9. Pengajuan Perceraian

Hari demi hari pun berlalu begitu cepat, kini hasil Visum Anne sudah keluar dan hasilnya menunjukkan jika memang Anne mengalami kekerasan seksuall hingga juga beberapa pukulan di area perutnya.

Asloka yang mendengar semua hanya bisa menggeram marah, tapi itu tak berlangsung lama, karena Anne sudah berangsur-angsur pulih. Selama dua puluh hari ini, Asloka selalu merawat Anne dengan baik. Bahkan, Asloka sengaja menyewa seorang suster khusus hanya untuk menangani Anne sampai sembuh total.

"An, aku mau tanya sekali lagi dan kau harus menjawab dengan jujur, apa bisa?" tanya Asloka sambil menatap Anne lekat.

"Iya, silakan. Kalau pertanyaan gampang akan ku jawab langsung, tapi kalau sulit aku tidak bisa menjamin," balas Anne lembut, setelah itu kembali memasukkan nasi kedalam mulutnya.

"Selama dua puluh hari ini, kamu nyaman tidak tinggal disisiku?"

Anne pun langsung menatap bingung pada Asloka, kenapa juga harus pertanyaan seperti ini yang diajukan lelaki itu. Padahal, Anne mengira Asloka akan menanyakan tentang perceraiannya bersama Geo.

"Tentu saja nyaman. Ada apa ya, kok tanya seperti ini," jawabnya sangat hati-hati takut jika salah bicara.

"Nyaman saja atau nyaman banget, please aku butuh kepastian soalnya."

Anne semakin di buat bingung dengan tingkah laku Asloka. Kenapa makin kesini pertanyaan semakin aneh dan Anne semakin takut untuk menjawab. Tinggal bersama Asloka beberapa hari, membuatnya paham sifat-sifat lelaki di depannya ini.

Walaupun terlihat sangat dingin, garang, tapi hatinya sangat lembut dan mudah terluka akan ucapan-ucapan seseorang. Karena pernah saat itu Anne mendengar hinaan kecil dari beberapa orang, mengatakan jika Asloka bukanlah lelaki normal.

Ya, walaupun Anne sudah tau Asloka seorang Gay. Tapi, Anne merasa mereka tidak sepatu mencela Asloka, jika ujung-ujungnya juga memuji kehebatannya dalam dunia bisnis.

"Pertanyaan kok aneh ya, Pak? Tidak ada pertanyaan lain kah selain itu, aku rasa yang ini agak sulit dimengerti," ucap Anne.

Terdengar helaan nafas gusar dari Asloka yang membuat Anne merasa bersalah. Tak ada perkataan lagi dari bibir lelaki itu, hingga Anne memutuskan untuk menjawab saja, itung-itung menyenangkan hati Asloka kan tidak apa-apa.

"Aku nyaman banget kok, Pak Gay. Aku juga mau mengucapkan terima kasih, sudah mau merawat orang asing sepertiku," jawabnya, tapi ternyata tak membuat Asloka merasa senang.

Lelaki itu malah semakin terlihat sedih, Anne menjadi semakin bingung, bingung harus memperlakukan Asloka seperti apa dan mengucapkan terima kasih dengan apa.

"Sudahlah, lupakan saja. Oh ya, masalah rencanamu untuk bercerai apakah masih ingin dilanjutkan? Mumpung hasil visum sudah keluar, jika iya biar Aron yang mengurus semua," kata Asloka memilih mengalihkan pembicaraan.

Dari jawaban Anne, ia yakin jika wanita itu belum memiliki rasa padanya. Beda dengan dirinya, yang mulai mencintai Anne dan melupakan Icha. Baginya melupakan seorang pengkhianatan itu mudah, daripada harus berlarut-larut dalam kesedihan.

"Aku tetap pada pendirianku, kalau bisa secepatnya, aku sudah tidak ingin bersama orang seperti Geo," lirih Anne menunduk sedih.

"Baiklah, aku akan menyuruh Aron mengurus semua dengan cepat. Kau hanya tinggal menunggu, tidak perlu datang ke pengadilan. Karena aku yakin, jika suamimu akan datang dan menolak perceraian itu."

Anne mengangguk paham. Memang lebih baik seperti ini, Anne takut bertemu dengan Geo. Mengingat kegilaan lelaki itu beberapa hari lalu, membuatnya trauma mendalam.

***

Tepat pukul lima sore, Anne dipertemukan dengan seorang pengacara wanita bernama Asyila, dialah yang akan membantu Anne dalam proses perceraian. Setelah selesai menjelaskan semua, barulah Anne menandatangani surat gugatan perceraian itu.

"Apa Bu Anne tidak ingin menuntut kompensasi dan harta gono gini? Kalau menurut yang saya lihat, pak Geo bisa dijatuhi denda beberapa M sekaligus penjara beberapa tahun," kata Asyila berharap agar Anne mau memenjarakan suaminya.

"Tidak, aku hanya ingin bebas dari dia. Jangan semakin membuat keadaan sulit, jelas dia akan dendam padaku," ucap Anne tapi dapat penolakan dari Asloka.

"Mana bisa begitu, sama saja kau membiarkan penjahat berkeliaran di luar sana. Cukup kau yang jadi korbannya," ujar Asloka menolak permintaan Anne.

Mungkin masalah gono gini, ia setuju kalau Anne menolak, toh nantinya ia sendiri yang akan menafkahi Anne, tapi untuk memenjarakan Geo serta uang kompensasi itu perlu. Geo harus mendapat hukuman setimpal, kalau tidak lelaki brengsek itu akan semakin semena-mena.

"Pak Gay, please mengertilah sedikit perasaanku. Aku hanya ingin bebas dari dia tanpa ada dendam sedikitpun, kalau aku mengajukan hal seperti itu, yang ada Mas Geo semakin marah," ucapnya menatap serius Asloka. Disini murni, Anne hanya ingin ketenangan. Kalau bisa, Anne ingin kembali ke desa setelah bercerai.

'Kalau aku paksa yang ada semakin berontak ini anak, lebih baik aku main cantik saja. Anne tidak mau membalas, maka akulah yang akan membalas semua. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja,' gumam Asloka memilih untuk diam dan menuruti semua permintaan Anne.

"Tapi, Bu. Apa gunanya visum kalau ujung-ujungnya Ibu tidak ingin pak Geo di penjara, saya yakin ibu akan baik-baik saja, apalagi sekarang bu Anne dalam perlindungan pak Asloka," sahut Asyila tapi sedetik kemudian ia melihat tatapan tajam dari Asloka.

Tatapan itu seolah-olah Asyila harus menuruti semua permintaan Anne. Jadi, ia hanya bisa terdiam tak berani melanjutkan perkataannya.

"Turuti semua permintaan Anne, urus semua secepatnya. Aku rasa kamu tau bagaimana cara main ku kan, Asyila?"

Asyila mendadak gelagapan. Jika sudah seperti ini, maka Asyila hanya bisa memakai cara diam-diam untuk memenjarakan Geo tanpa sepengetahuan Anne.

"I-iya, Tuan. Maaf jika saya terlalu banyak bicara," lirihnya langsung membereskan semua berkas-berkas dan segera pergi dari hadapan mereka.

Setelah kepergian Asyila, Anne bisa bernafas lega. Akhirnya ia bisa lolos dari jerat suaminya dengan mudah, dan Anne memiliki banyak hutan balas budi pada Asloka.

"Terima kasih," ucap Anne.

"Untuk apa?" tanya Asloka.

"Untuk semua. Kau selalu membantuku, entah itu dari rencana bunuh diri, sampai mengurus perceraianku. Sungguh, aku bingung harus membalas semua dengan apa," kata Anne sambil menunduk.

Anne terlalu gugup untuk menatap Asloka, ia lebih memilih mengalihkan pandangannya agar tidak terlalu jauh jatuh dalam pesona Asloka. Tapi, Anne langsung sedih, ketika mengingat Asloka seorang Gay.

"Kau tidak perlu bingung, Anne. Cukup tetap di sisiku dan menerima perjanjian kontrak pernikahan itu, maka semua aku anggap lunas," ujar Asloka terlihat sangat enteng, padahal dalam hatinya takut ditolak lagi.

Sedangkan Anne tertegun mendengar jawaban Asloka, ternyata tawaran dua puluh hari lalu masih berlaku. Ia masih berpikir keras, apakah Asloka lakukan ini hanya untuk menutupi hubungannya dengan dokter Angga.

"Kenapa kau memilihku? Apa ini semua ada hubungannya dengan dokter Angga, jika ia ini sangat keterlaluan, kau hanya ingin pernikahan kita terjadi hanya karena ingin menutupi hubunganmu dengan dokter Angga," jelas Anne tersenyum kecut.

"Tunggu, apa maksud dari perkataanmu itu? Menutupi hubunganku dengan Angga, memang hubungan apa yang kau maksud!" Asloka merasa geram mendengar jawaban Anne. Bisa-bisanya dia memiliki pemikiran seperti itu.

"Kalian kan ada hubungan, hubungan begini." Kedua tangan Anne memperagakan seperti orang berciuman.

Jelas, mata Asloka langsung terbelalak. Ternyata di otak Anne dia adalah seorang Gay sungguhan, padahal ia berkali-kali menyangkal pernyataan itu.

"Kau gila, ha? Sudah ku bilang aku normal, hanya saja batang pisangku mengalami mati suri selama beberapa tahun ini. Berkali-kali juga aku melakukan terapi agar benda ini bangun, tapi semua sia-sia." Asloka menjeda ceritanya sejenak.

"Namun, semua beruba saat aku melihatmu waktu itu. Batang pisangku tiba-tiba sadar dari koma saat memandangmu, sebab itu Angga mengeceknya sendiri, takut jika aku berbohong. Tapi, semua buyar ketika kau menuduh kami pasangan Gay," jelasnya tanpa terlewat sedikitpun.

Anne yang mendengar semua langsung menutup mulutnya, ia tak menyangka jika lelaki segagah Asloka mengambil impotenn. Sungguh sangat mengejutkan, tapi semua menjadi jelas ketika Asloka menjelaskan kenapa dia bisa seperti itu.

Kecelakaan beberapa tahun lalu lah yang membuatnya impotenn. Awalnya lelaki itu merasa sangat hancur, hingga sang kekasih tiba-tiba menghilang dan baru muncul beberapa minggu lalu dengan kabar pernikahannya.

Anne semakin merasa bersalah karena selama ini ia berburuk sangka pada Asloka. Andaikan saja ia bertanya, mungkin kesalahpahaman ini tidak akan pernah terjadi.

"Maaf, sungguh aku tidak bermaksud menuduhmu Gay." Anne sangat menyesal telah menjuluki Asloka sebagai pak Gay.

"Tidak masalah, semua orang pernah melakukan salah. Tapi, karena kau sudah tahu semua, untuk kedepannya panggil saja Laka, jangan pak Gay lagi. Malu tau," ujarnya sedikit merajuk. Anne pun tertawa, ia hanya mengangguk dan tak akan mengulangi kesalahannya lagi.

...🍃🍃🍃...

Rekomendasi cerita sangat bagus, ayo mampir di jamin seru nggak kalah dengan ini. Pokoknya jangan lupa mampir ya, ini aku kasih tau judulnya. LEGENDA SANG DEWI author Lidiawati06

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

mantap dengan kejujuran Asloka

2024-07-22

0

andi hastutty

andi hastutty

hahahah seru 😂😂😜😜😜😜batang pisang besar amet Thor 😘

2023-04-06

0

𝓐𝔂𝔂🖤

𝓐𝔂𝔂🖤

cieeee......🤣🤣🤣

2022-10-21

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kurang Goyang
2 2. Mengakhiri Hidup
3 3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4 4. Terima Kasih Pak Gay
5 5. Lepaskan Dia Anne
6 6. Kita Bercerai Saja
7 7. Kabur
8 8. Harus Melakukan Visum
9 9. Pengajuan Perceraian
10 10. Semakin Dendam
11 11. Menikahlah Denganku
12 12. Kelas Bercinta
13 13. Dengan Satu Syarat
14 14. Sekarang Aku Miliknya
15 15. Kebenaran Terungkap
16 16. Anne Mana?
17 17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18 18. Sidang Perceraian
19 19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20 20. Usaha Asloka
21 21. Perubahan Asloka
22 22. Perintah Asloka
23 23. Iya Aku Mau
24 24. Rumah Kita
25 25. Hanya Sebatas....
26 26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27 27. Tawaran Rujuk
28 28 Dia Asloka
29 29. Biarkan Dia Yang Memilih
30 30. Jangan Ganggu Lagi
31 31 - Sah
32 32 - Malam Pertama?
33 33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34 34. Nikmati An 21+
35 35. Ingin Ke Makam Papa
36 36. wajah Segar
37 37. Terlalu Berlebihan
38 38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39 39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40 40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41 41. Seperti Ice Cream
42 42. Penyesalan
43 43. Roti Kempit
44 44. Negatif
45 HTS - 45
46 HTA - 46
47 HTA - 47
48 HTA - 48
49 HTA - 49
50 HTA - 50
51 HTA - 51
52 HTA - 52 Buka Puasa ++
53 53. Samar
54 HTA - 54. Rujak Cingur
55 HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56 HTA - 56
57 HTA - 57. Hamil
58 58 - The Last
59 Dikejar Duda - Karya Baru
60 59 - Ada Dua Kecebong
61 60. Menggoda +++
62 Dikejar Duda - Karya Lomba
63 61. Dasar Anak Muda
64 62. Gagal Memberi Kejutan
65 63. Akhir Penantian
66 Istri Tak Diinginkan
67 Istri Tak Diinginkan
68 Dikejar Duda - Karya Lomba
69 Suamiku (Calon) Adik Iparku
Episodes

Updated 69 Episodes

1
1. Kurang Goyang
2
2. Mengakhiri Hidup
3
3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4
4. Terima Kasih Pak Gay
5
5. Lepaskan Dia Anne
6
6. Kita Bercerai Saja
7
7. Kabur
8
8. Harus Melakukan Visum
9
9. Pengajuan Perceraian
10
10. Semakin Dendam
11
11. Menikahlah Denganku
12
12. Kelas Bercinta
13
13. Dengan Satu Syarat
14
14. Sekarang Aku Miliknya
15
15. Kebenaran Terungkap
16
16. Anne Mana?
17
17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18
18. Sidang Perceraian
19
19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20
20. Usaha Asloka
21
21. Perubahan Asloka
22
22. Perintah Asloka
23
23. Iya Aku Mau
24
24. Rumah Kita
25
25. Hanya Sebatas....
26
26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27
27. Tawaran Rujuk
28
28 Dia Asloka
29
29. Biarkan Dia Yang Memilih
30
30. Jangan Ganggu Lagi
31
31 - Sah
32
32 - Malam Pertama?
33
33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34
34. Nikmati An 21+
35
35. Ingin Ke Makam Papa
36
36. wajah Segar
37
37. Terlalu Berlebihan
38
38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39
39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40
40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41
41. Seperti Ice Cream
42
42. Penyesalan
43
43. Roti Kempit
44
44. Negatif
45
HTS - 45
46
HTA - 46
47
HTA - 47
48
HTA - 48
49
HTA - 49
50
HTA - 50
51
HTA - 51
52
HTA - 52 Buka Puasa ++
53
53. Samar
54
HTA - 54. Rujak Cingur
55
HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56
HTA - 56
57
HTA - 57. Hamil
58
58 - The Last
59
Dikejar Duda - Karya Baru
60
59 - Ada Dua Kecebong
61
60. Menggoda +++
62
Dikejar Duda - Karya Lomba
63
61. Dasar Anak Muda
64
62. Gagal Memberi Kejutan
65
63. Akhir Penantian
66
Istri Tak Diinginkan
67
Istri Tak Diinginkan
68
Dikejar Duda - Karya Lomba
69
Suamiku (Calon) Adik Iparku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!