11. Menikahlah Denganku

"Kenapa kau diam, An?" tanya Asloka saat melihat Anne terus diam ketika ia mengajaknya ke salah satu Mall di Jakarta. Niatnya Asloka ingin membuat Anne bahagia, karena selama hampir satu bulan menetap di apartemen.

Tapi, ternyata dugaannya salah. Anne malah diam, seakan-akan tak senang. Semua terlihat sangat jelas dari mimik wajah Anne dan Asloka tak suka melihatnya, ia lebih senang jika wanitanya ini cerewet.

'Bukannya wanita itu suka ke Mall ya, tapi kenapa Anne berbeda,' gumam Asloka dalam hati.

"Kalau kau tidak menikmatinya, lebih baik kita pulang saja. Sepertinya aku salah mengambil keputusan, tau seperti ini lebih baik di rumah sambil dinner romantis," ucapnya sedikit dongkol.

Ayolah, Asloka sudah meluangkan waktunya untuk Anne. Merelakan tender miliaran, demi menyenangkan wanita ini. Tapi, ternyata semua sia-sia.

Asloka pun berdiri dari duduknya, tapi Anne dengan cepat mencegahnya pergi. "Maaf, bukan aku tidak suka. Tapi, aku takut ketauan mas Geo. Semenjak kejadian waktu itu, hatiku sedikit was-was," ujarnya sangat lirih.

Matanya juga mulai berkaca-kaca, Anne sangat ketakutan hingga tubuhnya bergetar hebat. Isakan kecil juga mulai lolos dari bibir Anne, sungguh ia takut jika di Mall ini ada Geo. Semua bisa saja terjadi, apalagi ini tempat umum.

Greep!

"Maaf, aku tidak tau kekhawatiranmu. Sekali lagi maafkan aku, Anne."

Asloka seketika memeluk erat tubuh Anne, sumpah ia merasa bersalah. Secara tidak langsung, ia telah membuka luka Anne dan bodohnya dirinya tak menyadari itu.

"Kenapa kau tidak bilang dari awal, seharusnya katakan saja apa yang mengganjal di hatimu," ucapnya lagi terus menghapus jejak air mata Anne. Bahkan, sesekali Asloka mencium kedua mata indah Anne.

Anne merasa ada yang salah, ini pertama kalinya Asloka menciumnya. Walaupun di mata, tapi ini membuat jantung nya berdebar sekaligus gugup. "A-anu, sepertinya ini salah pak Gay, eh pak Laka," ucap Anne langsung melepaskan tangan Asloka.

Keduanya pun jadi salah tingkah, mereka saling memandang ke sembarang arah. Degup jantung mereka juga semakin kencang, membuat suasana menjadi canggung.

"Maaf, aku kelepasan," ujar Asloka masih menatap ke arah barat.

"Lupakan saja, anggap semua tak pernah terjadi," balas Anne.

Suasana pun menjadi hening, tak ada yang berani bicara sedikitpun. Hingga Aron datang membuyarkan semua keheningan di dalam Mall.

"Tuan, semua sudah beres. Semua pengunjung telah di evakuasi dan tidak boleh ada yang masuk, sebelum anda dan Nona Anne keluar."

Duarrr!!

Spontan Anne membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Aron. Ia ingin mengilai perkataan Aron, sepertinya ia sempat salah dengar.

"Ka-u, ulangi perkataanmu, cepat!" seru Anne gemetar.

Aron menatap bingung pada Anne, sedangkan Asloka merasa cemburu melihat dua orang manusia di hadapannya saling menatap. Tanpa pikir panjang, Asloka langsung menarik tubuh Anne dan menutup kedua matanya.

"Haram bagimu melihat Anne seperti itu!" serunya dengan wajah menggemaskan.

'Baru kali ini aku melihat Tuan seperti ini, dulu bersama nona Icha, jangankan senyum, bertegur sapa saja tidak pernah. Tapi, ini malah memperlihatkan sisi kekanak-kanakan nya dengan sangat mudah,' gumam Aron dalam hati.

"Isshh! Lepas, aku masih ingin Laron mengulangi perkataannya!" Anne segera menepis tangan Asloka dan kembali menatap tajam Aron.

"Tapi, tidak perlu sedekat itu Anne!" Asloka menarik Anne kembali. Tentunya tindakan lelaki ini semakin menyulut emosi Anne.

"Kau mendengar ucapanku tidak sih! Sudah ku katakan, aku ingin Laron mengulangi perkataannya lagi, kau —"

"Dan kau harus tau, Nona. Nama saya Aron bukan Laron, jangan suka mengganti nama orang sembarangan, memangnya saya hewan."

Asloka pun melongo mendengar protesan dari Aaron, biasanya anak itu akan patuh dan tak pernah membantah, tapi kali ini tidak Aron berani berpendapat, sungguh di luar dugaan.

"Untuk masalah perkataannya saya tadi, Tuan menyuruh saya mengosongkan tempat ini sampai Nona puas belanja, di sini. Karena tugasnya sudah selesai, maka saya pamit undur diri."

Lagi-lagi Asloka dibuat tercengang, Aron pergi tanpa berpamitan dengannya. 'Awas kau Aron, mulai berani kau ya, mengabaikanku dan lebih fokus pada Anne!'

"Aron, mulai detik ini semua urusan tentang Anne aku limpahkan pada Betty, kau urus saja kantor dan lain-lain!" teriak Asloka mampu membuat Aron tersadar.

Ya, Aron sadar jika membuat kesalahan. Dirinya sudah tak sopan pada Tuannya dan semua karena ia jengkel dipanggil Laron, oleh Anne. "Tuan maafkan saya," ucap Aron berniat menghampiri Asloka, tapi sayangnya lelaki itu sudah tidak ada.

"Mati aku, sepertinya jatah bulananku akan merosot. Ahh, semua gara-gara nona Anne. Pasti ini juga kerjaan Betty, ya pasti anak itu yang menyuruh nona Anne memanggilku Laron!!"

***

Sedangkan di sisi lain, Anne berusaha mengimbangi langkah kaki Asloka. Lelaki itu tiba-tiba menariknya pergi, mengajaknya lari secepat mungkin agar menjauh dari Aron.

Anne sangat kebingungan, tapi ia juga tak menolak saat Asloka menariknya, hingga mereka saat ini sampai di pojok gedung. Tempatnya sangat sepi, hingga membuatnya sedikit merinding.

"Pak Gay, eh lupa lagi maksudnya pak Laka. Kita ngapain kesini? Disini sangat sepi, tidak ada orang sama sekali," kata Anne sedikit ngos-ngosan.

Tapi sayang, Asloka tak menjawab sedikitpun pertanyaan Anne. Hingga tak lama kemudian, tubuhnya ditarik paksa dan dipepetkan ke tembok.

"Aku tidak mau kau menatap Aron seperti itu, Sayang. Rasanya darahku mendidih dan kau harus mendinginkan nya," lirih Asloka mampu membuat Anne tercekat.

"Ma-kasudnya, apa?" tanya Anne takut.

Asloka pun mendongakkan kepalanya, ia merasa sangat gila karena Anne. Ia tak sabar ingin menerjang wanita ini saat cemburu, tapi Asloka tak mau terburu-buru.

Sejenak Asloka menetralisir hasratnya, ia harus kuat dan tidak ingin kalah dengan keadaannya kali ini. Walaupun tersiksa, Asloka akan tetap menunggu sampai Anne menerimanya.

"Menikahlah denganku, Anne."

...🍃🍃🍃...

Asloka : Thor buruan dong nikahin gue sama Anne, sumpah thor aku sudah nggak kuat. Pengen nerobos tapi takut dosa, kau tega sekali sih thor.

Author : Sabar, Anne belum cere bambang. Lagian ngebet banget sih, sabar dikit napa. Nanti pasti masuk goa di hutan rimba kok.

Asloka : Iya tapi kapan?

Author : Ntar 20 tahun lagi, nunggu Lele beruratmu karatan 👻👻👻👻

Asloka : Thooooooooorrrrr!!

Terpopuler

Comments

SariRenmaur SariRenmaur

SariRenmaur SariRenmaur

lucuu abis ss.
baca novel ini

2025-03-28

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Asloka sudah tidak sabar untuk melepaskan nya 🤣🤣🤣.... sabar Asloka...

2024-07-22

0

Ani

Ani

kirain salah ketik eh ternyata si Anne memang manggilnya Laron 😂😂😂😂😂😂😂

2024-06-29

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kurang Goyang
2 2. Mengakhiri Hidup
3 3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4 4. Terima Kasih Pak Gay
5 5. Lepaskan Dia Anne
6 6. Kita Bercerai Saja
7 7. Kabur
8 8. Harus Melakukan Visum
9 9. Pengajuan Perceraian
10 10. Semakin Dendam
11 11. Menikahlah Denganku
12 12. Kelas Bercinta
13 13. Dengan Satu Syarat
14 14. Sekarang Aku Miliknya
15 15. Kebenaran Terungkap
16 16. Anne Mana?
17 17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18 18. Sidang Perceraian
19 19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20 20. Usaha Asloka
21 21. Perubahan Asloka
22 22. Perintah Asloka
23 23. Iya Aku Mau
24 24. Rumah Kita
25 25. Hanya Sebatas....
26 26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27 27. Tawaran Rujuk
28 28 Dia Asloka
29 29. Biarkan Dia Yang Memilih
30 30. Jangan Ganggu Lagi
31 31 - Sah
32 32 - Malam Pertama?
33 33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34 34. Nikmati An 21+
35 35. Ingin Ke Makam Papa
36 36. wajah Segar
37 37. Terlalu Berlebihan
38 38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39 39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40 40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41 41. Seperti Ice Cream
42 42. Penyesalan
43 43. Roti Kempit
44 44. Negatif
45 HTS - 45
46 HTA - 46
47 HTA - 47
48 HTA - 48
49 HTA - 49
50 HTA - 50
51 HTA - 51
52 HTA - 52 Buka Puasa ++
53 53. Samar
54 HTA - 54. Rujak Cingur
55 HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56 HTA - 56
57 HTA - 57. Hamil
58 58 - The Last
59 Dikejar Duda - Karya Baru
60 59 - Ada Dua Kecebong
61 60. Menggoda +++
62 Dikejar Duda - Karya Lomba
63 61. Dasar Anak Muda
64 62. Gagal Memberi Kejutan
65 63. Akhir Penantian
66 Istri Tak Diinginkan
67 Istri Tak Diinginkan
68 Dikejar Duda - Karya Lomba
69 Suamiku (Calon) Adik Iparku
Episodes

Updated 69 Episodes

1
1. Kurang Goyang
2
2. Mengakhiri Hidup
3
3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4
4. Terima Kasih Pak Gay
5
5. Lepaskan Dia Anne
6
6. Kita Bercerai Saja
7
7. Kabur
8
8. Harus Melakukan Visum
9
9. Pengajuan Perceraian
10
10. Semakin Dendam
11
11. Menikahlah Denganku
12
12. Kelas Bercinta
13
13. Dengan Satu Syarat
14
14. Sekarang Aku Miliknya
15
15. Kebenaran Terungkap
16
16. Anne Mana?
17
17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18
18. Sidang Perceraian
19
19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20
20. Usaha Asloka
21
21. Perubahan Asloka
22
22. Perintah Asloka
23
23. Iya Aku Mau
24
24. Rumah Kita
25
25. Hanya Sebatas....
26
26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27
27. Tawaran Rujuk
28
28 Dia Asloka
29
29. Biarkan Dia Yang Memilih
30
30. Jangan Ganggu Lagi
31
31 - Sah
32
32 - Malam Pertama?
33
33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34
34. Nikmati An 21+
35
35. Ingin Ke Makam Papa
36
36. wajah Segar
37
37. Terlalu Berlebihan
38
38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39
39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40
40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41
41. Seperti Ice Cream
42
42. Penyesalan
43
43. Roti Kempit
44
44. Negatif
45
HTS - 45
46
HTA - 46
47
HTA - 47
48
HTA - 48
49
HTA - 49
50
HTA - 50
51
HTA - 51
52
HTA - 52 Buka Puasa ++
53
53. Samar
54
HTA - 54. Rujak Cingur
55
HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56
HTA - 56
57
HTA - 57. Hamil
58
58 - The Last
59
Dikejar Duda - Karya Baru
60
59 - Ada Dua Kecebong
61
60. Menggoda +++
62
Dikejar Duda - Karya Lomba
63
61. Dasar Anak Muda
64
62. Gagal Memberi Kejutan
65
63. Akhir Penantian
66
Istri Tak Diinginkan
67
Istri Tak Diinginkan
68
Dikejar Duda - Karya Lomba
69
Suamiku (Calon) Adik Iparku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!