10. Semakin Dendam

Kegaduhan di dalam ruangan seorang Geo pun membuat semua orang takut. Emosi lelaki itu benar-benar berada di ambang batas, apapun yang dilakukan bawahannya selalu salah dan lelaki itu langsung menghukum mereka tanpa ampun.

"Pak Geo tempramental sekali, aku jadi takut mau memberikan laporan," ucap Lili — karyawan Geo.

"Sama, aku juga takut," balas Asti.

Mereka Seakan-akan tak berani untuk mendekati serigala buas itu. Jika mereka nekat, yang ada nyawanya melayang sia-sia.

"Kalian kenapa ada disini? Bukannya kerja, malah ngerumpi!" seru seorang lelaki dari arah belakang mereka.

Tentunya Asti dan Lili segera menoleh ke belakang sambil meminta maaf. "Maaf, pak Erick, tapi kita bukan ngerumpi, kita hanya takut ingin masuk ke ruangan pak Geo," balas Asti sedikit tergagap.

"Kenapa tak —"

Pyaar!!

'Bodoh! Kalau kalian nggak becus ngapain kerja di perusahaan ini, ha? Punya otak tapi nggak bisa di pakek!'

Erick langsung menoleh ke arah ruangan Geo. Mendengar sebuah kaca pecah, Erick lebih memilih untuk memasuki ruangan anaknya. Erick ingin tau, ada apa sebenarnya sampai suara teriakan anaknya terdengar sampai luar.

"Ada apa ini, Geo! Suaramu terdengar sampai luar, ini sungguh memalukan!" teriakan dari Erick mampu membuat Geo terdiam.

Lelaki yang tengah mengamuk tadi mendadak jadi kucing anggora, tidak berani bicara, dia hanya diam dan menunduk takut.

"Jawab!"

"Me-mereka tidak serius dalam bekerja, Pa," lirih Geo.

Erick pun geleng-geleng mendengar jawaban anaknya. Setelah itu, ia memerintahkan dua manusia itu untuk keluar. Erick ingin bicara empat mata dengan anaknya tentang keberadaan istrinya, yang akhir-akhir ini sulit dihubungi.

"Duduklah Geo, Papa ingin bicara serius denganmu," titah Erick dan Geo menurut seperti anak kucing.

Geo sama sekali tak berani menatap papanya. Namun, sikapnya itu malah semakin membuat Erick curiga dan ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam rumah tangga mereka.

"Dimana Anne?" tanya Erick dengan tatapan tak kalah menyeramkan dari Geo.

"Ma-ma-maksudnya, Pa?" Geo pura-pura tak tahu, tapi dari nada bicaranya saja Erick paham, jika anaknya ini pura-pura begoo.

"Jangan berbelit-belit, Geo! Selama tiga minggu lebih, Anne tidak ada kabar sedikitpun! Mamamu meneleponnya berkali-kali tapi selalu di luar jangkauan, sebenarnya ada apa, Geo!"

Deg!!

Geo semakin kebingungan, ia tak tahu harus menjawab seperti apa. Selama hampir satu bulan ia mencari keberadaan istrinya, tapi wanita itu seakan-akan di telan bumi, bahkan ajudannya saja tidak mampu menemukan dia.

"Geo Sanjaya! Jawab pertanyaan Papa, jangan hanya bengong, kamu punya mulut kan!"

Brakkk!!!

Erick kehabisan kesabaran, ia sampai berteriak keras sambil menggebrak meja. Jika saja Geo menjawab semua dengan cepat, mungkin emosinya tidak akan setinggi ini.

"An-anne, hilang, Pa."

"Apa? Hilang? Bagaimana bisa, kenapa dan kapan hilangnya?" Erick pun berdiri dari duduknya dan langsung mencengkram erat kera baju Geo.

"Maaf karena tidak bilang dari awal, tapi semua aku lakukan agar kalian tidak panik. Selama ini aku sudah mencarinya ke penjuru kota, tapi Anne belum ditemukan," balas Geo.

Erick melepas cengkeraman nya, setelah itu ia usap wajahnya sangat kasar. Kenapa ia baru tau sekarang, di saat berminggu-minggu Anne hilang.

"Papa tidak mau tau, Geo! Temukan Anne secepatnya, atau Papa cabut semua fasilitas mu!"

Seketika Geo melotot, inilah yang ditakutkan jika berpisah dari Anne. Semua fasilitas akan dicabut dan Geo tak mau itu terjadi, semua adalah miliknya sampai kapanpun hanya miliknya.

Tapi, belum juga kekesalan Geo berakhir, seseorang dari luar mengetuk pintu ruangannya. Dengan sangat terpaksa, akhirnya Geo mengizinkan sekretarisnya masuk.

"Permisi, Pak Geo. Ada surat untuk Bapak, sekali lagi saya minta maaf jika sudah mengganggu ketenangan Bapak," lirihnya.

Geo menangguk paham, setelah dia menyuruh sekretarisnya segera keluar. "Siapa sih yang kirim surat, buat makin kesal saja!" serunya sangat dongkol.

"Apa itu?" tanya Erick.

"Mana aku tau, Pa."

Geo membolak-balikan amplop kecil itu sampai matanya tertuju pada satu tulisan. Tulisan yang mampu membuat kedua bola matanya melotot, ternyata amplop coklat itu dari kantor pengadilan Negeri.

Tanpa basa-basi, Geo membuka surat itu sangat kasar. Betapa terkejutnya ia, ketika membaca isinya. Ternyata Istrinya mengajukan gugatan perceraian di pengadilan dan ia baru tau akan hal ini.

"Apa itu!"

Erick langsung menarik kertas yang ada di tangan anaknya, dengan teliti Erick membaca semua. "Apa-apaan ini, Geo! Anne mengajukan perceraian dengan alasan perselingkuhan dan kekerasan seksuall! Apa ini benar, Geo!" teriak Erick sambil melempar lembaran kertas itu tepat ke wajah Geo.

"Papa benar-benar tak menyangka kamu seperti ini, Geo! Papa tidak mau tau, bawa Anne kembali secepatnya atau Papa coret kamu dari hak waris!" serunya setelah itu memutuskan untuk pergi dari ruangan Geo.

Sedangkan Geo, hanya bisa mengepalkan tangannya. Ia semakin dendam dengan Anne, Geo juga bertekad akan menyiksa istrinya sampai mati, jika wanita itu tertangkap.

"Kau lihat saja, Anne! Cepat atau lambat, tempat persembunyianmu akan aku temukan dan saat itu juga kau akan menyesal telah memperlakukanku seperti ini!"

...🍃🍃🍃...

Hallo kak, terima kasih banyak sudah mau mampir ke cerita aku ini. Maaf jika ada kesalahan penyebutan atau typo, karena aku juga masih belajar dan kendala lain aku agak minus 🥺 jadi maaf ya, jika tidak sempurna. Pokoknya lope lope buat kalian 🥰🥰

Terpopuler

Comments

SariRenmaur SariRenmaur

SariRenmaur SariRenmaur

jauhkan Bali punya suami sakit jiwa, semogaa cepat cerai

2025-03-28

0

Esterin Katarina

Esterin Katarina

Amit2 sm laki laki seperti geo. Psikopat

2024-07-31

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

aku tunggu balasan mu Geo,, kalau bukan balasan Asloka yang melayang duluan...

2024-07-22

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kurang Goyang
2 2. Mengakhiri Hidup
3 3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4 4. Terima Kasih Pak Gay
5 5. Lepaskan Dia Anne
6 6. Kita Bercerai Saja
7 7. Kabur
8 8. Harus Melakukan Visum
9 9. Pengajuan Perceraian
10 10. Semakin Dendam
11 11. Menikahlah Denganku
12 12. Kelas Bercinta
13 13. Dengan Satu Syarat
14 14. Sekarang Aku Miliknya
15 15. Kebenaran Terungkap
16 16. Anne Mana?
17 17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18 18. Sidang Perceraian
19 19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20 20. Usaha Asloka
21 21. Perubahan Asloka
22 22. Perintah Asloka
23 23. Iya Aku Mau
24 24. Rumah Kita
25 25. Hanya Sebatas....
26 26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27 27. Tawaran Rujuk
28 28 Dia Asloka
29 29. Biarkan Dia Yang Memilih
30 30. Jangan Ganggu Lagi
31 31 - Sah
32 32 - Malam Pertama?
33 33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34 34. Nikmati An 21+
35 35. Ingin Ke Makam Papa
36 36. wajah Segar
37 37. Terlalu Berlebihan
38 38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39 39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40 40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41 41. Seperti Ice Cream
42 42. Penyesalan
43 43. Roti Kempit
44 44. Negatif
45 HTS - 45
46 HTA - 46
47 HTA - 47
48 HTA - 48
49 HTA - 49
50 HTA - 50
51 HTA - 51
52 HTA - 52 Buka Puasa ++
53 53. Samar
54 HTA - 54. Rujak Cingur
55 HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56 HTA - 56
57 HTA - 57. Hamil
58 58 - The Last
59 Dikejar Duda - Karya Baru
60 59 - Ada Dua Kecebong
61 60. Menggoda +++
62 Dikejar Duda - Karya Lomba
63 61. Dasar Anak Muda
64 62. Gagal Memberi Kejutan
65 63. Akhir Penantian
66 Istri Tak Diinginkan
67 Istri Tak Diinginkan
68 Dikejar Duda - Karya Lomba
69 Suamiku (Calon) Adik Iparku
Episodes

Updated 69 Episodes

1
1. Kurang Goyang
2
2. Mengakhiri Hidup
3
3. Pusaka Tersadar Dari Koma
4
4. Terima Kasih Pak Gay
5
5. Lepaskan Dia Anne
6
6. Kita Bercerai Saja
7
7. Kabur
8
8. Harus Melakukan Visum
9
9. Pengajuan Perceraian
10
10. Semakin Dendam
11
11. Menikahlah Denganku
12
12. Kelas Bercinta
13
13. Dengan Satu Syarat
14
14. Sekarang Aku Miliknya
15
15. Kebenaran Terungkap
16
16. Anne Mana?
17
17. Gak Tau Mau Kasih Judul Apa
18
18. Sidang Perceraian
19
19. Coklat Banyak & Bunga 1000 Tangkai
20
20. Usaha Asloka
21
21. Perubahan Asloka
22
22. Perintah Asloka
23
23. Iya Aku Mau
24
24. Rumah Kita
25
25. Hanya Sebatas....
26
26. Semua Tubuhku Nanti Milikmu
27
27. Tawaran Rujuk
28
28 Dia Asloka
29
29. Biarkan Dia Yang Memilih
30
30. Jangan Ganggu Lagi
31
31 - Sah
32
32 - Malam Pertama?
33
33. Kamu Tidak Mau Melakukan?
34
34. Nikmati An 21+
35
35. Ingin Ke Makam Papa
36
36. wajah Segar
37
37. Terlalu Berlebihan
38
38. Tidak Ikhlas Dunia Akhirat
39
39. Apa Sudah Ingat Sekarang?
40
40. Ingin Jadi Ibu Rumah Tangga
41
41. Seperti Ice Cream
42
42. Penyesalan
43
43. Roti Kempit
44
44. Negatif
45
HTS - 45
46
HTA - 46
47
HTA - 47
48
HTA - 48
49
HTA - 49
50
HTA - 50
51
HTA - 51
52
HTA - 52 Buka Puasa ++
53
53. Samar
54
HTA - 54. Rujak Cingur
55
HTA - 55. Ikut Ke Kantor
56
HTA - 56
57
HTA - 57. Hamil
58
58 - The Last
59
Dikejar Duda - Karya Baru
60
59 - Ada Dua Kecebong
61
60. Menggoda +++
62
Dikejar Duda - Karya Lomba
63
61. Dasar Anak Muda
64
62. Gagal Memberi Kejutan
65
63. Akhir Penantian
66
Istri Tak Diinginkan
67
Istri Tak Diinginkan
68
Dikejar Duda - Karya Lomba
69
Suamiku (Calon) Adik Iparku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!