasha yang langsung diiyakan oleh Allegra.
"Lalu mau bagaimana? Kalau kita berlari ke parkiran, kita juga akan basah," Sasha mengungkapkan pendapatnya.
"Jauh-jauh kesini cuma lihatin hujan," sambung Sasha lagi seraya terkekeh.
"Tapi lihatin hujannya beda. Kalau di rumah, nggak mungkin bisa sambil peluk kamu begini," timpal Allegra yang langsung membuat wajah Sasha memerah. Sasha mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Allegra yang sejak tadi menyandarkan dagunya di puncak kepala Sasha.
"Ada apa?" Tanya Allegra setengah berbisik.
Sasha menggeleng dan kembali membenamkan kepalanya di dada Allegra. Rasanya sungguh nyaman.
"Sudah mulai reda. Tinggal gerimis." Lapor Allegra akhirnya pada Sasha yang masih bergelung di dalam dekapannya.
"Sha!" Allegra sedikit menggoyangkan tubuh Sasha yang rupanya sudah terlelap.
Astaga!
Allegra tertawa kecil, lalu menepuk lembut pipi Sasha.
"Sha! Hujannya sudah reda," ucapan Allegra seraya berusaha membangunkan Sasha yang akhirnya menggeliat.
"Hah? Apa?" Sasha terlihat linglung.
"Hujan sudah reda! Mau pulang atau mau bermalam di gubuk?" Goda Allegra yang langsung membuat Sasha memukul dadanya. Allegra malah tergelak sekarang.
"Pulanglah!" Jawab Sasha cepat.
"Eh, tapi langit udah gelap. Apa tidak apa-apa kamu nyetir pulang malam-malam?" Tanya Sasha khawatir.
"Kita bermalam di villa dulu bagaimana? Aku sedikit mengantuk juga." Allegra menguap lebar.
"Besok kita pulang pagi-pagi! Aku janji!" Sambung Allegra lagi.
"Yaudah! Ayo ke mobil sebelum hujan lagi!" Ajak Sasha akhirnya seraya menarik tangan Allegra dan mereka berdua segera meninggalkan gubuk.
****
"Ini villanya?" Tanya Allegra seraya menghentikan mobilnya di deian sebuah villa yang sudah dipesan oleh Sasha.
Sasha sendiri sudah beberapa kali ke bukit dan menginap di villa area ini bersama Mom Ghea dan Dad Alvin. Jadi gadis itu tak terlalu kesulitan saat akan menyewa sebuah villa.
"Itu di sebelah rame-rame ada acara apa?" Tanya Allegra kepo menunjuk ke villa sebelah yang sepertinya dipakai menggelar sebuah acara.
"Nggak tahu! Mungkin ada yang ulang tahun." Sasha mengendikkan kedua bahunya.
"Kita masuk, yuk!" Ajak Sasha selanjutnya dan Allegra hanya mengangguk. Allegra merangkul pundak Sasha, saat tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil Sasha.
"Sasha!"
Sasha dan Allegra kompak menoleh. Ada Mom Ghea dan Dad Alvin yang entah sejak kapan pergi ke bukit juga.
"Sedang apa disini? Tadi kata Mbak kamu pergi sama teman kamu? Ini kenaoa pergi bersama Allegra?" Cecar Mom Ghea serata memindai Sasha dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Iya, Sasha pergi sama Allegra sejak tadi, Ma!" Jawab Sasha tang masih bingung kenapa Mom-nya ada di bukit juga.
Apa sedang ada acara?
"Malam, Uncle, Aunty! Maaf karena mengajak Sasha pergi sampai hari gelap," Allegra menyapa sekaligus minta maaf pada Mom Ghea dan Dad Alvin.
"Kalian darimana saja tadi?" Tanya Dad Alvin penuh selidik.
"Kita ke kebun teh saja, Dad! Trus kehebak hujan di sana. Jadi berteduh dampai petang," jawab Sasha jujur.
Mom Ghea dan Dad Alvin saling berpandangan.
"Lalu sekarang mau masuk ke villa, kalian mau nginep berdua di villa?" Tanya Mom Ghea lagi penuh selidik.
"Allegra mengantuk, Mom! Jadi kami memutuskan istirahat di villa dan pulang besok pagi-pagi," jawab Sasha jujur.
"Berdua saja?" Dad Alvin menatap tak senang pada Allegra. Meskipun Dad Alvdan Mom Ghea pernah melakukan hal nakal yang kebablasan saat mereka masih muda, bukan berarti mereka juga harus mendukung Sasha menginap berdua bersama Allegra di villa.
Meskipun mereka sepupu!
"Kan kami sepupu, Uncle! Jadi Alle pasti menjaga Sasha," sergah Allegra mencari alasan dan pembenaran.
"Kau pulang bersama Mom dan Dad, Sasha!" Ucap Dad Alvin akhirnya dengan nada tegas.
"Lalu Allegra, Dad?" Tanya Sasha khawatir.
"Terserah dia mau menginap atau mau pulang," jawab Dad Alvin sok acuh.
"Tapi kalau Allegra tersesat saat pulang sendiri bagaimana?" Sasha masih saja khawatir.
"Dia bisa bertanya pada orang, atau pulang bersama kita malam ini kalau mau!" Jawab Dad Alvin akhirnya sedikit kesal.
"Yang terpenting kalian tidak boleh menginap berdua saja di villa!" Timpal Mom Ghea tegas.
"Meskipun kami saudara, Aunty?" Allegra masih keras kepala.
"Ya! Meskipun kalian saudara!" Mom Ghea menatap tegas pada Allegra.
"Ayo pulang bareng Mom dan Dad saja, Alle!" Ajak Sasha seraya meraih lengan Allegra dan sedikit memaksa pria itu. Sadha hanya tak mau Allegra tersesat besok saat pulang sendiri dari bukit. Pria ini terlalu lama berada di luar negeri dan mungkin sedikit amnesia pada jalanan di negeri sendiri.
"Sasha! Tidak usah pegang-pegang mesra begitu!" Dad Alvin memaksa untuk melepaskan pegangan tangan Sasha pada Allegra.
"Apa, sih, Dad! Jangan berlebihan!" Sergah Sasha mengajukan protes.
"Ayo pulang! Allegra biar pulang sendiri besok!" Mom Ghea akhirnya memaksa Sasha untuk masuk ke dalam mobil.
"Mom!"
"Uncle! Allegra bokeh ikut pulang bersama?" Allegra akhirnya mengambil keputusan karena tak mau mengambil resiko tersesat jika harus pulang sendiri besok.
"Masuk ke mobil kalau begitu!" Titah Dad Alvin akhirnya, setelah pria paruh baya itu berdecak berulang kali.
Allegra baru membuka pintu belakang mobil dimana Sasha duduk, saat Dad Alvin menegur dengan keras.
"Duduk di depan bersama sopir, Alle!"
"Baiklah. Maaf, Uncle!" Ucap Allegra yang langsung ganti membuka pintu deoan mobil dan duduk di samling sopir. Sedangkan di belakang ada Sasha yang duduk diapit oleh Mom Ghea dan Dad Alvin.
"Mom dan Dad kenapa ada di bukit? Ada acara?" Tanya Sasha kepo saat mobil mulai melaju meninggalkan kawasan bukit.
"Ya! Di villa sebelah tadi. Ada acara," jawab Mom Ghea yang tangannya sibuk mengutak-atik ponsel dan sepertinya sedang mengirim pesan pada seseorang. Entahlah!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir .
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Becky D'lafonte
lapaon sm rachel nih
2022-06-25
0
Kharina.
Bun, aku tuh nguatin hati buat baca cerita ini, hatiku terlalu lemah buat cerita nyesek²😔😔 jadilah bacanya setengah² padahal biasanya selalu antusias baca updetan crita Bunda.
jangan lama² ya nyeseknya please, pengen segera baca chapter Sasha ma Alle bahagia 😆😆
2022-06-13
0
Kharina.
Ghea terlalu parno karena masa mudanya sering nganu² ma Alvin 🤣🤣
2022-06-13
0