Sasha memeluk Allegra dengan wrat di bandara kota. Mami Rachel meskipun sedikit khawatir, namun tak sedikitpun mencegah dan masih berusaha untuk positif thinking. Mami Rachel yakin kalau Allegra sudah paham dan itu hanya ucapan perpisahan sebagai seorang sepupu, tidak lebih!
"Kuliah yang benar agar cepat selesai dan cepat pulang," pesan Sasha sekali lagi pada Allegra.
"Kau juga! Nanti kita lulus bareng." Allegra balik berpesan pada Sasha yang langsung mengangguk. Allegra sebenarnya ingin mengatakan pada Sasha menhenai hubungan diantara mereka. Tapi Allegra masih merasa belum sampai hati. Lagipula, Allegra sebenarnya juga masih menyimpan perasapada Sasha sekalipun Mami Rachel dan kedua orang tua Sasha menentangnya.
Sasha tersenyum dan memeluk Allegra sekali lagi.
"Jangan lupa untuk tetap menghubungiku, dan safe flight!" Pungkas Sasha seraya mengecup pipi Allegra. Tentu saja adegan tak terduga yang dilakukan Sasha tersebut membuat semua orang kaget tak terkecuali Allegra sendiri dan juga Mami Rachel yang sudah hendak menegur. Namun Jasmine mencegah dengan cepat.
"Jangan cepat berpasangka, Mi!" Bisik Jasmine pada sang Mami.
"Jasmine benar! Mungkin itu hanya ciuman sebagai sepupu," timpal Papi Sean ikut menenangkan Mami Rachel yang akhirnya tak jadi menegur Sasha.
Allegra lanjut berpamitan pada Mami Rachel, Papi Sean, dan Jasmine, sebelum kemudian pria itu masuk ke pintu keberangkatan dan menghilang kd dalam bandara bersama para calon penumpang lain.
"Sha, mau pulang bareng?" Tawar Jasmine pada Sasha setelah Allegra tak terlihat lagi.
"Aku bawa mobil tadi. Mau langsung ke kampus juga," tolak Sasha beralasan.
"Baiklah kalau begitu!"
"Sasha duluan, Aunty!" Sasha mencium punggung tangan Mami Rachel dan Papi Sean sembari berpamitan
"Hati-hati mengemudi, Sha!" pesan Papi Sean dan Sasha hanya mengangguk. Gadis itu langsung menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan segera meninggalkan kawasan bandara kota.
****
Waktu berlalu dengan cepat. Sasha yang mulai disibukkan dengan skripsi sudah jarang berkomunikasi dengan Allegra. Pria itu juga sama sibuknya dengan Sasha dan mereka hanya sesekali bertukar pesan sekedar bertanya kabar.
Sasha masih percaya pada Allegra serta menarih harapan pada pria yang juga merupakan sepupunya tersebut. Dan Sasha selalu meyakini kalau Allegra akan memperjelas hubungan mereka saat ia selesai kuliah dan pulang dari luar negeri nanti.
Namun malam saat acara resepsi pernikahan Abang Ethan dan Kak Ruby, semua harapan Sasha tersebut seolah runtuh tak bersisa.
Allegra ternyata sudah pulang dan pria itu tak sedikitpun memberitahu Sasha. Benar-benar sebuah kejutan!
Sasha yang tadinya begitu bahagia dan berbunga-bunga karena Allegra sudah pulang, mendadak harus menelan pil pahit, saat gadis itu tahu mendaparu kenyataan kalau ternyata Allegra sudah menjalin hubungan bersama gadus lain yang ia bawa pulang.
"Happy wedding, Pak Dokter!" Ucap Allegra menyapa Abang Ethan dan Kak Ruby yang terlihat begitu berbahagia. Namun bukannya membalas sapaan Allegra, Abang Ethan malah mengerutkan kedua alisnya dan sepertinya tak mengenali Allegra.
"Kau siapa? Apa aku mengenalmu?"
"Kau tidak mengenalku?" Allegra sontak tergelak dan Abang Ethan semakin mengernyit tak paham.
Sasha langsung mendekat ke arah mereka untuk memberitahu sang Abang yang tampak kebingungan.
"Ini Abang Alle, Bang!" Ujar Sasha memberitahu Ethan yang terlihat mengingat-ingat.
"Tumben memanggil Abang?" Bisik Allegra yang sukses membuat pipi Sasha bersemu merah. Sasha juga tidak tahu kenapa dirinya memanggil Allegra Abang, setelah setahun lebih mereka tak berjumpa.
"Alle?" Abang Ethan masih berusaha mengingat-ingat.
"Allegra Arthurian Kyler. Anaknya Uncle Sean dan Aunty Rachel, cucunya Opa Nick."
"Abang Ethan tidak ingat?" Terang Sasha akhirnya lengkap dan jelas.
"Dia? Allegra? Kau yakin?" Abang Ethan masih setengah percaya dan memperhatikan dengan seksama sepupu satu buyutnya tersebut.
"Ck! Memangnya kau pikir aku siapa?" Allegra berdecak sebal.
"Bukan begitu! Aku hanya kaget saja karena kau sudah banyak berubah." Kilah Abang Ethan mencari alasan.
"Memangnya kapan kita terakhir ketemu? Kau masih SMP?" Ejek Allegra pada Abang Ethan. Sementara Sasha masih menyimak perdebatan dia pria di depannya tersebut.
"Kau terlalu lama di negeri seberang. Jadi,kau membawa oleh-oleh apa dari negeri seberang? Calon istri?" Tanya Abang Ethan sok tahu.
"Tepat!"
"Uhuuk uhuuk!" Sasha yang sedang menyesap minumannya, langsung langsung tersedak saat mendengar Allegra yang katanya membawa calon istri.
Allegra sudah punya calon istri? Dari negeri seberang? Apa itu artinya Allegra berpacaran dengan gadis lain saat di luar negeri?
"Pelan-pelan minumnya, Sha!" Kak Ruby yang sejak tadi duduk di sebelah Sasha, langsung menepuk punggung adik iparnya tersebut.
"Abang Alle sudah punya calon istri?" Tanya Sasha memastikan seraya menatap tak percaya pada Allegra.
"Iya," jawab Allegra tanpa sedikitpun merasa berdosa.
"Aku baru mau mengenalkanmya pada kalian semua," lanjutv Allegra lagi seraya mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, seperti sedang mencari seseorang. Sasha mengikuti arah pergerakan ekor mata Allegra dan seolah ikut mencari. Hingga saat Allegra menyebut satu nama,jantung Sasha seolah berhenti berdetak. Hati Sasha terasa perih seperti diiris sembilu.
"Neeta!"
Allegra melambaikan tangan ke arah seorang wanita cantik, dengan rambut ikal yang tergerai indah. Wanita itu berjalan dengan anggun menghampiri Allegra, lalu mencium bibir pria itu sekilas.
"Hai, Sayang!" Sapa Neeta yang suaranya begitu lemah lembut. Sasha refleks memalingkan wajahnya sembari berusaha menelan ludahnya yang mendadak terasa pahit. Hati Sadha rasanya sakit. Sangat sakit!
"Kenalkan semuanya, ini calon tunanganku, Janeeta." Ujar Allegra selanjutnya memperkenalkan gadis tadi pada Abang Ethan, Kak Ruby, serta Sasha yang langsung bangkit dari kursinya.
Sasha tak sanggup lagi melihat semua pemandangan menyakitkan ini! Selama setahun Sasha menunggu Allegra, jenaoa sekarang pria ini malah pulang menbawa seorang gadis dan memperkenalkannya sebagai calon tunangan pada semua orang, termasuk Sasha!
"Sasha permisi, dulu!" Pamit Sasha tanpa menatap pada siapapun. Airmata Sasha sudah mendesak untuk keluar dan Sasha tak mau menangis di depan Allegra maupin calon tunangannya yang bernama Neeta itu!
Sasha hanya ingin pergi jauh!
Pergi sejauh-sejauhnya!
****
Masa kini....
"Sha!" Suara Kak Ruby serta ketukan di pintu membuat Sasha terhenyak. Sasha tidak tahu berapa lama ia menangis dan meratapi kabar pertunangan Allegra dengan Neeta yang akan di gelar lusa. Sasha cepat-cepat meraih tisu dan menghapus sisa-sisa airmata di wajahnya. Langit di luar kamar Sasha juga sudah berubah gelap sekarang.
"Sha! Buka pintunya!" Kembali terdengar ketukan di pintu serta suara Kak Ruby.
Sasha bergegas membuka pintu tanpa menyalakan lampu kamar.
"Kamu sakit?" Tanya Kak Ruby khawatir. Tangan kakak ipar Sasha itu langsung terulur untuk memeriksa suhu badan Sasha.
"Enggak, Kak!" Jawab Sasha cepat dengan suara serak karena Sasha yang sepertinya terlalu banyak menangis.
"Trus kenapa gelap-gelapan begini?" Kak Ruby meraih saklar di dekat pintu dan menyalakan lampu kamar Sasha. Langsung terlihat wajah sembab Sasha serta kamar yang sedikit acak-acakan.
Ada apa ini?
"Kau habis menangis?" Tanya Kak Ruby curiga.
"Enggak!" Sanggah Sasha berdusta.
"Jangan bohong! Wajahmu sembab begitu!" Kak Ruby bersedekap dan masih menatap penuh selidik pada sang adik ipar.
"Hanya sedang patah hati," gumam Sasha akhirnya berkata jujur. Gadis itu meninggalkan Kak Ruby yang amsih berdiri di ambang pintu,lalu mendaratkan bokongnya ke atas ranjang dan memeluk boneka besarnya.
"Patah hati?" Kak Ruby menyusul Sasha untuk duduk di atas ranjang, lalu wanita itu memeluk Sasha seolah sedang memberikan kekuatan.
"Mungkin dia bukan jodohmu, Sha!" Ujar Kak Ruby berusaha menghibur Sasha.
"Ya," ucap Sasha lirih.
'Dia memang hanya sepupu dan bukan jodoh Sasha!' Sasha melanjutkan dalam hati.
"Ayo turun dan makan malam dulu! Mom menyuruhku untuk memanggilmu tadi," ajak Kak Ruby selanjutnya pada Sasha.
"Abang Ethan sudah pulang?"
"Sudah!" Jawab Ruby.
"Ayo!" Ajak Ruby sekali lagi seraya menyeka sisa-sisa airmata di wajah Sasha, lalu kembali merangkul adik iparnya tersebut dan mereka menuruni tangga bersama.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Winda Nurmayani
pagi2 udah nyesek
2022-08-03
1
keke global
Nyeseeekkk thor
2022-06-08
1
M@₩@R
😥😥😥😥😥😥😥😥😥😥
2022-06-06
0