"Hey!" Tepukan lembut Neeta di wajah Allegra langsung membuat pria itu sedikit tersentak. Allegra buru-buru mengalihkan pandangannya yang sejak tadi terus tertuju pada Sasha yang sedang berdansa bersama Ando.
Padahal Allegra sendiri juga tengah berdansa bersama Neeta setelah acara tukar cincin tadi. Tapi tidak tahu kenapa, ekor mata Allegra terus saja menatap pada Sasha dan pria itu seolah lupa kalau tunangannya sekarang adalah Neeta. Bukan Sasha!
Apa Allegra sedang cemburu?
"Kau melihat siapa? Sejak tadi kau terlohat melamun," tanya Neeta yang langsung mengikuti arah pandangan Allegra. Namun tentu saja Allegra tak mau ketahuan kalau ia tengah memandangi Sasha, jadi Allegra dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Melihat pada semua tamu yang menikmati acara kita malam ini!" Jawab Allegra seraya memaksa untuk mengulas senyum. Allegra mengecup bibir Neeta untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri.
Baiklah!
Ini sedikit membantu.
Sementara itu dari kejauhan, Sasha yang sedang berdansa bersama Ando, sesekali juga masih melempar tatapannya ke arah Allegra. Dan tepat saat Allegra menyatukan bibirnya dengan bibir Neeta, Sasha langsung menejamkan mata,lalu menyusupkan kepalanya di dada Ando. Hati Sasha krmbali terasa sakit.
Oh, ayolah Sasha!
Kapan kau akan move on dan terbiasa dengan pemandangan itu?
Allegra dan Neeta akan menikah tak lama lagi dan pemandangan itu akan lebih sering terlihat.
Jadi biasakan dirimu!
Sasha tak berhenti merutuki dirinya sendiri yang masih saja cemburu pada Allegra dan Neeta. Konyol!
"Kau baik-baik saja?" Tanya Ando yang sepertinya bisa menangkap kerisauan hati Sasha yang kini masih membenamkan kepalanya di pelukan pria itu.
"Ya!" Jawab Sasha singkat.
"Pemandangan di lantai atas gedung ini katanya indah. Bagaimana kalau kita ke atas sana untuk melihatnya?" Usul Ando yang langsung membuat Sasha mengangkat wajah, lalu menatap pada pria yang kini berstatus sebagai pacar Sasha tersebut.
Meskipun dalam hati Sasha masih merasa bimbang akan perasaannya pada Ando. Tapi mungkin seiring berjalannya waktu rasa cinta itu akan tumbuh.
Siapa yang tahu?
"Bagaimana?" Tanya Ando sekali lagi meminta persetujuan Sasha.
"Ayo!" Jawab Sasha seraya mengangguk. Dua sejoli itu segera keluar dari area pesta dan menuju ke lift. Dan semua pemandangan tersebut tentu saja tak lepas dari pengawasan Allegra yang kini hatinya dipenuhi berbagai pertanyaan.
Kemana Sasha dan Ando pergi?
****
Satu bulan setelah bertunangan, Allegra dan Neeta akhirnya resmi menikah.
Sasha tersenyum kecut saat melihat ke atas pelaminan, dimana Allegra dan Neeta sedang memametkan cincin kawin mereka. Pasangan itu terlihat bahagia dan senyuman seolah tak hilanh dari wajah keduanya.
Pasangan yang serasi!
"Ando tidak datang?" Tanya Mom Ghea seraya menghampiri Sasha yang duduk sendirian di sudut ruangan.
"Dia ada keperluan mendadak di luar kota, Mom! Mungkin beberapa bulan ke depan kami akan berhubungan jarak jauh," jelas Sasha sebelum kemudian gadis itu menyesap minuman di gelasnya hingga tandas. Tenggorokan Sasha seketing gurun sahara karena terlalu banyak menelan ganjalan pahit yang sejak acara dimulai tadi terus saja menghimpit dada dan hatinya.
Kenapa juga Sasha harus datang?
"Allegra sudah bahagia dengan pilihan hatinya, Sha!"
"Kau juga sudah punya Ando, dan Mom yakin kau akan bahagia bersama Ando nantinya," ucap Mom Ghea seraya merangkul pundak sang putri.
"Ya!" Jawab Sasha lirih dan setengah hati.
Bagaimana Sasha akan bahagia, jika ia saja belum menemukan cintanya pada Ando? Sasha bahkan tidak tahu hubungan macam apa yang sebenarnya tengah ia jalani bersama Ando.
Sasha akui kalau Ando adalah pria yang baik dan romantis. Tapi sayangnya hari Sasha masih saja tertuju pada Allegra. Ada apa denganmu, Sasha?
Sasha mengambil ponselnya yang terasa bergetar dari dalam tas. Ada nama Ando yang tertera di layar ponsel Sasha.
"Sasha angkat telepon dari Ando dulu, Mom!" Izin Sasha yang hanya dijawab Mom Ghea dengan anggukan.
Sasha segera keluar dari ballroom dan mencari temoat yang sedikitnya sepi agar gadis itu bisa nyaman bicara pada Ando.
"Halo!" Sapa Sasha serelah mengangkat telepon dari Ando.
"Hai! Bagaimana kabarmu? Aku baru sampai di bandara dan sedikit mengalami jetlag."
"Lebay! Kau hanya terbang dua jam!" Cibir Sasha yang langsung membuat Ando tergelak di ujung telepon.
"Kau sedang di acara pernikahan Allegra? Ouh, maaf jika aku mengganggu."
"Sama sekali tidak mengganggu! Aku juga sedang bosan di dalam karena tak ada teman mengobrol!" Ujar Sasha seraya mengendikkan bahu.
"Ck! Pasti karena tidak ada aku."
"Aku rasa begitu!" Sasha mengulas senyum tipis, meskipun gadis itu yakin kalau Ando tak bisa melihatnya sekarang. Tapi suara dan gurauan Ando lumayan bisa menghibur hati Sasha yang sejak tadi mearsa galau.
"Aku jadi ingin terbang ke sana dan mengajakmu berdansa lagi!"
"Lakukan kalau begitu!" Tantang Sasha pada Ando.
"Sayangnya aku tidak bisa, Sasha sayang!" Kalimat Ando langsung membuat senyuman di bibir Sasha lenyap.
"Dan ada sedikit kabar buruk juga."
"Kabar buruk apa?" Sergah Sasha khawatir.
"LDR kita sepertinya harus diperpanjang. Aku tidak akan menetap satu kota setelah ini. Bahkan mungkin aku juga harus berkeliling ke beberapa negara setelah ini."
"Aku benar-benar minta maaf, Sasha! Tapi aku janji untuk selalu menghubungimu."
"Tidak apa-apa! Bukankah ini juga demi masa depanmu?" Jawab Sasha dengan nada datar. Tak ada rasa kecewa maupun rasa sedih di hati Sasha. Entahlah!
"Kau benar! Ini semua demi masa depan kita berdua nantinya."
"Kau jadi mengambil kuliah pascasarjana?"
"Ya! Sudah daftar dan sudah diterima!" Jawab Sasha masih dengan nada datar.
"Terus semangat, ya! Aku akan selalu mendukungmu!"
"Dan aku akan menunggu kau pulang." Suara Sasha sedikit tercekat di tenggorokan. Kenapa Sasha bisa mengucapkan kalimat itu? Benarkah Sasha akan menunggu Ando pulang, lalu melamarnya dan mengajaknya menikah?
Ah, Sasha tak mau terlalu berharap!
Terakhir kali Sasha menggantungkan harapan pada seorang pria, hanya sakit hati yang ia dapat!
Sakit sekali!
"Aku akan langsung melamarmu setelah pulang nanti!" Janji Ando bersungguh-sungguh yang hanya ditanggapi Sasha dengan raut wajah datar. Untunglah Ando tak bisa melihatnya karena mereka bicara via telepon.
"Jaga kesehatan di sana!" Pungkas Sasha akhirnya sedikit menunjukkan perhatian sebagai seorang pacar.
Ya, Sasha masih berstatus pacar Ando, meskipun hati Sasha masih berkelana ke tempat lain.
"Kau juga jaga kesehatan, ya!"
"I love you!"
"I love you too!" Balas Sasha tanpa ekspresi dan tanpa perasaan. Hanya sebuah omong kosong seperti angin.
Ada apa denganmu, Sasha?
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Kharina.
😭😭😭😭
2022-06-19
0
keke global
Ando krja apa toh
2022-06-08
0
Agustina Kris
ambyar..patah hati aku
2022-06-07
0