"Ko... Apakah informasi yang diterima team pagi ini salah? Kenapa Ko Wil masih berada disini? Berarti, dia masih berada di sekitarku. Ko Will, Koko....!"
Stela mencari keberadaan William di setiap sisi apartemen.
"Koko...!!"
Stela benar benar dibuat bingung, atas semua yang terjadi pada dirinya.
"Kemana dia? Kenapa dia mengirimkan aku surat? Kenapa tidak menghubungi lewat telepon atau whatsApp?"
Stela termenung disofa ruang tengah, menatap tajam kearah foto pernikahan mereka yang terletak dihadapannya.
"Hai baby...!!!"
Mata Stela seketika membulat, mulutnya ternganga lebar, melihat sosok Komandan berada di dalam apartemennya.
"Apa yang anda lakukan disini, Bang?" Stela semakin pusing dengan kejadian yang dia alami saat ini.
Adrian tertawa, "Apa kamu sudah makan malam? Apakah kehadiranku sangat menggangu privasimu? Tiba tiba aku memikirkan sesuatu tentang tawaranmu sore tadi, baby," senyumnya menyeringai bak pembunuh berdarah dingin.
Secepat kilat Stela menyembunyikan kertas yang dia terima dari driver online, "Jangan sampai situa bangka ini mengetahui apa yang aku terima!" Dia meremas kertas yang masih berada digenggaman, tanpa mau mendengarkan pertanyaan Adrian.
Adrian mengalihkan pandangannya, "Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku dan menerima panggilan teleponku, baby?"
Adrian mendekati Stela, memilih duduk disamping wanita keras kepala itu.
"Gini yah Bang, jangan berharap lebih, karena aku sudah berubah pikiran untuk menjadi simpananmu!" Stela menegaskan.
"Why?" Adrian menaikkan kedua alisnya.
"Apa salah saya? Bukankah kita sudah melakukannya, bahkan aku siap dengan semua yang akan kita hadapi nanti kedepannya," tambah Adrian..
Stela tertawa, "Jangan Anda fikir, setelah merampas kehormatan ku, dengan mudah kita melakukannya lagi! Ingat Bang, anak anda masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari sosok Daddy-nya."
Adrian tertawa mendengar celotehan Stela, "Oke, dengar! Jika memang aku memiliki istri dan anak, aku mengakuinya. Itu benar adanya, tapi aku juga tidak mau menyakitimu, baby. Kamu adalah wanita yang benar-benar menarik perhatianku, sehingga membuat aku berani mengambil keputusan untuk menjadikanmu sebagai simpanan terbaikku."
Wajah Stela memerah, bagaimana mungkin, pria yang berstatus suami orang akan menjadikannya simpanan dan mainan seorang Jenderal bintang dua.
"Tidak-tidak-tidak, ini tidak mungkin. Aku tidak akan mungkin menjadi simpananmu, Bang. Aku anak Leonal, pengusaha kaya raya, bahkan keluarga bahagia akan menjadi wanita terhina jika menjadi pelakor," Stela menegaskan pada Adrian.
Tentu itu menjadi tamparan keras bagi Adrian Martadinata, dihina, bahkan dinyatakan tidak pantas untuk menjadikan seorang anak pengusaha, menjadi simpanannya.
"Bukankah tadi kamu yang meminta baby? Apa maksudmu saat ini berubah pikiran secara mendadak. Jika memang aku tidak pantas, mengapa saat ini kamu masih menerima kehadiranku disini?" Adrian semakin kesal.
Stela tertawa, "Jangan anda pikir dengan memaksa saya diawal, saya akan berharap melakukannya lagi? Saya tumbuh di keluarga baik, bahkan sangat bahagia, tidak mungkin saya akan melakukan hal bodoh itu."
Adrian terdiam sejenak, "Baik... kita propesional saja. Saya akan memberikan kebebasan padamu, tapi jangan mengundurkan diri dari team informasi, karena saya sangat membutuhkan bantuan-mu, untuk melaksanakan tugas kita dalam mencari keberadaan William Danu Barata. Kamu mengerti, baby! Satu lagi, jika kamu berubah pikiran, seperti tadi sore hubungi saya segera."
Adrian berlalu meninggalkan apartemen Stela, membawa semua ajudannya, karena kekecewaan yang dia rasakan malam itu.
"Brengsek gadis itu. Sombong sekali dia. Berani sekali mempermainkan perasaanku seenak jidatnya. Dia pikir aku akan tinggal diam. Justru aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Saat ini aku akan memberi kebebasan padanya. Jika sudah waktu yang tepat aku akan mengikatnya kembali dengan caraku. Baby, kamu terlalu berani mempermainkan aku," Adrian mendongkol sepanjang perjalanan.
Adrian memerintahkan kepada pengawalnya untuk tetap mengawal Stela dari kejauhan.
"Calita, jangan sampai wanita itu lepas dari pantauan mu. Kirimkan dia perhatian kecil, buat seolah olah itu dari ku. Aku merasa tertantang untuk mendapatkan putri kesayangan Leonal. Aku tidak mengenal keluarganya, tapi aku sangat mengagumi keindahan tubuhnya. Dia wanita yang cantik dan memiliki prinsip. Buat dia jatuh cinta padaku. Sehingga dia benar benar mau menjadi simpananku, tanpa paksaan," Adrian menatap lirih pada Calita yang berada disampingnya.
Calita mengangguk mengerti, "Mulai besok saya akan mengirimkan perhatian kecil padanya Tuan. Saya akan menuliskan bahwa semua yang dia terima itu dari anda."
Adrian mengangguk setuju. Bagaimana tidak dia terpesona dengan Stela, gadis muda yang sangat berani menghina dan merendahkannya, tanpa rasa bersalah dan takut diwajahnya.
"Jika dia berhasil aku taklukkan, maka William dan Stefan berada dalam genggamanku!" Adrian tersenyum picik.
Terkadang kita harus bermain dengan perasaan, agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sempurna. Apalagi untuk meraih kesuksesan dalam usia mapan.
"Ini merupakan takdir baby, kamu akan masuk dalam perangkap ku!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments