5. Lepaskan Dia Anne

"Aahh, tanganku terasa sangat kebas!" serunya terus berjalan menuju lemari.

Sejenak Asloka memilah-milah pakaian yang ada di dalam lemari untuk mencari baju nyaman, tapi saat Asloka fokus mencari baju ganti, lelaki itu baru ingat tentang keberadaan Anne.

Tanpa memperdulikan keadaannya yang masih memakai handuk, Asloka langsung keluar begitu saja dan mencari wanita itu di luar kamar. Mungkin saja, dia masih di ruang tamu menunggunya.

"Anne ...." lirih nya saat melihat Anne berdiri di dapur mengenakan celemek khusus memasak. Merasa penasaran, Asloka memutuskan untuk mendekati Anne dan melontarkan sebuah pertanyaan.

"Apa yang kau lakukan, An?"

Asloka pun berhasil membuat Anne terkejut, hingga tanpa sengaja air panas yang dia pegang meleset dan tumpah ke tangannya.

"Aw, panas!" Anne berteriak sambil mengibas-ibaskan tangannya.

Tentunya kejadian ini membuat Asloka panik, dengan kecepatan tinggi dia berlari ke arah Anne dan meraih tangan itu untuk di bawah ke wastafel.

"Kau sangat ceroboh, An! Bagaimana kalau tanganmu melepuh!" marahnya terus mengguyurkan air ke punggung tangan Anne.

"Aw sakit, pelan-pelan. Lagian ini juga salahmu Pak Gay, kenapa juga kau berteriak seperti tadi, sehingga membuatku kaget," balas Anne meringis sakit.

Mendengar ocehan Anne, membuatnya merasa bersalah. Semua memang salahnya, andaikan ia tak bersuara seperti membentak, mungkin tangan Anne tidak akan tersiram air panas.

"Maaf, ini pasti sangat sakit," sesalnya.

"Tidak apa-apa, sudah jangan merasa bersalah. Oh ya, aku tadi menyiapkan makan malam, apa kau mau makan?" tanya Anne sedikit takut.

Anne takut makannya akan terbuang sia-sia jika Asloka tak ingin memakannya, padahal ia membuat makanan a secara spesial sebagai ucapan terimakasih. Tapi, semua kembali lagi pada keputusan Asloka.

"Kau masak?" tanya Asloka tak percaya.

"I-iya, kenapa memangnya? Kau keberatan?" Anne sedikit gugup.

Deg! Deg! Deg!

Jantung Anne terasa berdebar-debar tak karuan ketika tatapan Asloka sulit di artikan, kalau tau akhirnya seperti ini, mending ia memilih diam di ruang tamu.

"Sepertinya aku salah, kalau begitu aku bereskan semua dan ku kasih orang yang membutuhkan saja." Segera Anne membersihkan semua, tapi baru saja ia mengangkat piring-piring di atas meja, ada sebuah tangan yang menghentikan pergerakannya.

"Maaf, membuatmu salah paham. Aku diam bukan tak mau, hanya ... ehem, baru kali ini ada seorang wanita membuatkan ku makanan," balas Asloka kikuk.

Memang jujur, selama ini Asloka tak pernah merasakan makanan rumahan. Apapun yang ia makan selalu dari restoran, sedangkan pembantu di apartemen hanya bertugas membersihkan seluruh ruangan. Setelah selesai membereskan semua, barulah pembantunya kembali ke rumah utama.

Rumah di mana Asloka tak pernah mendapatkan ketenangan jiwa. Orang-orang di sana selalu menuntutnya untuk segera menikah dan memiliki anak, padahal mereka tahu dengan pasti kalau dirinya tak bisa melakukan semua kecuali melakukan bayi tabung.

"Kau serius, Pak Gay? Memang disini tidak ada pembantu, sampai kau tak pernah merasakan masakan rumahan?" tanya Anne sangat terkejut.

"Kau bisa tidak, memanggilku Asloka, Laka, Aslo, atau apa gitu. Jangan ada embel-embel Gay nya, takutnya orang salah paham juga sepertimu," protes Asloka ketika Anne terus memanggilnya pak Gay. Asloka merasa keberatan, ia masih normal seratus persen dan keperkasaan nya terbukti tangguh, saat menatap Anne.

"Tidak bisa! Aku lebih suka memanggilmu Pak Gay, jangan protes katanya terserah asal aku bahagia. Kenapa sekarang protes?" tolaknya mentah-mentah.

Anne sudah nyaman dengan panggilan seperti ini, jadi ia tak mau menggantinya. "Oh ya, lagian namamu aneh sekali sih? Asloka, Jangan-jangan ibumu penggemar film Ashoka ya?" Anne semakin membuat lelaki di depannya ini geram.

'Sial! Jika bukan karena butuh, sudah aku sobek-sobek mulutnya. Tapi, karena hanya dia penolongku, maka kesabaranku masih banyak,' gumamnya terus menarik nafas agar amarahnya tak terlalu tinggi.

"Jangan bahas ini lagi! Lebih baik ayo makan, aku lapar sekali!" Putusnya agar pembicaraan ini berakhir. Sebelum makan malam di mulai, Asloka memutuskan untuk kembali ke kamar dan memakai baju.

Sedangkan Anne, ia lebih memilih menata semua masakan yang ia buat sampai Asloka kembali. Dengan telaten Anne menaruh lauk plus nasi diatas piring Asloka. Namun, tak lama setelah itu terdengar bel apartemen berbunyi.

Asloka yang sudah tahu siapa tamunya, memilih untuk pamit sebentar dan membuka pintu apartemen sehingga menampilkan sosok lelaki tampan, tinggi putih, juga berkacamata.

"Selamat Malam Tuan, saya sudah membawa berkas-berkas yang anda inginkan," ucap Aron — orang kepercayaan Asloka, apapun yang ia butuhkan selalu dilaksanakan Aron.

"Bagus, ayo masuk kita makan dulu," ajak Asloka tapi Aron menolak dengan alasan sudah makan.

Asloka tak mau ambil pusing mendengar penolakan Aron, yang terpenting ia makan dulu. Entah kenapa, Asloka merasa masakan Anne sangat enak, hingga membuatnya tambah terus.

Setelah beberapa menit berlalu, acara makan malam selesai. Kini Asloka kembali ke modem serius, sambil menunggu Anne membersihkan diri, ia kembali melihat berkas-berkas dari Aron.

"Disini tertulis lima tahun pernikahan? Kenapa harus lima tahun, aku maunya seumur hidup," tegas Asloka.

"Apakah Tuan yakin? Mungkin saja selama itu anda bisa merasakan reaksi ke semua wanita, jadi anda tidak perlu terikat terlalu lama dengan nona Anne," balas Aron sangat hati-hati.

"Tidak! Pernikahan bukanlah main-main, Aron. Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup, walaupun belum ada cinta, tapi setidaknya hubungan ini serius," balas Asloka.

Aron pun hanya mengangguk, ia akan mengubahnya nanti setelah Anne mengetahui semua keinginan tuannya. Tak lama setelah itu, Aron melihat seorang wanita keluar dari kamar. Siapa lagi jika bukan Anne, wanita yang ia tunggu bermenit-menit lalu.

"Ma-maaf, kalian pasti terlalu lama menunggu," ucap Anne sambil menunduk. Sebenarnya saat ini Anne malu untuk keluar dengan pakaian seperti ini, karena ia tak mempunyai baju ganti, akhirnya ia memutuskan untuk meminjam kemeja Asloka. Terlihat sangat kebesaran sih, tapi yang penting bisa menutupi aset-aset berharganya.

"Kenapa kalian semua diam? Ada yang aneh?" tanya Anne gugup.

"Ah sepertinya memang aku harus ganti baju!" Anne mulai risih dan bergegas pergi untuk ganti baju, tapi tangannya langsung di cekal oleh Asloka.

"Emm, tidak perlu ganti baju, pakai ini saja sudah bagus kok," ucap Asloka sambil menarik tangan Anne agar duduk di sebelahnya.

Anne menurut, tapi ia sedikit risih dengan tatapan Aron. Berkali-kali Anne berusaha menutupi pahanya dengan bantal, tapi Aron seakan-akan tak mau melepas pandangnya.

"Mau ku congkel matamu, Aron!!"

Aron tersentak kaget ketika mendengar suara bariton tuannya, ia segera mengalihkan pandangannya. Sungguh dia tadi khilaf, tak sengaja melihat kecantikan yang sangat luar biasa dari diri Anne.

"Ma-maaf, Tuan!"

Asloka mengangguk, mereka pun kembali fokus pada tujuan awal. Aron juga mulai menjelaskan maksud dan tujuannya bersama sang tuan, bahkan ia juga segera menyerahkan berkas-berkas tadi untuk dibaca Anne.

"Maksudnya ini apa, Pak Gay? Menjadi obat untukmu, maksudnya obat agar penyakit Gay mu sembuh?"

Seketika Aron melotot hebat, bagaimana bisa Anne menyebut tuannya seorang Gay. Padahal keperkasaan tuannya tak perlu diragukan hingga beberapa kali Aron mendengar keluhan Icha saat melayani Asloka, tapi semenjak kecelakaan waktu itu semua seakan-akan hancur berkeping-keping.

"Kau!! Sudah ku katakan berkali-kali, aku normal, bahkan masih menginginkan lobang bergerigi, bukan pedang-pedangan! Kenapa sih kau susah banget percaya, jangan hanya karena melihat sekali, terus kau menyimpulkan seenaknya!" seru Asloka tak dapat menahan emosinya lagi.

Kali ini Asloka benar-benar malu, ini masih di hadapan Aron, bagaimana kalau di hadapan orang lain. Bisa hancur reputasinya, jika Anne selalu memanggilnya pak Gay!

"Ya maaf, tapi ini maksudnya bagaimana? Menikah denganmu hanya untuk mendapatkan keturunan sekaligus menjadi obat impoten yang selama ini kau alami, apa kau sudah gila? Aku ada suami, bisa-bisanya kau menawarkan perjanjian seperti ini!" sungut Anne.

Ia tak menyangka jika dibalik kebaikan Asloka ternyata tersimpan sebuah rencana licik seperti ini. Tidak Anne tidak mau.

"Lepaskan dia, Anne," lirih Asloka.

"Maksudmu?"

"Lepaskan lelaki brengsek itu dan jadilah penyembuh hasratku, maka aku akan membantumu balas dendam."

...🌾🌾🌾🌾...

Rekomendasi cerita sangat bagus, ayo mampir di jamin seru nggak kalah dengan ini. Pokoknya jangan lupa mampir ya, ini aku kasih tau judulnya. SAHABAT JADI MENIKAH Author Zafa

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

tidak salah Anne,, daripada kau sakit hati, melihat suami punya perempuan lain,,apa lagi Geo kaki selingkuh

2024-07-22

0

liberty

liberty

dan aku malah kepikiran Guru Gay di Naruto 😅🤣

2023-12-04

2

andi hastutty

andi hastutty

Anne ikuti asloka biar kamu ngga sakit hati

2023-04-06

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kurang Goyang
2 2. Mengakhiri Hidup
3 3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4 4. Terima Kasih Pak Gay
5 5. Lepaskan Dia Anne
6 6. Kita Bercerai Saja
7 7. Kabur
8 8. Harus Melakukan Visum
9 9. Pengajuan Perceraian
10 10. Semakin Dendam
11 11. Menikahlah Denganku
12 12. Kelas Bercinta
13 13. Dengan Satu Syarat
14 14. Sekarang Aku Miliknya
15 15. Kebenaran Terungkap
16 16. Anne Mana?
17 17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18 18. Sidang Perceraian
19 19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20 20. Usaha Asloka
21 21. Perubahan Asloka
22 22. Perintah Asloka
23 23. Iya Aku Mau
24 24. Rumah Kita
25 25. Hanya Sebatas....
26 26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27 27. Tawaran Rujuk
28 28 Dia Asloka
29 29. Biarkan Dia Yang Memilih
30 30. Jangan Ganggu Lagi
31 31 - Sah
32 32 - Malam Pertama?
33 33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34 34. Nikmati An 21+
35 35. Ingin Ke Makam Papa
36 36. wajah Segar
37 37. Terlalu Berlebihan
38 38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39 39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40 40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41 41. Seperti Ice Cream
42 42. Penyesalan
43 43. Roti Kempit
44 44. Negatif
45 HTS - 45
46 HTA - 46
47 HTA - 47
48 HTA - 48
49 HTA - 49
50 HTA - 50
51 HTA - 51
52 HTA - 52 Buka Puasa ++
53 53. Samar
54 HTA - 54. Rujak Cingur
55 HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56 HTA - 56
57 HTA - 57. Hamil
58 58 - The Last
59 Dikejar Duda - Karya Baru
60 59 - Ada Dua Kecebong
61 60. Menggoda +++
62 Dikejar Duda - Karya Lomba
63 61. Dasar Anak Muda
64 62. Gagal Memberi Kejutan
65 63. Akhir Penantian
66 Istri Tak Diinginkan
67 Istri Tak Diinginkan
68 Dikejar Duda - Karya Lomba
69 Suamiku (Calon) Adik Iparku
Episodes

Updated 69 Episodes

1
1. Kurang Goyang
2
2. Mengakhiri Hidup
3
3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4
4. Terima Kasih Pak Gay
5
5. Lepaskan Dia Anne
6
6. Kita Bercerai Saja
7
7. Kabur
8
8. Harus Melakukan Visum
9
9. Pengajuan Perceraian
10
10. Semakin Dendam
11
11. Menikahlah Denganku
12
12. Kelas Bercinta
13
13. Dengan Satu Syarat
14
14. Sekarang Aku Miliknya
15
15. Kebenaran Terungkap
16
16. Anne Mana?
17
17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18
18. Sidang Perceraian
19
19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20
20. Usaha Asloka
21
21. Perubahan Asloka
22
22. Perintah Asloka
23
23. Iya Aku Mau
24
24. Rumah Kita
25
25. Hanya Sebatas....
26
26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27
27. Tawaran Rujuk
28
28 Dia Asloka
29
29. Biarkan Dia Yang Memilih
30
30. Jangan Ganggu Lagi
31
31 - Sah
32
32 - Malam Pertama?
33
33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34
34. Nikmati An 21+
35
35. Ingin Ke Makam Papa
36
36. wajah Segar
37
37. Terlalu Berlebihan
38
38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39
39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40
40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41
41. Seperti Ice Cream
42
42. Penyesalan
43
43. Roti Kempit
44
44. Negatif
45
HTS - 45
46
HTA - 46
47
HTA - 47
48
HTA - 48
49
HTA - 49
50
HTA - 50
51
HTA - 51
52
HTA - 52 Buka Puasa ++
53
53. Samar
54
HTA - 54. Rujak Cingur
55
HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56
HTA - 56
57
HTA - 57. Hamil
58
58 - The Last
59
Dikejar Duda - Karya Baru
60
59 - Ada Dua Kecebong
61
60. Menggoda +++
62
Dikejar Duda - Karya Lomba
63
61. Dasar Anak Muda
64
62. Gagal Memberi Kejutan
65
63. Akhir Penantian
66
Istri Tak Diinginkan
67
Istri Tak Diinginkan
68
Dikejar Duda - Karya Lomba
69
Suamiku (Calon) Adik Iparku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!