KAU KAPAN?

Sasha, Ando, dan Kak Ruby masih cekikikan di ruang makan saat Abang Ethan pulang dan wajah abang kandung Sasha itu terlihat khawatir.

"Ruby!" Sapa abang Ethan cepat seraya menghampiri kak Ruby yang masih menyendoki bubur kacang hijau di mangkoknya. Abang Ethan hendak mencium Kak Ruby, namun kakak ipar Sasha itu menolak dengan cepat dan menyuruh abang Ethan menjauh.

"Apa, sih? Jauh-jauh sana!"

"Aku minta maaf karena tadi tidak menjawab teleponmu, oke! Aku tadi sedang banyak pasien."

"Kau ngidam apa? Biar aku belikan," ujar abang Ethan memelas setelah pria itu membeberkan sejumlah alasan.

"Terlambat! Sudah dibelikan oleh Ando!" Jawab Kak Ruby seraya menunjukkan mangkuk berisi bubur kacang hijau di depannya pada abang Ethan.

"Ando?" Raut wajah abang Ethan terlihat tidak senang.

"Iya, Ando! Pacar Sasha!" Tukas Kak Ruby memperjelas.

"Pacar? Sejak kapan kau pacaran, Sha?" Cecar abang Ethan menatap tajam ke arah Sasha yang juga sedang menyendoki buburnya.

"Sejak Sasha udah gede, Bang! Jangan lebay, deh!" Cibir Sasha seraya menutar bola matanya.

"Dengan pria ini?" Telunjuk Abang Ethan menunjuk ke arah Ando.

"Namanya Ando, Bang! Kemarin kan Sasha udah ngenalin ke Abang! Mom juga tidak keberatan Sasha jalan sama Ando!" Sergah Sasha mencari pembenaran.

"Ando juga baik, Eth! Jangan sinis begitu kenapa?"

"Hari ini saja Ando sudah berbaik hati membelikan aku bubur kacang hijau saat kau sibuk di rumah sakit," timpal Kak Ruby ikut-ikutan membela Ando yang sejak tadi hanya diam.

"Ck! Baiklah!"

"Terima kasih Ando! Karena sudah membantu membelikan bubur kacang hijau untuk istriku yang sedang ngidam!" Ucap abang Ethan dengan nada lebay pada Ando yang langsung tertawa kecil.

"Sama-sama, Bang! Itu tadi sebenarnya yang beliin Sasha dan Ando hanya mengantar saja," jelas Ando yang langsung membuat Abang Ethan berdecak sekali lagi, lalu pria itu mendelik pada Sasha yang malah tertawa tanpa dosa.

"Sudah, Eth! Duduk sini dan suapi aku!" Titah kak Ruby berusaha meredam emosi sang suami sekaligus meminta abang Ethan untuk duduk di sebelahnya.

"Ayo makan di halaman belakang saja, Ando!" Ajak Sasha tiba-tiba seraya turun dari kursinya dan menggeret tangan Ando.

"Kenapa?" Tanya Ando tak paham.

"Ya biar nggak gangguin mereka berdua!" Bisik Sasha sedikit geregetan seraya mengendikkan dagu ke arah abang Ethan dan Kak Ruby.

Ando hanya membulatkan bibirnya,lalu mengikuti langkah Sasha menuju ke halaman belakang.

"Jangan aneh-aneh di belakang, Sha! Abang akan melakukan sidak nanti!" Seru Ethan antara berpesan atau mungkin sedang mengancam Sasha dan Ando.

"Lebay!" Sahut Sasha dari halaman belakang diiringi gelak tawa dari gadis itu.

****

Beberapa bulan kemudian,

Sasha membuka kamar perawatan Kak Ruby dan jantung gadis itu nyaris melompat keluar saat ia berhadapan dengan Allegra yang hendak keluar dari kamar perawatan Kak Ruby. Sepertinya pria itu baru saja selesai menjenguk Kak Ruby yang baru saja melahirkan. Tapi kenapa Janeeta tak terlihat? Aneh sekali!

"Hai, Sasha! Lama tak berjumpa!" Sapa Allegra canggung pada Sasha.

"Hai, Alle!" Balas Sasha yang ikut-ikutan canggung.

"Sendiri saja? Neeta mana?" Sasha berbasa-basi pada Allegra.

"Sudah duluan tadi karena buru-buru ada jadwal pemotretan," jelas Allegra yang hanya membuat Sasha membulatkan bibirnya.

"Kedua keponakanmu cantik sekali! Selamat menjadi Aunty!" Ucap Allegra selanjutnya seraya mengulurkan tangan ke arah Sasha.

"Terima kasih!"

"Semoga kau dan Neeta juga secepatnya diberikan momongan," jawab Sasha yang hingga detik ini belum mendengar kabar mengenai kehamilan Neeta. Padahal ini sudah satu tahun lebih sejak pernikahan Allegra dan Neeta.

Ah, tapi mungkin mereka memang masih menunda dan menikmati honeymoon seperti halnya Abang Ethan dan Kak Ruby kemarin. Siapa yang tahu?

"Ya! Terima kasih doa baiknya! Kau sendiri kapan menikah?" Tanya Allegra tiba-tiba yang langsung membuat Sasha terdiam sejenak, sebelum kemudian gadis itu mengulas senyum tipis pada Allegra.

"Setelah aku meraih gelar S2 ku! Tunggu saja undangannya nanti!" Jawab Sasha seraya menatap ke dalam netra Allegra, seolah Sasha sedang menegaskan pada pria di depannya itu kalau dirinya sudah move on dan melupakan sesuatu yang pernah membuncah di antara dirinya dan Allegra.

Itu hanya sebuah ketidakpastian! Jadi sebaiknya memang dilupakan dan tak perlu diingat-ingat!

Move on, Sasha!

Allegra langsung mengangguk dan ikut mengulas senyum.

"Aku benar-benar tak sabar menunggu undangan pernikahanmu dengan Ando,ya?" Allegra tampak mengingat-ingat.

"Ya!" Jawab Sasha cepat meskipun hingga kini belum ada lamaran dari Ando. Tapi Sasha percaya kalau hubungannya dan Ando sudah masuk ke tahap serius. Dan Ando juga sidah berjanji untuk melamar Sasha setelah nanti Sasha menyelesaikan pendidikan S2-nya.

Jadi tidak masalah rasanya jika sekarang Sasha mengatakan pada Allegra kalau ia akan menikah dengan Ando.

"Lalu Ando kemana? Dia tidak mengantarmu dan menjenguk Kak Ruby?" Tanya Allegra lagi yang langsung membuat Sasha tertawa kecil.

"Ando bukan pria pengangguran yang bisa menjadi supir dua puluh empat jam untukku. Dia masih ada pekerjaan di luar kota," jelas Sasha yang langsung membuat Allegra mengangguk.

"Pria pekerja keras!"

"Aku menunggu undangan dari kalian berdua," pungkas Allegra sebelum kemudian pria itu berpamitan dan berlalu pergi dari hadapan Sasha.

Sasha langsung menghela nafas lega seolah baru selesai menghadapi sebuah ujian terberat dalam hidupnya.

Astaga!

Itu hanya sebuah obrolan basa-basi, Sha! Kenapa kau grogi begitu?

"Ehem!" Deheman Dad Alvin langsung menyentak lamunan Sasja peruhal ujian terberat dalam hidup.

Ternyata sejak tadi, Dad Alvin, Mom Ghea, abang Ethan, Kak Ruby, Uncle Juna setta Aunty Lily menyimak obrolan basa basi Sasha dan Allegra di dekat pintu kamar perawatan.

Konyol!

"Datang sendiri, Sha?" Tanya Dad Alvin to the point.

"Ando masih di luar kota, Dad!" Jawab Sasha seraya meraih handsanitizer untuk membersihkan tangannya, lalu gadis itu menyapa dan memeluk Kak Ruby sekilas. Sasha lanjut beralih ke kedua keponakannya yang masih terlelap di dalam box bayi.

Putri Abang Ethan dan Kak Ruby memang kembar.

"Lalu tadi berbasa-basi apa pada Alle-"

"Alvin, sudah!" Sergah Mom Ghea memotong interogasi Dad Alvin pada Sasha.

"Tidak perlu dibahas! Mereka hanya sepupu dan Allegra juga sudah menikah dengan Neeta!" Lanjut Mom Ghea tegas.

"Baiklah! Aku kan hanya tanya!" Kilah Dad Alvin mencari pembenaran.

Sementara Sasha memilih acuh dan gadis itu sudah menimang salah satu putri dari Abang Ethan.

"Lucu banget, sih! Buat Sasha saja, ya, Kak!" Pinta Sasha yang langsung membuat kak Ruby merengut.

"Buruan nikah makanya! Trus bikin sendiri sana!" Jawab kak Ruby ketus.

"Selesaikan dulu kuliahnya!" Sergah abang Ethan yang hanya membuat Sasha mencibir. Abang kandung Sasha itu seolah belum rela adik satu-satunya menikah. Mau membuat Sasha menjadi perawan tua apa, ya?

"Udah tinggal wisuda, kok! Udah bisa nikah habis ini," sahut Sasha yang malah berhadiah tatapan tajam dari Dad Alvin.

Lah!

Dad Alvin juga masih belum rela Sasha menikah? Katanya disuruh move on dari Allegra! Tapi minta menikah malah dipelototi! Dasar para pria aneh!

"Mau menikah dengan siapa? Ando?" Tanya Dad Alvin penuh selidik.

"Kalau iya kenapa kalau tidak kenapa, Dad? Kata Mom, Sasha boleh memilih calon suami Sasha sendiri dan tak akan ada drama jodoh-jodohan macam Siti Nurbaya," Cerocos Sasha yang langsung membuat semua orang tertawa kecil. Kecuali Uncle Juna sepertinya. Karena sebelum Kak Ruby menikah dengan Abang Ethan, Uncle Juna memang pernah ingin menjodohkan Kak Ruby dengan pria pilihannya.

Konyol sekali waktu itu sampai membuat Abang Ethan kelabakan.

"Tidak perlu tersinggung, Pi!"

"Papi kan sudah tobat dan tak jadi menjodohkan Ruby," celetuk Aunty Lily menenangkan sang suami. Tapi sepertinya rasa kesal Uncle Juna masih terus berlanjut karena ledekan yang dilontarkan Dad Alvin. Tak pelak, dua opa baru itu akhirnya berdebat habis-habisan seolah tak ingat umur. Hingga akhirnya Mom Ghea terpaksa angkat suara untuk melerai keduanya.

"Sudah, Para Opa! Sudah punya cucu tapi kalau berdebat masih saja seperti bocah!" Omel Mom Ghea pada dua opa yang akhirnya mengakhiri perdebatan konyol mereka.

"Ngomong-ngomong, si kembar namanya siapa?" Tanya Aunty Lily mengganti topik pembicaraan, seolah mewakili Sasha yang juga penasaran dengan nama kedua putri Abang Ethan dan Kak Ruby.

"Milena Ruth Sanjaya-"

"Bukan Attala?" Protes Uncle Juna memotong jawaban kak Ruby.

"Ayahnya klan Sanjaya! Jadi terima saja!" Sahut Dad Alvin sombong. Uncle Juna hanya berdecak malas dan semua orang sontak tertawa kecil.

"Milena dan?" Tanya Auntyxz Lily lagi.

"Verena Ruth Sanjaya. Panggilannya Lena dan Rena," Gantian Ethan yang menjawab dengan jelas dan lengkap.

"Ruth kepanjangan dari Ruby dan Ethan, ya?" Tebak Sasha sok tahu.

"Biar seperti nama kita yang memakai akronim nama Mom dan Dad," jawab abang Ethan mengiyakan tebakan Sasha.

Algheano yang merupakan nama tengah Abang Ethan dan Sasha adalah akronim dari nama Mom Ghea dan Dad Alvin. Alvino dan Ghea menjadi Algheano.

"Nama yang bagus dan cantik. Welcome to the world, dua bidadari mungil. Baby Lena dan Baby Rena!" Puji Sasha seraya mengecup kening Rena dan Lena secara bergantian.

.

.

.

Yang mau membaca perdebatan lengkap Opa Alvin dan Opa Juna bisa ke "Penantian Ruby" bab terakhir.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

Terpopuler

Comments

Kharina.

Kharina.

teteup ajah nih Ghea keras kepala

2022-06-19

0

Kharina.

Kharina.

Mom Ghea tak adakah rasa bersalah dalam hatimu melihat putrimu berjalan seolah tahu arah padahal sedang tersesat 😭😭

2022-06-19

0

Kharina.

Kharina.

kamu kuat Sasha, I feel you 🥰🥰

2022-06-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!