"Patah hati?" Mom Ghea menatap penuh selidik pada Sasha yang hanya menundukkan wajah dan menyantap makan malamnya tanpa selera. Wajah sembab sialan Sasha kembali harus membuat Sasha memberikan penjelasan pada semua anggota keluarga Sanjaya, terutama Mom Ghea.
"Ini tidak ada hubungannya dengan undangan pertunangan Allegra dan Neeta, kan, Sasha?" Tanya Mom Ghea memastikan.
"Pertunangan Allegra? Maksud Mom, Sasha patah hati gara-gara Allegra mau bertunangan?" Ethan menyela dan sedikit bingung dengan pertanyaan Mom Ghea pada Sasha.
"Bisa jadi! Sasha pernah tergila-gila pada sepupumu itu!" Sahut Dad Alvin sok tahu.
"Dad!" Protes Sasha seraya merengut.
"Lihat, kan?" Dad Alvin menahan tawa dan sebuah keplakan dari Mom Ghea sukses mendarat di lengan pria paruh naya tersebut.
"Sasha tidak pernah jatuh cinta pada Allegra, Alvin! Jadi tidak usah mengarang!" Mom Ghea memperingatkan Dad Alvin
"Bukan begitu, Sasha?" Lanjut Mom Ghea seolah mempertegas.
"Iya," jawab Sasha lirih.
"Jadi sebenarnya, sedekat apa Allegra dan Sasha?" Tanya Ethan yang masih kepo.
"Hanya hubungan sepupu biasa dan tak ada kedekatan apapun!" Jawab Sasha tegas seraya bangkit dari duduknya.
"Sasha sudah kenyang, Mom!" Ujar Sasha selanjutnya seraya meninggalkan meja makan, lalu berlari menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.
Semua yang masih duduk di meja makan, saling melempar pandang dengan sikap Sasha tadi.
"Kemarin saat Allegra mengenalkan Janeeta, sikap Sadha juga mendadak ketus. Aku kira gadis itu sedang PMS," cetus Ethan seraya mengendikkan bahu.
"Sudah tidak perlu dibahas, Ethan! Allegra dan Sasha sebaiknya memang tidak saling jatuh cinta, karena mereka adalah saudara sepupu." Pungkas Mom Ghea tegas dan Ethan langsung diam serta berhenti membahas tentang Sasha dan Allegra.
****
"Jangan lupa untuk terus menghubungiku, dan jangan lupakan aku!"
Allegra menyunggingkan senyum saat merasakan lembutnya kecupan bibir Sasha di pipinya. Namun kemudian sebuah suara langsung membuyarkan mimpi Allegra tentang Sasha tersebut.
"Kau sudah bangun? Kenapa tersenyum sendiri?"
Allegra mengerjapkan kedua matanya yang baru setengah terbuka dan langsung terlihat wajah Neeta yang mengenakan jubah mandinya. Aroma wangi khas sabun juga menguat dari tubuh kekasih Allegra tersebut.
"Pagi!" Sapa Allegra pada Neeta yang langsung mengulas senyum tipis.
"Pagi!" Jawab Neeta seraya mengecup bibir Allegra, yang kemudian sedikit dilum*t oleh pria tersebut.
"Kau merusak riasanku, Alle!" Protes Neeta seraya mendorong Allegra yang hanya tergelak.
"Kau mau kemana? Kenapa pagi-pagi sudah dandan?" Tanya Allegra setaya menyugar rambutnya sendiri.
"Agensi menghubungiku dan menawariku untuk jadi tamu di acara fashion show di kota ini. Aku tentu saja tidak menolak!" Jawab Neeta penuh semangat.
Ya, kekasih Allegra itu memang berprofesi sebagai model dan dia selalu bersemangat setiap kali ada yang menawarkan pejerjaan. Neeta seolah begitu terobsesi pada kariernya.
"Besok kita akan bertunangan, Sayang!" Allegra mengingatkan seraya menyibak selimut yang tadi menutupi tubuh nakednya. Sekalipun Alle dan Neeta belum sah menjadi suami istri, namun dua orang itu sudah terbiasa tidur satu ranjang sejak mereka resmi berpacaran.
Hubungan mereka juga dimulai dari atas ranjang. Jadi ini bukan sebuah hal canggung untuk mereka berdua.
Flashback beberapa bulan sebelumnya....
Allegra mengerjapkan kedua matanya dan pria itu langsung mendapati pemandangan yang terasa asing. Langit-langit kamar yang Allegra lihat pagi ini, berbeda dengan langit-langit kamar apartemennya. Dan kepala Allegra rasanya sakit sekali seperti tertimpa batu besar.
Apa yang terjadi pada Allegra semalam?
"Emmh!" Suara des*han seorang wanita membuat Allegra terlonjak dan jantungnya nyaris melompat keluar.
Sebuah tangan yang sudah melingkar di tubuh Allegra seolah mengingatkan pria itu tentang kejadian semalam, dimana ia menghadiri pesta di rumah salah satu temannya, lalu Allegra dipaksa untuk ikut tantangan minum. Lalu Allegra minum banyak dan mabuk.
Sial!
Lalu siapa wanita yang kini ada di sebelah Allegra ini?
Allegra menoleh untuk memastikan siapa wanita yang berada satu selimut bersamanya tersebut. Allegra langsung bisa mengenali wajahnya, meskipun baru semalam ia berkenalan dengan wanita yang kata teman Allegra adalah seorang model tersebut.
Janeeta!
Allegra mengintip ke dalam selimut dan pria itu langsung meringis saat mendapati dirinya serta Neeta yang tak mengenakan sehelai bajupun dan mereka berpelukan di dalam satu selimut.
Bagus sekali!
Allegra sudah sah menjadi pria brengsek sekarang seperti teman-temannya!
"Neeta!" Allegra mengusap pelan lengan Neeta dan berusaha membangunkan wanita itu. Kedua mata Neeta terbuka perlahan.
"Apa?" Suara Neeta terdengar serak khas orang bangun tidur. Tak ada jeritan histeris juga seperti di film-film saat seorang gadis perawan mengetahui ia bari saja ditiduri oleh seorang pria asing. Sepertinya ini bukan yang pertama kalinya untuk Neeta. Tapi tetap saja, Allegra merasa harus bertanggung jawab atas perbuatannya.
"Kita melakukannya semalam?" Tanya Allmasih dengan raut wajah polos yang langsung membuat Neeta tergelak.
Wanita itu sudah bangun dan ganti bersandar di kepala ranjang.
"Pertanyaanmu polos sekali seperti gadis perawan kemarin sore! Padahal semalam kau hot sekali!" Neeta tersenyum nakal pada Allegra.
Brengsek!
Suara wanita itu begitu sensual seolah sedang menggoda Allegra.
"Aku tidak ingat!" Allegra mengendikkan kedua bahunya karena ia benar-benar tak ingat sekarang.
"Mau aku bantu mengingatnya?" Tanya Neeta dengan tatapan mata nakal.
"Aku tidak mau membuat skandal apapun!"
"Kebetulan aku single dan tidak sedang berpacaran dengan siapapun," jawab Neeta bersungguh-sungguh.
"Benarkah? Kau mau menjadi teman kencanku mulai sekarang kalau begitu?" Tanya Allegra mudah sekali seolah tanpa beban. Allegra bahkan seolah lupa pada Sasha yang menunggunya nun jauh disana.
Hei! Tapi Allegra memang harus menjaga jarak pada Sasha dan membuang jauh perasaannya pada gadis itu karena mereka sepupu. Allegra sudah berjanji pada Mami Rachel.
Jadi mungkin ini adalah jawaban agar Allegra bisa melupakan perasaannya pada Sasha! Allegra akan mulai berkencan dengan Neeta saja!
Flashback off
Allegra turun dari atas ranjang, lalu mendekap tubuh Neeta yang masih terbalut bathrobe dengan tubuhnya sendiri yang naked.
"Besok kita akan bertunangan dan kau masih ingin mengambil job," Allegra mengingatkan Neeta sekali lagi. Wanita itu langsung tertawa renyah.
"Acara pertunangan kita masih besok malam, dan aku menjadi tamu di acara paling lama hanya sampai makan siang, Alle!"
"Jangan berlebihan!" Jawab Neeta santai.
"Dan lepaskan pelukanmu ini! Aku harus bersiap ke acara!"
"Kau mandilah sana dan jangan bertelanj*ng kemana-mana seperti orang gila begini!" Sambung Neeta lagi seraya mendorong Allegra agar menjauhinya.
Tawa Allegra langsung terdengar menggelegar.
"Mau aku antar?" Tawar Allegra sebelum pria itu masuk ke dalam kamar mandi.
"Tidak usah! Sudah ada yang menjemputku nanti!" Jawab Neeta santai seraya lanjut memoleskan make up ke wajahnya.
"Baiklah!" Gumam Allegra seraya mengendikkan bahu, sebelum kemudian pria itu menghilang ke dalam kamar mandi dan menutup pintu.
.
.
.
Maaf kalau karya ini nggak ada akhlak 😅
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
martina melati
dlm keadaan mabuk, tertidur... emang bisa terjadi hal2 yg tak diinginkn... tp bgm dg kesadaran? lupa?
2024-05-28
0
pipi gemoy
jijay ma Alle euw😏😏😏
2023-01-21
0
Kharina.
ilfil ma Alle, udah gitu ajah 😁😁
2022-06-19
2