Stela benar benar terlonjak kaget saat membalikkan tubuhnya menatap lekat kearah pria misterius itu.
"Anda...!!!"
"Apakah Anda...?"
"Ooogh, Tuhan....!"
Suara Stela bergetar hebat, saat melihat komandan tampan berdiri tegap dihadapannya. Tertulis nama Adrian Martadinata Jenderal bintang dua, yang berstatus suami dari wanita nomor tiga di Marsedez Benz Jerman. Usia 37 tahun, membuat Adrian bisa dikatakan sebagai pria tampan dan mapan.
Adrian tersenyum menatap Stela, "Apa kamu mengenalku, baby?"
Stela diam membisu, tidak menyangka bahwa dia akan terjerat dalam situasi ini.
"Apa maksud anda, Komandan? Anda memperlakukan aku seperti ini? Apa salahku kepada Anda? Anda tahu, aku hanya badan informasi pada team badan narkotika. Kenapa kalian memperlakukanku seperti tawanan?" Stela benar benar kalud luar biasa.
Adrian justru tertawa, dia bertepuk tangan, meraih tubuh ramping Stela, "Aku minta maaf padamu. Jika terjadi sesuatu, atau jika kamu dinyatakan hamil, aku akan bertanggung jawab padamu, baby."
PLAAAAK...!
Seketika tangan halus lembut itu mendarat di pipi Adrian yang memiliki wajah mulus bak detektif Korea.
"Aaaaugh shiit...! Kenapa kamu menampar aku, baby? Apa aku salah?" Adrian tampak kesal.
"Ya, anda salah komandan. Anda telah merusak kehidupan saya. Anda tahu, saya adalah istri dari William Danu Barata, dan Anda tahu, saya adalah putri kembar Leonal Alkhairi Baros," Stela benar benar mengeluarkan amarahnya kepada sang komandan.
Adrian terdiam. Seketika wajahnya memerah, tanpa dia sadari, identitas Stela dia dapatkan, setelah merusak gadis itu dengan paksa.
"Bukankah kamu sudah berpisah dari Will? Aku mendapatkan semua data tentang kamu, baby," Adrian benar benar tidak ingin disalahkan.
Stela dibuat sangat bingung, masa depan seketika rusak, karena tidak mengetahui maksud dan tujuan sang komandan yang baru berhadapan dengannya.
Wajahnya memerah, kembali menatap lekat pada iris mata Adrian, "Dengar Tuan, jika anda punya maksud tertentu, jujur anda salah orang. Saya hanya calon janda, belum resmi."
Adrian tertawa, memperlihatkan berkas yang sudah disetujui pengadilan negeri, dalam waktu satu hari.
"Ooogh Koko," Stela menunduk malu, menutup wajahnya dengan kedua tangan halus nan lembut.
Adrian menarik nafas panjang, meraih tubuh yang menekuk, "Tenanglah, ada aku untukmu."
"Diam...!!!"
Stela bersuara lantang membentak keras sang komandan.
Adrian benar benar terkejut, "Baru kali ini saya seorang jenderal bintang dua, dibentak oleh wanita yang berusia belia sepertimu, baby. Kamu tahu usia ku berapa? Dan...." kalimatnya terputus.
Stela terdiam, menekuk semakin kusut. Perasaan bercampur aduk, bahkan lebih kusut dari kemarin.
"Bersiaplah, kita kekantor bersama."
Adrian memberi perintah kepada Stela, tanpa harus dibantah.
"Rapikan wajahmu, baby. Aku tidak ingin bagian informasi negara kita, tampak seperti seorang buronan. Kita akan melaksanakan beberapa kegiatan untuk mencari keberadaan William Danu Barata."
Stela tidak bisa membantah, jika Komandan telah bicara dan membuktikan bahwa sesungguhnya William orang terdekat Stela, yang selama ini menjadi target utama operasi mereka.
Wanita itu mengikuti langkah Adrian dari belakang, sangat serasi. Beberapa pelayan menunduk hormat pada kedua pasukan khusus itu.
Mereka dikawal beberapa ajudan, agar tetap aman saat melakukan tugas yang sangat berbahaya. Berhadapan dengan beberapa mafia. Bahkan saat ini keselamatan Stela yang terancam.
Lebih dari satu jam mereka tiba di kantor yang terletak di pusat kota. Wajah Stela terlihat shock, saat mendengar semua penjelasan dari sang komandan. Bagaimana tidak, orang yang dia cintai, bahkan sangat menyenangkan beberapa waktu lalu, harus berurusan dengan mereka dalam kasus yang sangat berat.
Getaran handphone milik Stela bergetar, segera dia merogohnya, melihat siapa yang menghubungi.
"Papa!" Stela menjaga jarak dari sang komandan.
Pelan dia menekan tombol hijau namun, Adrian lebih dulu merampas handphone yang berada dalam genggamannya.
"Hmmm," Stela semakin menantang.
"Kembalikan, jika tidak, saya akan melaporkan anda ke pihak lebih tinggi!"
Seketika Adrian memberikan handphone milik Stela pada empunya barang.
"Saya akan bicara dengan keluarga anda, untuk menjadikanmu cinta kedua," Adrian berlalu meninggalkan Stela.
Sementara Stela semakin kesal atas ucapan pria tampan, yang memperlakukannya dengan sangat buruk.
Stela melihat handphone masih on, secara otomatis Leonal mendengar pertikaian putrinya dengan seseorang yang ternyata adalah komandan tampan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
❄️ sin rui ❄️
jendral bintang 2, seketika ingat si sambo🤣
2022-12-14
0
amalia gati subagio
TNI boleh poligami resmi???
jd jalang sumpanan budak nafsu ranjang & pion jabatan sih iya!!! masih ada harga diri tuh perempuan??? di nodai paksa gak di catat dlm administrasi negara??? masih terhormat jd janda, dari pada jalang elite dgn status guram
2022-11-09
0
amalia gati subagio
narasi laku bejat haram halal hantam pemangku jabatan di institusi terhormat pemerintah bikin miris, perkosaan oleh atasan yg bangga dgn bintang dipundak, staf diperlakukan bak jalang pemuas nafsu & tetap harus tunduk??? gak manusiawi utk pelaku memanusiakan manusia!!!! gak ada kode etik ttg moral etika utk pejabat negara??? pejabat korup agen portitusi membawa negara pd kehancuran!!!!
2022-11-09
0