14. Sekarang Aku Miliknya

Anne turun dari mobil dengan langkah cepat, ia terus berlari seperti anak kecil yang akan bertemu dengan orang tuanya. Sedangkan Asloka hanya bisa menggelengkan kepala, melihat tingkah calon istrinya. (Cie dah di klaim calon istri 👰)

"Hati-hati, An!" seru Asloka ketika melihat Anne akan terjatuh saat kakinya tak sengaja menabrak batu.

"Iyaa!"

Tanpa memperdulikan Asloka, Anne terus berlari ke arah pintu rumah Luca. Tidak mau menunggu lama, Anne langsung mengetuk pintu itu secara brutal.

Dok! Dok! Dok! Doook!

"Luca bukan pintunya, woe!"

Asloka sangat shock melihat Anne begitu bar-bar memanggil nama Luca. Sungguh ia tak menyangka Anne bisa seperti ini, padahal selama hampir sebulan wanita itu selalu kalem di depannya.

"Luuuuucaaaa!!!"

Cklek!

"Beris —" Seseorang yang keluar dari dalam rumah pun tak jadi meneruskan ucapannya saat Anne langsung memeluknya begitu cepat sampai keseimbangannya oleng.

"LUCA AKU MERINDUKANMU, ASTAGA HAMPIR SATU BULAN AKU TIDAK MELIHAT SAHABATKU YANG GEMUK INI!" teriak Anne tak dapat menyembuhkan kebahagiaannya.

"An!" seru Asloka tak suka jika Anne terlalu dekat dengan Luca. Walaupun Luca tak setampan dirinya, tapi tetap saja ia tak mau miliknya disentuh orang.

"Eh, maaf aku lupa." Anne segera melepaskan peluknya pada Luca. Sedangkan Luca dari tadi hanya terdiam, tak mengeluarkan sedikitpun suara. Tapi, Anne dapat melihat mata sahabatnya ini berkaca-kaca.

"Lo dari mana aja, An!" Tangisan Luca akhirnya pecah. Luca segera menarik Anne dan memeluknya sangat erat, hingga Anne kesulitan bernafas terasa seperti dihimpit bumi.

Tangannya terus mengibas-ibas, pertanda ia minta tolong, kalau tidak segera dilepaskan mungkin dirinya akan meninggal kehabisan oksigen.

"Jangan peluk Anne terlalu keras, kau bisa membunuhnya!" seru Asloka langsung menarik Anne dan memeluknya.

"Hiks, maaf aku terlalu senang." Luca menghapus air matanya. Ia terlalu bahagia, sampai Luca lupa tubuhnya lebih besar dari Anne.

"Eh tapi tunggu, kemana aja lo ha! Di telepon nggak aktif, hilang hampir satu bulan. Lo tau, suami lo mau bunuh gue sehari setelah gue kasih tau tentang kebenaran Geo! Untung tetangga pada gerak cepat, kalau nggak mungkin rumah gue ada di kuburan!" cerocos Luca.

Ia jadi ingat kejadian tiga minggu lalu, dimana Geo datang ke rumahnya dan menghancurkan seluruh isi rumah. Bukan hanya isi rumah saja, tapi pemilik rumah juga di hajar sampai mau mati.

"Maaf, ponselnya ku buang ke sungai. Sebab itu aku tidak bisa menghubungimu," ucap Anne.

"Lupakan saja, yang penting lo selamat sudah bikin gue bahagia. Ayo masuk ke dalam, jangan hanya berdiri saja," katanya mempersilahkan Anne juga Asloka masuk.

Namun, saat Anne masuk ia sedikit bingung dengan kondisi rumah Luca. Rumah yang dulu penuh dengan barang, kenapa jadi kosong. "TV mu kemana, Luca? Terus hiasan-hiasan di dinding juga kemana dan lagi, istrimu kemana?" tanya Anne terus-menerus.

"He he, semua barang-barang sudah musnah. Ini karena suami lo, kan sudah gue bilang tadi, gue hampir mati karenanya. Sedangkan Sisil, dia entah kemana katanya ingin bercerai dari gue, dia bilang nggak tahan hidup miskin," jawabnya sambil garuk-garuk.

Anne seketika mengepalkan tangannya, ia sangat kesal kenapa Geo melampiaskan semua pada Luca. Padahal, Luca tidak salah apa-apa dalam hal ini. "Laka," panggil Anne.

Asloka pun menatap Anne dengan lekat, ia tahu apa yang akan dibicarakan Anne. Dari sorot matanya saja, dia seakan-akan menyuruhnya untuk menolong Luca. 'Ini semua tidak gratis, An. Kau harus mau menikah denganku jika ingin Luca terjamin hidupnya, semua ada di tanganmu. Jika mau menerima tawaranku, maka hari ini juga Luca akan bekerja di kantorku,' bisik Asloka.

Anne terdiam mendengar permintaan Asloka, ia masih takut dengan sebuah pernikahan. Tapi, kalau ia bertindak egois maka kasian Luca.

'Huft, baiklah. Kita akan menikah, tapi aku harap kau menepati janjimu. Luca adalah sahabatku satu-satunya, hanya dia yang mau berteman denganku dengan tulus, jika kau berbohong, maka aku akan pergi,' balas Anne juga ikut berbisik.

"Oke, sepakat." Asloka tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan Luca merasa ada yang aneh dengan mereka berdua, berbicara secara bisik-bisik membuatnya jadi canggung sendiri.

"Ehem, kalian kalau mau bicara secara privasi maka aku akan masuk kedalam," ucap Luca langsung meninggalkan mereka berdua.

"Kau mau apa?" tanya Anne.

"Menyuruh Aron menyiapkan rumah untuk Luca, sekaligus menempatkan dia di bagian akuntansi," balas Asloka terus menatap layar ponselnya.

Anne tersenyum senang mendengar perkataan Asloka, ia langsung memeluk lelaki itu dan Asloka tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia segera mengangkat tubuh Anne, setelah itu ia dudukan wanitanya di atas pangkuan.

"Kenapa harus dipangku sih, nanti kalau Luca keluar bagaimana? Dia pasti salah paham," lirih Anne sangat malu.

"Tinggal bilang saja, aku calon suamimu," balasnya langsung mencium bibir Anne sangat menuntut.

Lumatann demi lumatann mereka lakukan. Sekarang Anne tak perlu dipaksa untuk membuka mulutnya, karena dengan sendirinya dia mengizinkan lidah Asloka menerobos masuk.

"Aku ingin memakanmu, An," ucap Asloka di sela-sela ciumannya.

Semakin lama ciuman Asloka makin ke bawah, ke arah dada Anne. Tapi, baru saja Asloka akan menarik turun baju Anne, tiba-tiba seseorang masuk dari luar sambil berteriak membuyarkan semuanya.

"Anne!"

Deg!

Jantung Anne terasa mau copot saat melihat mertuanya ada di depan pintu rumah Luca, sungguh ia tak pernah memprediksi ini.

"Papa!" seru Anne segera turun dari atas pangkuan Asloka. Ia sangat takut, takut jika mertuanya ini marah besar. Tapi, semua praduganya salah besar ketika mertuanya itu bersimpuh di hadapannya.

"An, Papa mohon keluarkan Geo dari penjara dan Papa mohon, pikirkan kembali gugatan perceraianmu dengan Geo," mohon Erick sambil memeluk erat kaki Anne.

Tentunya Anne tak suka dengan sikap mertuanya, ia melepaskan tangan Erick dan langsung mundur dua langkah. "Apa maksud, Papa?" tanyanya sedikit bingung.

"Cabut laporanmu di kantor polisi, An. Bagaimanapun Geo tetap suamimu, apa kamu tega melihat dia tidur di penjara yang sangat dingin," ujar Erick kembali.

Anne yang terkejut dengan ucapan mertuanya langsung menatap Asloka, tapi lelaki itu seakan-akan tak mau menatapnya dan lebih memilih melihat langit-langit rumah Luca.

"Huft, Pa. Aku minta maaf sebelumnya, tapi keputusan Anne sudah bulat. Perceraian dan proses hukum harus terus berlanjut, biarkan mas Geo belajar akan kesalahannya di sana." Mau tak mau Anne harus mendukung perbuatan Asloka.

Jika di pikir-pikir, benar kata Asloka. Ia tak bisa terus menerus mengiyakan permintaan mereka, Anne harus tegas dan mengatakan tidak jika hatinya tidak ikhlas.

"Kau sudah tidak mencintai Geo, An? Apa kau lupa, bagaimana perjuangan Geo bersamamu."

Asloka sebenarnya geram dengan orang tua Geo, tapi ia berusaha menahan, biar Anne sendiri yang mengatakan jika anaknya adalah sampah masyarakat.

"Aku memang mencintai Mas Geo, tapi dia sudah keterlaluan. Aku juga berhak bahagia, Pa. Sekarang aku miliknya, aku minta maaf karena tidak bisa membantu Papa lagi." Anne langsung menghampiri Asloka dan memeluk erat lelaki itu.

Sedangkan Asloka merasa bangga karena Anne berani berkata seperti ini, tanpa basa-basi, Asloka memegang erat pinggang Anne sambil berkata. "Kau susah mendengar keputusan Anne bukan, pak Tua. Jadi silakan pergi, proses hukum akan tetap berlanjut."

...🍃🍃🍃...

Hey aku kembali 👻

jangan lupa tinggalkan komen kalian tentang bab kali ini, yang banyak yaa insyaallah besok update 4 episode kalau kuat 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️

Terpopuler

Comments

Laksmi Wardhani

Laksmi Wardhani

mantap Thor makin seru buat Ane dan km gay bahagia

2024-07-23

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

jangan mau dibodohi lagi Anne,, keluarga suami mu semua nya punya maksud tersirat....

2024-07-22

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

keren juga Anne bisa jawab spontan, mentang2 ada bebeb Laka😁

2024-07-03

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kurang Goyang
2 2. Mengakhiri Hidup
3 3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4 4. Terima Kasih Pak Gay
5 5. Lepaskan Dia Anne
6 6. Kita Bercerai Saja
7 7. Kabur
8 8. Harus Melakukan Visum
9 9. Pengajuan Perceraian
10 10. Semakin Dendam
11 11. Menikahlah Denganku
12 12. Kelas Bercinta
13 13. Dengan Satu Syarat
14 14. Sekarang Aku Miliknya
15 15. Kebenaran Terungkap
16 16. Anne Mana?
17 17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18 18. Sidang Perceraian
19 19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20 20. Usaha Asloka
21 21. Perubahan Asloka
22 22. Perintah Asloka
23 23. Iya Aku Mau
24 24. Rumah Kita
25 25. Hanya Sebatas....
26 26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27 27. Tawaran Rujuk
28 28 Dia Asloka
29 29. Biarkan Dia Yang Memilih
30 30. Jangan Ganggu Lagi
31 31 - Sah
32 32 - Malam Pertama?
33 33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34 34. Nikmati An 21+
35 35. Ingin Ke Makam Papa
36 36. wajah Segar
37 37. Terlalu Berlebihan
38 38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39 39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40 40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41 41. Seperti Ice Cream
42 42. Penyesalan
43 43. Roti Kempit
44 44. Negatif
45 HTS - 45
46 HTA - 46
47 HTA - 47
48 HTA - 48
49 HTA - 49
50 HTA - 50
51 HTA - 51
52 HTA - 52 Buka Puasa ++
53 53. Samar
54 HTA - 54. Rujak Cingur
55 HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56 HTA - 56
57 HTA - 57. Hamil
58 58 - The Last
59 Dikejar Duda - Karya Baru
60 59 - Ada Dua Kecebong
61 60. Menggoda +++
62 Dikejar Duda - Karya Lomba
63 61. Dasar Anak Muda
64 62. Gagal Memberi Kejutan
65 63. Akhir Penantian
66 Istri Tak Diinginkan
67 Istri Tak Diinginkan
68 Dikejar Duda - Karya Lomba
69 Suamiku (Calon) Adik Iparku
Episodes

Updated 69 Episodes

1
1. Kurang Goyang
2
2. Mengakhiri Hidup
3
3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4
4. Terima Kasih Pak Gay
5
5. Lepaskan Dia Anne
6
6. Kita Bercerai Saja
7
7. Kabur
8
8. Harus Melakukan Visum
9
9. Pengajuan Perceraian
10
10. Semakin Dendam
11
11. Menikahlah Denganku
12
12. Kelas Bercinta
13
13. Dengan Satu Syarat
14
14. Sekarang Aku Miliknya
15
15. Kebenaran Terungkap
16
16. Anne Mana?
17
17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18
18. Sidang Perceraian
19
19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20
20. Usaha Asloka
21
21. Perubahan Asloka
22
22. Perintah Asloka
23
23. Iya Aku Mau
24
24. Rumah Kita
25
25. Hanya Sebatas....
26
26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27
27. Tawaran Rujuk
28
28 Dia Asloka
29
29. Biarkan Dia Yang Memilih
30
30. Jangan Ganggu Lagi
31
31 - Sah
32
32 - Malam Pertama?
33
33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34
34. Nikmati An 21+
35
35. Ingin Ke Makam Papa
36
36. wajah Segar
37
37. Terlalu Berlebihan
38
38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39
39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40
40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41
41. Seperti Ice Cream
42
42. Penyesalan
43
43. Roti Kempit
44
44. Negatif
45
HTS - 45
46
HTA - 46
47
HTA - 47
48
HTA - 48
49
HTA - 49
50
HTA - 50
51
HTA - 51
52
HTA - 52 Buka Puasa ++
53
53. Samar
54
HTA - 54. Rujak Cingur
55
HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56
HTA - 56
57
HTA - 57. Hamil
58
58 - The Last
59
Dikejar Duda - Karya Baru
60
59 - Ada Dua Kecebong
61
60. Menggoda +++
62
Dikejar Duda - Karya Lomba
63
61. Dasar Anak Muda
64
62. Gagal Memberi Kejutan
65
63. Akhir Penantian
66
Istri Tak Diinginkan
67
Istri Tak Diinginkan
68
Dikejar Duda - Karya Lomba
69
Suamiku (Calon) Adik Iparku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!