2. Mengakhiri Hidup

Anne berjalan tanpa arah, ia masih saja menangis tersedu-sedu. Sungguh, suaminya tega sekali padanya. Anne fikir Geo serius ingin berubah, tapi ternyata tidak dan pahitnya semua kesalahan di arahkan padanya dengan alasan kurang puas saat melayani di atas ranjang.

Hidup Anne saat ini seperti terombang-ambing, antara bertahan atau lepaskan. Ingin sekali Anne bertahan, tapi hatinya menolak, ia ingin mengakhiri semua hari ini juga, percuma ia hidup kalau selalu berakhir sakit hati.

"Hiks ... tega kamu, Mas."

Anne terus berjalan sampai kakinya menuju sebuah jembatan beton. Entah ia ada di mana, tapi yang jelas terdengar suara air mengalir sangat deras.

"Aku harus apa sekarang? Ingin pulang, tapi kemana? Tuhan, kenapa sakit sekali?"

Tangisan histeris pun kembali Anne keluarkan, Anne terduduk lemas di pinggir jembatan. Wajahnya ia tutupi dengan telapak tangannya, Anne keluarkan semua isakan nya tanpa perduli penghuni jembatan merasa terganggu atau tidak. Yang pasti, Anne ingin menangis sejadi-jadinya dan puas-puaskan menjerit.

Drrrt! Drrrt! Drrrt!

Getaran dari ponselnya pun membuat Anne mendongak. Rasanya sangat enggan untuk melihat siapa yang menghubunginya, tapi karena bunyi terus-menerus, akhirnya Anne memutuskan untuk melihat siapa yang meneleponnya.

"Ck, masih ingatkah kau padaku Mas? Bukannya dia yang lebih memuaskanmu, kenapa saat aku pergi kau mencariku," gumam Anne tak mau mengangkat panggilan dari suaminya.

Tapi, baru juga Anne mematikan ponselnya tiba-tiba semua pesan dari Geo masuk dan betapa sakitnya hati Anne ketika membaca semua pesan dari suaminya.

[Anne, jangan mempersulit keadaan. Please, Sayang.]

[Sayang, kau tetap nomor satu di hatiku, aku mohon terima kenyataan jika kau memiliki madu saat ini.]

[Anne, angkat teleponku!]

"Cih! Aku membencimu, Mas!"

Tanpa sadar, Anne melempar begitu saja ponselnya ke sungai. Anne tak mau lagi berhubungan dengan Geo, cukup ia makan hati selama ini, jalan satu-satunya saat ini adalah mengakhiri hidupnya. Percuma ia hidup, jika semua orang tersayangnya telah tiada.

Dulu, Anne pikir Geo bisa menggantikan kedua orang tuanya yang telah meninggal. Anne berharap Geo menjadi suami paling pengertian, setia dan selalu menomor satukan dirinya, tapi ternyata tidak, jadi untuk apa lagi ia hidup jika harus berbagi suami dengan Julia — sahabat tidak punya hati.

Anne pun berdiri dari duduknya, setelah itu ia menatap lekat ke bawah jembatan. Walaupun gelap, ia yakin jika sungai di bawah sana sangat deras dan mungkin saja bebatuan juga banyak.

Glek!!

Dengan perasaan ragu-ragu, Anne menaiki pembatas jembatan. Ia berusaha menutup mata dan langsung naik ke atas sana, degup jantung Anne juga semakin tak karuan. "A-aku kok gemetar sih, ayo Anne katanya mau mati! Jadi, cepat lakukan maka semua sakit itu akan hilang," gumamnya terus berusaha menaikan kaki satunya.

Tapi, saat Anne akan mengangkat kakinya tiba-tiba tubuhnya oleng dan membuat keseimbangannya tak beraturan.

"Aaakkkkhhhh ......"

Brukk!!

"Kau gila!"

teriakan bariton dari seorang lelaki sontak membuat Anne membuka salah satu matanya. Ia sangat terkejut melihat sosok lelaki tampan, tinggi dan juga bertubuh dempal.

"Siapa kau?" Anne segera melepaskan pelukan lelaki itu dan menoleh ke kanan dan ke kiri.

"Loh aku kok disini, tadi bukannya aku ada di atas situ?" tanya Anne kebingungan.

"Itu karena aku menarikmu, bagaimana jika aku terlambat sedikit saja, mungkin kau sudah menjadi jasad!"

Seketika Anne menatap tajam lelaki di depannya ini, ia merasa sangat kesal, marah bercampur jadi satu. "Kenapa harus diselamatkan? Kenapa? Seharusnya kau biarkan saja aku mati, setidaknya itu bisa meringankan rasa sakitku!" teriak Anne kembali menangis setelah ingatan suaminya selingkuh kembali terlintas di benaknya.

Anne semakin menangis, bahkan ia memukul-mukul dada bidang lelaki tadi. Ia merasa tak terima di selamatkan, padahal Anne ingin terlepas dari semua bebannya saat ini.

"Menyelesaikan masalah tidak dengan bunuh diri, Anne! Masih ada cara lain dan tindakanmu ini sangat bodoh tentunya, dengan kau memilih mati, itu semakin membuat mereka senang! Mereka bisa leluasa menikmati dunia, sedangkan kau menderita di akhirat!"

Jleb!!

Perkataan lelaki di depannya ini seakan-akan menikam relung hatinya, sekaligus menyadarkan sebuah kenyataan. 'Kenapa aku tak sampai berpikir sejauh itu? Benar kata dia, bagaimana kalau setelah aku mati dua bajingann itu semakin bahagia, sedangkan aku belum tentu bahagia di akhirat,' gumam Anne sedikit merenung.

Pikirannya semakin semrawut, bingung harus apa dan harus bagaimana menyingkapi semua. Tapi, di tengah-tengah renungannya, Anne mengingat satu hal. Kenapa lelaki di depannya ini mengetahui namanya, padahal mereka baru bertemu.

"Tunggu! Kau tau darimana namaku? Jangan-jangan, kau ..., kau ..., kau —"

"Kita pernah bertemu di salah satu restoran, jangan pikir macam-macam!" serunya seakan-akan tau apa pikiran Anne.

"Restoran? Kapan, aku sama sekali tidak ingat. Walaupun kita bertemu, kenapa kau tau namaku, tanpa adanya perkenalan!" cecar Anne terus-menerus sampai membuat lelaki tampan di depannya itu kelabakan.

Anne semakin menatap tajam lelaki ini hingga hembusan nafas kasar ia dengar. "Jadi seperti ini, waktu itu aku melihatmu di restoran Jasssmie, kau ingat waktu itu kau menabrak seseorang?" tanyanya.

Sejenak Anne mengingat-ingat kejadian di restoran Jasssmie. Namun, tak lama berpikir otaknya langsung melihat gambaran saat ia menabrak seseorang, "astaga! Kau ... Kau, lelaki itu!"

Anne segera menutup mulutnya, ia tak habis pikir bisa bertemu lagi dengan lelaki ia tabrak kemarin. Dimana Luca mengajak bertemu dan mengatakan semua kebohongan Geo, karena merasa sakit hati akhirnya Anne memutuskan pergi dalam keadaan kacau dan karena itulah ia menabrak seorang lelaki.

"Ya, sekarang kau ingat Anne Jeniffer?"

***

Di rumah, Geo terus mengumpat kesal tak kala ponsel istrinya tak aktif. Geo sangat khawatir, ia merasa kali ini istrinya benar-benar ingin berpisah.

Semua tampak jelas, saat Anne tak mau mendengarkan ucapannya lagi dan langsung meminta cerai. Sungguh, Geo kelabakan dibuatnya, ini kali pertama istrinya mengatakan ingin berpisah. Yang lebih parah, istrinya belum juga pulang padahal jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.

"Geo ...."

"Jangan ganggu aku, Julia!" serunya sangat sarkas.

Julia menatap takut pada Geo, ia baru tau jika Geo sangat menyeramkan jika marah.

"A-ak —"

Brakkk!

"Sudah aku katakan, jangan ganggu aku! Telingamu tuli, ha? Pergi, aku ingin sendiri dan jangan sekali-kali kau masuk ke kamar!"

Julia pun langsung ngacir keluar dari kamar Geo, ia merasa takut, lebih baik ia memilih pergi dulu, sampai amarah suaminya mereda.

Sedangkan Geo, kembali menghubungi istrinya, tapi lagi-lagi kekecewaan yang ia dapatkan. "Shitt! Dimana kau, Anne!"

Geo langsung berdiri dari duduknya, ia memilih untuk mencari Anne di rumah Luca. Ia sangat yakin kalau istrinya ada bersama dia, karena setiap bertengkar Anne selalu pergi ke rumah sahabatnya itu. Dengan langkah cepat, Geo pergi begitu saja dari rumahnya dan meninggalkan Julia sendiri.

...👻👻👻...

Hai emak kembali, jangan lupa tinggalkan komen dan like agar emak semangat 🔛🔥

Terpopuler

Comments

Ji'kon

Ji'kon

laki" mulutnya ncm seperti gula" karet' manis di awal pahit di akhir 🙄

2025-03-15

0

putrie_07

putrie_07

njrrrr

2025-03-18

0

Yusee Justicia

Yusee Justicia

Hai, baru baca pertama karyamu nih... semoga seru cerita nya

2024-07-23

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kurang Goyang
2 2. Mengakhiri Hidup
3 3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4 4. Terima Kasih Pak Gay
5 5. Lepaskan Dia Anne
6 6. Kita Bercerai Saja
7 7. Kabur
8 8. Harus Melakukan Visum
9 9. Pengajuan Perceraian
10 10. Semakin Dendam
11 11. Menikahlah Denganku
12 12. Kelas Bercinta
13 13. Dengan Satu Syarat
14 14. Sekarang Aku Miliknya
15 15. Kebenaran Terungkap
16 16. Anne Mana?
17 17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18 18. Sidang Perceraian
19 19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20 20. Usaha Asloka
21 21. Perubahan Asloka
22 22. Perintah Asloka
23 23. Iya Aku Mau
24 24. Rumah Kita
25 25. Hanya Sebatas....
26 26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27 27. Tawaran Rujuk
28 28 Dia Asloka
29 29. Biarkan Dia Yang Memilih
30 30. Jangan Ganggu Lagi
31 31 - Sah
32 32 - Malam Pertama?
33 33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34 34. Nikmati An 21+
35 35. Ingin Ke Makam Papa
36 36. wajah Segar
37 37. Terlalu Berlebihan
38 38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39 39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40 40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41 41. Seperti Ice Cream
42 42. Penyesalan
43 43. Roti Kempit
44 44. Negatif
45 HTS - 45
46 HTA - 46
47 HTA - 47
48 HTA - 48
49 HTA - 49
50 HTA - 50
51 HTA - 51
52 HTA - 52 Buka Puasa ++
53 53. Samar
54 HTA - 54. Rujak Cingur
55 HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56 HTA - 56
57 HTA - 57. Hamil
58 58 - The Last
59 Dikejar Duda - Karya Baru
60 59 - Ada Dua Kecebong
61 60. Menggoda +++
62 Dikejar Duda - Karya Lomba
63 61. Dasar Anak Muda
64 62. Gagal Memberi Kejutan
65 63. Akhir Penantian
66 Istri Tak Diinginkan
67 Istri Tak Diinginkan
68 Dikejar Duda - Karya Lomba
69 Suamiku (Calon) Adik Iparku
Episodes

Updated 69 Episodes

1
1. Kurang Goyang
2
2. Mengakhiri Hidup
3
3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4
4. Terima Kasih Pak Gay
5
5. Lepaskan Dia Anne
6
6. Kita Bercerai Saja
7
7. Kabur
8
8. Harus Melakukan Visum
9
9. Pengajuan Perceraian
10
10. Semakin Dendam
11
11. Menikahlah Denganku
12
12. Kelas Bercinta
13
13. Dengan Satu Syarat
14
14. Sekarang Aku Miliknya
15
15. Kebenaran Terungkap
16
16. Anne Mana?
17
17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18
18. Sidang Perceraian
19
19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20
20. Usaha Asloka
21
21. Perubahan Asloka
22
22. Perintah Asloka
23
23. Iya Aku Mau
24
24. Rumah Kita
25
25. Hanya Sebatas....
26
26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27
27. Tawaran Rujuk
28
28 Dia Asloka
29
29. Biarkan Dia Yang Memilih
30
30. Jangan Ganggu Lagi
31
31 - Sah
32
32 - Malam Pertama?
33
33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34
34. Nikmati An 21+
35
35. Ingin Ke Makam Papa
36
36. wajah Segar
37
37. Terlalu Berlebihan
38
38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39
39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40
40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41
41. Seperti Ice Cream
42
42. Penyesalan
43
43. Roti Kempit
44
44. Negatif
45
HTS - 45
46
HTA - 46
47
HTA - 47
48
HTA - 48
49
HTA - 49
50
HTA - 50
51
HTA - 51
52
HTA - 52 Buka Puasa ++
53
53. Samar
54
HTA - 54. Rujak Cingur
55
HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56
HTA - 56
57
HTA - 57. Hamil
58
58 - The Last
59
Dikejar Duda - Karya Baru
60
59 - Ada Dua Kecebong
61
60. Menggoda +++
62
Dikejar Duda - Karya Lomba
63
61. Dasar Anak Muda
64
62. Gagal Memberi Kejutan
65
63. Akhir Penantian
66
Istri Tak Diinginkan
67
Istri Tak Diinginkan
68
Dikejar Duda - Karya Lomba
69
Suamiku (Calon) Adik Iparku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!