Ketika hati semakin rapuh karena kecewa, hingga harus menerima kenyataan pahit yang seharusnya tidak Stela rasakan, kini dia kembali dengan kekecewaan yang teramat sangat menyakitkan.
William datang, hanya untuk kepentingan pribadi, tanpa menghiraukan perasaannya. Dia justru memanfaatkan perasaan mantan istrinya, semata-mata untuk ambisi besar yang dia rintis bersama Stefan.
"Ternyata kamu pria brengsek William....!" teriak Stela membanting handphone yang berada dalam genggamannya.
Betapa terkejutnya pria mapan nan gagah, sudah berada dikediaman gadis Padang itu, setelah kepergian William beberapa menit lalu.
"Baby...??"
"Ada apa dengan kamu?"
Bola mata Adrian membulat seketika melihat handphone mahal berada dibawah kakinya.
Stela masih terdiam, wajah cantiknya masih memerah. Entah angin apa, membuat dia berani memeluk tubuh Adrian yang sudah berdiri dihadapannya.
"Bang, aku akan melakukan apapun. Sesuai permintaan Abang. Bawa aku, kita akan menjalankan semua ini. Jadikan aku simpananmu, jangan sampai keluarga mengetahui tentang hubungan kita. Satu lagi, aku tidak ingin ada perasaan antara kita. Ini hanya untuk menjalankan tugas, sesuai kesepakatan," Stela mendekap erat tubuh tegap itu.
Adrian tersenyum tipis, "Hmm, baiklah baby. Aku akan membuat syarat sesuai keinginanmu."
Stela mengangguk.
Adrian justru merasa menang dalam pertarungannya kali ini, sehingga dia bergumam dalam hati, "Ternyata sangat mudah menaklukkan hati wanita sekelas Stela."
Stela melepas pelukannya, memilih duduk disofa kamar, mengambil sehelai kertas, menuliskan beberapa syarat.
"Pertama Abang tidak boleh menyentuhku, jika bukan aku yang meminta."
"Kedua jangan sampai aku hamil."
"Ketiga jangan menuntut, ataupun cemburu saat aku bersama pria lain, selama bertugas, begitu juga sebaliknya."
"Keempat tidak akan pernah ada perasaan antara kita."
"Kelima jangan pernah mengatakan pada keluarga tentang hubungan gelap ini."
"Ada lagi?" Stela menatap lekat kearah Adrian.
Pria berpangkat Jenderal bintang dua itu melihat tulisan cakar ayam anggotanya, bahkan lebih buruk dari tulisan seorang anak sekolah dasar.
"Kamu kenapa baby? Bisa jelaskan? Kenapa mesti menggunakan syarat? Bagaimana jika kita saling mencintai, dan apakah kamu tidak ingin melanjutkan hubungan ini lebih serius?" Adrian meyakinkan.
Stela mengusap lembut wajahnya, "Ini syaratnya, jika anda bersedia kita lanjut, jika tidak silahkan tinggalkan apartemen ku. Aku tegaskan, tidak akan pernah ada cinta di pekerjaan kita."
Adrian mengangguk, "Berapa bayaran yang aku keluarkan untuk tidur denganmu satu malam?"
Sontak pertanyaan itu semakin menyulut emosi Stela.
PLAAAAK...!!
Stela melayangkan tamparan keras ke wajah Adrian, menarik kerah baju sang komandan.
"Aaaaagh," Adrian mengusap wajah tampannya.
"Dengar Bang! Aku hanya butuh partner dalam segala hal. Aku tidak butuh uang mu!" Stela menegaskan dengan suara lirih.
Adrian semakin ternganga, justru kalimat terakhir yang gadis itu ucapkan, cukup membuat dia semakin penasaran, "Gila ni cewek, ada apa dengannya? Kenapa dia berfikiran tidak membutuhkan uangku? Seberapa kaya dia?" dia menggeram dalam hati.
Stela melepaskan tangannya, dari kerah baju Adrian, mengusap lembut leher bersih dihadapannya dengan sangat lembut. Baju dinas berwarna hitam, dengan nametag disebelah kanan, menuliskan nama pria berwajah blesteran Batak nan tegas.
Stela memberanikan diri, duduk dipangkuan Adrian, untuk melepaskan rasa kecewanya terhadap William.
Sangat berani, Stela mencium bibir Adrian dengan sangat lembut, mellumat pelan, hingga memainkan lidahnya, membuat Adrian semakin bertanya-tanya sambil menikmati ciuman hangat mereka pagi itu.
Stela terbawa arus gulungan ombak, saat tangan kekar pria gagah, dengan berani menyelusup ke pinggang rampingnya.
Suara dessahan Stela terdengar pelan, bahkan dia menikmati ciuman pertama kali diciptakan dengan keberaniannya.
Lummatan demi lummatan, semakin mendalam, ciuman keduanya semakin dalam. Lidah keduanya menyapa lembut, saling bertukar saliva, bahkan dengan sangat hati hati, Adrian berani membuka pengait yang menyangga kedua buah kenyal, yang sejak tadi menantangnya.
"Hmmfh...."
Stela memberi ruang pada Adrian agar segera menikmati keindahan tubuh mulusnya.
Pelan Adrian membuka kancing baju kemeja Stela, mengeluarkan benda kenyal itu dari sarang terbaiknya. Tentu gadis itu semakin meremang saat jemari pria bertubuh tegap itu menyentuh dan mellumat dengan pelan. Menikmati hidangan kecil berwarna kemerahan dengan penuh damba. Seketika rasa geli disekujur tubuh wanitanya semakin kuat terasa.
Stela memberi kebebasan pada Adrian agar mengeksplor tubuhnya dengan sangat mudah.
"Aaaaagh... hmmfh..."
Stela menekan kepala Adrian semakin dalam, nafasnya memburu nikmat, bahkan ingin segera melanjutkan permainan mereka.
Saat kedua insan tengah mereguk kenikmatan yang diciptakan, tanpa ada perasaan, hanya ada dendam dihati Stela.
Seketika Calita mengetuk pintu kamar yang tidak tertutup, bahkan lebih tepatnya terbuka lebar.
Adrian yang tengah menikmati indahnya dua gundukan kenyal, yang sangat menggairahkannya, sontak membuat permainan mereka terhenti.
"Maaf Tuan...!" Calita menelan Salivanya.
Wanita berambut blonde itu, mendengus kesal, bahkan memeluk erat tubuh Adrian dengan sangat erat.
"Hmmm," Adrian mengusap lembut punggung Stela, tengah menahan hasrat semakin memuncak disekujur tubuhnya.
"Semua kebutuhan untuk berangkat nanti malam sudah dipersiapkan bagian legal. Jadi, kita terbang ke Cina nanti malam. Satu lagi Tuan, dua contener barang haram milik William sudah dilepaskan dan kembali berlayar. Atas perintah seseorang, yang belum kita dapatkan informasinya," Calita menjelaskan panjang lebar.
Stela menyibak rambutnya, mengalihkan pandangan kearah Calita berdiri.
"Bisakah kamu menyampaikan hal ini nanti? Apakah kamu tidak bisa melihat, bahwa Tuan mu tengah asik denganku?" Stela menegaskan dengan wajah garang dan suara lantang.
Calita dan Adrian saling menatap. Mereka terdiam, laki laki yang masih memangku wanitanya, memberi kode pada Calita agar meninggalkan kamar Stela.
Sontak Stela mengelak, nafsu liaar yang tengah memuncak, seketika meredup karena kehadiran seorang Calita didalam kamarnya.
"Hmm, aku ke kamar mandi dulu untuk bersiap siap," Stela berlalu meninggalkan Adrian, yang masih diam dengan tatapan bingung.
"Ada apa dengannya? Kenapa dia tiba tiba berubah jadi agresif, bahkan tidak merasa sungkan dihadapanku?" Adrian menggumam dalam hati.
"Apa ada yang datang tadi malam, Calita?" Adrian menatap nanar kearah orang suruhannya.
Calita mencoba mengingat, kejadian tadi malam.
"Seingat saya tidak ada, Tuan. Justru anda kembali ke apartemen. Hanya Yudas yang menjaga diarea sini, Tuan!" Calita menjelaskan.
Adrian mengangguk, mengusap pelan bagian yang sejak tadi sulit untuk dijinakkan, bahkan masih terasa sakit, saat masih menegang kaku dibawah sana.
"Shiiit, Calita brengsek. Jarang sekali ini terjadi. Pasti wanita itu tengah merencanakan sesuatu. Sepertinya aku harus hati hati dan tetap menikmati sentuhannya, jika dia memang tidak ingin menggunakan perasaan. Aku yakin, suatu hari nanti, dia akan jatuh cinta padaku, setelah kecanduan dengan sentuhan jemari lentik ku," Adrian tertawa dalam hati, menunggu gadis itu keluar dari kamar mandi.
Tak berapa lama, Stela keluar dari kamar mandi, dengan penampilan sudah rapi, bahkan semakin mewangi.
"Kita berangkat sekarang, baby?" Adrian menatap kearah Stela.
Stela menggeleng, "Aku akan kembali ke Jagakarsa, Bang. Ada beberapa yang harus aku ambil kerumah Papa."
Adrian mengangguk mengiyakan, memberi isyarat pada Calita, agar mengikuti langkah Stela.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
amalia gati subagio
males lanjut, kisah halunya terlalu kasar!!! berjinah
2022-11-09
0
amalia gati subagio
poor suku padang penghasil jalang pejinah berseragam!!! poor indonesia memberikan jabatan terhormat utk manusia bejat sok moralis seperti si jin A & stafnya sundalnya S
2022-11-09
0
amalia gati subagio
dasarnya perenpuan bebal gen jalang, di skema jin dr neraka institusi negara suka aja, bawa2 demi tugas lg??? kok bisa lulus ya org cam ni??? poor indonesia dpt apat bajigur jalang sok moralis!!! bawa suku lg??? kasian suku padang, penghasil jalang berseragam dgn otak bebal di jabatan terhormat institusi negara penwgak keamanan & nilai kemanusiaan!!! Zahanam kau S & A, azab utk x!!! kehormatan??? halu ilusi utk org2 bezat cam x, cam sam bo cs itu he
2022-11-09
0