KAU BISA MEMIKIRKANNYA

Bim bim!

Sasha menghentikan langkah, saat ada mobil yang berhenti di dekatnya, seraya membunyikan klakson. Kaca jendela depan mobil diturunkan dan langsung terlihat pengemudi mobil tersebut.

"Ando!" Sapa Sasha yang langsung mengenali sang pengemudi mobil.

"Hai! Sudah selesai yang kuliah?" Tanya Ando serata melepaskan kacamata hitamnya.

"Iya, sudah!"

"Kau sedang ada keperluan disini?" Sasha balik bertanya pada Ando.

"Ya, aku ada keperluan menjemput seseorang," jawab Ando seraya melempar tatapan aneh pada Sasha.

"Siapa?" Tanya Sasha penasaran.

"Shabrina Algheano Sanjaya," jawab Ando lagi seraya membuka pintu mobil. Sasha langsung tergelak dan masuk ke dalam mobil Ando dengan cepat.

"Tahu saja kalau aku tak bawa mobil hari ini!" Sasha memukul kecil lengan Ando.

"Tentu saja aku tahu!" Ujar Ando sombong dan Sasha hanya berdecak.

"Kau tidak bekerja hari ini?" Tanya Sasha berbasa-basi setelah mobil Ando melaju meninggalkan kawasan kampus Sasha.

"Aku dapat libur tiga hari." Jawab Ando.

"Nanti setelah libur, pergi-pergi lagi ke berbagai kota," tebak Sasha sedikit merengut.

"Sudah resiko pekerjaan, Sha!" Ando mengacak rambut Sasha dan gadis itu tetap merengut.

"Sebenarnya ada tawaran sebagai Account Manager dan aku tak perlu berkeliling lagi dari kota ke kota. Aku bisa mebetap di satu kantor saja-"

"Kenapa tidak kau ambil?" Sela Sasha cepat dan antusias.

"Kantornya tidak berada di kota ini,tapi di kota lain. Kau sudah siap berjauhan dengan Mom dan Dad-mu?" Tanya Ando yang nada bicarasudah berubah serius.

"Kok aku?" Sasha balik bertanya dan merasa bingung.

"Iya, kalau kita nikah nanti, otomatis kau juga akan ikut aku ke luar kota, kan? Jauh dari Mom dan Dad-mu." Pernyataan Ando deket langsung membuat Sasha terdiam. Ando sepertinya memang berniat serius denagn Sasha hingga pria itu memikirkan sampai sejauh itu.

"Aku bahkan belum berpikir sampai ke sana, Ando!"

"Kuliahku juga belum selesai," ujar Sasha ragu-ragu.

"Aku akan menunggu sampai kuliahmu selesai kalau begitu!" Ando meraih tangan Sasha lalu menggenggamnya dengan erat.

"Apa kau benar-benar serius, Ando?" Tanya Sasha sekali lagi yang masih merasa ragu. Bukan ragu pada perasaan Ando, tapi ragu pada perasaannya ssndiriyang bahkan hingga detik ini masih saja memikirkan Allegra.

Move on, Sasha!

Ada pria baik bernama Ando Bramasta yang serius dan sungguh-sungguh mencintaimu!

Lupakan saja pria pengecut dan pengkhianat bernama Allegra Kyler itu!

Tak perlu memikirkannya lagi!

"Apa wajahku terlihat seperti pembohong?" Ando tertawa kecil dan Sasha mendadak jadi salah tingkah.

"Maaf, bukan itu maksudku!" Sergah Sasha ceoat yang tak mau Ando salah paham.

"Jika menurutmu ini terlalu terburu-buru, kau boleh memikirkannya dulu, Sha! Aku tidak akan memaksa untuk cepat-cepat dan aku masih sabar menunggu sampai kau selesai kuliah," tukas Ando yang malah membuat Sasha semakin bimbang.

"Tidak usah bimbang begitu!" Ando tertawa kecil lalu kembali mengacak sekilas rambut Sasha.

Pria ini kenapa bisa membaca isi hati Sasha?

"Aku tidak bimbang?" Kilah Sasha menutupi salah tingkahnya.

"Sudah punya jawaban berarti?" Tanya Ando sok serius

"Be-belum." Sasha sedikit tergagap.

"Aku boleh memikirkannya dulu," lanjut Sasha meminta waktu.

"Tentu saja!" Jawab Ando santai bersamaan dengan ponsel Sasha yang berdering dari dalam tas.

Kak Ruby menelepon.

Tumben!

"Halo, Kak!" Sambut Sasha yang sudah dengan cepat mengangkat telepon dari kakak iparnya tersebut.

"Sha, kamu dimana? Sudah pulang kuliah?"

"Iya, ini masih di jalan. Ada apa?"

"Aku mendadak ingin makan bubur kacang hijau tapi dirumah sedang tidak ada orang dan Ethan tidak bisa dihubungi."

"Entahlah! Sepertinya Ethan masih banyak pasien di rumah sakit."

"Nanti Sasha carikan, Kak! Mau berapa mangkuk? Sepuluh?" Sasha sedikit berkelakar pada sang kakak ipar.

"Jangan banyak-banyak! Kau mau bantu menghabiskan? Beli saja lima dan kau bisa makan yang empat mangkuk!"

"Sasha akan langsung mabuk bubur kacang hijau, Kak!" Sahut Sasha seraya tergelak.

"Jadi, kau bisa membelikannya?"

"Sangat bisa! Untuk keponakan apa yang tidak," ujar Sasha masih sambil tertawa kecil. Ando yang duduk di sebelah Sasha sampai mengernyit heran karena gadis itu yang berbicara di telepon seraya tertawa.

"Baiklah! Terima kasih, Sha! Dan aku tunggu buburnya!"

"Bye!"

"Bye, kakak ipar!" Jawab Sasha seraya menutup telepon.

"Siapa yang menelepon?" Tanya Ando kepo.

"Kakak ipar."

"Kau mau punya keponakan?" Tanya Ando lagi.

"Ya!"

"Bisa kita mampir membeli kacang hijau sebentar untuk calon keponakanku?" Pinta Sasha pada Ando.

"Tentu saja!"

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

Terpopuler

Comments

Dhia Syarafana Karismawati

Dhia Syarafana Karismawati

trima aja Shasa tawaran nya

2022-06-27

0

Becky D'lafonte

Becky D'lafonte

penasaran ttg kehidupan alle setelah menikah

2022-06-26

0

keke global

keke global

kirain beneran Andoid namanya thor.. hahahaha

2022-06-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!