4. Terima Kasih Pak Gay

"Sekarang aku ingat siapa kau," lirih Anne terus menunduk. Setelah mendengar penjelasan lelaki di depannya ini, ingatan-ingatan kemarin langsung terbayang.

Anne mendongak menatap Asloka, merasa puas ia memutuskan untuk berdiri. Terasa sangat jelas kakinya gemetar, mungkin ini juga efek saat ia akan loncat dari atas jembatan.

"Biar aku bantu," tawar Asloka dan Anne tak menolak.

Asloka pun menuntun Anne sampai ke pinggir jembatan, di sana ia menyuruh Anne untuk duduk saja dan setelah memastikan wanita di depannya ini tidak melakukan hal bodoh lagi, barulah ia menuju mobil untuk mengambil minuman.

"Minumlah." Asloka menyodorkan sebotol minuman.

"Terima kasih, Pak Gay," balas Anne sangat ringan, seringan kapas.

Namun, ucapan Anne mampu membuat Asloka terbeliak. "Apa kau bilang?" tanyanya penuh tatapan kesal.

"Lupakan," balas Anne sangat malas. Pikirannya masih berkecamuk dengan masalah rumah tangganya, bingung harus melakukan apa nanti saat ia pulang.

"Tidak bisa! Cepat ulangi dan kau tak bisa membantah, cepat kat —"

"TERIMA KASIH, PAK GAY, MAS GAY, BANG GAY, TUAN GAY!!!" teriak Anne juga tak kalah emosi. Pikirkan saja lah, saat ini hatinya kacau berat, penuh kesensitifan, akan tetapi lelaki di depannya terus bertindak egois.

"Kau!"

Asloka mengepalkan tangannya, ia berusaha menahan emosi setelah mengingat jika dirinya sangat membutuhkan Anne. 'Sabar, sabar, jangan terpancing!' gumam Asloka dalam hati.

"Hufft! Kau masih salah paham tentang kejadian di restoran, ha? Jika iya, kau salah besar," ucapnya mulai meredam emosinya.

"Salah bagaimana? Jelas-jelas kalian bermain batang pisang bersama-sama, semua masih terbayang-bayang di mataku tau!" sungut Anne.

"Hey! Kau tidak tahu yang sebenarnya terjadi, jadi jangan berasumsi lebih dulu, Anne!"

Mereka pun berdebat di pinggir jembatan dan di sana tidak ada orang sama sekali. Kegelapan juga meliputi mereka, tapi semua tak membuat dua manusia berjenis kelaminn berbeda ini takut.

"Sudahlah, terserah kau saja. Sepuasmu mau nyebut aku bagaimana, yang lebih penting sekarang ayo pulang." Asloka akhirnya mengalah dan membiarkan Anne berkata sesuka hatinya. Diperdebatkan juga percuma, Anne terlanjur percaya kalau dirinya Gay.

"Aku tidak tau mau pulang kemana, Pak Gay," lirih Anne berhasil membuat Asloka menghentikan langkahnya.

Ia menoleh ke arah Anne, wanita itu tertunduk sedih. Sejenak Asloka menarik nafas panjang, ia lupa jika Anne sedang ada masalah dengan suaminya.

"Ikutlah denganku, gunakan apartemenku, kau bisa tinggal di sana sesuka hatimu," ucap Asloka sangat serius.

"Kau serius, Pak Gay?" tanya Anne sangat berbinar. Ia tak curiga sedikitpun, karena Anne pikir Asloka orang tak normal, bisa di bilang suka sesama jenis.

"Iya!"

"Terima kasih!"

Anne pun langsung masuk ke dalam mobil Asloka tanpa menunggu persetujuan dari yang punya, rasa gemetar di kakinya juga mendadak sembuh, setelah mendengar ucapan Asloka.

"Dasar, bocah!" serunya sambil geleng-geleng.

Tak mau berlama-lama di tempat sepi ini, Asloka memutuskan untuk segera masuk dan melesatkan mobilnya ke apartemen.

Di perjalanan mereka tak saling bicara, Asloka fokus pada jalanan, sedangkan Anne fokus memikirkan nasib kedepannya. Hingga, tak terasa mereka kini sampai di sebuah bangunan yang sangat tinggi.

"Apartemenmu disini, Pak Gay?" tanyanya terus menengok ke kanan dan ke kiri, saat mengetahui jika apartemen lelaki ini dekat dengan restoran Jasssmie.

"Iya, turunlah. Badanku sudah sangat lelah, ingat cepat tidur," balas Asloka dan Anne hanya menganggukkan kepala.

Mereka berdua turun dari mobil dan masuk kedalam gedung. Namun, saat Anne melangkah masuk, banyak pasang mata yang menatapnya bersama Asloka. Anne bingung, tapi ia takut untuk bertanya pada lelaki itu.

'Jam segini masih rame ternyata, aku kira apartemen itu sepi,' gumam Anne terus mengikuti Asloka dari belakang.

Kini mereka sudah ada di lantai 10. Sangat tinggi memang, tapi Anne tak mempermasalahkan semua, terpenting kali ini ia mendapatkan tempat tinggal. Sejujurnya Anne sempat ingin mengunjungi Luca, tapi ia tak mau membuat istrinya salah paham.

"Emm, pintunya kok ada satu ya?" tanya Anne sangat polos. Baru kali ini dia melihat tempat seperti ini, yang Anne tau apartemen di setiap lantai memiliki banyak pintu kamar.

Asloka tersenyum kecil, "jelas satu pintu, karena seluruh ruangan di lantai 10 itu milikku. Ayo masuk," ucapanya membuat Anne semakin terperangah.

Cklek ....

Pintu akhirnya terbuka lebar, Asloka mempersilahkan Anne masuk. "Selamat datang di apartemenku, Anne."

Anne melangkah masuk, sungguh ia sangat terkejut melihat isi apartemen Asloka. Sangat luas, bahkan bisa dibilang seperti rumah, tapi ini lebih indah dan mewah.

"Astaga, aku baru melihat apartemen semewa ini. Ya Tuhan, lihatlah ini sangat bagus!" Anne langsung menuju ke arah dapur. Ia sangat bersemangat jika melihat dapur bersih atau serapih milik Asloka, sungguh Anne jadi ingin masak saat ini juga.

"Ini sangat lengkap sekali, aku bisa menghabiskan waktuku disini," ucapnya sangat senang, tanpa menyadari seseorang di belakang nya menjadi hory.

Melihat tubuh sexy Anne dari belakang, membuat otak Asloka mulai gila. Ia membayangkan jika mereka tengah bercinta di dapur, mungkin sangat mengasikkan. 'Ahh ... otakku travelling, sialan!' serunya merasa frustasi.

Semua semakin merasa berat, ketika ia merasa ada sesuatu yang mengembang di balik celananya. 'Sial, Leleku bereaksi!' gumamnya lagi.

"Ehem!" Asloka berdehem menetralisir semua. Tapi, deheman Asloka di salah artikan oleh Anne. Ia pikir Asloka menegurnya, karena terlalu lancang memasuki dapur.

"Eh, maaf Pak Gay, aku terlalu senang sampai lupa, jika ini tempatmu." Sesalnya.

"Tidak, tidak, bukan aku bermaksud lain. Tapi, ahh ... aku sepertinya butuh kamar mandi, masuklah kamarmu aku akan kembali beberapa menit lagi!" serunya langsung meninggalkan Anne sendiri di ruang tamu.

Anne memandang bingung pada Asloka, tapi setelah itu Anne menghembuskan nafas gusar. Ia tak tau kamar mana yang dimaksud Asloka, ia hanya melihat ada satu kamar yang sekarang dimasuki oleh Asloka.

"Apa aku salah ya menerima tawaran, pak Gay? Sepertinya kamarnya hanya ada satu, terus nanti aku tidur dimana? Masa kita seranjang," ucapnya sambil geleng-geleng.

Tak mau terlalu pusing dengan semua, Anne memutuskan untuk membuat makanan saja, ia berpikir ini sebagai ucapan terimakasih. Walaupun waktu makan malam sudah terlewat sangat jauh, tapi tak apalah, yang penting usaha.

Sedangkan orang yang ada di dalam kamar mandi, merasa sangat frustasi. Hasratnya kali ini sangat tinggi, ini kali pertamanya merasa ingin bercinta yang menggebu-gebu. Tapi, Asloka sadar ini belum waktunya.

Asloka harus bersabar beberapa hari lagi, sampai wanita itu beres dengan suaminya. Asloka berjanji, ia tak akan melepaskan Anne, karena hanya Anne yang mampu membuat benda lunak tak bertulang ini kembali mengeras, gagah seperti singa perkasa.

"Aaaggghhh! Anne!"

...💦💦💦💦💦...

Author : Ishhh, lo ngapain sih Laka? malu-maluin aja, pakek ngerang di kamar mandi! 🚿

Asloka : Jangan bacot deh thor, ini semua juga gara-gara lo! Siapa suruh buat Benda berurat ini bangun, ha?

Author : Cih, dibikin koma stress, dibikin bangun matah, tau ah aku ngambek. Awas lo, nanti ku buat nggak bisa nyelup!"

Asloka : hey thor, jangan ngadi-ngadi, woy gue bercanda kamprett!

Author : masa bodoh, babay!

Rekomendasi cerita sangat bagus, ayo mampir di jamin seru nggak kalah dengan ini. Pokoknya jangan lupa mampir ya, ini aku kasih tau judulnya. PENJARA CINTA MAFIA KEJAM author Siti Fatimah

Terpopuler

Comments

Kusii Yaati

Kusii Yaati

sementara main sama Miss Lux dulu ya loka😜🤭

2024-08-10

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Asloka main sabun,,sebut Anne 🤦‍♀️

2024-07-22

0

;)may_nhto*

;)may_nhto*

lele gak tuuh 🤣🤣🤣🤣

2024-07-21

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kurang Goyang
2 2. Mengakhiri Hidup
3 3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4 4. Terima Kasih Pak Gay
5 5. Lepaskan Dia Anne
6 6. Kita Bercerai Saja
7 7. Kabur
8 8. Harus Melakukan Visum
9 9. Pengajuan Perceraian
10 10. Semakin Dendam
11 11. Menikahlah Denganku
12 12. Kelas Bercinta
13 13. Dengan Satu Syarat
14 14. Sekarang Aku Miliknya
15 15. Kebenaran Terungkap
16 16. Anne Mana?
17 17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18 18. Sidang Perceraian
19 19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20 20. Usaha Asloka
21 21. Perubahan Asloka
22 22. Perintah Asloka
23 23. Iya Aku Mau
24 24. Rumah Kita
25 25. Hanya Sebatas....
26 26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27 27. Tawaran Rujuk
28 28 Dia Asloka
29 29. Biarkan Dia Yang Memilih
30 30. Jangan Ganggu Lagi
31 31 - Sah
32 32 - Malam Pertama?
33 33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34 34. Nikmati An 21+
35 35. Ingin Ke Makam Papa
36 36. wajah Segar
37 37. Terlalu Berlebihan
38 38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39 39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40 40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41 41. Seperti Ice Cream
42 42. Penyesalan
43 43. Roti Kempit
44 44. Negatif
45 HTS - 45
46 HTA - 46
47 HTA - 47
48 HTA - 48
49 HTA - 49
50 HTA - 50
51 HTA - 51
52 HTA - 52 Buka Puasa ++
53 53. Samar
54 HTA - 54. Rujak Cingur
55 HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56 HTA - 56
57 HTA - 57. Hamil
58 58 - The Last
59 Dikejar Duda - Karya Baru
60 59 - Ada Dua Kecebong
61 60. Menggoda +++
62 Dikejar Duda - Karya Lomba
63 61. Dasar Anak Muda
64 62. Gagal Memberi Kejutan
65 63. Akhir Penantian
66 Istri Tak Diinginkan
67 Istri Tak Diinginkan
68 Dikejar Duda - Karya Lomba
69 Suamiku (Calon) Adik Iparku
Episodes

Updated 69 Episodes

1
1. Kurang Goyang
2
2. Mengakhiri Hidup
3
3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4
4. Terima Kasih Pak Gay
5
5. Lepaskan Dia Anne
6
6. Kita Bercerai Saja
7
7. Kabur
8
8. Harus Melakukan Visum
9
9. Pengajuan Perceraian
10
10. Semakin Dendam
11
11. Menikahlah Denganku
12
12. Kelas Bercinta
13
13. Dengan Satu Syarat
14
14. Sekarang Aku Miliknya
15
15. Kebenaran Terungkap
16
16. Anne Mana?
17
17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18
18. Sidang Perceraian
19
19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20
20. Usaha Asloka
21
21. Perubahan Asloka
22
22. Perintah Asloka
23
23. Iya Aku Mau
24
24. Rumah Kita
25
25. Hanya Sebatas....
26
26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27
27. Tawaran Rujuk
28
28 Dia Asloka
29
29. Biarkan Dia Yang Memilih
30
30. Jangan Ganggu Lagi
31
31 - Sah
32
32 - Malam Pertama?
33
33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34
34. Nikmati An 21+
35
35. Ingin Ke Makam Papa
36
36. wajah Segar
37
37. Terlalu Berlebihan
38
38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39
39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40
40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41
41. Seperti Ice Cream
42
42. Penyesalan
43
43. Roti Kempit
44
44. Negatif
45
HTS - 45
46
HTA - 46
47
HTA - 47
48
HTA - 48
49
HTA - 49
50
HTA - 50
51
HTA - 51
52
HTA - 52 Buka Puasa ++
53
53. Samar
54
HTA - 54. Rujak Cingur
55
HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56
HTA - 56
57
HTA - 57. Hamil
58
58 - The Last
59
Dikejar Duda - Karya Baru
60
59 - Ada Dua Kecebong
61
60. Menggoda +++
62
Dikejar Duda - Karya Lomba
63
61. Dasar Anak Muda
64
62. Gagal Memberi Kejutan
65
63. Akhir Penantian
66
Istri Tak Diinginkan
67
Istri Tak Diinginkan
68
Dikejar Duda - Karya Lomba
69
Suamiku (Calon) Adik Iparku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!