16. Anne Mana?

Flashback .... 

Anne menggeliat panjang saat alarm di ponselnya berbunyi, sejenak ia mengerjap-ngerjapkan matanya sambil melirik ke arah sofa. Ada perasaan sedih, saat matanya tak melihat sosok lelaki yang selalu tidur di sana. 

"Apa dia tidak pulang dari semalam?" gumamnya langsung duduk di pinggir ranjang. Setelahnya Anne mengambil jepit rambut dan mengikat rambut panjangnya. 

"Mandi dulu mungkin ya, setelah itu masak. Hari ini aku ingin membuat sarapan, barangkali Laka pulang," gumam nya segera masuk kamar mandi. 

Tak membutuhkan waktu lama, Anne selesai dengan ritual mandinya. Ia sedikit memoleskan make-up, agar tidak terlalu pucat. Setelah selesai, ia segera keluar dari kamar dan menuju dapur. 

Tapi, baru saja Anne keluar. Ia dikejutkan dengan suara wanita paruh baya yang saat ini sedang duduk di sofa ruang tamu, "Siapa kamu, ha? Maling ya, atau jangan-jangan kamu wanita bayaran Asloka?" tanyanya penuh tatapan tajam. 

"Sa-saya bukan maling maupun wanita bayaran, maaf sebelumnya anda siapa ya?" tanya Anne balik. 

"Ck! Berani juga kamu membalas pertanyaanku, siapa kamu sebenarnya dan ada hubungan apa kamu dengan anakku," ucapnya lagi semakin memojokkan Anne. 

Rasanya Anne sangat sulit menelan ludahnya sendiri, mendengar ucapan wanita di depannya ini, membuat nyalinya menciut. Tapi, untung saja Bik Asih datang lebih pagi, jadi saat dia masuk, langsung membalas pertanyaan wanita di depan Anne ini. 

"Maaf nyonya, dia nona Anne. Kekasih Tuan Laka, nona Anne tinggal di sini sudah hampir satu bulan," kata Bik Asih tak ingin majikannya ini salah paham. 

"Hampir satu bulan?" 

"Iya, Nyonya Ega."

Ega pun mendekati Anne, melihatnya dari atas sampai bawah sampai membuat Anne risih, hingga ia juga ikut melihat kebawah apakah penampilannya tidak sopan. 

"Cepat ganti bajumu, setelah itu ikut aku ke rumah utama," ujar Ega langsung meninggalkan Anne yang masih termenung di depan dapur. 

"Bik, maksudnya apa ini? Dia siapa, aku jadi takut," kata Anne. 

"Nona ikuti saja apa maunya nyonya, beliau adalah ibunya Tuan Laka."

Anne melotot lebar saat mendengar perkataan bik Asih, mendadak Anne jadi takut, kakinya juga gemetar. Perasaannya juga mulai tak enak, tapi Anne tak mau membuat Ega menunggu terlalu lama. Jadi, ia putuskan segera mengganti baju dan ikut Ega ke rumah besar. 

...***...

Asloka turun dari dalam mobil dengan sangat tergesa, kakinya berkali-kali tersandung beberapa batu hingga membuatnya mengumpat kesal. Namun, rasa sakit karena tersandung tak ia rasakan, karena harus mencari Anne sebelum nenek sihir mengeluarkan kata-kata tak mengenakan dari mulut berbisanya. 

Brakk!! 

"Anne, kamu di mana!" teriak Asloka setelah masuk ke dalam rumah. Suasana disana sangat sepi, karena memang rumah itu hanya dihuni mama dan papanya saja. 

"Ingat jalan pulang kamu, Laka?" tanya seseorang yang sedang duduk santai di ruang tamu dengan secangkir kopi. 

"Papa! Mana mama, dia sudah menculik kekasihku! Di mana mereka sekarang, Pa!" seru Asloka sambil menghampiri lelaki paruh baya itu. 

"Jadi karena wanita itu kau mau menginjak rumah ini lagi, dasar anak durhaka, tidak pernah memikirkan perasaan orang tua. Kau itu lahir dari mana kalau bukan dari kami dan Kamilah yang berusaha setiap malam membentukmu!" seru Aslan sambil menjewer telinga Asloka. 

"Aduh, ampun Pa, tapi bener ini sakit, aaahhh ...." Asloka semakin berteriak saat Aslan semakin kencang menjewer telinganya. Rasanya sangat sakit, kalau tidak segera dihentikan maka akan putus dan Asloka tak akan memiliki telinga lagi.

"Biar sekalian saja kau tuli, punya anak hanya satu tapi tak pernah mengerti perasaan orang tua. Apa kamu tidak mikir sekali saja, bagaimana perasaan kami, ha? Jika bukan karena wanita itu dibawa mamamu ke rumah, mungkin sampai Papa mati kau tak akan pulang!" serunya menjadi sedih. 

Aslan merasa umurnya semakin tua dan ia ingin di masa-masa seperti ini Asloka selalu di sampingnya, tapi apa, anaknya itu malah tidak pernah pulang sekalipun. Rasanya ia sudah putus harapan dengan kehadiran Asloka, hingga pagi tadi istrinya membawa wanita cantik berpenampilan sederhana yang katanya bisa membuat anaknya ini kembali pulang ke rumah. 

"Maafin aku, Pa. Tapi semua juga karena Papa dan Mama yang selalu memaksaku segera menikah. Sedangkan kalian tau, bagaimana kondisiku saat ini. Tidak akan ada yang sudi menikah dengan lelaki impoten sepertiku," ujar Asloka terus berusaha melepaskan jeweran dari papanya. 

"Huft, terus wanita itu kenapa mau denganmu," tanyanya sambil melepaskan jewerannya. 

Sungguh Asloka merasa lega, tapi rasa panas masih menempel di telinganya. Bahkan, Asloka yakin jika saat ini telinganya merah. 

"Dia berbeda, Pa," jelas Asloka. 

"Benda apanya? Dia sama seperti Icha, seorang wanita dan memangnya dia setuju memiliki suami impoten sepertimu?" tanya Aslan membuat harga diri Asloka anjlok saat itu juga. 

Ingin sekali Asloka marah, tapi diurungkannya, karena ia sadar memang dirinya impoten. Tapi itu dulu, sekarang tidak semenjak ada Anne. 

"Pa, aku sudah tidak impoten lagi," jawabnya malas. 

"Kau serius? Mana Papa lihat." 

Asloka langsung menggeleng, ia tak mau ada kesalahpahaman lagi, sampai akhirnya ia dijuluki pak Gay. No, cukup kemarin saja, tidak lagi. 

"Pelit sekali kamu, Laka! Papa hanya ingin melihat sedikit, tapi kamu tidak mau memperlihatkannya," cetus Aslan merajuk. 

"Pa, please jangan buat Anne salah paham lagi. Sudahlah, aku mau bertemu Anne, di mana dia? Dia harus ku bawa pulang, sebelum mama mengklaim dia," ucap Asloka langsung berdiri dari duduknya untuk mencari Anne. 

"Terlambat kau, Laka. Calon istrimu itu memang sudah di klaim mamamu, bahkan sekarang mereka pergi ke acara arisan sosialita mamamu. Mungkin saja saat ini Anne sudah di kerubungi banyak emak-emak rempong, sambil tanya kapan menikah, kapan punya anak," sahut Aslan seperti mengejek. 

Sedangkan Asloka langsung mengumpat dan menelepon mamanya tapi tak kunjung dijawab, yang ada ponselnya dimatikan langsung. Sejenak ia merutuki kebodohannya, kenapa dari kemarin Anne tak kunjung ia beri ponsel. Sekarang kejadian seperti ini, dirinya tak bisa menghubungi Anne.

"Mama!!"

...🍃🍃🍃...

Author : Mampus, ayank mu di klaim emakmu. 🤣🤣

Asloka : Balikin nggak Anne, kalau nggak kubakar ini buku. 😤😤

Author : Oh tidak bisa, langkahi dulu para readers, baru bisa bakar 👻👻👻

Asloka : Ayolah sekali saja, padahal kelas mau di mulai loh. Lele berurat ku juga udah tegang dari kemarin, masa lo tega sih. 

Author : Masa bodo, sana mandi bau mu asem banget. Kalau masih tegang, pake sabun aja, ahhh 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️

Asloka : Emaaakkk 😭😭😭

...***...

 Rekomendasi cerita sangat bagus, ayo mampir di jamin seru nggak kalah dengan ini. Pokoknya jangan lupa mampir ya, ini aku kasih tau judulnya. KEMBALI KE MASA SMA author Tita Dewahasta

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

sabar Asloka 🤣🤣

2024-07-22

0

Maya Ratnasari

Maya Ratnasari

yassalaam

2024-06-28

0

andi hastutty

andi hastutty

papa Aslan kepo deh mau liat 😜😜😜😜😜

2023-04-06

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kurang Goyang
2 2. Mengakhiri Hidup
3 3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4 4. Terima Kasih Pak Gay
5 5. Lepaskan Dia Anne
6 6. Kita Bercerai Saja
7 7. Kabur
8 8. Harus Melakukan Visum
9 9. Pengajuan Perceraian
10 10. Semakin Dendam
11 11. Menikahlah Denganku
12 12. Kelas Bercinta
13 13. Dengan Satu Syarat
14 14. Sekarang Aku Miliknya
15 15. Kebenaran Terungkap
16 16. Anne Mana?
17 17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18 18. Sidang Perceraian
19 19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20 20. Usaha Asloka
21 21. Perubahan Asloka
22 22. Perintah Asloka
23 23. Iya Aku Mau
24 24. Rumah Kita
25 25. Hanya Sebatas....
26 26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27 27. Tawaran Rujuk
28 28 Dia Asloka
29 29. Biarkan Dia Yang Memilih
30 30. Jangan Ganggu Lagi
31 31 - Sah
32 32 - Malam Pertama?
33 33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34 34. Nikmati An 21+
35 35. Ingin Ke Makam Papa
36 36. wajah Segar
37 37. Terlalu Berlebihan
38 38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39 39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40 40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41 41. Seperti Ice Cream
42 42. Penyesalan
43 43. Roti Kempit
44 44. Negatif
45 HTS - 45
46 HTA - 46
47 HTA - 47
48 HTA - 48
49 HTA - 49
50 HTA - 50
51 HTA - 51
52 HTA - 52 Buka Puasa ++
53 53. Samar
54 HTA - 54. Rujak Cingur
55 HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56 HTA - 56
57 HTA - 57. Hamil
58 58 - The Last
59 Dikejar Duda - Karya Baru
60 59 - Ada Dua Kecebong
61 60. Menggoda +++
62 Dikejar Duda - Karya Lomba
63 61. Dasar Anak Muda
64 62. Gagal Memberi Kejutan
65 63. Akhir Penantian
66 Istri Tak Diinginkan
67 Istri Tak Diinginkan
68 Dikejar Duda - Karya Lomba
69 Suamiku (Calon) Adik Iparku
Episodes

Updated 69 Episodes

1
1. Kurang Goyang
2
2. Mengakhiri Hidup
3
3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4
4. Terima Kasih Pak Gay
5
5. Lepaskan Dia Anne
6
6. Kita Bercerai Saja
7
7. Kabur
8
8. Harus Melakukan Visum
9
9. Pengajuan Perceraian
10
10. Semakin Dendam
11
11. Menikahlah Denganku
12
12. Kelas Bercinta
13
13. Dengan Satu Syarat
14
14. Sekarang Aku Miliknya
15
15. Kebenaran Terungkap
16
16. Anne Mana?
17
17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18
18. Sidang Perceraian
19
19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20
20. Usaha Asloka
21
21. Perubahan Asloka
22
22. Perintah Asloka
23
23. Iya Aku Mau
24
24. Rumah Kita
25
25. Hanya Sebatas....
26
26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27
27. Tawaran Rujuk
28
28 Dia Asloka
29
29. Biarkan Dia Yang Memilih
30
30. Jangan Ganggu Lagi
31
31 - Sah
32
32 - Malam Pertama?
33
33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34
34. Nikmati An 21+
35
35. Ingin Ke Makam Papa
36
36. wajah Segar
37
37. Terlalu Berlebihan
38
38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39
39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40
40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41
41. Seperti Ice Cream
42
42. Penyesalan
43
43. Roti Kempit
44
44. Negatif
45
HTS - 45
46
HTA - 46
47
HTA - 47
48
HTA - 48
49
HTA - 49
50
HTA - 50
51
HTA - 51
52
HTA - 52 Buka Puasa ++
53
53. Samar
54
HTA - 54. Rujak Cingur
55
HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56
HTA - 56
57
HTA - 57. Hamil
58
58 - The Last
59
Dikejar Duda - Karya Baru
60
59 - Ada Dua Kecebong
61
60. Menggoda +++
62
Dikejar Duda - Karya Lomba
63
61. Dasar Anak Muda
64
62. Gagal Memberi Kejutan
65
63. Akhir Penantian
66
Istri Tak Diinginkan
67
Istri Tak Diinginkan
68
Dikejar Duda - Karya Lomba
69
Suamiku (Calon) Adik Iparku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!